![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Eh, kau ga risih apa dibilangin orang? " Tanya Fani yang kini tengah berjalan berdampingan dengan Dian dan Scharlete. Mita kemana? Mungkin sekarang sedang bermesra mesraan dengan Evan di taman.
"Aku ga bakal mati kok kalo cuma diomongin doang. " Scharlete mengangkat kedua tangannya seolah menimbang.
"Tapi tetep jijik banget aku. Ratu drama! " kesal Dian memendam dendam sedari tadi.
"Ya, nanti kita lihat akhirnya siapa yang menang. " Scharlete tersenyum licik.
"Gara gara bocah nyasar itu sih. Kan jadinya ga langsung selesai. " Sahut Dian tak terima.
"Ngaca dulu bocah! " Ucap Fani dengan nada mengejek.
Setelah sampai di kantin sekolah mereka, Fani langsung pergi membeli makanan sesuai pesanan dua anak manusia itu sementara orangnya mencari tempat duduk kosong. Kemudian Scharlete dan Dian menunggu pesanan mereka diantar oleh sahabat juteknya itu.
"Pssst Dia yang katanya maling loh "Bisik seorang siswi.
"katanya demi cowo loh "Balas siswi lain masih dengan nada berbisik.
"Masih berani makan di kantin loh " gosip siswi lainnya.
"Ckck bisa diem ga sih?! " Bentak Fani saat melewati kerumunan penggosip itu. Seketika siswi -siswi itu diam. Fani melanjutkan langkahnya menghampiri kedua sahabatnya yang menunggu sambil mengobrol tanpa menotice omongan orang sekitarnya.
__ADS_1
"Ckck... Nyebelin banget tau ga sih? " Kata Fani kesal sambil mendudukkan dirinya di samping Dian.
"Iya. Kenapa ga langsung aja sih? " Tanya Dian menghadap Scharlete yang duduk Di depannya.
"Biar mereka yang udah nge gibahin aku malu nanti. " Jawab Scharlete santai Memakan nasi goreng yang dibawakan Fani tadi.
"Kezel sekalih aku tuh! " Viona yang baru mendapat makanan pesanannya ikut duduk di samping Scharlete dan menimbrungi obrolan tiga sahabat itu.
"Sabar... Nanti keriput kayak Fani loh! " Ancam Scharlete pada Viona bercanda.
"Ckck ngapa sih bawa bawa aku curut? " Tanya Fani kesal.
"Byurr" Jessica menumpahkan air putih ke atas kepala Scharlete.
"Oh, S**t! " umpat Scharlete tampak sangat cemas. Tanpa aba aba dia menarik Viona yang duduk di sebelahnya. Dia kemudian mengajak Dian dan Fani untuk ikut serta juga. "Dian, Fani! Cepat ikut ke UKS!! " Pekiknya sambil berlari dan menarik tangan Viona.
Fani dan Dian yang heran pun menjadi sedikit cemas setelah Scharlete mungucapkan kata UKS. Scharlete dengan secepat kilat berlari ke UKS yang berada di ujung koridor.
"Bu! Tolong bu!! " Teriak Scharlete sambil membuka pintu ruangan yang pada pintunya berlogokan UKS.
"Cepet bu! Nanti kenapa napa! " Scharlete tidak tenang. Guru kesehatan sekolah pun langsung bergegas berdiri dari duduknya. Fani, Dian, dan Viona yang heran hanya terdiam.
__ADS_1
"Tutup pintunya!! " perintah Bu Shiva, guru kesehatan sekolah mereka. Dian lalu bergegas menutup pintu ruangan UKS.
Mereka lebih tercengang lagi akan apa yang mereka lihat selanjutnya . Bu Shiva melepaskan sebuah Softlens berwarna abu abu dari mata Kiri Scharlete. " Hah?!" Sontak mereka bertiga berteriak terkejut. Nampak bola mata sebelah kiri Scharlete berwarna biru cerah.
"Udah. Tenang aja, ga bahaya kok softlens punya kamu. Kornea mata ga bakal rusak. Udah ibu kasih obat juga. " Kata Bu Shiva.
"Kok bisa sih, kena air lagi? Kan udah lama ga kasus! " Tanya Bu Shiva lagi.
"Tadi ada tragedi bu! " Scharlete menggaruk kepalanya dengan mata yang masih tertutup.
"Bentar, perasaan aku tadi mata dia biru! " Dian heran.
"Ga perasaan kamu kok tapi aku juga lihat! " Viona mencubit pipinya. Tiga orang yang diajak Scharlete tadi kini nampak seperti orang bodoh dibuatnya.
Scharlete kemudian mengerjap ngerjap kan matanya hingga akhirnya membuka matanya sempurna.
"Wait. Coba kau jelasin dulu! " Kata Fani bertanya tanya.
"Haduh, bener deh. Kayanya hari ini jatah sial aku. Ngapain coba aku ngajak mereka kesini... Upss " Scharlete tak sengaja menceploskan isi hatinya.
Jangan lupa Like, komen, dan votenya ya! BUBYE!!
__ADS_1