
Dokter terus mengecek perkembangan kondisi Alia walaupun belum juga sadar. Sudah hari Kedua Alia tak kunjung sadar.
Alia menggerakkan jari tangannya perlahan dan membuka matanya. " Alhamdulillah, Ibu sudah sadar " ujar suster Ani. " Suami saya mana dokter? " tanya Alia.
"Suami Ibu pergi dan menitipkan surat ini pada saya " Jawab suster Ani memberikan surat itu pada Alia. di bukanya surat itu oleh Alia
' Sayang. kamu apa kabar? aku harap kamu baik-baik saja. Anak kita lucu ya.. cantik, seperti kamu. Sayang, aku minta maaf ya... Aku gak ada di samping kamu saat kamu sadar. Aku tahu ini semua berat bagi kamu, satu hal yang perlu kamu tahu. Aku menyayangimu, maaf jika selama ini aku menjadi beban dalam hidupmu. Aku harus pergi meninggalkanmu jaga diri kamu baik-baik ya '
Air mata Alia jatuh menetes. Alia mengambil Liora dan menggendongnya.
" Cuma kamu yang Ibu punya saat ini nak" ujar Alia sambil mencium Liora. Efan yang mengintip di balik pintu jendela ruangan Alia, ikut meneteskan air mata.
" *Maafkan aku Li* " batin Efan. Efan pulang ke rumah orangtuanya dan menggantikan Papanya mengelola perusahaan. " Efan! segera urus surat Perceraianmu dengan Alia! " Pinta Bu. Kirana. " Ya Ma, " ujar Efan.
__ADS_1
Alia mendapat Surat cerai dari Pengadilan.
" Apa? jadi Mas Efan benar-benar menceraikan Aku ? " batin Alia. Jujur saja, Alia sangat kecewa pada Efan
Alia menandatangani surat cerai itu dan memutuskan merawat Liora sampai dewasa nanti. " Apa! Lo di ceraikan Efan Li? " tanya Tasya. " Iya Sya, " jawab Alia.
" Li, lo ikhlasin aja semuanya. mendingan sekarang Lo pikirin, gimana caranya untuk cari nafkah buat Anak Lo " Tasya berusaha menenangkan Alia.
Waktu berjalan begitu cepat, kini Liora bisa berjalan dan berbicara. " Ibu, Aku mau boneka itu " kata Liora. " Ibu belum punya uang Nak, Kapan-kapan saja ya" bujuk Alia.
" Nak, ayo kita pulang ! " ajak Alia. Alia menggendong Liora dan mengajaknya pulang.
__ADS_1
" Liora, ini Ayah nak " batin Efan yang hanya bisa memandang Liora dari kejauhan.
Efan mengikuti kemana Alia pergi.
" Mau Apa lagi kamu kesini ? " tanya Alia. " Aku kesini ingin bertemu liora " jawab Efan. " Aku tidak akan mengijinkanmu bertemu Liora" kata Alia.
" Kenapa aku tidak boleh bertemu anakku sendiri? padahal aku ayahnya ? " tanya Efan.
" Oke, kamu Ayahnya! mana ada seorang ayah yang tega meninggalkan anak sendiri! " jawab Alia dengan nada sedikit membentak.
Alia masuk rumah dan meninggalkan Efan sendirian. hujan deras turun sore itu, Efan membiarkan dirinya basah kuyup di guyur hujan. Liora mengintip dari balik jendela ruang tamu. " Kasihan Om itu " Ujar Liora.
Liora keluar dan membawakan payung untuk Efan. " Makasih ya Nak, ini boneka yang kamu mau tadi. Maaf bonekanya basah " kata Efan memberikan sebuah boneka panda yang lucu pada Liora.
" Terima kasih Om, " ucap Liora. " *Liora kemana ya*? " batin Alia. " Liora! " panggil Alia.
__ADS_1
" Om, Aku udah di panggil tuh, Ayok Om masuk ! " Ajak Liora. " Nggak sayang, kamu aja ya yang masuk " kata Efan.
" Ya udah Aku masuk dulu ya Om ! " Pamit Liora. Liora bersalaman dengan Efan dan masuk rumah