A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Sinopsis Scharlete


__ADS_3

**


"Hah... Akhirnya bisa rebahan! "Kata Dian membaringkan tubuhnya di sofa ruang tamu Mita.


"Mohon maaf, Buk. Bukannya anda selalu rebahan dimana saja? "Tanya Mita dengan nada mengejek.


"Udahlah males ngomong ama kamu. Tata jahat! " Ucap Dian dengan penuh drama.


"Udahlah bisa ga sih, diem bentar aja. "Kata Fani geram.


"gak bisa! " Jawab Mita dan Dian serentak.


"ahahaha kasian banget kau ,Fan! "Kata Scharlete sambil tertawa terbahak bahak menertawakan sahabat terjuteknya itu.


"Para manusia tak jelas. "Kata Fani tak peduli.


"Biasanya kalo temannya gak jelas kita ikutan gak jelas loh! " Kata Scharlete sambil terkekeh mencoel pipi Fani.


"Udahlah aku ke dapur dulu ya! " Kata Mita."Ikut! " Sahut Dian.


"Udahlah dari pada nganggu. " Jawab Mita mengejek. "Huh... Ya udah! " Balas Dian ."Rasain tuh ! Azab. " Ejek Scharlete


"Dian... Liat nih aku bunuh apa! " Pekik Mita di dapur. "Apaan? " Tanya Dian sambil pergi ke dapur yang diikuti kedua temannya itu.


"Ih... Kecoa! " Kata Scharlete jijik.


"Nih! " Kata Dian sambil menunjukkan kecoa yang tadi ada di atas meja itu ke scharlete.


"Jauh -jauh pawang kecoa! " Kata Scharlete sambil berlari ke luar dapur.


"kau tuh kapan sih tobat mainin kecoa? " tanya fani sambil menepuk dahinya.


"inituh bagus untuk pelajaran biologi tau! " balas dian "terserah! "jawab mita dan fani serentak.


Dian sangat suka menangkap kecoa. Katanya sih bagus untuk penelitian biology .


"Aku mau balik lagi ya! "Kata Dian sambil membawa kecoa dgn dilapisi tisu. "Haduh... Kawan kau tuh ,Ta !"Kata Fani

__ADS_1


"Gak lah... Kawan kau dia tuh! "Balas Mita. "Sini sekalian bantu! " Suruh mita lagi.


"Udah cuci tangan belum? " Tanya Scharlete pada Dian sambil bermain ponsel.


"Udah udah! " Jawab Dian merasa terintogerasi .


"Mau ngapain dulu hari ini? " Tanya Scharlete sambil melihat kedua temannya yang sedang datang menuju tempat duduk mereka sambil membawa makanan. Scharlete pun langsung mengambil pop corn yang ada di salah satu piring itu.


"Ada request drama? " Tanya Mita.


"Aku ada tapi *drachin* bukan drakor. " Kata Scharlete.


"Drachin apaan artinya? " Tanya Dian.


"Drama China! " Jawab Scharlete dengan pose peace dan senyum tak bersalahnya.


"Haduh.... "Ketiga temannya menepuk jidat.


"Ini nih, filemnya. " Kata Scharlete. Akhirnya mereka menonton film pilihan Scharlete.


**


"Iya... Coba aja yang cowoknya gak ikut ke bandara... Setidaknya kan masih hidup. Ini kasian banget ceweknya harus menyaksikan kematian cowoknya yg disebabkan oleh dia sendiri. " Tambah Fani sambil menghela nafas yang dibalas anggukan ketiga temannya.


"Eh, btw ada drama di depan mata loh... Coba cerita! " Kata Mita pada Scharlete.


"Plis deh... Kau sangka drakor? " Tanya Scharlete .


"Mayanlah... " Tambah Dian sambil mengibaskan tangannya.


"Udahlah... Kau mau tisu di rumah kau habis, Ta? " Tanya Fani. "Nanti malah nangis lagi dia. " Lanjutnya.


"Beneran mau denger? "Tanya Scharlete. kedua sahabatnya itu mengangguk kencang.


"Tapi sinopsis singkatnya aja ya! " Kata Scharlete. "Iya! " Jawab Dian antusias.


"Jadi... Seperti yang kalian denger dari Fani tadi. Aku dengan Imanuel dulu itu teman dekat. Dekat banget... Semuanya dimulai dari kelas 1 SD. " Kata Scharlete. Scharlete lanjut bercerita

__ADS_1


**11 tahun yang lalu.


"Boleh duduk sini gak? " Tanya seorang anak laki laki yang tidak lain adalah Imanuel .


"Boleh! " Jawab Scharlete dengan senyuman yang manis.


Semakin hari kami semakin dekat bahkan kemana mana selalu bersama. Suatu hari saat kami menginjak kelas 3 SD kami pergi ke bazar yang sedang diadakan di sekolah ini. Saat itu kami duduk di bawah 'pohon' itu disaat dimana daun 'poho'n itu berguguran. Aku tidak tahu apa yang mengganggu pikirannya, tapi dia tiba tiba bertanya


"Schar... Kau ada suka orang? " Tanyanya


"Kamu coba tebak! " Jawabku


"Andri!?" Dia menebak. Aku pun hanya menggeleng .


"Aku? " Tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri .


Aku tidak tahu mengapa tapi tiba tiba aku hanya mengangguk.


Kemudian aku seketika terkejut kok aku ngangguk sih? Batinku. Yang lebih mengherankan lagi adalah reaksinya. Tiba tiba senyuman merekah sangat besar di wajah nya "Kenapa sih kau bisa suka aku? " tanya nya sambil menutupi wajahnya seolah olah dia puas. Sampai saat ini aku masih mengingat ekspresi nya itu.


Saat kami naik kelas 4 terjadi perombakan kelas. Aku cemas kami pasti akan pisah kelas. Namun tidak kusangka sama sekali ternyata dia sekelas lagi denganku dan pindah dari kelas awalnya itu. Ada banyak gosip yang bilang kalau tujuannya pindah ke kelasku adalah karena kakaknya pernah membuat masalah terhadap guru itu. Aku pun hanya bisa lega. Selama ini disaat aku merasa terpuruk dia selalu bersamaku. Kami pun membuat janji "Aku akan terus bersama kamu saat terpuruk sekalipun kecuali aku sudah mati."


Namun semua tidak pernah sesuai ekspetasi. Saat semester dua dia pergi pindah sekolah dan alasannya tidak jelas. Bahkan tidak mengatakan apapun. Aku terus menunggu dan berharap sambil duduk di bawah pohon di sekolahan itu. selalu setiap tahun bahkan setiap bulan aku akan datang.


Saat aku kelas 2 SMP ada hal paling menakutkan terjadi. Papaku ternyata mendekati perempuan lain .Di saat malam yang sedang hujan itu aku berlari dan tanpa kusadari aku sudah sampai di pohon itu.


"Kapan, kapan, kapan kau kembali? " Tanyaku. "kenapa, kenapa kau pergi. kau benci aku? padahal siapa yang berjanji akan terus bersamaku. siapa? " Aku berteriak. Jadi, semenjak saat itu dia kuanggap "MATI ".


Setelah 2 hari didiskusikan dengan nenekku akhirnya permasalahan orang tuaku selesai. Aku sangat gembira kehidupanku kembali normal. Tapi Dia bagiku sekarang hanya pembohong aku benci padanya tapi kenapa masih ada rinduku di hatiku. Yang paling mengejutkan adalah sekarang dia kembali.


-


-


-


-

__ADS_1


-terimakasih ya untuk supportnya... mohon dukungannya juga untuk kedepannya.


THANK YOU


__ADS_2