A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Ngga Bodoh


__ADS_3

"Loh, kenapa? " Mita heran melihat wajah lesu Dian.


"Bener kan ramalan aku soal tu orang. " ujar Scharlete sambil menuntun Dian untuk duduk.


**


"*Tapi, jangan pernah nganggep dia remeh. Rasanya lebih baik kalau gak deket sama dia." Scharlete lanjut berbicara setelah dia bercerita tentang kejadian sewaktu SMP.


"Yah, biasanya kau bener tapi gak mungkin kan kita jauhi. Tambah lagi mukanya polos gitu bisa bisa kena kasus." Fani mengaduk jus jambunya.


"Gatau ah! " kata Dian pasrah.


"Halo,Dian !" Sapa Fransisco sambil meletakkan soda kalengan di atas kepala Dian*.


" Ngomong -ngomong gimana ramalan kau salah, Schar. " Kata Fani mengejek.


"Nih, ya. Kalau kak Frans emang orangnya bodoh aku, Natania Scharlete gak bakalan ngeramal lagi. " kata Scharlete sambil mengangkat kedua jarinya menbentuk peace.


*disaat yang bersamaan.


"Kamu gapapa? " tanya Fransisco pada Jessica yang kini tengah duduk di tangga mengobati lukanya.


"Gapapa, kok!! " jawab Jessica ceria.


"Kau, ceritain dengan jujur kejadian sebenarnya! " Suruh Fransisco tegas sambil berdiri dari duduknya yang semula duduk di sebelah Jessica itu.


"Gapapa kok.Tadi Dian cuma kesel aja gara gara aku nyapa Kakak duluan tadi. " Jessica memegang tangan Fransisco.


"Cih, gak mau jujur juga gapapa. Cewek caper! " Ucap Fransisco penuh penekanan.


"Sial banget sih! " ucap Jessica geram sebelah Fransisco pergi.

__ADS_1


"Padahal dia tadi percaya. Semenjak Scharlete datang dan bilang gitu dia mulai curiga. Apa sih ngeramal gitu doang aku bisa juga!! " Jessica geram dan kesal setengah mati karena rencananya gagal.


**


"El, lagi apa? " Tanya Scharlete menolehkan kepalanya ke belakang.


"Lagi ngerjain soal dari Bu Sita tadi. " Jawab Imanuel sambil menyentil kepala Scharlete.


"Cepetan dong. Bosen. Mumpung Bu Sitanya lagi rapat." Kata Scharlete lagi.


"Sama Fani atau yang lain ngapa? " tanyya Imanuel tanpa menatap ke arah Scharlete.


"Mereka pasti lebih lama lagi ngerjainnya. " Jawab Scharlete.


"Kau ngejek aku ya?! " Fani menekan kepala Temannya itu kesal.


"Ih... aku lebih tua tau! "ucap Scharlete kesal.


**


"Sean!! Kau ngapain?! " Dian yang melihat kakaknya dari kejauhan itu segera menghampiri mereka diikuti oleh Fani, dan Scharlete.


"Lepas dulu!! " Scharlete menepis tangan Sean.


"Kau kenapa sih, Sean? Inget, ketos!! " Fani memperingati.


"Dian, boleh bicara sebentar? " tanya Fransisco lembut sambil memegang tangan Dian.


"Gak!! " jawab Sean ketus.


"Udah, biarin! " kata Fani pada Sean.

__ADS_1


"Kau mau adik kau jomblo terus, ya? "bisik Scharlete pada Sean.


"Yaudah. Awas kau macam macam! " ancam Sean sambil berjalan melewati Fransisco.


"Semangat kak! " bisik Scharlete sambil menepuk bahu Fransisco kemudian pergi.


"Dian, aku minta maaf. Udah marah ga jelas ke kamu gara gara orang lain. " kata Fransisco lembut.


"Emangnya kalo kamu ngemarahin aku untuk orang lain salah ya? " tanya Dian ketus.


"Iya. Karena aku suka kamu. " jawab Fransisco.


"Kalau kamu memang suka sama aku, kamu pasti percaya sama aku, tapi apa itu tadi? "" tanya Dian lagi.


"maaf." Fransisco memeluk Dian.


"Kalau kamu cuma main main mending berhenti deh! " Dian mendorong tubuh Fransisco menjauh darinya.


"Enggak. Aku serius. " jawab Fransisco tegas.


"Tapi kamu juga seminggu lagi udah mau balik ke inggris." balas Dian sambil menundukkan kepala.


"Gapapa. " Fransisco mengangkat kepala Dian kemudian memeluknya lagi.


-


-


-


-

__ADS_1


-jangan lupa like, komen, dan klik favorit kalau suka ya ! BUBYE


__ADS_2