2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
27


__ADS_3

" Maaf feb, aku udah belajar mencintai kamu. tapi, Aku gak bisa. Aku gak bisa membohongi perasaanku sendiriAku mencintai Alia.. Aku selama ini hanya menganggapmu sebagai teman. " kata Efan.



Feby menepuk pundak Efan. " Aku ngerti kok fan! aku ngerti semuanya, cinta memang tidak bisa di paksakan. tetap berjuang untuk mendapatkan cinta Alia kembali ya! dan tetap berjuang mendapatkan restu mamamu" ucap


Feby.


" Terima kasih feb, kamu udah ngertiin aku. " ujar Efan.



" Bu,Aku berangkat dulu ya! " pamit Alia sambil bersalaman dengan Bu Zainab . " Iya nak, hati-hati." kata Bu Zainab. Seperti biasa, sebelum berangkat Alia memanaskan motornya. " *adduh*! *laptop gue ketinggalan lagi*.. " umpat Alia dalam hati.



Alia segera kembali masuk rumah dan mengambil laptopnya. " Telat lagi nih! " gumam Alia. Alia segera melajukan motornya.



" Adduuh! Aduh,! mogok lagi, gimana ya? mana udah telat juga! " ujar Alia. melihat Alia di tengah jalan, Efan memberhentikan mobilnya.


__ADS_1


" Kenapa motornya? " tanya Efan. " Mogok nih! kebiasaan deh! kalo di bawa ngebut pasti mogok...." jawab Alia. " sini.,Aku bantu dorong. lagian bengkel dekat kok dari sini! " ucap Efan sambil memegang setir motor.



Tangan Alia yang saat itu juga memegang setir, merasa di pegang tangan Efan.


' DEGHHH ' jantung Alia berdetak lebih cepat dari biasanya. pandangan mata Alia tak bisa lepas. ia terus memandang Efan.


" Kenapa natap aku seperti itu ?ada yang Aneh?" tanya Efan. pertanyaan Efan menyadarkan lamunan Alia. " Nggak papa kok! Aku cuma, ngeliat dasi kamu aja kurang rapi. " jawab Alia berAlasan.


" Waaah! maaf mbak, ini agak lama memperbaikinya. gimana, kalau mbak tinggal dulu disini? " ujar sang montir. " Gimana ya pak, Apa gak bisa sekarang? " tanya Alia.




" Tapi.. " Sanggah Alia. " mau gak?aku dah telat nih? " tanya Efan. " Ya udah deh! " jawab Alia. Efan menggandeng tangan Alia. "Mas sama mbaknya ini suami istri?kok gandengan tangan terus dari tadi ??? " tanya sang Montir.



" Doain aja pak! " jawab Efan. Alia kembali menatap Efan dengan tatapan bingung. lalu, mereka melanjutkan langkahnya.


__ADS_1


" Kamu kenapa kok bilang gitu ke bapak tadi ? " tanya Alia. " gakpapa lah! emang salah,aku jawab gitu." jawab Efan.



Alia Hanya bisa terdiam. sesampainya di kantor, Efan dan Alia naik lift barengan. " Loh! kok kesini? bukannya lift kamu disebelah ya?ini kan lift karyawan ?" tanya Alia.



" Emangnya ini kantor punya nenek moyang kamu? suka-suka Aku lah! " jawab Efan. "*Ih! nyebelin banget sih! mentang-mentang direktur disini*! " batin Alia.



Tiba-tiba lift mati. " Adduh! kenapa pake acara mati segala sih! woooy bukaaaa! tolong! " teriak Efan sambil menggedor pintu lift.



" Tenang pak! kami sedang berusaha memperbaiki nya " teriak pak Yogi dari luar. Alia mendekap tubuhnya Dengan kedua tangannya sambil menggigil kedinginan.



Efan membuka jasnya Dan memakaikan pada Alia. " pakai in! " Kata Efan. kelelahan berdiri, Efanpun duduk di samping Alia.


__ADS_1


Alia yang sedang ketiduran, Menyandar di bahu Efan. Efan melirik ke Arah Alia. melihat Alia yang tidur menyandar di bahunya, Efan hanya tersenyum. " *A**ku rindu dirimu yang dahulu*. " batin Efan sambil membelai rambut Alia


__ADS_2