
" Maafin gue " ujar David. Sandra menghampiri David. di tariknya tangan David menjauh dari Melisa. " LO APA- APAAN SIH ! " bentak David seraya menghempas tangan Sandra. " VID! LO BOLEH NGEBENCI GUE! TAPI LO GAK BISA MEMBENCI DARAH DAGING LO ! " Sandra berbalik membentak David.
" Darah daging gue ? sejak kapan kita memiliki seorang Anak ? padahal, selama nikah gue gak pernah sedikitpun nyentuh Lo bagaimana bisa Lo bilang itu Anak gue ? " tanya David.
Belum sempat Sandra menjawab, David kembali ke motornya dan mengajak Melisa pulang. Di rumah, Efan menanyakan baik-baik pada kakaknya itu. Kebetulan, saat itu David sedang duduk di balkon rumah sambil minum kopi.
" Kak, sebenarnya apa yang terjadi antara kakak dan Melisa ? " tanya Efan. David menceritakan segalanya pada Efan.
Mendengar jawaban kakaknya, Efan tampak kesal dengan Sandra. " kalau memang benar itu Anak kakak kenapa gak tes DNA aja sih kak ? " tanya Efan. Seperti mendapat Angin segar, David kegirangan. " Ok! besok kakak minta Sandra untuk tes DNA " jawab David.
Sandra terkejut ketika David memintanya untuk Tes DNA " Apa! tes DNA Lo gak percaya kalau ini anak Lo ? " tanya Sandra.
__ADS_1
" Gue percaya kok! dan gue mau tanggung jawab kalau anak itu terbukti anak gue! " jawab David.
" Ok! setelah anak ini lahir, gue akan tes DNA anak ini biar Lo tau siapa Ayah kandung anak ini ! " Sandra menyetujui permintaan David. " *Gak! gak akan gue biarin David tau yang sebenarnya*! " batin Sandra.
9 bulan kemudian, Sandra melahirkan Anak itu. Bagas sempat menengok Anak itu. karna bagaimanapun, Anak itu tetaplah Darah daging Bagas.
' BRUUUUK ! ' Bagas tak sengaja menabrak David. " KALO JALAN HATI-HATI DONG ! " bentak Bagas. " *Itu kan pacarnya Sandra? kenapa dia bisa Ada disini* ? " batin David.
" *Apa! jadi dia benar Anakku*? " batin David. Melisa yang sedari tadi ada di belakang Davidpun mengetahui. Memegang pundak David. " Lo adalah ayahnya dia, Lo tidak bisa meninggalkan tanggung jawab begitu saja vid ! " kata Melisa menenangkan David.
" Trus gimana dengan pertunangan kita? " tanya David. Melisa membuka cincin pertunangannya dan memberikan kepada David.
__ADS_1
Melisapun pergi meninggalkan David sendirian. David meneteskan Air matanya, ia sedih harus kehilangan Melisa.
Hari-hari yang David jalani hampa tanpa Melisa. Sadra mengajak bicara David sambil bersandar di pundak David. Namun, David terlihat diam saja. " Mas David, kenapa sih ? " tanya Sandra. " Nggak kok! aku cuma lelah, aku istirahat dulu ya! " pamit David.
David meninggalkan Sandra yang duduk di teras rumah. sedangkan David masuk kamar.
" Kenapa David gak seperti dulu ya? dulu dia Asyik banget gue Ajak ngbrol ! " batin Sandra.
Melisa juga mengurung diri di kamar. Ia keluar hanya ketika mandi, makan dan kerja.
" Mel, udah dong, jangan kayak gini terus. Tante yakin kok kamu pasti menemukan yang lebih baik dari David " Bujuk Bu Renita.
Karna tak bisa membujuk Melisa, Bu Renita memjnta Alia untuk datang ke Rumah. Alia mengetuk pintu kamar Melisa. " Mel, ini Aku Alia " kata Alia. Melisa membuka pintunya dan masuk bersama Liora.
__ADS_1
" Mel, kamu gak bisa kayak gini terus. Kakak yakin pasti ada jalan keluar untuk kamu dan David bersatu. " ucap Alia menenangkan Melisa