A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Misofobia


__ADS_3

"Huhuhu... Jangan aneh aneh, plis... " rintih Scharlete dari balik pintu kamarnya.


Mita yang baru menaiki tangga langsung bergegas membuka pintu kamar Scharlete.


Betapa terkejutnya dia melihat Scharlete yang tengah menangis sambil duduk bersujud.


"Schar, kau ngapain? " Tanya Mita heran melihat perilaku temannya itu.


"Hiks, Ta... Kau yang paling tua kan, tolong aku gak tahan! " Tangis Scharlete sambil menatap Mita dan menunjuk tempat tidurnya.


"Huhu, jorok banget dianya! " lanjut Scharlete tetap menunjuk nunjuk ranjangnya.


"Yailah, kukirain apaan. Sama bayi aja kau gini? " Mita menghampiri ranjang yang sedari tadi ditunjuk Scharlete, kemudian mengulurkan tangannya untuk menggendong seorang bayi yang tengah tengkurap di atas ranjang temannya itu.


"Apaan sih, kirain apaan. Sama bayi imut gini kok takut sih? " Mita terus menimang bayi itu.


"Jorok banget tau!! Gak tahan!! " Sontak Scharlete berdiri.


"Jorok apanya? " tanya Mita tak mengerti maksud omongan temannya namun terus bermain dengan bayi di timangannya itu.


"Ih!! Kau buta ya? " Scharlete menghampiri Mita kemudian menunjuk ranjangnya itu.


"Iler semua gini! Ingusnya juga tadi. Abis itu ludahnya keluar terus lagi! " Scharlete berbalik menunjuk nunjuk bayi yang tampak tenang di gendongan Mita.

__ADS_1


Bayi yang merasa disalahkan oleh Scharlete itupun menangis. "Huee... hu.. " (gatau, anggap aja tangisan bayi ya :v).


"Tuh, keluar air matanya kan! " Ucap Scharlete lagi.


"Wahai anak manusia, dia ini bayi tau cuy. Wajarlah gini." Mita menepis tangan Scharlete yang sedari tadi menunjuk bayi di timangannya itu ,lalu menenangkan bayi itu.


"Cup cup cup, dek imut anak siapa? " Mita memanyunkan bibirnya menghadap bayi itu. Bayi itu kembali tenang dan memukul bibir Mita.


"Haha, sukurin! Sama bayi aja ditolak!! " ejek Scharlete puas.


"Eh, Scharlete napa kau nelepon? " tanya Dian masuk ke dalam kamar Scharlete tergesa gesa .


"Pelan pelan napa sih? Abis itu suara kecilin! Orang ntar ngira dia kenapa napa lagi! " Protes Fani kesal dengan nafas tak teratur karena mengejar Scharlete tadi.


"Iya, anak siapa? Gamungkin anak kau? " Fani menambah sambil mendekati Mita.


"Ngga lah, kalo aku punya anak, pasti bersih!! " protes Scharlete.


**flashback


"Halo Scharlete " Sapa seorang wanita teman ibunya yang tengah berkumpul di ruang tamu. "Halo tante Gina. " Sapa Scharlete balik.


"Scharlete, kamu bisa tolong jagain millo sebentar ga? Mama mau kondangan. " tanya Sania.

__ADS_1


"Boleh, ma. Millo kan imut! " Balas Scharlete antusias.


**


"Tapi, nyatanya dia gini. Huhu, jorok banget. Ranjang aku kotor banget!! " ucap Scharlete sedih. Rasanya kesal setengah mati melihat kamarnya ternodai.


'tit tit tut tut' bunyi telepon Dian. Nampak sebuah panggilan masuk.


"Bentar aku angkat telepon dulu." Kata Dian sambil berjalan keluar kamar.


"Haduh, pasti Kak Frans. " Kata Mita.


"Halo, kak " ucap Dian pada orang melalui teleponnya.


"Halo Ian-ian. tadi lagi apa? " terdengar suara Fransisco melalui Handphone Dian.


"Tadi si Scharlete nelpon kami. Gatau kenapa tapi dianya nangis gitu. Ya, jelas aku langsung ke sini kan. Tapi herannya dia nangis gara gara bayi keluar liur. Aneh banget. " jelas Dian.


"Kalian gatau ya, kalau dia tuh pernah misofobia ringan? Jadi sekali dia ngeliat orang itu jorok dia tuh bakalan jijik! " Balas Fransisco.


"Hah, serius?! " Dian tampak tak tahu akan hal itu. Dia kira tidak separah itu, yang dia tahu Scharlete hanya agak takut kotor saja.


jangan lupa like, komen, dan vote ya! BUBYE!!

__ADS_1


__ADS_2