
Terik matahari terasa panas. David menjemput Melisa. " Eh Kak David, ngapain disini kak ? " tanya Efan. " jemput tunangan kakak " jawab David. " Kemarin gak mau di jodohin sekarang main jemput aja ! " Sindir Efan.
" Gak tau sejak kapan benih cinta ini tumbuh , Kakak takut banget kehilangan Dia " kata David. " Apa kata Lo ? " tanya Melisa yang tiba- tiba muncul di belakang.Kagak kok, maksud gue kemarin dengerin lagunya Benih cinta " jawab David berbohong. " *Kak David* *pinter bohong juga ternyata* " batin Efan.
Melisapun naik ke motor David.
" Fan, gue duluan ya! " Pamit David. Efan mengangguk. David melajukan motornya.
" Woy ! Gue laper nih " kata Melisa. David menghela nafas panjang. "Bisa gak, Manggilnya yang romantis gitu " ucap David lirih. " Maksud Lo ? " tanya Melisa. " Gak kok, ntar aja makan di Resto gue " jawab David
.
David menghentikan motornya di depan Resto. David menggandeng tangan Melisa masuk menuju Resto. Mereka berpapasan dengan Sandra. David hanya terdiam melihat Sandra. " Vid, Aku minta maaf udah menyakiti kamu " ujar Sandra.
" Ya, Aku udah maafin kamu kok " kata David. David dan Melisa melanjutkan langkahnya. " Aku ingin rujuk denganmu! " teriak Sandra. " Kalo Lo mau ngobrol sama dia, ngobrol aja dulu gue mau kesana dulu! " Pamit Melisa.
David Menarik tangan Melisa. Melarangnya untuk Pergi. David melemparkan Gelas kaca ke lantai. " Coba kamu satuin gelas yang udah pecah itu bisa gak? " tanya David. Sandra memungut pecahan gelas kaca yang berserakan.
" Sekeras apapun Aku berusaha menyatukan gelas ini, gelas ini takkan menyatu. Kalaupun gelas ini bisa menyatu bentuknya takkan sama seperti semula.
" Berarti kamu sudah tau kan jawabannya ? " tanya David. Sandra terdiam.
" Ya udah Mel, kita duduk sana yuk! " Ajak David. Melisa mengangguk. " Kamu masih cinta sama dia? " tanya Melisa. David tersedak makanannya. " Nih Minum " kata Melisa memberikan minuman pada David.
David meminum minuman itu. " Dengar ya! mencintai kembali orang yang udah nyakitin, itu sama aja menyiksa diri sendiri" jawab David. " Kan dia mantan terindah Lo.Sebelum kenal gue, Lo lebih dulu kenal dia " ucap Melisa.
Kalo dia yang terindah, dia gak bakalan menyakiti gue. Inget ya, Dia cuma masa lalu gue. Dan masa lalu itu hal yang sudah berlalu " kata David. " *Yang gue cinta dan gue sayang* *saat ini cuma Lo Mel* " batin David.
Melisa dan David melanjutkan makannya. " Gue minta satu hal sama Lo walaupun gue sama Lo tunangan karna di jodohkan,tapi jangan Lo pikir bisa seenaknya selingkuhin gue! " pinta David.
" Gue memang gak secantik dan sesempurna dia. Tapi, gue gak bakal menyakiti Lo seperti yang dia lakukan " ucap Melisa.
" *Kenapa ya? Walaupun gue sama* *Melisa sering bertengkar, tapi gak pernah* *sedikitpun membenci Lo* " umpat David dalam hati. Usai makan, David mengantar Melisa pulang.
David duduk di balkon rumah sambil sesekali menghisap rokok. Ia memikirkan kata-kata Melisa. " *Hanya Lo Mel, yang* *membuat gue merasa beruntung dari siapapun* " batin David.
Melisa duduk di jendela menikmati senja yang begitu indah. Ia juga teringat awal mula ia bertemu David hingga sekarang.
__ADS_1
Matahari mulai menampakkan sinarnya, Cahayanya menembus ke celah-celah jendela. " MELII BANGUN! DAVID SUDAH NUNGGUIN KAMU DARI TADI! " suara teriakan Bu. Renita membangunkan Melisa.
Melisa bangun dan duduk menyandar mengumpulkan nyawanya. Setelah nyawanya terkumpul, Melisa bergegas mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi.
Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Melisa baru keluar dari kamarnya.
" Lama banget ! " Protes David. " Lo sih kepagian kesini ! " kata Melisa.
. " Pagi? udah jam 7 nih ! " ujar David
" Gue masih ngantuk! Lo aja ya yang nyetir! "
pinta Melisa. Melisapun naik ke motor David. Ia menyandarkan kepalanya di punggung David. " Dasar kutu kupret! kerjanya molor terus! " Ledek David.
" Biarin ah! Gue ngantuk ! " kata Melisa. David melajukan motornya.10 menit kemudian, Efan juga berangkat. " Sayang, aku berangkat dulu ya! " pamit Efan pada Alia.
" Ya Mas, Hati-hati " kata Alia sambil bersalaman dengan Efan. Efan sedikit menjongkok. " Liora, Ayah berangkat dulu ya Nak ! " pamit Efan pada Liora.
Liorapun bersalaman dengan Efan. Tak kunjung berangkat, Efan masih celingukan.
" Cari siapa Mas ? " tanya Alia.
" Kak David udah berangkat tadi, sekalian jemput Melisa " ujar Alia. Mendengar jawaban Alia, Efanpun berangkat.
" Bangun ! udah nyampek ! " kata David. Melisa menegakkan badannya dan turun dari motor. " MAU LARI KEMANA LO ! " bentak Robert memegang erat sekali tangan Melisa.
" LEPASIN GUE! LEPAS! " Melisa memberontak. Robert menekan tangan Melisa semakin Erat. Membuat Melisa kesakitan.
David turun dari motornya dan menghampiri Robert. ' DUGH ! ' tanpa Aba-aba, David menonjok muka Robert.
" JANGAN KASAR DONK SAMA CEWEK! " bentak David. " Awas ya Mel, urusan kita belum selesai ! " ancam Robert.
" Lo gakpapa ? " tanya David. " Nggak kok, Gue gakpapa. Makasih ya " jawab Melisa. David mengangkat tangan Melisa.
" Tangan kamu terluka, bentar ya ! " Pamit David.
David mengambil kotak P3K yang ada di kantor.untuk, mengobati luka Melisa.
" Aaaw! perih ! " rintih Melisa. " Lebay Lo ! " ujar David.
bMelisa memandangi David yang sedang mengobati luka di tangannya. " APA LIHAT-LIHAT! " bentak David. " Ya elah, baru akur bentaran. Eh, cari gara-gara lagi ! " Gerutu Melisa. David hanya tersenyum tipis.
" Udah " ujar David. " Makasih ! " ucap Melisa seraya berusaha berdiri. Namun, ia tak bisa menahan tangannya. Melisa hampir terjatuh. Beruntung, Ada David yang sigap menangkapnya. Davidpun ikut tereset sehingga,Mereka berdua jatuh berpelukan .
David dan Melisa saling mengunci pandangan. Melisa segera Bangun dan menegakkan tubuhnya. " Lo gakpapa ? " tanya Melisa. " Gakpapa-Gakpapa! Bantuin dong! Gue sakit semua nih ! " Protes David.
__ADS_1
Melisa menarik kedua tangan David.
' Ehem ! ' Efan berpura-pura batuk. " Aduh, masih pagi udah mesra" sindir Efan.
" OGAH! " kata Mereka kompak. "LO NGAPAIN IKUT-IKUT GUE! " bentak Melisa.
" LO YANG NGIKUT GUE! " bantah David membela diri. " Udah, kalian sama saja! " kata Efan melerai perdebatan mereka berdua.
" Udah deh! Gue pulang dulu ! " pamit David. " Mas David ! " panggil Sandra. " Mau apa Lo kesini? " tanya David. "Aku hamil Mas " jawab Sandra sambil memberikan surat keterangan dari Rumah Sakit. David membaca surat itu.
" Kamu hamil anak siapa? selama kita nikah, Aku gak pernah nyentuh kamu. Anak siapa itu ? " tanya David. Sandra memegang kedua tangan David. " Ini anak kamu Mas " jawab Sandra sambil menarik tangan Efan agar memegang perutnya.
Tak kuasa menahan sesak di hati, Melisa masuk ke dalam kantor dan menuju ruangannya. Efan mengejar Melisa. " Mel, ini gak seperti yang Lo fikir Mel! " ujar Efan. Melisa menghentikan langkahnya. " Cukup fan ! Semua udah jelas! Sandra hamil anak David! " kata Melisa.
" Kak David mencintai Lo Mel, cuma Lo yang bikin Kak David kuat menjalani hidup dan karna Lo pula, Kak David bangkit dari keterpurukannya Mel " jelas Efan.
Melisa tak menghiraukan perkataan Efan, ia melanjutkan langkahnya kdan segera masuk ke ruangannya. David menghempas tangan Sandra dan bergegas pergi.
" *Sial! kenapa di* *saat gue mencintai wanita lain, Lo hadir* *kembali menghancurkan hidup* *gue San* ! " batin David.
Sandra masuk ke dalam, ia ingin menemui Melisa di ruangannya. Sandra langsung masuk ke ruangan Melisa. " Bisa gak! kalo masuk ketuk pintu dulu! " protes Melisa. " Kenapa? Ini kan kantor Adik ipar gue? " tanya Sandra.
Melisa hanya terdiam. " Oh ya, gue peringatin ya sama Lo! jangan sekali-kali Deketin David! Karna Apa, Dia sudah menjadi Ayah dari Anak gue! " ancam Sandra. Melisa menggebrak meja sambil berdiri. ' BRAAK ! '
" GUE LAGI SIBUK! KALO LO KESINI CUMA BAHAS ITU, PERGI! GUE GAK ADA WAKTU! " bentak Melisa.
Sandrapun keluar dari Ruangan Melisa. " *Gue tau ini Anak Bagas bukan anak David*. *Tapi, cuma ini satu-satunya cara supaya gue* *bisa dapetin David kembali* " batin Sandra.
*FLASHBACK*
KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB! NIKAHI AKU SEKARANG! " bentak Sandra.
" AKU BELUM SIAP JADI AYAH ! AKU GAK MAU! " kata Bagas. Bagas berlalu pergi meninggalkan Sandra. " Bagas! mau kemana kamu! " teriak Sandra.
*FLASHBACK END*
" *Nggak nak, Mama gak akan biarin kamu* *lahir tanpa memiliki seorang Ayah* " batin Sandra. Air mata Sandra tak bisa terbendung lagi.
*FLASHBACK*
" KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB! NIKAHI AKU SEKARANG! " bentak Sandra.
" AKU BELUM SIAP JADI AYAH ! AKU GAK MAU! " kata Bagas. Bagas berlalu pergi meninggalkan Sandra. " Bagas! mau kemana kamu! " teriak Sandra.
__ADS_1