![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Kau mau tanya apa? "Tanya Fani dingin. "Ceritain semua kejadian setelah aku pergi,please!!" Pinta Imanuel. "Apa urusannya dengan orang yang udah ninggalin disaat dibutuhkan? " Jawab Fani ketus.
"Kau gak usah pura -pura baik sekarang deh! " Balas Imanuel "Untuk orang yang udah ngejauhin orang lain.. Kau tuh bener -bener keren. " Tambah Imanuel.
"plak " Sebuah tamparan dari Fani mendarat di wajah Imanuel. " Mending kau coba tanya sendiri ke scharlete. " Ucap Fani "Nih, aku kasih tau ke kau... scharlete 3 tahun sejak kau pergi masih mengingat kau. dia berharap kau bisa balik lagi. " Sambung Fani.
"Tapi setelah tiga tahun semenjak kau pergi terjadi pukulan yang sangat berat bagi dia. Disaat dia terpukul, dia paling berharap kau kembali tapi setelah tau kau kayaknya lebih nyaman disana, dia sudah merasa bahwa kau mati. Kau ingkar janji. Kau malah menambah pukulan untuk dia! " Sambung Fani dengan ada tekanan.
"tapi saat itu aku terpaksa... " Jelas Imanuel. "Jadi itu terserah kau, mau gimana mengatasi ini. Tapi, awas kalo kau melukai Scharlete lagi!" Kata fani sedikit mengancam. "Iya, aku akan berusaha! "Kata Imanuel semangat.
"Oh iya... Maaf soal yang tadi... "Ucap Imanuel."Itu sih tergantung kau bisa nenangin Scharlete lagi ato enggak. " Ucap Fani sambil pergi.
**di kantin
__ADS_1
"Ah.... Kenyang banget! " Kata Mita. "Kemana sih Fani? "Tanya Scharlete. "Gatau... Balik ke kelas yuk! " Jawab Dian. Mereka pun kembali ke kelas.
"Udah balik? "Tanya Fani. Scharlete pun mengangguk ."Eh... Btw jadi, kan nginep 3 harinya? " Tanya Dian. "Jadi dong!! " Jawab Scharlete antusias. "Baju udah diberesin semua? " Tanya Fani. "Tuh, liat! "tunjuk Mita pada paperbag yang digantung di samping meja Dian . " Oke, deh! " Kata Fani.
*sepulang sekolah
"Ayo masuk ke mobilnya! " Ajak Mita agar ketiga temannya itu ikut masuk ke dalam mobil nya itu. "Grep " Tiba -tiba sebuah tangan menggenggam tangan Scharlete yang hendak masuk. "Schar, boleh bicara... sebentar saja? "Tanya Imanuel.
"Cepetan mau bilang apa! "Kata Scharlete dingin. "Maaf... " Ucap Imanuel penuh sesal. "Maaf aku dulu ninggalin kamu... Maaf karena aku gak ada disana bersama kamu... Aku emang gatau apa yang terjadi selama aku pergi, tapi aku sudah ingkar janji. Maaf..." Jelas Imanuel.
"Kenapa... Kenapa kamu baru kembali sekarang? Kenapa gak kembali 3 tahun yang lalu? Kenapa baru kembali disaat aku udah hampir melupakan sosok mu? "Tanya Scharlete dengan air mata yang bercucuran tanpa sadar sambil memeluk erat Imanuel.
"Maaf... Maafin aku, aku ada alasan yang tak dapat kuberi tahu. "Kata Imanuel sedih. "Sekarang limpahkan semua kebencian kau ke aku. Tapi tolong maafin aku. " Sambungnya sambil menghapus air mata Scharlete. Namun Scharlete tidak menjawab dan melepaskan pelukannya itu. Kemudian scharlete pergi meninggalkan Imanuel.
__ADS_1
"Awww....So sweet banget! " Pekik Mita dalam mobil. "Huhuhu... Aku terharu... Tapi belum setuju Scharlete nya. " Tambahnya lagi "Dramatis amat sih? " Kata Fani. Mereka bertiga sedari tadi menonton mereka berdua. Setelah melihat Scharlete berjalan menuju ke mobil, mereka pun yang awalnya menonton terburu -buru untuk berpura -pura tidak melihat. "Bruk "
"Kalian kenapa sih? " Tanya Scharlete yang melihat fani dan dian terjatuh dan duduk di bawah kursi mobil. " Tadi ada kecoa... Biasa lah Dian gimana? " Jawab Mita berpura -pura tenang. "Hehehe... " Dian cengengesan. "Ohhh. ..Oke. " Kata Scharlete. Kemudian sepanjang perjalanan Scharlete terus tersenyum puas.
"Kau kerasukan apa sih? " Tanya Fani yang bingung.
-
-
-
-
__ADS_1
- mohon dukungannya ya!!