
" Mel, kamu yakin bercerai dengan David ? " tanya Alia. " Yakin kak " jawab Melisa. Entah kenapa, Melisa serasa ingin muntah. ia segera lari ke kamar mandi.
Alia mengikuti Melisa ke kamar mandi.
" Mel, kamu gakpapa ? " tanya Alia. " Ya ! " teriak Melisa dari dalam.
" *Apa jangan-jangan gue.. gak! gue gak mungkin hamil anak David! bodoh! kenapa sih* gue mau di ajak **David tidur satu ranjang**! " batin Melisa dalam hati.
Tanpa sepengetahuan siapapun, Melisa pergi ke dokter. " Selamat ya Bu, atas kehamilannya " ujar dokter. Melisa terkejut bukan main mendengar perkataan dokter.
" Kamu kembali sayang ? " tanya David memegang tangan Melisa.
Melisa menghempas tangan David.
" Aku kembali hanya demi anak kita " jawab Melisa menatap David dengan tatapan dingin.
Melisa melangkah menaiki tangga dan menutup pintu kamar keras-keras.
'BRAAAAK! ' " Astaghfirullah, pelan-pelan Napa! " oceh David.
__ADS_1
" *Kalau bukan karna anak ini! aku gak* *akan balik ke rumah ini*! " batin Melisa kesal. Melisa memasang kelambu di atas tempat tidur. David masuk ke dalam kamar tiba-tiba
hanya memakai celana pendek selutut dan bertelanjang dada.
' AAAAAAAAA! ' teriak Melisa sambil melempar baju ke Arah David. " Kenapa ? kesurupan? kok teriak-teriak gitu ? " tanya David.
" Pake tuh baju ! " pinta Melisa sambil menutup matanya. David segera Memakai bajunya. " Kamu suka Body Sixpack aku ya? " tanya David. Melisa melototi David dengan tajam. di pukulnya lengan David dengan keras.
" Nyali segitu bisa Apa! " Ledek David. David mendekatkan wajahnya ke wajah Melisa. Melisa memejamkan matanya sambil mulutnya berkomat- Kamit. David hanya tersenyum melihat Melisa.
"Sayang, bilangin ya sama bunda kamu. jangan suka marah.. nanti cantiknya bunda hilang " ujar David sambil mengelus perut Melisa dan menciumnya
David menegakkan badannya dan keluar kamar. Mendengar suara pintu di buka, Melisa membuka kedua matanya. " Kemana tuh *orang*? " batin Melisa Agak sedikit kesal.
Melisa keluar kamar dan menuruni tangga. " Ada apa Mel kok buru-buru gitu ? " tanya Alia. " Cari David kak " jawab Melisa.
__ADS_1
" Oh, Kak David. dia tadi pamit keluar sebentar " ucap Alia memberi tahu. " Keluar kemana kak ? " tanya Melisa. " Ngapain sih keluar malam-malam! gak tau apa ada yang nungguin ! " gerutu Melisa.
'*Ting- nong* ' . Suara bel rumah berbunyi . Melisa segera melangkah menuju pintu depan. " Darimana Aja ? " tanya Melisa pada David. " Dari beli susu buat Anakku " jawab David sembari memberikan bungkusan plastik berisi Susu ibu Hamil.
Melisa memutar bola matanya malas. ia menutup dan mengunci kembali pintunya dan menyusul David ke kamar. " Aduh ! Bau! tidur bawah sana! " pinta Melisa mendorong David.
David membuka matanya. " Ada apa sih ? perut kamu sakit atau apa ? " tanya David. " bukan" jawab Melisa. " Trus Apa ? " tanya lagi David. " Aku gak tahan bau badan kamu tidur sofa sana! " jawab Melisa sambil menutup hidungnya.
David menuruti permintaan Melisa.
" Om David kok tidul disini bukan di kamal ? " tanya Liora. David tersenyum dan membelai Liora.
" Tante lagi hamil sayang, Om takut dedek bayi yang ada di perut Tante nangis, jadi Om tidur sini " jawab David. Liora mengambil selimut di kamarnya. " Nih Om, bial om gak kedinginan " kata Liora memberikan selimutnya pada David.
" Terima kasih ya, Kamu kok belum tidur? nanti Ibu marah loh ? " tanya David.
__ADS_1
" Ya udah Om Liola tidul dulu ya om ! " pamit Liora. David mengangguk.