
Setelah Acara ijab Qabul selesai, seluruh tamu undangan pulang. " Efan, Alia kalian tinggal Aja ya di rumah Mama sama Papa... lagipula, Mama sama Papa mau ke luar negri. kasihan rumahnya kosong " pinta Bu. Kirana.
" Ya Ma," ucap Efan. Alia mengemasi pakaiannya dan meletakkan nya di koper.
Pagi ini, Alia Bangun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan bersama Bu. Kirana.
" Alia, Mama titip David sama Efan ya Nak kalo Papa sama Mama ke luar negri " pinta Bu. Kirana seraya meletakkan sup ayam di Atas meja. " Iya Ma, " ujar Alia. Setelah sarapan, Efan mengantar Mama dan Papanya ke bandara.
" Li, Aku mau ke basecamp dulu ya! mau balapan " pamit David. " Ya, "jawab Alia. Tak lama kemudian, Efanpun pulang. " Sayang, Kak David mana? " tanya Efan. " Tadi pamit ke basecamp Mas, " jawab Alia. Efan membuka jaketnya dan duduk di sofa ruang tamu.
"Kak David- Kak David gak pagi, gak siang, gak malam gak pernah betah di rumah! " gerutu Efan. " Ya sudah lah, Kamu yang sabar Mas " Kata Alia menenangkan Efan.
__ADS_1
" Oh iya Mas, Aku boleh kerja gak ? " tanya Alia. " Nggak usah sayang, emang meskipun gak kerja, Aku tetap Nafkahin kamu kok " jawab Efan.
Ada ketakutan di benak Alia. jika Ia tak di perbolehkan bekerja, maka Gita akan leluasa mencari perhatian Efan. Alia menyiapkan tas, Kemeja dan Jas Efan. " Sayang, Aku berangkat dulu ya... Kamu jaga diri baik-baik di rumah " pamit Efan. " Iya Mas, hati-hati " kata Alia sambil bersalaman dengan Efan.
Alia mengantar Efan sampai depan pintu rumah. Efanpun melajukan mobilnya. " *Ya Allah lindungilah suamiku dari godaan wanita di luar sana* " batin Alia.
"Fan Alia mana?kok dia gak bareng Lo " tanya Miko. " Gue yang nyuruh dia resign, biar fokus ngerjain pekerjaan rumah tangga Aja" jawab Efan. Efan melanjutkan langkahnya.
" jadi Efan udah nikah beneran sama Alia? batin Gita. Meskipun Efan sudah menikah, tak menjadi penghalang bagi Gita untuk mendekati Efan.
Alia membereskan Pakaiannya yang masih di koper untuk di letakkan di lemari pakaian. Sebuah buku terjatuh dari lemari pakaian " *Apa* *ini*? " umpat Alia dalam hati. Alia mengambil buku itu dan membukanya.
Ternyata, itu buku Album foto kenangan Efan dan Tari dahulu. " *Jadi Mas Efan masih menyimpan foto kenangannya bersama Tari dahulu*? " Batin Alia. Alia mencoba untuk tidak berfikir yang Aneh-aneh.Ia meletakkan kembali foto itu di lemari pakaian.
__ADS_1
Alia membersihkan rumah. Tepat pukul 3 sore Efan pulang. " Udah pulang Mas ? " tanya Alia seraya bersalaman dengan Efan. " Iya, " jawab Efan. Alia membawakan tas Efan ke kamar dan membuatkan kopi.
Efan duduk kelelahan di sofa ruang tamu.Alia membawakan secangkir kopi untuk Efan. " Ini Mas, kopinya" Ujar Alia. " Makasih sayang " Kata Efan. Alia duduk di samping Efan
.
" Mas, gimana kerjanya lancar? " tanya Alia.
" Iya sayang " jawab Efan. Suara ketukan pintu terdengar dari luar. " Bentar ya, biar aku aja yang bukain. " ujar Efan.
Efan beranjak berdiri dan membukakan pintu. " Kak David, siapa dia kak? " tanya Efan. " Dia Sandra, Cewek gue. Ayo masuk! " jawab David sambil mengajak Sandra masuk rumah.
Seperti biasa, David pulang larut malam sehabis balapan liar. Alia kembali ke ruang tamu dengan membawa nampan yang berisi segelas minuman. Sandra menatap Alia dengan tatapan yang Aneh.
.
" Dia siapa? pembantu kamu? " tanya Sandra. " Bukan, Dia adik ipar Aku.Istrinya Efan " jawab David. " Adikmu Direktur CV DAMARA GROUP kan? Kok Istrinya penampilannya gitu! " Ledek Sandra." *sabar*. " batin Alia.
__ADS_1