![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Silahkan kumpulkan kertas jawabannya " Suruh Bu Vana yang tengah mengawas ujian.
satu persatu murid pun maju mengumpulkan lembar jawaban mereka. "Sudah semuanya? " tanya Bu Vana.
"Ya bu! " Jawab murid muridnya itu.
"Ingat tetap di kelas. Jangan keluar kelas sebelum bel berbunyi! " Suruhnya lagi sambil berjalan keluar kelas.
"Yey!! selesai semua ulangannya! " Kata Scharlete sambil meregangkam badannya.
"Pulang sekolah ke kafe sebelah, yuk! refreshing! " Ajak Fani
"Ayo! " Jawab Dian.
"Bentar aku bilang ke Sean dulu. " Tambahnya lagi.
"Sean, aku nanti ke kafe sebelah dulu ya! " Ucap Dian pada kembarannya itu.
"Iya... hati - hati! " kata sean lembut sambil mengelus kepala adiknya itu.
"Dih, enak ya punya kakak! " kata scharlete.
"Napa iri? Sini kuelus deh! " Ujar Mita sambil mencoba mengelus kepala Scharlete.
"Lete , kau jawab apa nomor 3 esai tadi? " Tanya Imanuel yang duduk dibelakang Scharlete.
"Kenapa, kau gak bisa jawab ya? " Tanyanya balik.
"Itutuh salah soal." Kata Sean menghampiri. "Darimana kau tau? " Tanya Imanuel.
"Tadi Bu Vana bilang ke aku... Siapa tau ada yang nanya. Dan lucunya lagi aku gak bisa nemuin kesalahan dalam soal itu. " Jelas Sean
"Hah... Serius?! " Tanya Vito dan Scharlete terkejut.
__ADS_1
"Biasanya bonus palingan. " Kata Vito santai.
"Untung... " Kata Scharlete. "El, kau jawab gimana? " Tanya Scharlete.
"Aku tulisin dimana salah soalnya." Jawabnya mengangkat bahu.
"What?! " Pekik Scharlete terkejut. "hih kirain terkikis dikit otak kau, ternyata masih utuh. " Kata Scharlete kecewa.
"Kau kira aku 8 tahun ini gak belajar apa? " Kata Imanuel.
"Iya, jadi kan ada kemungkinan menang gitu loh. " Kata Scharlete menghembuskan nafasnya. "tak " Imanuel menjitak kepala Scharlete itu.
*/
"Mita... Kau mau belanja sampai kapan,sih ?" tanya Fani malas melihat temannya yang asik berbelanja itu.
"Ent-" Mita terkejut saat menoleh ke arah temannya itu.
Mata mita seketika berkaca kaca. Fani pun langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat Evan dan Vito tengah berpelukan disudut toko baju itu. Fani langsung menarik tangan mita dan menghampiri mereka berdua.
"Tunggu, ta. Dengerin aku dulu. Tadi tuh Vito didorong sama orang jadi gak sengaja deh. " Jelas Evan.
"Ooo, gitu toh. " Kata Mita biasa saja.
"Hah? Orang jelas jelas mata kau sampe berkaca kaca gitu! "Kata Fani heran.
"Aku aja gak tau kalo ada mereka berdua. Lihat tuh! " Kata Mita menunjuk sebuah gaun dengan mata berbinar binar.
"What??!! Jadi kau tuh ngeliat ini? " Tanya Fani.
"Makanya, kurangi baca novel. " Kata Vito mengejek. "Huh!! " Fani mendengus kesal . Mita dan Evan pun menertawakan Fani dan Vito .
**
__ADS_1
"Eh, tau gak kenapa hari ini kita disuruh gak usah bawa buku? " Tanya Evan pada Imanuel yang tengah berjalan memasuki kelas.
"Gatau... Palingan class meeting. " Jawabnya.
"Kalo ramalan Scharlete sih, dia nyuruh aku bawa air minum banyak banyak. " Tambahnya.
"Halo kel -" Scharlete malu karena dia berteriak saat ada dua cowok di dalam kelas. "Upss " dia pun berjalan menuju tempat duduk miliknya. "Pfft... " imanuel tertawa.
**
"Oke anak -anak. Hari ini saya akan membagikan hasil ujian kalian kali ini. duduk di tempat masing -masing! " Perintah Bu Vana. "Bu, siapa yang nilai ulangannya paling besar?" tanya salah seorang murid yang duduk di depan.
"Untuk ulangan kali ini... Orang yang nilainya paling besar adalah..." Perkataan Bu Vana membuat hati Scharlere berdebar.
"Imanuel Petradi. " Kata Bu Vana.
"Whatt??!! " Teriak Scharlete. "Aku menang lagi kan!! " Ucap Imanuel bangga.
"Bu... Ga salah hitung kan? " Tanya Dian terkejut karena belum mengetahui kepintaran Imanuel. Sekelas pun ricuh.
"Tidak... Ini lembar jawaban kalian silahkan kalian maju kedepan kelas untuk mengambilnya. " Jawab Bu vana.
Seketika seluruh kelas ricuh kembali ."Semangat ya, jadi pembantunya. " Kata Mita sambil menoleh ke belakang.
"Seperti yang kita tahu sebentar lagi akan ada festival di sekolah. "
-
-
-
-
__ADS_1
-terimakasih atas dukungannya ya! mohon juga untuk dukungan kedepannya ya! terima kasih, bye!