
" Awas aja Lo ya Li, tunggu pembalasan gue! "teriak Gita. Alia berbalik badan menghampiri Gita. " Silahkan saja! " Kata Alia sambil menendang Gita. Aliapun berlalu meninggalkan Gita sendirian.
Selesai meeting, Efan kembali ke ruangannya. " Lo kenapa Git? kok Pincang gitu jalannya? " tanya Efan. " Tuh! sama tunangan Lo! Gue di bikin Sakit semua! " gerutu Gita.
.
"Makanya, jangan cari masalah deh sama Alia! jangan sampai, tulang Lo di bikin patah semua sama dia, " Ledek Efan.
" Kok Lo malah ngebelain dia? bukannya ngebelain gue? " tanya Gita. " Ya jelas lah, Lo kan emang jahat dari dulu! " jawab Efan.
" Apa lihat- lihat ? mau gue tambahin lagi sakit Lo ? " tanya Efan. Gita dengan cepat mengalihkan pandangannya. Jam makan siang pun tiba. Seperti biasa, Efan dan Alia makan siang bareng.
" Oh ya, Mama bilang.Pernikahan kita di percepat 2 Minggu lagi " Ujar Efan. Refleks, Alia tersedak makanannya sendiri ' Uhuk- Uhuk' " Kamu kenapa? " tanya Efan. Alia meminum jusnya. " Gakpapa kok! tapi, kok buru-buru banget sih? Kan kita belum nyiapin semuanya? " Tanya Alia.
" Mama yang udah nyiapin semuanya, kita tinggal foto pre-wedding dan beli baju pengantin aja " jawab Efan. " Jadi ngerepotin mama dong, kalo gini " kata Alia.
" Udah! kita turutin aja. lagian, ini semua Mama yang minta kok " ujar Efan. Sepulang kantor, Efan dan Alia mampir ke toko baju membeli gaun pengantin dan foto pre- wedding.
" AAAAAAA! KOK GUE KAYAK ONDEL-ONDEL GINI SIH MBAK! " bentak Alia yang tidak suka di make up terlalu menor.
" Make up Pre- wedding memang begitu mbak " ujar Mbak Vany si perias. " Ya tapi gak menor gini juga! " protes Alia.
" **Alia make up apa gimana sih ? lama banget**! " batin Efan. Efan menghampiri ruang make up Alia. " Kok lama banget mbak ? " tanya Efan.
__ADS_1
" Maf mas, mbaknya dari tadi menghapus make up nya " jawab Mbak Vany.
Efan menarik hidung Alia. " Aaaw! sakit tauk! " rintih Alia. " Biarin, Suruh siapa make up nya dihapus. liat nih! aku udah nunggu hampir 1 jam ! " gerutu Efan. "Tuh! mbaknya make upin aku kayak ondel-ondel mana menor lagi ! " kata Alia membela diri.
.
"Namanya make up pre- wredding ya harus gitu lah ! udah mbak, di make up aja. Awas kalo Dihapus lagi! pulang-pulang hidungmu kaya Pinokio ! " Efan berpura-pura mengancam Alia.
.
Alia tampak cantik dengan Dress berwarna biru selutut dan bando bunga menghiasi rambutnya. " *Buset! mana heelsnya ketinggian* *baget lagi*! " batin Alia. Alia sempoyongan memakai heels itu berkali-kali hampir jatuh.
" Bukannya kamu udah bisa ya pakai sepatu Heels? " tanya Efan. " Ya, tapi ini tinggi banget, menyiksa tau gak! " jawab Alia. Efan membantu Alia berjalan.
Efan dan Aliapun foto pre-wedding di sebuah bukit yang indah pemandangannya.
Setelah foto prewedding, Merekapun pulang. Alia memberitahu Bu. Zainab jika pernikahannya di percepat 2 Minggu lagi.
" Li, kamu harus mencari Papamu untuk Wali nikahmu nak, " ujar Bu. Zainab. " Apa Bu ! mencari Papa? gak ! Alia gak mau! " tolak keras Alia. " Kenapa Nak ? " tanya Bu. Zainab. " Papa udah membuang Alia Bu, Alia gak mau ketemu Papa! " jawab Alia.
" Siapa lagi kalau bukan Papamu yang menjadi Wali nak? " tanya Bu . Zainab . Alia hanya terdiam. Bu. Zainab memberikan secarik kertas pada Alia. " Ini Alamat rumah Papa kamu, besok kamu temui Dia " kata Bu Zainab.
.
Sesuai permintaan Bu. Zainab, Alia pergi ke rumah Papanya bersama Efan. " Benar ini alamatnya? " tanya Efan memastikan. Alia mengecek lagi kertas itu. " Iya, " jawab Alia.
__ADS_1
Efan membaca sebuah nama yang tertera di dinding sebelah pintu. " *Bima Sanjaya? kok kayaknya, Aku pernah tau nama itu*? " batin Efan. Alia memencet tombol bel. Seorang pria paruh baya keluar dari rumah itu.
" Papa, " panggil Alia. " Siapa ya? " tanya pria itu " Ini Alia pa, Anak Papa " jawab Alia. Pria itu langsung memeluk Alia. " Alia, akhirnya kamu kesini juga nak " ujar pria itu
Ya, beliau Adalah Bima Sanjaya, Papa kandung yang menitipkan Alia Pada Bu. Zainab saat Alia masih bayi. "Itu kan pak Bima, pemilik perusahaan properti terbesar yang membantu CV DAMARA GROUP? berarti Alia anak orang berada " batin Efan.
" Loh, pak Efan, Silahkan masuk Pak, " Kata Pak Bima mempersilakan Efan masuk. " Jadi, Papa kenal sama Calon suami aku? " tanya Pak Bima.
.
" Ya, Papa pernah Ada proyek besar-besaran dengan Pak Efan ini.Oh, jadi dia calon suami kamu " jawab Pak Bima. Alia mengutarakan maksud kedatangannya.
" Jadi, Kamu minta Papa untuk Menjadi Wali nikah di pernikahan kamu sama Pak Efan ? " tanya Pak bima. Alia mengangguk. " Dengan senang hati nak, " ujar Pak Bima.
Hari pernikahan pun tiba. Alia duduk di depan cermin sambil memandangi dirinya.
" Aduh! kok gue deg-degan gini ya " Batin Alia.
" Saya terima nikahnya Alia Putri Dewisari binti Bima Sanjaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " ucap Efan mengucap ijab Qabul terdengar dari kamar Alia.
Alia meneteskan Air mata. Ia tak menyangka, sudah Sah menjadi Istri Efan. Bu. Zainab Memanggil Alia untuk keluar dan menemui suaminya.
Efan menyematkan cincin pernikahan di jari Alia. begitupun Alia. Alia mencium punggung tangan Efan. Sebaliknya, Efan mencium kening Alia.
__ADS_1
Alia bersalaman dengan Bu. Zainab dan Pak Bima di ikuti Efan setelah itu, Bersalaman dengan Pak Hendra dan Bu. Kirana. " Selamat Datang di keluarga Damara ya Nak, " Kata Bu. Kirana. " Iya Ma, " ucap Alia.