A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Ciuman pertama


__ADS_3

"Sibuk ngobrolin apa sih? " Tanya Evan sambil merangkul leher Mita.


"Gaada." Jawab Mita sambil menoleh ke arah pemilik tangan di lehernya itu.


"Pagi, Lete!" Sapa Imanuel sambil menarik pelan rambut Scharlete dari belakang.


"Loh, kapan datengnya? " Tanya Scharlete heran melihat Imanuel yang sudah duduk di belakangnya itu.


"Barusan bareng Evan masuk. " Jawab Imanuel sambil mengeluarkan kotak pensilnya.


"Eh, Imanuel. Si scharlete mau minta cium. " Kata Fani sambil menoleh ke belakang.


"Apa sih? Nggak! Fani fitnah!! " Scharlete sontak berteriak dengan pipi merah sambil menoleh ke arah Fani dan menatap tajam.


"Kalo gak kok sampe gitu sih? " Dian menggoda Scharlete sambil mencoel coel Scharlete.


"Gak ada tuh!! Tanya Viona sama Mita. Orang gak ada bilang gitu. " Kata Scharlete lagi.


"Udahlah... Kasian tau, fitnah lebih kejam dari fitnes." Mita menambahkan.


"Tuh denger! " Scharlete mengiyakan Mita.


"Kalian belum pernah ciuman? " Vito yang duduk di sebelah Imanuel itu berbisik.


Imanuel hanya menggeleng tanda tidak.


"ckckck... Bener- bener dah! " Vito menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


**


"Eh, El! Ini gimana? Aku lupa. " Scharlete bertanya pada Imanuel sambil menunjukkan soal yang ada di salah satu buku perpustakaan. Ya, mereka berdua kini sedang berduaan di perpustakaan yang tengah sepi sepulang sekolah itu.


"Sini coba liat. " Imanuel menanggapi.


"Nih. " Scharlete menunjuk ke arah salah satu soal dalam deretan soal itu.


"oh... pake rumus ini aja." Kata Imanuel.


"oh iya ya. Thank you! " Scharlete menganggukkan kepalanya tanpa menoleh.


Imanuel terus menatap wajah Scharlete tanpa fokus pada buku di depannya.


'Apa iya ya dia mau? ' batin Imanuel.


"Scharlete. " Panggil Imanuel.


"H-Hah?! " Scharlete terkejut seketika seluruh wajahnya merona merah . Mendadak gadis itu menjadi ling lung.


"Katanya tadi mau. " Kata Imanuel sambil membaca buku.


"Apa?!! " Scharlete sontak berteriak.


"ssshht... Perpustakaan. " Imanuel menempelkan tangannya pada mulut Scharlete.


"Gila!! Itu ciuman pertama aku tau! " Kata Scharlete sambil memegang bibirnya dengan suara merendah.

__ADS_1


"Kau sangka cuma kau? " Imanuel lanjut membaca.


"Wait, what? " Scharlete tidak percaya apa yang baru saja terjadi.


**


"Hah... Akhirnya sampai ke surga! " Scharlete membaringkan tubuhnya di atas tempat tidurnya itu.


'Gak kerasa sudah mau ujian akhir semester 1.Rasanya aku masuk SMA baru berapa bulan. Tapi ternyata sudah setahun lebih.' Batin gadis itu sambil mengambil remote TV.


'Banyak banget kejadian yang sudah lewat. Bener -bener gak kerasa. Mulai dari ketemu lagi sama Fani lagi, kenalan sama Mita, nolongin Dian belajar. Bantuin Dian move on dari cicak goreng. Ngejodohin Mita sama Evan... Bahkan ketemu lagi sama Imanuel. Dan barusan mergoki otak udang selingkuh... Bener -bener cepat.' gadis itu berjalan menuju ke balkon kamarnya dan menatap ke arah langit.


'Tapi, kapan mama sama papa mau kasih tahu ke aku yang sebenarnya? ' Scharlete terus menatapi langit yang gelap itu.


'Yang lebih penting gimana aku mau ketemu El besok. 'Dia mengacak ngacak rambutnya itu


"Scharlete mandi!! " pekik ibunya dari lantai bawah.


"iya iya! " Balas Scharlete lebih nyaring.


"Nanti aja deh. " Gadis itu bukannya pergi mandi, tapi kembali berbaring di atas ranjangnya.


-


-


-

__ADS_1


-


-Jangan lupa like,komen,dan klik favorit ya kalo suka! tolong bantu vote juga . BYE


__ADS_2