![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
" Rasanya udah lama ga bolos." Gumam Scharlete yang sedari tadi hanya melihat layar Handphonenya. "ping " Hand phone Scharlete mendapat sebuah notifikasi pesan.
Mama
-Kak, Mama nemenin Papa ke Inggris hari ini. Palingan dua hari lagi balik. -
Me
-Iya. Gapapa. Tumben dadakan? -
Mama
-Ada deh. Udah. Bye !👋-
Me
-👋
**
"Mitaaa... Aku numpang nginep ,ya? " Tanya Scharlete pada Mita. Tentunya dengan mata yang berwarna abu abu kembali.
"Tumben? " Tanya Mita heran. Biasanya Scharlete bila akan menginap di rumahnya, Dia akan diberitahu sehari sebelumnya.
"Mama Papa ke Inggris. Jadi bosen aja." Jawab Scharlete.
"Terserah sih. Yaudah deh. " Mita langsung mengijinkan. Dari pada dia sendirian tanpa orang tuanya yang sibuk bekerja itu.
"OK " Balas Scharlete senang.
*Rumah Mita.
"Kau bawa baju? " Tanya Mita pada Scharlete sambil menbuka pintu rumahnya yang masih terkunci.
"Oh, iya. Suruh Niel aja nanti. " Scharlete cengengesan.
"Klak" Suara pintu rumah Mita terbuka. Tampaklah sebuah ruang tamu bernuansa mint.
"Coba tanya yang lain. Ada yang mau ikut ga ? Sepi ." Scharlete langsung merebahkan dirinya di sofa seusai melepas Sepatu sekolahnya.
''Iya iya. " Mita mengeluarkan handphonenya dari saku jas sekolah mereka.
Sementara Mita sibuk menelpon, Scharlete juga ikutan mengeluarkan handphone dari saku rok nya.
__ADS_1
Me
-Cuy, bawain baju tidur sama seragam sekolah buat besok dong-
Niel tak berotak
-Emang kemana sih? Aku ditinggal sendiri di rumah. -.
Me
-Nginep di rumah Mita. Nanti ku sharelock. Bye! -
Niel tak berotak
-Kakak laknat ! -
"Udah, tunggu aja mereka dateng." Mita ikut duduk di sebuah sofa single.
"Aku juga tinggal tunggu baju." Scharlete menunjukkan layar HP yang berisi Chatnya dengan Daniel.
**
"Nih! " Daniel menyerahkan dua paper bag yang berisi baju tidur dan seragam sekolah untuk dipakai kakaknya itu besok.
"Thank you! " Scharlete tersenyum senang.
"Hih, asal nyerobot aja! Bocah! " Kesal Dian melihat Daniel duduk di sebelahnya.
'Ckck , Kak Frans sukanya sama model gini ya? Ga banget. Udah tua suka sama yang muda. ' Batin Daniel sambil menganalisis Dian.
*Inggris, Kastil Keluarga Aria
"Hachiu... Padahal lagi musim panas. " Kata Francisco sambil mengelap hidungnya dengan tisu.
*
"Apa liat liat? " Tanya Dian tak setuju.
"Ga. Cuma takjub sama kejelekan anda. " Jawab Daniel santai menyenderkan kepala dan bahunya ke sofa tempat dia duduk.
"Nyebelin! " Kesal Dian.
"Loh, udah ada Niel? " Tanya Fani yang baru keluar dari dapur membantu Mita membuat roti.
__ADS_1
"Wah, kak Fani. Nambah cantik aja, pinter masak lagi! " Kata Daniel yang merupakan pengagum kejudesan Fani sejak mereka SD.
"Ckck. Giliran Fani dipuji. Kakak cantik gini ga dipuji." Scharlete nyolot.
"Nih, pesenan kau! " Mita meletakkan nampan yang berisi roti buatannya. Terpaksa dia membuat roti, Kalau tidak dibuatkan pasti Scharlete akan terus memaksanya.
" Emang dah. Mita the best !" Scharlete mengancungkan jempol di tangan kirinya sementara tangan kanannya bergerak mengambil roti buatan Sahabatnya itu.
"Oh, iya. Besok bawain buku pelajaran kakak ya? " Kata Scharlete memelas pada adiknya itu.
"Ngga! " Jawab Daniel kesal.
" Ntar kugaji deh! " Bujuk Scharlete sambil memakan rotinya.
"Nyesel dah balik ke Indo. Jadi budak! " Daniel ikut ikutan memakan roti buatan Mita.
"Btw kau besok gimana? " Fani menanyakan rencana temannya itu untuk besok hari.
"Oh iya. Hampir lupa." Scharlete menepuk jidatnya.
"Niel tersayang, Cariin aku info dong! " Bujuk Scharlete pada adiknya dengan puppy eyes.
"Ew. Jijik, ogah. " Ketus Daniel.
"Hello, kalo kau ga nongol tiba tiba tadi, ga bakal ribet gini tau! " Dian memotong.
" Emang dia bisa nyari apa? " Tanya Mita sambil menopang dagunya melihat kepada empat orang yang masih asik memakan roti buatannya secara bergantian.
"Untuk apa melihara hacker kalo ga bisa dipake. " Jawab Scharlete. Daniel selain berbakat menjadi model / cosplayer juga seorang gamer akut. Kemampuan komputernya tak usah ditanya. Bahkan dia bisa mendapat internet Gratis dari manapun. Bisa dibilang tergolong Hacker handal.
Berbanding terbalik dengan Scharlete yang sangat membenci yang namanya komputer. Males, abis itu kalo salah pencet rusak gimana? Sayang kan? Begitulah katanya.
"Aku baru tau. " Sahut Mita dan Dian bersamaan.
"Beda jauh sama tuh ada orang yang pengen bolos terus waktu Jam komputer. " Sindir Fani
"Cariin aku informasi tentang Jessica Vederik. Semuanya. Aku terima jam 8 malem ini. Kalo ga, kau tahu sendiri lah... " Ancam Scharlete dengan muka serius.
"Tch. Iya iya, aku balik dulu. Bye! " Daniel langsung berdiri dari duduknya sambil melambaikan tangan lalu menaiki motor maticnya yang sudah terparkir di halaman rumah Mita.
*
"Wah, keren banget, loh! Seru nih! " Gumam Scharlete melihat dokumen yang sudah dikirimkan oleh Daniel.
__ADS_1
" Wah, hebat! Ga nyangka tampang gitu bisa jadi hacker! " Mita mulai salut pada Daniel.
Jangan lupa like, komen , dan votenya! BUBYE!