A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Nuel


__ADS_3

"Eh, kok kau lewat tangga kanan? Kan UKS lebih dekat tangga kiri. "Kata Dian. "Kalian beneran ngira dia bakal beneran ke UKS?" Tanya Fani .


"Iya ya, pasti dia ke toilet. "Kata Mita. "Haduh...kayak gatau Scharlete. Udahlah, ikutin aku aja! "Kata Fani menepuk jidat nya. "Oh iya ya, pasti dia ke pohon. "Ucap Mita cengengesan.


"Eh, tapi kok dia tiba-tiba nangis gitu? "Tanya dian. "Nanti aja dah, penting cari scharlete dulu aja. " Mita membalas pertanyaan Dian


*10 menit sebelumnya ditempat yang sama


"Ngapa dia baru balik sekarang? Kenapa dulu disaat aku butuh dia, dia gak balik? Disaat aku hampir ngelupain sosoknya kenapa dia muncul lagi? Dia cuma ngebawa kembali perasaan itu ."Ujar Scharlete dalam hati sambil berlari dan menangis. Dia tidak jelas mengarah ke mana dia berlari. tapi tanpa dia sadari dia pergi ke pohon itu.


"Kok kamu gak bilang sih dia udah balik? Kenapa juga dia harus balik? Kok perasaan aku campur aduk? Aku harusnya kan abaikan aja dia. Kenapa? " Ucap gadis itu dengan mata sendu penuh air mata pada pohon itu.


Scharlete melihat daun daun yang berguguran jatuh ke lantai. Dia bingung ada apa dengan dirinya. Dia sekarang hanya bisa duduk dan melihat ke arah daun yang sudah jatuh ke tanah. Matanya berair lagi karena daun daun itu menampilkan kembali ingatannya. Baginya begitu, setiap lembar daun pohon itu menampilkan sepotong adegan dalam hidupnya.


"Eh, itu Scharlete kan? "Kata Dian. "SCHARLETE!!" Teriak Mita. Mereka bertiga pun mendatangi Scharlete. Scharlete pun mendongakkan kepalanya. "Kalian kenapa gak ke kelas? "Tanya Scharlete.


"Emang Imanuel ngapa, sih? "Tanya Dian heran. "Dia tuh cowok yang dulu pindah sekolah? "Tanya Dian berjongkok menatap Scharlete. "Iya. "Jawab Scharlete mengangguk sekali.

__ADS_1


"Sumpah mukanya aja yang bagus tapi tau taunya tukang PHP!! " Sahut Mita kesal. "Kalian balik belajar ke kelas aja! "Kata Scharlete menyuruh mereka bertiga.


"Gapapa kok hari ini Bu Dila izin. "Kata Fani sambil mendudukkan dirinya di sebelah scharlete. "Udah kamu tenangin diri dulu aja, ya? Kami ambilin minum kamu dulu. "Kata Dian sambil menarik tangan Mita Dian memberi ruang bagi Scharlete untuk berkonsultasi dengan Fani yang mengetahui cerita lengkapnya. Mereka berdua pun pergi kembali ke kelas.


"Kau gapapa, Schar? "Tanya Fani cemas. "Udah aku gapapa kok. "Kata Scharlete sambil tersenyum. "Gak usah dipaksa. Aku tau kau dari dulu, udah bilang aja. Lagian ngapain kau ngak ngelupain dia? " Tanya Fani yang membuat Scharlete terdiam.


"Aku gatau, fan. aku udah sengaja gak liat foto SD lagi. Tapi kok dia gak keluar dari pikiran aku? "Jawab Scharlete. Fani pun hanya menepuk bahu Scharlete untuk menenangkannya. "Udah yuk balik ke kelas. " Ajak Fani. "Ke toilet dulu, cuci muka. "Ujar Scharlete.


*di kelas


"Schar, kau masih ingat pohon itu, ya? "Kata Imanuel dalam hati. Perhatiannya dialihkan saat mendengar suara pintu kelas yang terbuka.


"Ta, kalian ngapain balik berdua doang? " Tanya Evan yang baru masuk ke kelas. "Ngambil minum Scharlete. "Jawab Mita sambil mengambil minum Scharlete. "Pufft... " Imanuel tertawa melihat botol minum itu. "Napa kau? "Tanya Vito. "Gapapa kok. " Jawab imanuel. Dia merasa botol itu lucu, kenapa?


"Kitt... "bunyi pintu terbuka. Seketika seluruh kelas hening. Scharlete dan Fani pun masuk, tentunya sesudah mencuci mukanya.


"Schar, kau gapapa? "Tanya Eci. "Gapapa, ci. " Jawab Scharlete dengan senyuman. "Loh, udah balik? "Tanya Dian "Udah. "Jawab Fani. "Scharle-" Panggil Imanuel ketika Scharlete berjalan menuju ke tempat duduk nya yang berada di depan meja Imanuel.

__ADS_1


"Kau siapa ya? Maaf aku gak ada sangkut pautnya dengan kau. "Potong Scharlete ketus. "Arlete, ini Nuel. Aku balik. "Kata Imanuel lirih dengan muka sedih.


"Maaf, aku dulu pernah punya teman namanya Nuel. Tapi bagi aku dia udah, mati"


Kata Scharlete ketus. Seketika rasanya dada Imanuel ditusuk. Angin dari luar jendela tiba -tiba berembus ke dalam kelas,tepat di antara Scharlete dan Imanuel . Lewatlah sebuah daun yang sudah kering dan memerah di depan mereka seakan sedang melukis sepotong ingatan.


-


-


-


-


-


mohon dukungannya ya!

__ADS_1


tolong klik jempol dan kalau kalian suka ceritanya silahkan klik favorit. jangan lupa vote, ya!!


BYE!!


__ADS_2