![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
**hari festifal
"Hoamm ... Ngantuk... " Kata Scharlete sambil duduk di bawah pohon.
"Emang ngapain sampe gak tidur? " Tanya Imanuel yang baru datang dan mendudukkan dirinya di sebelah Scharlete.
"Semalam aku nyari ide foto ama design." Jawabnya sambil menolehkan wajahnya. tanpa ia sadari jarak antara wajahnya dan wajah Imanuel menjadi terlalu dekat.
wajah Scharlete seketika memerah.
"Aku baru tahu kalau kau suka memotret. " Ujar Imanuel. "Bahkan dulu kau ngegambar aja gak bisa." Lanjutnya sambil mengelus rambut panjang milik Scharlete.
Wajah Scharlete langsung merona sangat merah mendapat perlakuan seperti itu dari Imanuel. "K... kau ngapain? " tanyanya sambil memegang rambut miliknya itu.
"Tadi ada daun .Tenang, gak aku tempelin stiker kok "Jawab Imanuel sambil mengangkat kedua tangannya.
"Ooo... " Balas Scharlete sambil memalingkan wajahnya yang merona itu
"Imut... " Ucap imanuel pelan sambil tersenyum sangat senang dan bahagia.
"Hoi... Ngapain disini, schar? " Tanya Sean menghampiri.
"Tidur sambil duduk. " Jawab Imanuel mengejek sean
"Kau ya... udahlah ngurusin dia. lomba fotografi mau bagi undian. gih, sana! " Suruh sean yang sedari tadi sudah sibuk karena festival.
Scharlete langsung bergegas berlari.
Sean mendudukkan dirinya di sebelah Imanuel sesaat setelah Scharlete tak nampak lagi. "Cape banget sih jadi ketos. " Ucap Sean mengibaskan tangannya ke arah wajahnya yang berkeringat.
"Yang sabar ya pak... " Kata Imanuel ikut mengipasi wajah Sean dengan daun kering di tanah.
"Eh... Tau gak ? Katanya dulu sekolah kita ini rumah orang loh... Abis itu di jadiin sekolah oleh yang punya rumah. Tapi dia gak ada hak atau sangkut pautnya dengan sekolah. Kaya didonasikan gitu. Yah, syukurnya sekarang udah bagus sekolahnya." Kata Sean .
"Ohh... aku baru tau loh. Ketos berbagi ilmu. " Kata Imanuel sambil menepuk pundak Sean
"Yah... gitulah " Balas Sean bangga.
"Dipuji dikit songong. " Kata Imanuel sambil berdiri.
**
__ADS_1
"Sekarang siap -siap yuk!! " Ajak Viona pada teman sekelas ny itu.
'Hufft... Tenang ... Lupakan ingatan itu! ' Batin Scharlete meremas lengan kirinya.
"Kau gapapa... " Tanya Imanuel cemas sambil menggenggam tangan Kiri Scharlete.
"Iya, udah mendingan... Thanks. " Jawab Scharlete sambil tersenyum pada Imanuel.
"Ehem... Pacaran jangan disini. " Kata Dian jengkel .
Scharlete dan Imanuel spontan melepaskan genggaman tangan mereka berdua.
"Aku... Balik ke barisan aku dulu ya... "Ucap Imanuel sambil menggaruk lehernya yang tak gatal. Scharlete kemudian mengangguk.
"Oke ... Inilah dia kelas 11.1!!" MC berkata.
Tirai pun terbuka. Mereka kemudian menari.
mendadak saat sebentar lagi bagian Scharlete hatinya menjadi tidak tenang dan nafasnya ngos ngosan.
Kepalanya sakit karena teringat kejadian itu ,dimana temannya tertembak di atas panggung. Imanuel yang posisi nya bersebelahan dengan Scharlete kemudian langsung menggandeng tangan Scharlete.
"Gapapa... Makasih ." Ucapnya kemudian melakukan dance bagiannya.
**
"Nih... " Mita menyodorkan minum pada ketiga orang itu.
"Thank you! " jawab mereka bertiga serempak. "diyan... Sini!! " Teriak Sean sambil melambaikan tangan.
"Iya!! " balas dian.
"Eh... Aku pinjem mita ya! " Pinta Evan sambil menghampiri. "Iya, pacaran gih, sono sampe puas! " balas fani menggedikkan bahu.
"Haih... Nasib banget ya kita berdua gak ada yang nyariin. " Kata Scharlete menghembus nafas.
"Fan... Akhirnya ketemu. " Ucap seorang pria tampan sambil melambaikan tangan ke arah Fani dan Scharlete.
"Oh iya, sorry aku udah ada pacar... Hihi " Kata Fani mengejek. Seketika scharlete menbatu.
"Bye... Sama imanuel aja gih! " Ejek Fani.
__ADS_1
"Hih... Nyebelin!!" Teriak Scharlete pada Fani dan Peter yang merupakan pacar Fani tadi.
"Hei ... Sedih amat cuy. " Kata Imanuel menepuk pundak Scharlete.
"Hiks... Aku ditinggal " kata scharlete dramatis. Imanuel pun tertawa melihat Scharlete.
"Udah sama kucing aja! " ajak imanuel sambil menunjuk kucing yang sedang duduk di bawah pohon.
"Setuju!! " Ucap Dcharlete sambil menarik tangan Imanuel.
"Omong omong Lete, ngapa kau tadi gitu di panggung!?" Tanya Imanuel sambil melihat scharlete yang sibuk memainkan kucing.
"Oh... Kau ingat ada kasus ada dancer ditembak waktu tampil di panggung? " Tanya scharlete sambil mengangkat kucing ke pangkuannya.
"Ga. Orang aku di Inggris... kenapa? " Tanya Imanuel.
"Ckck Itu teman aku. Waktu itu kejadiannya pas di depan mata aku. Aku yang berdiri di belakang panggung langsung berlari ngedorong kawan aku dan.... Ya, hasilnya kaki aku terkena peluru sedikit. " Cerita Scharlete sambil mengelus kucing.
"Semenjak itu aku cemas setiap ngedance di atas panggung dan akhirnya aku berhenti ngedance." Tambahnya.
"Haih... Dunia tuh sering terjadi masalah. tapi jangan berhenti ngelakuin hal yang kamu suka karena satu kejadian. " Nasehat Imanuel sambil merangkul leher Scharlete.
"Yah... lain kali gak bakal gini lagi!!" Ucap slScharlete semangat. Imanuel tersenyum puas dan kemudian mengelus kepala Scharlete.
"Heh... Aku bukan kucing tau !" Ucap Scharlete kesal.
"Bagi aku kamu kucing... Kucing yang sangat imut tapi nyebelin. " Ucap Imanuel terus mengelus kepala Scharlete.
"El.... Apaan sih! " Kata Scharlete dengan wajah merona.
-
-
-
-
-makasih ya untuk dukungannya. mohon juga dukungan untuk ke depannya ya! thank you!!
oh iya bab berikutnya aku usahain up nya siang atau pagi. jadi ditunggu ya
__ADS_1