2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
26


__ADS_3

. " Maaf Li,Maafkan Aku! Ini bukan keinginanku,Ini Keinginan mamaku Li! sekali lagi Aku minta maaf Li. Aku harap, kamu terima ini semua.. dan semoga kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dariku" jawab Efan.


Efan menarik tangan Feby masuk ke dalam rumah. Sedangkan Alia, masih terpaku di depan rumah Efan. Tak di sangka penantiannya selama 5 tahun Sia-sia belaka.



Air mata tak kunjung berhenti mengalir di pipi Alia. Hatinya hancur berkeping-keping.


" Li Lo kenapa??? Kenapa Lo masih rela menangisi orang yang gak bisa menghargai Lo Li???" tanya Miko


" Li! Kenapa Lo masih saja membiarkan diri Lo yang berharga ini untuk mengharap orang yang jelas-jelas sudah menyia-nyiakan Lo begitu saja li ? " Tanya Miko. Alia masih tak sanggup menjawabnya. Miko menegakkan kepala Alia.



" Li, Disini masih ada gue Li, yang tulus dan rela berkorban demi Lo! Gue rela Li, lakuin apapun demi Lo. Asal, Lo bahagia Li.Kenapa Lo biarin air mata Lo terbuang sia-sia hanya untuk orang yang salah Li! " kata Miko. Alia melepaskan tangan Miko



" Maaf, gue butuh waktu untuk sendiri." Ucap Alia. Alia beranjak pergi meninggalkan Miko sendirian.



Alia masih termenung di jendela kamarnya. " Nak! udah dong, Mungkin kamu sama Efan emang bukan jodoh. ikhlaskan saja nak! jangan di pikirin terus.. Nih, ibu bawain makanan buat kamu.Nanti kamu makan ya, Ibu keluar dulu " Ucap Bu Zainab sambil meletakkan makanan di nakas.



Pagi ini cuaca agak mendung, tak seperti biasanya. Alia membuka matanya. ".*Pagi udah tiba. kenapa ya? Pagi ini tak seperti biasanya*, *Mendung, kelabu. Seperti hatiku saat ini tapi nggak! Aku harus bangkit! Alia gak boleh lemah! Alia harus kuat*! " Batin Alia. Segera di raihnya handuk dan beranjak ke kamar mandi.



Usai mandi dan ganti baju, Alia bersolek di depan cermin. " Astaga! Kantung matanya kelihatan! ini pasti gara-gara gue nangis semalaman! " Gumam Alia.



Alia memakai bedak agak sedikit tebal untuk menutupi kantung matanya dan memakai sedikit lipstik agar bibirnya tidak terlihat pucat. Rambut yang biasanya di kucir, kini ia urai. " Bu,Alia berangkat kerja dulu ya! " pamit Alia.


" Ya nak, hati-hati " Ujar Bu Zainab. Alia segera memakai kemejanya. Lalu dengan cepat, ia melajukan motornya menuju kantor.


" Ok.Para karyawan semuanya! ada informasi penting,pak Hendra memutuskan Resign dari kantor ini. Jadi, Kita kedatangan Direktur baru di kantor ini. Silahkan pak! " kata pak Yogi manager Perusahaan. Alangkah terkejutnya Alia, direktur baru itu Adalah Efan.


__ADS_1


" Ok semuanya! Perkenalkan, Saya Efano damara. Direktur baru kalian disini! " Ujar Efan memperkenalkan diri. " Ok! Cukup itu saja yang saya sampaikan, Silahkan kembali bekerja." Pinta pak Yogi.



Aliapun kembali bekerja. " Pak, Ini berkas laporan yang pak Hendra minta kemarin." Ujar Alia memberikan laporan pada pak yogi. " Oh, iya.Silahkan kamu berikan laporan ini ke pak Efan untuk di tanda tangani! " Pinta pak Yogi.



" *Tenang* *li*, ini *demi kerjaan. kerjaan lebih penting dari perasaan*! " batin Alia. Alia melangkah perlahan ke ruangan Efan di lantai 3. Sebelum masuk, Alia mengetuk pintu ruangan Efan. " Masuk! ." Teriak Efan dari dalam.



Alia masuk ke ruangan Efan." Pak, Ini laporan yang kemarin di minta pak Hendra " Ucap Alia sambil memberikan laporan itu pada Efan. Efan mengambil laporan itu dan memeriksanya. " Oke! Saya tanda tangani ya." kata Efan.



Efan menanda tangani laporan itu dan memberikan laporan nya pada Alia. " Ya sudah, kalo gitu saya permisi dulu! " pamit Alia.


" Tunggu! " KataEfan menghentikan langkah Alia. Alia menghentikan langkahnya.


" Ada apa?" Tanya Alia


" Aku mau bicara sama kamu " Jawab Efan.


Sepulang kerja Alia mampir sejenak di


' WILSYA CAFE' " Mau pesan apa mbak?" Tanya pemilik cafe itu. " *K*ok gue kayak kenal ya? suara itu.. " Batin Alia. " coklat panasnya ya, 1" Jawab Alia. " Alia, " Sapa Tasya.


" Tasya," Sapa Alia. Mereka berpelukan. " Li!Lo apa kabar? " Tanya Tasya. " gue baik Sya, " Jawab Alia. " Waaah! Lo sekarang udah punya cafe ya. " gumam Alia.



" Ya. Alhamdulillah, Setelah lulus SMA gue nikah sama Wildan dan kita buka usaha ini bareng-bareng " Kata Tasya."Gimana hubungan Lo sama Efan ? " tanya Tasya.



" Guue udah putus Sya dia lebih memilih wanita pilihan mamanya." jawab Alia. " Lo yang sabar ya Li! intinya, kalo jodoh.gak akan kemana! " ujar Tasya menenangkan Alia.



Alia menghela nafas panjang. ia tak menyangka semuanya terjadi. Alia menyeduh coklat panasnya perlahan. "' Y a udah, gue kesana dulu ya! mau ngelayanin yang lainnya.

__ADS_1



Sebuah mobil terhenti di cafe, Alia seperti tak asing dengan mobil itu. Alia tak menghiraukan nya, Ia tetap menyeduh coklat panas sedikit demi sedikit.



" *coklat panas ini*, *mengingatkan ku kembali,pada kenangan 7 tahun yang lalu* " batin Alia. muncul kembali di fikiran Alia kenangan bersama Efan yang ingin dia pendam.



" mbak, coklat panasnya 1 ya " kata seorang pria. Alia menoleh ke sumber suara itu. Ya, tak salah lagi.pria itu adalah Efan. Sadar bahwa ia sedang di tatap, Efan menoleh ke arah Alia. " *Alia,ngapain dia disini*.? " gumam Efan dalam hati.



"*duuuh! kenapa dia ada disini sih*? " batin Alia. Efan duduk di hadapan Alia. " Nggak nyangka ya, kita bisa memesan minuman yang sama seperti 7 tahun yang lalu " gumam Efan.



Alia hanya terdiam tak bisa berkata Apapun. " mbak! tolong minumannya di ganti ya, saya gak suka! " teriak Alia pada salah satu barista cafe.



" Kenapa harus di ganti sih ? " tanya Efan.


" karena, kenangan masa lalu.harusnya di ganti dengan yang baru! " jawab Alia sambil beranjak berdiri.


" Mbak. saya mau membayar minuman yang tadi, Saya beli lagi kopi susu di bawa pulang" ujar Alia. " Baik mbak! " kata barista itu.



Alia ingin segera pulang. Namun, tangannya di tarik Efan. " kamu gak mau temani aku disini? Seperti 7 tahun yang lalu ? " tanya Efan.



Alia menghempas tangan Efan.


" Kenangan 7 tahun yang lalu sudah berakhir! Semenjak kamu memilih dia! " Jawab Alia.


Alia melanjutkan langkahnya. sampai di pitu, Efan memeluk Alia. " Segini perjuanganmu? memperjuangkan cinta kita? " Ucap Efan berbisik di telinga.


__ADS_1


Dengan perlahan, Efan melepas pelukannya. sedangkan Alia, kembali melangkah keluar cafe.


__ADS_2