
"Pak David, Nemenin Bu Melisa belanja ya? " tanya Karin. " Iya " jawab David singkat. " Pindah yuk Sayang ! kita pilih di tempat lain, disini gak ada yang cocok " Ajak David.
" Lihat-lihat aja dulu " kata David. Melisa memelototi David sambil menarik tangan David. Davidpun mengiyakan ajakan Melisa.
" Udah ah, jangan banyak-banyak. dompet Aku menipis nih " bisik David di telinga Melisa. " Alasan, di ATM kan banyak " ujar Melisa. " Kok tau aja ? " tanya David.
" Ya iyalah! jangankan Isi ATM, ukuran \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\* kamu Aku juga tahu " jawab Melisa.
" Buset! nih mulut ceplas-ceplos aja kalo ngomong.jadi ketahuan kan " batin Melisa.
" Jangan- jangan kamu ngintip ya waktu tidur ? " tanya David. " Sembarangan aja! kan Aku selalu nyuci pakaianmu " jawab Melisa.
" Oh, iya juga sih " kata David tak curiga. Karin kembali menghampiri David. " Pak, ini saya belikan minum " panggil Karin Seraya memberikan segelas Boba pada David.
Melisa merampas Boba itu dan meminumnya sampai habis. " Yah, Abis! maaf ya! haus tadi " kata Melisa. " *Gue kan ngasih itu buat pak David, kenapa jadi* *dia yang* *minum* ? " umpat Karin dalam hati.
" *Rasain Lo! gak bisa caper kan sama* *suami gue*. Haha, *istri sah di lawan* ! " batin Melisa. " Ya, gakpapa kok Bu. Ya sudah, Saya permisi dulu ya " pamit Karin. David mengangguk.
__ADS_1
Malam harinya, Badan David menggigil. " Kamu kenapa ? " tanya Melisa.
" Gak tau, Meriang nih " jawab David. Melisa menempelkan tangannya di Dahi David.
" Lumayan panas, Aku ambilin kompresan dulu ya " pamit Melisa. Melisa kembali dengan membawa Air dan kain untuk mengompres. Setelah di kompres, Suhu badan David menurun. " Aku buatin bubur anget dulu ya " ujar Melisa.
Melisa menyuapi David makan. " Habis ini Minum obat penurun panas ya " kata Melisa. David mengangguk lemas. " Kamu mau kemana? " tanya David. " Mau naruh ini ke dapur sekalian tidur " jawab Melisa.
" tidur sini aja temenin Aku. " pinta David. " Ogah, ntar di apa-apain lagi " tolak Melisa. " Nggak bakalan " ujar David.
Pagi harinya, Melisa terbangun lebih dahulu. Ia memeriksa suhu badan David. David memegang tangan Melisa dan menariknya ke atas dada David.
Melisa melepas tangannya perlahan dan turun dari ranjang. ia beranjak berdiri dan keluar kamar. Melisa kembali ke kamar membawa nampan berisi makanan. " Nih, aku bawain makanan buat kamu. di makan ya " ujar Melisa.
" Suapin " Pinta David. " Manja banget sih ! makan aja sendiri " kata Melisa . Melisa menyuapi David. " Aku mau kerja hari ini " ucap David. " Nggak, nggak boleh! kamu masih demam ! " larang Melisa.
__ADS_1
" Ya udah iya, " ujar David. Melisa sedang duduk di balkon Rumah. tak sengaja, ia melihat bagasi mobil. " *Mobil itu seperti.. Mobil yang menabrak Mama dan papa waktu itu. Plat dan warna mobilnya sama* " batin Melisa.
David menghampiri Melisa dan duduk di sampingnya. " Itu mobil siapa? " tanya Melisa. " Itu mobilku, aku tidak pernah memakainya karena mobil itu Pernah nabrak orang " jawab David.
" JADI LO YANG NABRAK MAMA PAPA GUE ! " bentak Melisa. " Mel, dengerin aku dulu. aku gak sengaja " bantah David.
" GAK SENGAJA MAKSUD LO ? GAK SENGAJA NGILANGIN NYAWA ORANG TUA GUE ! " bentak Melisa.
Melisa menuruni tangga dan mengemas pakaiannya " Mel, jangan tinggalin Aku " mohon David. Melisa meneteskan Air matanya. " Maaf Vid, Gue gak bisa hidup bersama orang yang udah menghilangkan nyawa orang tua gue " kata Melisa.
" Gue harap Lo segera urus perceraian kita " Sambung Melisa. Melisa keluar kamar sambil membawa koper.
" Mel, Kamu mau kemana? " tanya David.
__ADS_1
" Aku mau pergi Kak, Aku gak bisa hidup bersama orang yang sudah menghilangkan nyawa orang tuaku " jawab Melisa. Melisa melanjutkan langkahnya.