2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
24


__ADS_3

Efan tak kuasa menahan Air mata nya. Sedangkan Alia, juga meneteskan air mata walau dalam keadaan tidak sadarkan diri.



Merasa letih dan capek, Efan tertidur di samping Alia. Waktu menunjukkan pukul 12 malam. Jari tangan Alia bergerak. Alia membuka matanya perlahan.



" Efan, Aku dimana ?" Tanya Alia. Mendengar suara Alia, membuat Efan terbangun. " Alia, Kamu sudah sadar? Bentar ya!Aku panggilin dokter. " jawab Efan.



Efan keluar ruangan dan kembali bersama dokter. Dokter memeriksa keadaan Alia.


" Alhamdulillah, Pasien sudah melewati masa kritisnya.Sekarang, pasien bisa


Di pindah ke ruang rawat inap " Kata dokter.


Alia di pindah ke ruang mawar no 5.


"Aku kenapa ?" Tanya Alia. " Kamu kecelakaan motor Li,Warga yang bantu bawa kamu kesini. " Jawab Efan.


" Aku janji Li! Bakal rawat kamu sampai sembuh" Ucap Efan seraya memegang tangan Alia. Alia menghempaskan Tangan Efan.


" Nggak perlu! Ada ibu aku yang bakal ngerawat aku. " Kata Alia.


"Ibu Zainab pasrahin semuanya ke Aku Li. Untuk, ngerawat kamu.Aku mohon li! Aku janji. setelah itu,Aku janji bakal pergi jauh dari hidupmu. " Mohon Efan.



Alia hanya bisa terdiam. Ia tak bisa berbuat Apa-apa. Pagi hari Alia membuka matanya. Efan masih Ada di sampingnya.



" Kamu masih disini ? Nggak sekolah ?" Tanya Alia. " Oh, Enggak! Aku mau ngerawat kamu disini ." Jawab Efan.


__ADS_1


" Nggak-nggak! hari ini kamu ujian Nasional ! lagian,Ada suster kok yang jaga aku disini." Kata Alia. " Kamu yakin ?" Tanya Efan.



" Ya, Udah sana ! nanti telat. " Jawab Alia. Efanpun pulang dari rumah sakit. " Fan,Alia kemana ?" Tanya Tasya sewaktu di sekolah.



"Alia semalam kecelakaan. Sekarang, dia ada di rumah sakit " jawab Efan.



" Astaga! Lo serius fan ??? " Tanya lagi Tasya meyakinkan . Efan mengangguk.


" Ada apa sayang ??? " Tanya Wildan. " Ini sayang, Alia kecelakaan." jawab Tasya.


" Ya udah! Gimana,kalo pulang sekolah nanti kita jenguk dia ? " Usul Wildan. " Ide yang bagus! " timpal Tasya.



Pulang sekolah Alia Efan dan Wildan pulang bareng dan ke rumah sakit bareng. " Li, Lo kenapa Li ?" Tanya tasya tasya. Efan membantu Alia duduk bersandar. " Gue gakpapa kok Sya! Biasa, jatuh dari motor. " Jawab Alia



" Beneran kok," Jawab Alia. " Oh ya,Nih! gue bawain roti coklat keju kesukaan Lo. " Ujar Tasya.


"Waaah! makasih ya Sya! " Ucap Alia. Alia berusaha menggapai nakas untuk mengambil roti itu. Namun, Alia tidak dapat menggapainya . " Perlu bantuan gak ?" Tanya Efan. Mata Alia menoleh ke Arah Efan.


" Iya, Bisa minta tolong ambilin roti itu gak? Kalau kamu gak keberatan sih! " Jawab Alia. Efan langsung mengambilkan sepotong roti untuk Alia. " Ini,Aku suapin ya" Ucap Efan.


" Nggak usah, Gak papa kok! aku bisa makan sendiri.. " kata Alia menolak.


" Udah gak papa,nih! " Ujar Efan menyuapkan sepotong roti pada Alia. Wildan dan Tasya tertawa cekikikan melihat tingkah sahabatnya yang satu ini.


" Sayang,rupanya ada yang masih cinta. Tapi kegedean gengsi deh! " Sindir Tasya" Ya sayang! Cinta sih, tapi gengsi deh mau bilang. " Timpal Wildan.


Merasa jengkel, Alia menjewer telinga Tasya." Ngomong apa Lo barusan?" Tanya Alia sambil terus menjewer telinga Tasya. "Aduuuh Li! Sakit Li! Iya deh ampuuuun! " Rintih Tasya.

__ADS_1



" Abisnya! Lo nyindir segala! " Ujar Alia. " Ya maaf li, Lo sih,! bilang aja kalo masih cinta. Nggak usah pake gengsi gitu! " Ujar Tasya . Pipi Alia memerah menahan malu.


4 " Oh ya, Gimana ujian Nasional kamu?Udah kelar?" Tanya Alia. " Udah, Tinggal nunggu 2 hari lagi,Tuntas deh! " Jawab Efan.


4 hari kemudian, pengumuman kelulusan Kelas XII. Efan lulus dengan nilai tertinggi. Ia mendapat beasiswa sekolah di luar kota.


" Gimana? Kamu lulus?" Tanya Alia sambil mengemas pakaiannya.hari ini, Alia di perbolehkan pulang oleh Dokter.


Ekspresi wajah Efan tiba-tiba berubah drastis. " Iya, Aku lulus." Jawab Efan sambil menunduk. " Kamu kenapa?" Tanya Alia. Efan menghela nafas panjang.



" Aku..Aku cuma mau bilang,Ini hari terakhirku Ada disini. bentar lagi,Aku akan sekolah di luar kota. Aku kesini, mau jemput kamu. katanya dokter,kamu boleh pulang. Sekalian,Aku mau pamit sama kamu. " Jawab Efan.



Efan mengambil tas di tangan Alia dan melangkah keluar Ruangan. Spontan, Alia memeluk Efan dari belakang. Air mata jatuh perlahan membasahi pipi Alia.



" Jujur, Aku gak sanggup bila harus Jauh darimu.." Ucap Alia. Efan membalikkan badan dan memeluk Alia.



" Maafkan Aku,Jika Aku nuduh kamu yang enggak-enggak.Aku,Aku minta maaf.. Aku harus pergi ke luar kota. Aku janji,suatu saat Akan kembali kepadamu " Kata Efan.



Efan menghapus Air mata Alia.


" Udah ya,Aku janji kok! Bakal selalu jaga hati untukmu" Ujar Efan menenangkan Alia. Merekapun pulang.


Efan menghentikan mobilnya di depan rumah Alia. " Terima kasih ya, Kamu udah Ngerawat aku di rumah sakit. Aku harap, Suatu saat nanti kita pasti bertemu kembali dengan perasaan yang sama, " Ucap alia.


__ADS_1


Efan mengangguk. Ia mencium kening


Alia. Alia tersenyum. Lalu, beranjak turun dari mobil Efan. Alia menghela nafas panjang mengamati mobil Efan yang semakin lama semakin jauh.


__ADS_2