A Falling Memory [Belum Direvisi]

A Falling Memory [Belum Direvisi]
Baikan


__ADS_3

"Hei! Tanggung jawab kau ... Perbaiki kuncir rambut kami berdua!" Kata Dian yang tengah berjalan memasuki kelas yang mulai ramai pada Scharlete yang tengah duduk menghadap jendela .


"Iya iya, sini! " Kata Scharlete.


"Eh,btw ini Miranda ." Kata Scharlete mengenalkan teman lamanya itu sambil menguncir rambut Dian.


"Fani " Kata Fani sambil menjulurkan tangannya.


"Mita " Kata Mita memperkenalkan diri pada miranda. miranda membalas uluran tangan mereka berdua.


"Eh, Mir tau gak ?" Tanya Scharlete


"Gak! " Jawab keempat orang itu serempak.


"Ya makanya dengerin dulu! " Kata Scharlete


"Fani juga dari SD 4 loh... " Lanjutnya.


"Udah tau tuh! " Balas Miranda. Mereka sebelumnya pernah bertemu saat SD.


"Udah nih! " Kata Scharlete sambil memanyunkan mulutnya kesal.


"Aku ke ruang guru dulu ya! bye! " Kata miranda melambaika tangan dan pergi keluar. "Btw... Kau gak jadi ke pohon? " Tanya mita.


" oh iya ya... aku pergi dulu bentar yak, nanti pohonnya kangen! Sepatah dua patah kata dari saya, ga usah akrab banget sama dia." Dia pun berdiri.


"Sekalian barengan aja deh, kita kan masih ada 30 mnt sebelum bel, jadi skuy! " Ajak Dian. "Bentar aku ambil buku dulu! " Kata Scharlete


"Bruak! " Bunyi Scharlete yang menabrak sebuah dada bidang di depan pintu. "Auch, sakit... " Ucapnya. "Gapapa kan? " tanya Imanuel yang tadi bertabrakan dengannya.


" gapapa. " Jawab Scharlete.


" Emmm...Jadi kalian gimana? " Tanya Dian.

__ADS_1


" Gimana apanya? " Tanya mereka berdua serentak.


"Udah baikan? " Tanya Fani langsung.


Mereka kemudian menoleh satu sama lain.


"Udah " Jawab mereka serentak dengan wajah merona . Imanuel hanya tersenyum bahagia sambil duduk ditempatnya yang berada di belakang tempat duduk Scharlete.


"Haduh.... " Kata ketiga sahabat Scharlete itu.


" Yah, guys, akhirnya selesai permasalahan mereka... " Kata Mita.


"Jadi gimana nih, rencananya... Mau kencan? " Tanya Dian menggoda.


"Apaan sih? " Tanya Scharlete malu


"Gak ada niat gitu tau! " Kata Scharlete lagi.


" Yah... Kalo kelamaan nanti kepisah lagi loh..." Kata Fani mengejek.


"Hih... kok muka kau kayak mau ditampar tau gak sih? " Kata Mita yang sedang gemas sambil mencolek pipi scharlete.


"Spasih... Orang lagi serius juga! " Kata Scharlete.


"Tetep aja gemes adek let let imut sih! " Kata Mita.


"Terimakasih atas pujiannya " Balas Scharlete dengan muka datar.


Keempat gadis itupun tertawa bersama.


**


"Mau ke festifal di sekolah sebelah gak? " Tanya Imanuel sambil menarik narik rambut panjang ikal milik Scharlete.

__ADS_1


"Terserah sih, tapi aku lagi nginep di rumah mita... jadi otomatis mereka bertiga ikut juga." Jawab Scharlete sambil membereskan buku bukunya untuk pulang.


"Kalo gitu aku ajak Evan, Vito, ama Sean juga deh... Gak mungkin aku cowok sendirian. " Ujar Imanuel. " Oke kalo bareng Sean, Kau bilang ke dia jemput langsung ke rumah Mita aja. " Jelas scharlete.


" Siap buk!! " Jawab imanuel sambil hormat ala tentara pada Scharlete.


Mereka pun tertawa bersama lagi seperti dulu, dan mungkin hubungan mereka pun pulih kembali.


"Plis deh... Aku jadi obat nyamuk, ya!"Kata Fani.


"Ada Vito tuh nganggur " Kata Imanuel.


"Manggil aku? " Tanya Vito heran .


"Gak.... Fani tadi bilang kamu mirip kecoa yang sering dimainin Dian. " Ejek Scharlete sambil terkekeh.


**


"Huh, gak kerasa kamu udah hampir sebulan disini ya! " ucap scharlete yang sedang bermain ayunan yang ada di pohon itu. " Yah, gitulah... Bentar lagi juga mau PAS, ya! " kata imanuel yang tengah duduk di bawah pohon .


"Mau taruhan lagi gak, yang dapet juara 1 dalam total nilai PAS dia menang. " Kata Scharlete


"Gak masalah kok kalo kamu mau dikalahin aku lagi. " Jawab Imanuel bangga.


"Awas ya, kalo aku menang kamu harus turutin perintah aku 2 hari! " Tantang Scharlete. "Oke, deal. " Balas Imanuel


Scharlete pun belajar lebuh keras lagi. Fani, Dian dan Mita pun terkejut karena biasanya Scharlete selalu santai dan hanya belajar sehari sebelum ulangan. Fani merasa kembalinya Imanuel telah banyak mengembalikan sisi Scharlete yang sudah lama hilang.


-


-


-

__ADS_1


-


-thanks ya untuk dukungannya mohon dukungan untuk kedepannya juga ya! THANK YOU!!


__ADS_2