![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Seperti yang kita tahu, sebentar lagi akan diadakan festival di sekolah. " Kata Bu Vana.
"Jadi... Tujuan kita masuk sekolah kali ini adalah untuk mempersiapkan festival. Nah... jadi, Ibu akan membagikan sebuah lembaran formulir lomba untuk setiap anak. Silakan kalian isi bagi yang berminat kemudian bisa langsung dikumpul pada anggota osis bagian acara yang ada di kelas kita. " Jelas Bu Vana .
"Selain itu kelas akan mempersembahkan sebuah pertunjukan. Dan tadi ibu sudah mengambil undian tadi. " Lanjut Bu Vana.
"Dan kabar yang lebih menggembirakan , kelas kita dapat dance. " Kata Bu Vana sambil mengedipkan matanya.
"Semangat ya!! " Kata Bu Vana melarikan diri dari hujatan anak muridnya.
"Bu, lain kali suruh kami aja yang ambil undian ... Seenggaknya lebih beruntung sedikit. " Kata Vian sambil menepuk dahinya.
"Tuh kan, bagus banget ramalan aku. " Kata Scharlete.
"Ajarin aku cara ngeramal dong. " Kata Dian.
"Gak bisa .Kau sangka aku ke dukun apa? ittu tuh berkat felling aku bagus aja. " Kata Scharlete menjawab memutar mutar jarinya .
"Oke... Semuanya kita tentuin dulu mau ngedance apa. " Kata Vian yang sudah berdiri di depan kelas.
"Eh... lagu ini gimana? " Tanya Eci pada Vian sambil menunjukkan HP miliknya.
"Boleh juga sih... " Kata Viona.
"Ada yang mau ngasih usul? " Tanya Vian. Seisi kelas hanya menggeleng.
"Yaudah lagu ini aja. untuk yang mengajar nya siapa? " Tanya Vian. "Bentar jangan bahas itu dulu... Kalo cuma satu lagu gini, Gak akan menarik. Selain itu gak mungkin kan sekelas langsung. Jadi lagunya tambahin satu lagu lagi aja. " Usul Sean. Akhirnya semua sepakat mengenai lagu.
__ADS_1
"Sekarang kita atur siapa yang mau mimpin dancenya. "Kata Vian. "Scharlete aja. " Usul Dian dengan niat mengerjai temannya itu, gantian. Scharlete yang dari tadi tertidur pulas terbangun "apa? " Tanyanya bingung.
"Iya, ya... di rumahnya banyak piagam lomba dance ama modeling. " Sahut Mita.
"Yaudah mohon bantuannya guru!! " Kata Sean mengejek.
"Bentar... bukannya aku sengaja gak mau. tapi, aku udah lama gak ngedance. " Kata Scharlete dengan muka sok kecewa.
"Gapapa... Gak mungkin kan bakat langsung hilang gitu aja. " Balas Viona santai.
"Kalo salah jangan marah, ya! " Kata Scharlete. Semua kelas pun mengangguk.
*/di aula sekolah
"Coba liat dulu. " Kata Scharlete. Viona menunjukkan dancenya.
"Contohin dulu bu guru. " pinta fani dengan ejekan guru tadi.
Scharlete pun melihat dengan seksama gerakan dancenya. Dia pun melepaskan jas seragam sekolahnya itu. Seketika seluruh warga kelas terkejut dan kagum melihat gerakan Scharlete yang sangat sempurna bahkan melebihi contoh video. Gerakannya sangat lincah. Setelah selesai seluruh kelas bertepuk tangan.
"Hah hah hah... " Nafas Scharlete ngos ngosan , dia kemudian memgambil botol minumnya untuk minum.
"Keren! "
"Mirip dancer profesional! "
"Rasanya tuh terharu ngeliatnya! "
__ADS_1
puji seisi kelas.
"Kok kau gak ikut lomba lagi? Sayang banget tau! " Scharlete pun hanya membalas pertanyaan Dian itu dengan senyuman.
"Oke ayo lanjut lagi!! " perintah scharlete. mereka semua pun berlatih dengan semangat.
**
"Hufft.... " Scharlete menghembuskan nafas dengan kasar sambil membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
'Sudah lama sekali aku ga ngedance sejak hari itu. gak disangka ternyata kaki aku udah baik baik aja .' Batinnya. Dia kemudian mengambil kaca dan berkaca. "Hihi... " Dia tersenyum melihat bayangan wajahnya itu di kaca.
"Kak ....Makan!! " Pekik ibunya dari dapur.
"Iya!! " balas scharlete berteriak.
-
-
-
-
-terimakasih atas dukungannya ya! mohon dukungan kedepannya juga, ya! thank you...
BUBYE!!.
__ADS_1