A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Lupa ingatan


__ADS_3

"Aduh!! " Fani menabrak orang yang berdiri di tengah lorong kelas yang tak lain adalah Peter, Pacarnya.


"oh, hai Peter! " sapa Fani duluan .


"Hai." balas Peter singkat.


"Kau kenapa? " tanya Fani sambil memegang tangan Peter.


"Gapapa "jawab pria itu sambil melepas tangan Fani.


"oh, yaudah. Aku masuk ke kelas ya. " Kata Fani lagi.


"Yaudah sana! " balas Peter singkat .


Fani kemudian berjalan memasuki kelas yang berlogokan 11.1 itu. Dia kemudian mendudukkan dirinya di kursi sebelah Scharlete kemudian menghembuskan nafas kasar.


"Buk Fani kenapa? " Tanya Dian heran.


"Gatau, pagi pagi udah gak ada jiwa. " Jawab Mita.


"Kek mayat hidup buk. Baru bagun kah? " tanya Scharlete.


"Fani ngapa? " Tanya Viona dan Eci menghampiri mereka.


"Gatau nih. " jawab jawab Mita.


"Kenapa Fan? " tanya Eci pada Fani.


"Si Peter kok jadi aneh ya? " tanya Fani balik.


"Aneh gimana? " tanya Viona.


"Kayak ngejawab pertanyaan kita tuh singkat banget. "tambah Fani.


"Yang sabar ya, buk! " kata Eci.


"Haih... gatau lah. " tambah Fani lagi.


"Felling aku sih.... dia ada apa apa tapi gatau ya, kalo salah. " kata Scharlete.


"hei! " kata Dian memelototkan matanya pada Scharlete. Scharlete pun refleks menutup mulutnya.


**


"Tumben kalian bertiga mau ikut ke 'pohon'?" tanya Scharlete sambil mendudukkan dirinya di atas ayunan.

__ADS_1


"Gapapa. Bosen aja di kelas. Lagipula aku penasaran ngapa sih kau suka banget dengan nih pohon. " jawab Mita sambil menyentuh batang pohon yang tampak sudah lama tertanam itu.


"Percaya gak percaya... Rasanya tuh pohon ini familiar banget. Seolah -olah aku udah tahu pohon ini dari lama. " jawab Scharlete sambil bermain ayunan yang bersenggayut di dahan pohon itu.


"Emang kau pernah lupa ingatan apa sampe -sampe pernah ke pohon ini tapi gak ingat. " kata Fani yang tengah duduk sambil membaca novel.


"Pernah. " jawab Scharlete sambil menunjuk dagunya dengan jari telunjuknya.


"Hah?! serius? Pernah kecelakaan? ato kepala kebentur lantai?! " Tanya Dian sambil berteriak.


"Kok kau kayak seneng banget, ya? " kata Scharlete tersenyum kesal.


"Hihi. " Dian tertawa.


"Haduh... punya kawan pada gak waras gini ya? " tanya Fani menepuk jidat .


"Ngaca dulu napa? " Balas Mita mengejek.


"Udahlah padahal sama gila gak mau ngaku. " jawab Scharlete dengan nada sedikit mengejek.


*/


"Halo? Who this? ~Siapa ini? " Seorang wanita cantik dan dewasa itu tengah menjawab telepon. Mungkin orang tidak akan mengira kalau dia sudah memiliki seorang anak yang berumur 16 tahun.


"Iya. Jadi sekitar 2 minggu lagi deh mungkin. " jawab maminya itu.


"oh, okedeh ." Kata Imanuel membalas pernyataan maminya itu.


"Who ~Siapa? " tanya seorang pria yang sedikit tua namun tampak keren dengan muka sedikit galak yang sedang bekerja itu.


"Imanuel, tanya jadi pulang atau gak. " jawab Sandra pada Jovan suaminya itu.


Tiba-tiba telepon Sandra berdering.


"Halo? dengan siapa? " tanya Sandra.


"Oh... It's been long time. ~Sudah lama ya... " ujar Sandra setelah pertanyaannya tadi itu dijawab.


*/


"Eh!!! itu tuh si Peter kan? " Tanya Viona heran.


Viona kini tengah berjalan jalan di mall pada malam hari dengan adiknya Viola.


"Siapa? " tanya Viola penasaran.

__ADS_1


"Ssstt ... diam. kakak mau ambil foto dulu." ujar Viona sambil menutup mulut adiknya itu.


'Sumpah.Si Peter lagi jalan sama siapa itu? kejem banget. Gak habis pikir deh. ' batin Viona. Dia tanpa sengaja melihat Peter tengah berjalan jalan dengan seorang gadis yang merupakan teman sekelasnya.


"kirim gak ya? " pertanyaan itu terlintas di kepala Viona.


'Kalo aku kirim trus ternyata cuma salah paham kan gak enak dengan Fani.' batinnya lagi.


**


Di saat yang bersamaan ada seorang gadis yang tengah duduk selonjoran di atas kasur sambil memeluk bantal gulingnya dan memainkan HP.


"Dian bosen gak? " tanya Sean dari depan pintu kamar adiknya itu.


"Napa? " tanya Dian balik.


"mending kasih aku ide buat nulis yuk! " ajak Sean.


"Boleh juga. Skuy! " sahut Dian sambil beranjak turun dari tempat tidurnya itu.


"genrenya apa? " tanya Dian pada Sean sambil berjalan menuju kamar Sean yang tepat bersebelahan dengan kamarnya itu.


"Belum dipikirin sih... Bingung. " jawab Sean.


"Plis deh. ada Ketos otaknya mampet. " kata Dian ."tak" Sean menjitak kepala Dian.


"Haduh... makanya semampet apapun otak aku yang penting ga pacaran dengan cicak goreng. " ejek Sean.


"Itusih namanya gak laku." jawab Dian tak mau kalah.


*/disisi lain


"hachiu ....pasti ada yang kangen aku nih! " kata Kevin narsis.


-


-


-


-


-terima kasih atas dukungannya ya! mohon dukungan kedepannya juga. Jangan lupa like, vote dan klik favorit ya kalo suka!


Thank you, luv yu !!

__ADS_1


__ADS_2