
Alia memakai kemeja kotak-kotak dan celana jeans. " Yuk naik! " Ajak Efan. Setelah sampai di depan ' **MICHELLA SALON**' ' , Efan menghentikan motornya.
" Ngapain kita kesini ?" tanya Alia. " udah! yuk, masuk Aja!" Jawab Efan. " Mbak,tolong smooting rambut pacar saya sekaligus perawatan dan make up, Dress itu saya beli suruh aja pacar saya pake" kata Efan berbisik ke pemilik salon.
" Baik mas,Ayo mbak ikut saya! " ujar petugas salon itu. Alia menatap Efan sejenak. Efanpun mengangguk. Alia mengikuti pemilik salon. " *M**au di apain sih ini* " batin Alia bertanya-tanya.
Wanita pemilik salon itu membawa Alia ke meja rias dan duduk di kursi yang di sediakan, tangan wanita itu cekatan mengotak-atik rambut Alia.
Alia hanya bisa terdiam tanpa berkata Apapun melihat wanita pemilik salon itu mengotak-atik Rambutnya .
Satu jam berlalu, Alia menatap ke cermin. kini, Rambutnya lebih rapi dan lurus Di banding sebelumnya. Alia celingukan ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan si wanita pemilik salon itu.
Dari Arah depan pintu salon, Tampak di wanita pemilik salon itu datang dengan membawa peralatan make up.
__ADS_1
Wanita itu berjalan Arah Alia. ia membuka peralatan make up-nya dan mulai memoles wajah Alia. " *N**gapain aku di make up ya? Efan mau ngajakin kemana sih*? " batin Alia kebingungan.
Usai di make up, Wanita pemilik salon itu pergi lagi entah kemana. Tatapan Alia tersorot ke cermin. Ia berdecak kagum. Karna,wajahnya di poles make up terlihat lebih cantik Anggun.
Kini, Wanita pemilik salon itu Membawa baju Dress lengan pendek perpaduan warna pink dan putih . " Ini, di pakai dulu mbak! " pinta wanita pemilik salon itu.
" Haaah! ganti baju?" tanya Alia. " Iya mbak, silahkan! ruang gantinya di sebelah sana " Jawab wanita pemilik salon itu sambil menunjukkan Arah ruang ganti .
Efan terpesona melihat kecantikan Alia. matanya tak bisa berpaling dari Alia.
" perfect! " kata Efan.
Efan menuju kasir Pembayaran untuk membayar biaya smooting,rias dan baju Alia. setelah selesai, Efan menggandeng tangan Alia keluar salon.
.
Bingung dengan Sikap Efan, Alia memberanikan diri untuk menanyakannya.
__ADS_1
" Apa sih maksudnya? aku di make up kayak gini? " tanya Alia.
" Gakpapa! biar lebih cantik aja " Ajak Efan menggandeng tangan Alia menuju mobil. Efan melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan, Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Alia. " Kok diem sih???" tanya Efan. " Hmmm,gakpapa kok " Jawab Alia. 5 menit perjalanan, Efan menghentikan mobilnya.
"Kita udah sampai?" tanya Alia. Efan tak menjawab. ia turun dari mobil dan mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya.
" Nih! pake " Ujar Efan memberikan sepatu kaca pada Alia. " Kamu gila ya! aku kan gak terbiasa pakai sepatu ini! " protes Alia.
Efan menutup Mulut Alia Dengan telunjuk jarinya. seketika, Aliapun terdiam. Efan memasangkan sepatu Alia. " Sudah,yukkk ! " Ajak Efan.
Alia kesulitan berjalan memakai sepatu itu. Ia bolak balik terjatuh. Karna kasihan,Efan membantu Alia berjalan. Ia Menarik tangan Alia agar memegangi Lengannya.
" *Ribet banget sih*! " gerutu Alia dalam hati. Efan membawa Alia masuk ke Dalam sebuah gedung. Ternyata, Efan membawa Alia ke pernikahan teman kakaknya.
" Jadi, kamu bawa Aku kondangan?" Tanya Alia dengan ekspresi cemberut. " iya! udah Ah, jangan cemberut gitu. ntar ilang cantiknya" jawab Efan.
__ADS_1