![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Kau! " Teriak Dian. Dian bertemu dengan mantan pacarnya. Entah kenapa sebulan yang lalu mereka tiba tiba putus, alasannya pun tak terlalu diketahui Scharlete.
"Eh wah ada cicak goreng nih. " Ujar Fani dengan nada mengejek. "Wah aku sial banget ketemu sampah disini. " Ujar Kevin yang merupakan mantan Dian itu. "Kau!! " Teriak Scharlete terpancing kesalnya. Dari awal dia sudah memiliki perasaan tidak suka yang aneh terhadap Kevin.
"Udahlah " Kata Mita menenangkan, bisa bisa telinganya ternodai lagi gara gara perdebatan Scharlete dan Kevin yang selalu diakhiri perkataan Fani yang "waw" nya luar biasa. Mereka pun pergi meninggalkan Kevin yang tampak sedikit kesal.
"Hihh... Sial banget sih. " Kata Dian. "Udahlah, cuy. " Kata Fani menenangkan temannya sambil berjalan.
*Di rumah scharlete
" Kau kejam ...Kau pergi saat aku butuh kau. kenapa kau pergi ? Aku benci" Ucap Scharlete duduk di atas kasur memeluk bantal gulingnya.
"Kak... kesini! " Teriak Sania ibunya.
"Ck lagi sedih sedih disuruh dinas lagi. " Gerutunya.
"Iya buk!" Balas Scharlete sambil pergi menemui ibunya ke lantai bawah. "Sini, potong bawang! " Perintah ibunya. "Yah... " Gerutu Scharlete. "NATANIA SCHARLETE! Cepetan ,males banget sih?! " Tambah mamanya itu. "Iya iya " Kata Scharlete.
Scharlete agak malas ke dapur akhir akhir ini. Alasannya? Pembantu rumah mereka sedang pulang kampung dan ibunya yang mamasak. Yang biasanya ke dapur tinggal makan malah disuruh potong bawang, cuci sayur, dan sejenisnya.
Scharlete kan benci kotor, mau gimana? Ditambah dia pernah melihat Bi Naji membersihkan ikan dan nampak kotorannya, saat itu juga dia langsung merinding.
**selang beberapa waktu
"Ma... Udah. " Kata Scharlete. "Mandi sana " Suruh ibunya. "Nanti " Tunda gadis itu. Gadis ini walau tak suka kotor tapi malas mandi kalau menurutnya dia bersih, anehnya anak orang...
__ADS_1
"Sekarang atau mau panggil papa suruh ambil ikat pinggang? " Ancam ibunya. "Mama kan baek, selow dong. " Bujuk Scharlete. Dia pun pergi mandi dan kemudian makan malam dengan keluarganya.
"Oh iya, pa boleh ikut lomba gak? sekolah bentar lagi ada acara . Boleh ya. " Bujuknya. "Oh iya bentar lagi kakak ada PTS kan" Kata mamanya.
"Belajar dulu aja... Awas kalo ada yang nilainya turun! " Tambah ibunya. "Kalo Scharlete dapat nilai bagus diatas 90 semua boleh ikut lombanya ya!" Bujuk Scharlete.
"Terserah kamu aja deh " Kata Robert papanya. "Yes!! " Seru Scharlete.
Jurus andalan : minta izin di depan papanya.
*esok harinya
"Hai kelas!! " Teriak Scharlete menyapa kelasnya yang masih tak berpenghuni itu. Tentunya dengan suara menggelegar yang tak kalah dari Dian.
Setelah melihat kelasnya kosong, dia pun seperti biasanya langsung turun ke taman sekolah untuk duduk di bawah pohon yang daunnya sedang berguguran kemarin. "Pohon kangen aku gak? " Ujar gadis itu.
Sean lumayan dekat dengan Scharlete karena dia sering mengikuti olimpiade sama seperti Scharlete. Faktor lainnya adalah Sean merupakan kakak kembar dari Dian.
"Yang bagus daunnya yang jatuh... " Jawab Scharlete melihat ke atap pohon maple dengan daun memerah itu. Aneh kan, pohon itu sudah berada disitu sejak dulu kala.
"Emang apa bagus nya daun yang lagi gugur? " Tanya Sean lagi. "Hahh... Orang hati batu gak bakal ngerti. Gimana jadi ngejelasinnya? " Jawab Scharlete mengejek.
"Udahlah bikin kesel aja. " Ucap sean kesal sambil berjalan pergi. "Bubye ketos! " Kata gadis itu. "Hei kalo dia udah pulang kasih tau aku ya! " Bisik Scharlete ke pohon. Dia pun pergi ke kelasnya.
"Hah capek sumpah naik turun 4 lantai. " Kata Scharlete pada Mita yang sudah datang. Kelas mereka pun sudah mulai ramai.
__ADS_1
"Kau ngapain juga tiap pagi ngedatengin pohon itu? "Tanya Mita. "Ta... Kau tau gak? " Tanya Scharlete dengan memasang wajah serius. "Apaan? " Tanya Mita penasaran. ,
"Coba kau tanya Fani aja deh. " Kata Scharlete. "Kok kau bikin kesel nya kebangetan sih?" Kata Mita kesal. "hahahahaha " Scharlete menertawakan Mita. "Ih.. serius tau! " Kata Mita.
"Serius apaan? "Tanya Fani. "Nah Fan, aku mau tanya. " Kata Mita pada Fani yang barusan datang. "Jangan jawab fan. " Suruh Scharlete. "Tanya apa? " Tanya Fani. "Kenapa scharlete tiap luang dia pergi ke pohon itu? " Tanya Mita sambil menunjuk pohon itu.
"Kisah itu, ya? " Kata Fani. "Kisah apaan, Fan. cepetan cerita!" Kata Mita tak sabar. "Gak papa nih, Schar? " Tanya Fani pada Scharlete dengan muka cemas. "Udah lah, cerita lama juga. " Kata Scharlete meyakinkan.
Scharlete pun menatap ke luar jendela. "Jadi cer-" Perkataan Fani terpotong . "Cerita apa, sih? serius amat. " Kata Dian sambil duduk di kursi depan Scharlete.
"Cerita Scharlete ama pohon yang daunnya lagi gugur itu. " Jawab Mita. "Ih, aku kan juga penasaran, lanjut lanjut. "Pinta Dian. Fani pun menatap scharlete yang sedang melihat ke luar jendela itu lalu mulai bercerita. "Jadi dulu tuh Scharlete ada deket dengan cowok. "Kata Fani. "HAH??!! " Teriak Mita dan Dian.
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
mohon dukungannya ya... boleh tinggalkan kritik di bawah. semoga suka. jangan lupa klik jempol dan lovenya ya...
BYE!!