A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Perpisahan #2


__ADS_3

"Boleh numpang duduk sebentar ga? Soalnya temenku belum datang. " tanya Amel pada Scharlete dan teman temannya yang kini tengah asik mengobrol.


"Maaf, tapi seperti yang terlihat, ga ada tempat kosong lagi. " jawab Scharlete sambil tersenyum.


"Itu, ada kosong loh." gadis itu menuntut sambil menunjuk sebuah tempat kosong di sebelah Imanuel


"Orangnya lagi pesen makanan ,nanti marah dianya. " Scharlete berusaha tetap tersenyum.


"huh!! " gadis itu membalikkan badannya kemudian pergi dengan kesal. Scharlete yang sedari tadi tersenyum ramah berubah menjadi tersenyum kesal.


"Siapa tuh? Kau kenal? " tanya Mita heran.


"Kalau ga salah Amelia Nanda 11.4" jawab Evan sebelum Scharlete menjawab.


"Kok kau bisa tau sih? " tanya Mita mengintrogasi.


"Ya, dianya kan ikut klub teater, gimana aku gatau. Bukan sengaja cari tau kok. " Evan meyakinkan dengan nada sedikit manja pada Mita.


"Yang dia incar bukan Evan, kok. Tenang... " Scharlete meminum jus yang ada dihadapannya itu.


"Siapa? Dek Nuel? " tanya Evan.


"Tepat sekali! " jawab Scharlete mengacungkan jempolnya pada Evan.


**


"Woah.... " Dian terpukau melihat taman hiburan yang mereka kunjungi.


"Keren banget!! Udah lama ga kesini. " seru Scharlete.

__ADS_1


"Ayo, mau main bareng langsung atau pencar? " tanya Vito.


"Pencar aja kali, ya? " jawab Fani.


"Siapa yang mau main itu? " Mita menunjuk sebuah stand permainan.


"Yuk! " Balas Scharlete menarik tangan Dian supaya ikut bermain dengannya dan Mita.


"Fani ga ikut?" tanya Fransisco yang melihat Fani tidak mengikuti ketiga temannya itu.


"Ga ah. " jawab Fani sambil melihat lihat permainan yang ada disana.


"Yaudah, Fani ikut aku kesana aja!! " Vito menarik tangan Fani menuju stand tembak.


"Yaudah, kita main kesitu aja! " Evan mengajak sean untuk bermain sebuah game.


"Kita mau kemana? " tanya Fransisco pada Imanuel.


**


"gimana kak, seru? " tanya Daniel pada orang yang ada dalam panggilan suara nya itu.


"Seru sih seru. Tapi kok kesel ya liatnya, nempel banget lagi! Rasanya tuh pengen ngelarang tapi gimana. " jawab seorang pria lewat telepon itu.


"Yaudah. Nikmati aja, sekalian mesra mesraan sama pacar. Nanti lama ga ketemu loh! " Daniel kemudian menutup panggilan suara itu.


**


"Pilih satu kartu dan lihat nomornya. Bila beruntung bisa mendapatkan 100 ribu. Sekali coba 20 ribu. " kata penjaga stand itu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku ambil dua kali! " Scharlete menyodorkan dua lembar uang dua puluh ribuan. Ketiga anak manusia itu kini sedang bermain di stand permainan kartu.


"Yakin kau, Schar? " tanya Mita.


"Tenang aja. Bagi bagi kalau dapet, Schar! " Dian menjawab Mita.


"Wokeh!! Traktir sosis bakar aja, ya! " Scharlete mengacungkan jempol.


Penjaga stand itu mulai mengocok kartu kartu ditangannya. "Silahkan dipilih." Penjaga stand itu menyusun kartu kartu itu di depan Scharlete. Scharlete tanpa banyak berpikir langsung memilih dengan yakin.


"Ini." Scharlete menyodorkan dua buah kartu hasil pilihannya.


"What?! " penjaga stand itu terkejut karena kedua kartu itu masing -masing bertuliskan jackpot.


"Menang kan! " Scharlete menyombongkan diri.


"Halah. Kalau gitu aku juga bisa." Mita tak terima.


"Yaudah. Coba aja! " Tantang Scharlete sambil mengambil uang hadiahnya.


"Siapa takut! " Mita langsung menerima tantangan dari temannya itu.


"Hah?? " Mita tampak tak bernyawa melipat kartu pilihannya bertuliskan zonk.


"Kau melihara jin ya? " Mita menunjuk ke arah Scharlete.


"hihihi. Itu namanya insting tau! " Scharlete tertawa.


"Cari makanan aja yuk!! " ajak Dian menunjuk stand stand makanan.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, dan klik favorit ya kalo suka!! Bantu vote juga donk. BUBYE !!


__ADS_2