2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
06


__ADS_3

" Li, tunggu! " Ujar Tasya menghentikan langkahnya. " Apaan sih sya ?" tanya Alia. " Itu kan kak Efan,ngapain ya dia disitu?" Jawab Tasya.


" Oh iya,mukanya manyun lagi.. setahu gue kalo orang mukanya manyun pertanda banyak masalah " ujar Alia.


" Ya elah Li, kalo itu mah,gue udah tau! gimana kalo Lo kesana, bujuk dia! siapa tau dia ceria lagi" Kata tasya. " ogah Ah " ucap Alia.



" Kenapa sih ?" tanya Tasya. " Ntar di omelin sama dia " jawab Alia. " kagak! yang ada mulut Lo tuh yang ngomel! " kata Tasya.



Alia Menghampiri Efan yang duduk sendirian. " Lagi sendiri kak " sapa Alia.


" Eh Lo, Ngapain kesini ? " tanya Efan.


Efan bergeser Agar Alia duduk di sebelahnya. Aliapun duduk di sebelah Efan.


" Nggak, soalnya gue liat Lo sendiri disini, Makanya gue samperin " jawab Alia.


hening sejenak, " Tunggu sini bentar gue mau kesana dulu " Kata Alia. Alia Beranjak berdiri.dan melangkah ke kantin membeli coklat panas.



Efan masih melamun, entah apa yang di pikirkan. " *tuh cewek mana ya? lama Amat* " gumam Efan dalam hati.


.


Alia kembali membawa 2 coklat panas.

__ADS_1


" Nih! coklat panas,biar Lo makin rileks lagi.. " ujar Alia seraya memberikan Segelas Coklat panas.


Efan menyeruput Coklat panas itu. " Oh ya! gue gak tau loh nama Lo walaupun kita sering ketemu " kata Efan.


Alia memberikan tangannya pada Efan,


" Gue Alia! panggil aja Lia " ucap Alia. " Gue efan " kata Efan sambil menjabat tangan Alia.


" Lo suka banget ya, coklat panas ?" tanya efan. " Ya.. karna coklat panas itu memberikan perpaduan kehangatan dan rasa manis yang bikin gue selalu merasa damai apalagi minumnya berdua sama orang yang tersayang" jawab Alia.


" Ternyata cewek bawell kayak Lo bisa romantis juga " goda Efan.". Ada-ada Aja Lo" ucap Alia.


Alia tak sadar jika minumannya habis, ia merampas gelas Efan dan meminumnya. " eh! jangan banyak-banyak dong! " protes Efan.



Takut kehabisan, Efan langsung meminum. Alhasil, dahi Efan dan Alia bersentuhan. mereka berpandangan sambil tertawa.




Alia berusaha menghapusnya namun, tidak bisa. Efan menghapus noda coklat di pipi Alia dengan lembut. 'Degh ' jantung Alia berdetak sangat cepat.



Alia berusaha mengontrol detak jantungnya. " *C**antik* " batin Efan. " Udah" ujar Efan .


" Makasih " kata Alia. Aliapun melanjutkan minumnya.

__ADS_1


Efan terpaku memandang Alia. merasa tak nyaman terus-terusan di pandang efan, Alia memelototi Efan.



" Apa lo lihat-lihat ?" tanya Alia. " Terserah gue dong! mata-mata gue!" jawab Efan. Alia mencubit tangan Efan. " Aaaaaw sakit tauuk " Rintih Efan.



" Biarin, emang enak" Celetuk Alia sambil tertawa. " cengengesan Aja Lo !" Bentak Efan sambil menarik hidung Alia.


" Aaaaaw! sakiiitttt!! ntar hidung gue panjang kek Pinokio gimana ?" Tanya Alia manyun. Efan hanya tertawa dan menjulurkan lidah ke Alia.


" Ya udah, gue ke kelas dulu ya,nih buat Lo! " pamit Efan seraya memberikan gelas kosong pada Alia.



" Buseeeetttt!! minumannya habis Lo kasih ke gue kurang ajar Lo!!! " Protes Alia. " Ya udah, Lo balikin aja ke kantin " kata Efan.



Alia beranjak berdiri melangkah ke kantin. sedangkan Efan, Menuju kelas. Di kelas, Tasya menggoda Alia. " Li! kenapa tuh hidung Lo merah ?" tanya Tasya.



" Kepo Lo!! " jawab Alia. " Atau, jangan-jangan Lo abis di kiss ya sama kak Efan" tuduh tasya.


" Gak usah sotoy Lo!" Kata Alia


" Trus kenapa hayoooo ?" tanya Tasya. " Di tarik sama si kak Efan" jawab Alia. Tasya tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


Hay teman-teman Author menyapa kalian lagi ya😊.... maaf ya teman-teman, Bikin cerita baru lagi... insyaallah cerita sebelumnya Author lanjutin deh..... Bagi yang suka cerita ini boleh di like and vote ya.... tapi gak maksa kok.... terima kasih.... 🙏


__ADS_2