2 HATI SATU CINTA

2 HATI SATU CINTA
32


__ADS_3

Efan menuju dapur membuatkan Minuman untuk clien di ruang meeting


Usai membuat minuman, Efan beranjak ke ruang meeting


Disitu Ada pak Yogi, Alia, Miko dan 2 client. Efan menyuguhkan minuman di meja. Alia menatap ke arah Efan dengan ekspresi kebingungan.



Mengapa hanya dia yang di suguhkan secangkir coklat panas. Sedangkan, yang lain di di suguhkan secangkir teh. Efan hanya membalas tatapan Alia dengan Senyuman.



"*A**da hubungan apa ya?Alia sama si Dony? kok tatapan Alia dalem banget ke dia*? " batin Miko. Meeting berlangsung selama 1 jam. Alia mencari keberadaan Efan di dapur.


.


" Cari siapa?" tanya seseorang dari belakang. Kaget bukan main, Alia berbalik Arah ke belakang. bukannya Menjawab pertanyaan Efan, Alia malah tertawa terbahak-bahak.



" Kenapa? Ada yang lucu? " tanya Efan.


" Nyamar ya nyamar.Tapi, benerin dulu tuh kumis palsu kamu Terbalik! " jawab Alia. Efan mengambil cermin kecil dari dalam sakunya.

__ADS_1


" Oh iya, " ucap efan.


Ia segera lari ke kamar mandi. Alia tak bisa berhenti tertawa. Alia baru sadar Miko mengintainya, " Dony, ikut saya yuk makan siang di Clafe biasa " ajak Alia.



Efan kebingungan kenapa Alia bicara gitu ke dia. Alia memberi isyarat ke Efan Jika Miko sedang mengintai. " oh ya mbak. boleh, tapi saya gak punya uang. " ujar Efan berpura-pura.



" Udah, nanti saya yang traktir kamu minum." Kata Alia. Merasa tak ada yang aneh, Miko berhenti mengintai Alia dan melanjutkan perjalanannya.



A lia kembali ke Ruangannya. Miko diam-diam ke dapur menghampiri Efan. " Heh Dony! " Panggil Miko. " Iya mas,ada apa? " tanya


Efan. " Lo sebenarnya ada hubungan apa Sama Alia? " Tanya Balik Miko.


" Oh, mbak Alia..saya Sama mbak Alia cuma teman biasa kok mas, " jawab Efan


" Bagus! Awas ya! kalo Lo berani ngedeketin Alia, Lo harus berurusan Sama gue! " Ancam Miko.


" **Widih**! *beraninya dia ngancem gue*! " Batin Efan. Miko kembali ke ruangannya. Jam makan siang pun tiba,Efan dan Alia Makan siang bareng di Warung bakso Depan kantor.

__ADS_1



" Oh ya, Maafin Mama Aku ya. Udah berkata kasar sama kamu" Ucap Efan. " Nggak apa-apa kok! " Kata Alia. " Tadi Miko Menghampiri Aku," Ujar Efan. " Miko? ngapain dia menghampiri kamu? "'Tanya Alia.



" Dia ngancam Aku kalau aku terus Deket kamu. bakal berurusan sama Dia, " jawab Efan. " Dasar! terlalu obsesi banget! " Gerutu Alia." Udah Ah! namanya juga gak tahu, biarin Aja. " kata Efan.



" Biarin?orang kayak gitu mau di biarin? yang ada, makin keras kepala dia! " Gerutu Alia.


" Daripada kamu menggerutu gitu, mending makan tuh baksonya. ntar keburu dingin! " Ucap Efan menenangkan Alia. " Iya juga sih! " Kata Alia.


Efan dan Alia melanjutkan makannya. Usai makan, Efan dan Alia kembali ke kantor. Seorang Wanita cantik berambut keriting gantung agak berwarna kemerahan Duduk di kursi staf karyawan. " Pak, siapa dia? " Tanya Alia pada pak Yogi.



" Dia karyawan baru, namanya Melisa." Jawab pak Yogi. " Melisa? " Tanya Alia lagi untuk memastikan. " Iya," Jawab pak Yogi. Alia menghampiri Melisa. " Mel, " Sapa Alia. " Siapa ya? " Tanya Melisa. " Aku Alia, " Jawab Alia. Melisa teringat kembali Masa kecilnya.



" Kak Alia. Ini beneran kakak kan?, " Tanya Melisa memastikan. Alia mengangguk, Melisa langsung memeluk Alia. " Kak, Aku kangen banget sama kakak. " Ujar Melisa. " Aku juga mel, Aku gak nyangka kamu sudah sedewasa ini! padahal terakhir kita ketemu Masih kecil" Kata Alia.

__ADS_1


__ADS_2