![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Ulululu... Anak orang kasian banget dibuang orang. " Kata Dian dengan nada sedikit mengejek dengan tujuan tidak membuat scharlere sedih terus.
"Halah... Mending dia ditinggal oleh manusia ganteng pula. Gak kayak kau ditinggal cicak goreng! " Ejek Fani.
"Hiks... Kalian jahat semua. " Kata Dian dramatis.
"Udahlah dasar! " Kata Scharlete.
"Eh... Jadi yang waktu SMP kamu gak masuk tiga hari bolos tuh gara gara ini? " Tanya Mita dengan nada sedikit prihatin. Pasalnya, dia pernah melihat raport SMP Scharlete, dan nilainya tak sebagus sekarang ditambah dengan banyaknya ketidakhadiran Gadis yang kini berusia 16 tahun itu.
"udahlah yang penting sekarang udah oke. " Kata Scharlete dengan tersenyum
"Senyum senyum aee, buk! "Kritik Dian
"Iyalah, nih aku ajarin kamu ya! sering sering senyum jangan kek Fani. mukanya gak ada manis manisnya! " Kata scharlete mengejek Fani.
"Mending muka gak manis tapi elegan gitu loh! " ucap fani sambil mengibaskan rambut pendek miliknya ke belakang.
"Najis! " Kata Ketiga sahabatnya itu serentak.
**
"Sahur... Sahur!!!! " Teriak Scharlete ke telinga ketiga sahabatnya itu satu persatu.
"Selow, nj*r kopok lama lama gara gara kau !" Kata Mita kesal.
"Is is is... Tak patut, pagi pagi sudah ngegas. " Ucap Dian yang baru bangun itu.
**
"Halo kelas!! " Pekik Scharlete ke kelasnya yang masih kosong itu Sambil mendorong pintu kelas mereka.
__ADS_1
"Kau tuh gak bisa apa gak teriak? " Tanya Fani geram.
"Bisa sih... tyapi gak seru aja gitu loh. " Balas Scharlete.
"Ya tuhan... Semoga daya imunisasi aku kuat, jadi gak ketularan dia jadi gila! " Doa Fani.
"Hih... Ini nih akibat aku lebih milih ngomong ama kucing dan pohon! " Kata Scharlete sambil pergi keluar kelas.
"Saudah sana! " Usir mita.
"Hih... Fani mulutnya pedes abis itu mita suka nyuruh... huh!! " Ucapnya kesal sambil berjalan menuju pohon.
"Schar... ikut!! "teriak dian sambil berlari menyusul Scharlete.
"Bruk! " Tanpa sadar Scharlete menabrak orang karena memperhatikan Dian.
"Heh, jalan tuh pake mata!! " Bentak seorang gadis dengan kasar.
"ehyh, cuma ditabrak doang... Barusan mau minta maaf jadi gak niat lagi !" Jawab Scharlete ketus.
"Apaan sih! nganggu aja, sok banget coba... cewek kegatelan! " Ucap Scharlete emosi.
"Ini nih orang yang gak tau modis! " Kata gadis itu marah.
"Sorry ya, kau tuh dibanding ama kucing yang sering aku ajak main aja kalah...Boro -boro ama aku! " Ucap Scharlete kesal sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Udahlah Schar, ngomong ama kodok ngapain! " Ucap Dian yang dari tadi diam. Mereka pergi berjalan untuk mengabaikan gadis itu.
"Siapa yang kau bilang kodok hah? " Tanya gadis itu pada dian sambil menjambak rambutnya.
"Nih aku kasih kau kesempatan kedua, lepas!!" Bentak Scharlete dengan tatapan tajam yang dingin dan seketika auranya berubah. Gadis itupun gemetar dan tidak bisa berkata apapun dia tertegun dan melepaskan jambakannya tadi.
__ADS_1
"Aku gak tau ya, kenapa dulu aku bisa berpikir kamu baik bahkan sampai ingin bertemu kau lagi tapi sekarang, ingat jangan pernah mengusik sahabatku sama sekali! dengar itu.. Miranda Apriyanti ! "Kata Scharlete dengan aura membunuh yang kuat.
Tapi yang lebih mengherankan kenapa Scharlete bisa mengetahui nama Miranda?
"Darimana kau tahu namaku? " Tanya Miranda ragu.
"Mungkin kau gak ingat lagi dengan anak perempuan yang namanya Natania Scharlete." Jawab Scharlete dingin.
Miranda terkejut "Pacar Nuel? " Tanyanya tanpa dosa.
"Siapa yang mau kau panggil dengan nama itu hah!?" Seketika aura membunuh Scharlete tadi hilang yang hanya digantikan dengan aura anak kecil yang kesal.
"Beneran, Scharlete yang dulu? " Tanya Miranda ceria seketika .
"Apasih? " tanya scharlete heran. Seketika suasana menegangkan tadi hilang semuanya.mereka berdua pun berpelukan.
"Huhu, udah lama banget tau aku cari kau! cuma bisa chat lewat medsos doang ! " Kata Miranda.
"Apa yang sedang terjadi? " Tanya Dian seketika terpelongo. "Hihi, sengaja mau ngerjai kamu. Kenalin ini Miranda. Dulu kita sempet deket waktu sd tapi dianya pindah sekolah lagi. " Jawab Scharlete tanpa dosa. "Makanya kemarin aku jalan ke mobil Mita sambil senyum senyum. " jelasnya.
"Kenapa aku bisa kenal ama orang nyebelin kek dia! " Jawab Dian sambil menepuk jidat.
"Iya, aku tau kok rasanya " Tambah Miranda sambil menepuk pundak Dian.
"Heh, aku masih ada dendam ya! " Kata Dian kesal. Seketika Miranda melarikan diri. Dian pun mengejarnya. "Pufft "Tawa Scharlete entah apa yang membuatnya segitu senang, apa yakin hanya ini alasannya?
-
-
-
__ADS_1
-
-thanks ya, yang udah support! mohon juga dukungan kedepannya!