
Pagi sekali, Melisa Meletakkan pakaian kotor ke Mesin cuci. Sandra keluar kamar dengan membawa baju kotor juga Dan menyerahkannya pada Melisa.
" Mel, cuciin bajuku ya! disini gak ada laundry soalnya " pinta Sandra. " Enak aja! emang kamu pikir aku tukang laundry ! " protes Melisa.
" Ah, udah deh! gak usah protes! lagian kamu di rumah aja. sedangkan aku, banyak kerjaan hari ini di cafe ! " kata Sandra. " Kamu kerja di cafenya David ? " tanya Melisa.
" Iya! udah deh! aku sama David mau berangkat dulu ! jagain bintang di rumah ! " jawab Sandra.
" Enak aja! emangnya dia kira
gue pembantu apa di rumah ini ! " batin Melisa. " Mel, tumben cucian kamu sebanyak ini? " Tanya Bu Kirana.
" Cucian Sandra Ma " jawab Melisa. " Kamu kan lagi hamil, Udah biarin aja biar Sandra yang cuci" larang Bu Kirana.
Melisapun mebiarkan cucian Sandra. Usai mencuci baju, Sandra memasak di dapur. Bintang berlarian di dapur. " Bintang, jangan main lari-lari disini.. ntar jatuh loh" tegur Sandra.
__ADS_1
Bintang tak menggubris perkataan Melisa. Bintang malah berlari semakin cepat dan terjatuh menabrak pintu kamar mand
.
" Astaga Bintang! Tante kan udah bilang jangan lari, jatuh kan ! " kata Melisa sambil membantu bintang berdiri.
.
Mendengar keributan di dapur, Alia segera melangkah menuju dapur melihat apa yang sedang terjadi. " Ada apa Mel ? " tanya Alia.
" Ini Kak, Bintang lari-larian sampai terjatuh " jawab Melisa. " Tante jahat! nanti aku aduin ke Mommy " ujar Bintang Sembari berlari ke kamar.
Waktu menunjukkan pukul 8 malam David dan Sandrapun pulang. " Bintang, Kok lutut kamu di plester gitu kenapa ? " tanya Sandra.
" Sama Tante itu Mom, Bintang di doain jatuh! " jawab Bintang. " Mel, tega kamu ya sama Anak kecil! Vid, liat kelakuan istri kamu ini ! gak becus jaga bintang! " Kata Sandra kesal
" Mel! Aku gak nyangka ya.. kamu bisa sejahat ini sama Bintang! dia itu anak kecil, gak tau apa-apa. seharusnya kamu jaga dia dengan baik donk! " timpal David agak sedikit kesal.
__ADS_1
Hati Melisa sakit mendengar perkataan David. " Aku sudah menjaganya dengan baik. Dianya aja tetap lari " bantah Melisa tak terima.
" Kalo Lo benci gue Mel, gue ikhlas. Tapi tolong! jangan Benci juga Anak gue " ujar Sandra. " Udahlah San, Lo bawa anak Lo ke kamar obati dia " pinta David.
..
Sandra mengangguk dan Mengajak Bintang ke kamar. " Kamu mau aku buatin kopi? " tanya Melisa. " Nggak usah" jawab David dingin. Davidpun melangkah menuju kamar meninggalkan Melisa sendiri.
Bu. Kirana menghampiri Melisa dan mengelus pundak Melisa. " Sabar ya Mel, " Kata Bu. Kirana menenangkan Melisa.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Melisa melihat lampu kamar masih menyala. " *David belum* *tidur* ? " batin Melisa. Melisa Beranjak ke kamar. " Kok belum tidur? " Tanya Melisa pada David yang sedang fokus mengetik laptopnya.
" Kamu tidur duluan sana! aku masih banyak kerjaan yang belum selesai " jawab David.Melisa menghela nafas panjang. "Kamu masih marah ya sama Aku ? " tanya Melisa. David menghela nafas panjang.
ia menghentikan pekerjaannya dan menutup laptopnya. lalu, beranjak tidur tanpa menjawab pertanyaan Melisa.
" *Maafin aku. jujur saja, kamu berubah semenjak Sandra tinggal di rumah ini* " umpat Melisa dalam hati. Melisapun ikut tidur di sebelah David.
__ADS_1