![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
Tak terasa kini sudah memasuki bulan keempat semenjak pertemuan kembali Scharlete dan Imanuel. Kini Scharlete pun sudah memasuki semester genap kelas dua.
Adik Scharlete yang selama ini bersekolah di Jepang kini sudah kembali ke negara asalnya.
"Pagi ma, pa ! Mana Niel? " tanya Scharlete yang heran tidak melihat adiknya itu di meja makan.
"Niel masih di atas. Sarapan dulu aja sambil nungguin dia. " Jawab Sari.
"Pagi kak!! " Daniel berteriak menyapa Scharlete sambil menepuk bahu Scharlete dari belakang.
Daniel Louis, adik laki laki Scharlete yang berusia setahun lebih muda dari Scharlete. Dan kini dia baru kembali dari negeri Sakura setelah mendaftar di SMA yang sama dengan Scharlete.
"eh...Ayam. " sontak Scharlete terkejut. Daniel hanya tertawa puas melihat kakaknya itu terkejut.
"Ga usah ngejutin napa sih? " Scharlete menyentil kepala Daniel kesal. Daniel saat SMP memilih untuk bersekolah ke Jepang. Hal ini dikarenakan dia tidak sengaja mendapatkan beasiswa di Jepang.
"Kak, di SMA nya ada cerita aneh yang horor gitu gak?" tanya Daniel sambil duduk di depan Scharlete.
"Ihh... Kau kelamaan di Jepang jadi gila ya? " Scharlete memukul kepala Daniel pelan dengan sendok ditangannya.
"Habis kalo di Jepang sana seru. Banyak cerita kayak misteri misteri gitu loh. " Daniel mengelus jidatnya yang dipukul Scharlete tadi.
**
"Fuhh... Capek nganterin. " Kata Scharlete sambil duduk di bawah 'pohon'.
"Scharlete, dipanggil Bu Vana tuh! " Sean menghampiri sambil berlari ke arah Scharlete.
"Yah... baru duduk. " Kata Scharlete sambil berdiri kemudian menepuk nepuk tangannya.
**
"Kenapa manggil bu ?" Tanya Scharlete ketika sampai di ruang guru.
"Biasa... Nih. " Bu Vana menyodorkan sebuah kertas yang tak lain adalah formulir pendaftaran lomba.
"Baru juga masuk semester 2, tumben bu? " Tanya Scharlete heran karena di hari pertama semester dua itu, dia sudah mendapat formulir lomba.
"Coba kau cek dulu, tertarik gak." suruh Bu Vana.
"Emang lomba apa sih? " Scharlete terdiam saat melihat formulir itu. Ternyata itu adalah formulir pendaftaran lomba Desain pakaian. Biasanya Bu Vana akan memberikan formulir olimpiade saat semester dua, namun jarang sekali ada lomba desain awal Semester begini.
__ADS_1
"Wah.... Ikut bu! " Scharlete tampak bersemangat.
"Tinggal diisi aja." Kata bu Vana.
"Oh, ya. Hari ini kemungkinan ada anak pindahan lagi. Kasih tau kelas supaya gak kayak berantakan banget! " Tambah Bu Vana.
"Ok, bu. Saya pamit undur diri dan terimakasih atas formulirnya. " Scharlete kemudian berjalan keluar ruang guru.
**
"Perasaan banyak banget dah, anak pindahan. " Sean kini tengah mengobrol dengan Vito dan Imanuel.
"Eh, katanya cewek loh, Vit! " Evan yang baru datang itu ikut nimbrung.
"Terserah. Ga ngurus. " kata Vito tak peduli.
"Pantesan jomblonya akut! " ledek Imanuel.
"kring!! " Bell tanda mulai pelajaran berbunyi. Seluruh siswa kemudian duduk kembali di bangku masing masing.
Bu Vana masuk diiringi seorang gadis yang nampak lembut dan anggun di belakangnya yang seketika membuat kelas menjadi sunyi.
"Perkenalkan nama saya Jessica Vederik. Harap bisa berteman dengan baik. " Gadis bernama Jessica itu kemudian membungkukkan badannya.
**kantin
"Eh, perasaan cewek baru itu lembut banget deh." kata Mita sembari mereka berempat mendudukkan diri.
"Dulu dia pernah sekelas sama aku waktu SMP kelas 2." Kata Scharlete. Semua orang membulatkan mata.
"Cius?? " Tanya Fani.
"Nih, ya... Dia dulu tuh pernah dibully tau, ga? " kata Scharlete pada ketiga temannya dengan suara yang kecil.
"Hah, serius? " Dian heran.
"cerita cerita! " Mita penasaran.
"Gosip mulu dah. " kata fani sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya itu.
"Gayanya gak mau, tapi kuping dipasang. " kata Dian pada Fani.
__ADS_1
"Kan dulu tuh, waktu kelas 2 aku tuh lagi banyak pikiran yang tadi tuh ..." Scharlete mulai bercerita.
**
"duagh" bunyi tabrakan sebuah meja .
"Rasain!! " ucap salah seorang gadis yang tadi mendorong Jessica hingga terjatuh dan menabrak meja.
"cih, ngeganggu banget, sih? " Scharlete yang sedang membaca itu berdiri kesal dan menghampiri Jessica dan dua orang yang mendorongnya.
"Kalian tuh ngapain, sih? Ini tuh baru dua hari naik kelas tapi kelakuan udah gini ." Kata Scharlete sambil membantu Jessica berdiri.
"Eh, Natania. Kita gak pernah nyari masalah dengan kau ya! " ucap gadis tadi sambil mendorong pundak Scharlete .
"Kau gak usah sok hebat pake dorong dorong segala ya!!" Scharlete balas mendorong dengan tatapan dingin dan tajam.
"Apa sih, nyari gara gara banget. " Kata gadis yang sedari tadi hanya menonton dari belakang.
"ck ck... Bener bener dah. Heran bisa ada orang gini di kelas unggulan. gak pantes " Ucap Scharlete dengan penuh penekanan disertai tatapan membunuh yang tajam.
"Kau!! " Gadis yang berdiri di belakang itu maju ke depan menggerakkan tangannya untuk menampar muka Scharlete.
"Plak!! " Tangan Scharlete bergerak terlebih dahulu menampar muka gadis itu dengan kasar sehingga membuat kepala gadis itu pusing .
"Gak usah cari masalah di kelas!! " Scharlete membentak kedua gadis itu hingga membuat semua orang yang sedari tadi berkumpul bergidik ngeri.
**
"yah... Semenjak itu mereka gak nyari masalah lagi. Tepatnya karena aku. " Scharlete selesai bercerita.
"Nice!! " Mita, Dia, dan Fani mengancungkan jempolnya pada Scharlete.
-
-
-
-
- Jangan lupa like, komen, dan klik lovenya ya kalau suka! Tolong bantu vote juga dong, BUBYE
__ADS_1