![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Ih... iri! Mulai sekarang saya fans anda! " Kata Dian menggenggam tangan Scharlete semangat di ruang UKS itu.
"Jarang tau ada orang yang heterochromia" Takjub Viona yang tak kalah dari Dian setelah melihat mata asli Scharlete.
"Apaan sih hetero- apalah itu. " Tanya Fani. Jangan heran, bila ditanya antara mengerjakan soal matematika atau menghafal organ tubuh manusia, dia pasti akan memilih yang pertama. Bukannya daya ingatnya lemah, tapi dia tidak suka hal berbau Sains. Bahkan menghafal sepuluh novel yang dibacanya pun dia sanggup tapi dia angkat tangan untuk urusan ini.
Lain halnya dengan Dian yang merupakan penggemar pelajaran Biology. Lebih tepatnya fans kecoa, katanya sih kecoa itu menambah ilmu biology. Bila Viona, dia itu jatuh cinta dengan orang yang bisa memiliki warna rambut dan mata yang warna warni. Katanya sih cantik.
"Gini yah, mau yang ribet atau simple? " Tanya Dian balik pada Fani.
"Yang ga pake ribet. Jadi ga bisa kau ejek kalo ga ngerti. " Jawab Fani dengan mantap.
"Jadi, heterochromia itu, suatu kelainan dimana seseorang bisa memiliki warna mata yang berbeda. " Jawab Dian singkat padat dan jelas. Fani hanya mengangguk menanggapi.
"Tapi, biasanya orang yang heterochromia ini, warna matanya coklat sama biru. " Tambah Viona.
"Lah, nih induk kucing kok bisa abu abu biru?" Fani bertanya tanya.
"Nah, aku belum cari sampai situ sih, tapi biasanya ada kaitan sama faktor keturunan?" Viona bertanya pada Dian.
__ADS_1
"Tapi ada juga yang nyebut jenis warna mata spektum warna. Nah, yang punya jenis warna mata ini tuh langka banget. Contoh nya tuh kaya hijau -biru, coklat-hijau, hitam -biru, dan contohnya yang abu -biru, yah nih bocah. " Jelas Dian menurut artikel yang dibaca.
"Ok. ga usah ribet. tanya bu Shiva aja. " Scharlete bosan mendengar Jam pelajaran gratis saat istirahat makan siangnya itu.
"Jadi, mata punya Scharlete ini tuh tergolong langka banget. Dan kalau mau tau, sebenernya warna matanya itu perak-biru. " Jelas Bu Shiva sambil melepas satu lagi softlens dari mata kanan Scharlete. Mereka lebih tercengang lagi. Ternyata warna mata abu abu agak gelap milik Scharlete yang sudah mereka anggap unik sebenarnya palsu. Malahan warna mata aslinya lagi lebih mencengangkan.
Dian Lansing menampar nampar pipi Scharlete pelan dengan kedua tangannya dan mata yang fokus menatap mata milik Scharlete.
"Keren... Rasanya terharu! " Dian kagum dengan mata berbinar binar.
"Iya dong, Scharlete gitu loh! " Kata Scharlete mengibaskan rambut panjangnya yang masih basah akibat disiram Jessica tadi.
"Tapi alasan warna matanya gini karena faktor apa bu? " tanya Viona penasaran ingin ilmu dari kelas gratisnya saat ini.
"Maaf, hal ini ga boleh dikasih tau." Jawab Bu Shiva sambil tersenyum agar gadis gadis itu tak terlalu kecewa.
"Aku tanya aja gaboleh!" Ucap Scharlete dramatis.
"Tapi kok harus make soflens ?" tanya Fani heran. Kenapa mata cantik begitu harus dititupi?
__ADS_1
"Rahasia! " Balas Scharlete dengan pose peace nya.
"Tapi, kok softlens nya bisa ga bahaya kalo kena air? " Tanya Dian.
"Softlens nya dirancang khusus. Cuma aku takut lepas di tempat umum aja, jadinya lebay deh. tapi ga bahaya buat kornea mata. " Scharlete menggaruk lehernya yang tak gatal sambil tersenyum polos. Bu Shiva ijin pamit keluar, setelah mendengar ijin dari guru itu mereka membungkukkan badan mereka.
"Tapi ga ada akhlak banget sih tuh orang!! " kesal Dian tambah jijik pada Jessica.
"Kau kapan ngelawan? " Tanya Fani.
"Rencana mau lama lama. Tapi kalo gini kan ga tahan. Tunggu aja dramanya ya! Coming soon! " Jawab Scharlete tersenyum namun agak menyeramkan.
"Aku izin ya! Tolong bilangin. Mau ngebebasin mata dulu bentar. Tapi kemungkinan sampe pulang sih! " Ijin Scharlete.
"Brak! " Seluruh orang mengalihkan atensinya pada Mita yang mendobrak pintu.
"Loh, mata kau diapain sampe gitu? " Tanya Mita sangat terkejut.
"Tanya Fani aja deh. Oh ya, jangan sampe bocor keluar loh! " Suruh Scharlete.
__ADS_1
Jangan lupa Like , komen, dan votenya! BUBYE!!