![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Eh... Sean, cerita kemarin udah dikirim? " Tanya Dian pada Sean yang kini tengah berjalan disebelahnya. Mereka berdua baru usai makan di kantin.
"udah... yah, semoga menang. Kan mayan hadiahnya. " jawab Sean .
"Hadiahnya bagi bagi, ya! Aku kan yang ngasih ide." Kata Dian sambil mencondongkan kepalanya menghadap Sean
"iya iya. " kata Sean sambil menekan kepala adiknya itu ke belakang.
"Ketos! Ada yang rame tuh depan 11.5 " Patricia yang merupakan bendahara osis itu berlari menghampiri Sean.
"Ikut!! " kata Dian mengikuti mereka berdua.
"Eh, itu Scharlete dengan Fani kan. " kata Dian saat mereka mendekati lokasi tujuan.
"Hih.... Serem amat si Scharlete. " Imbuhnya lagi.
"Scharlete!! " Sean memanggil Scharlete.
"Dian, Sean, Cia!! " Scharlete menyahuti mereka. Dia kemudian menghampiri mereka bertiga sambil menarik tangan Fani.
"Wah, keren!! Setiap mantan ada panggilan buatan Scharlete semua! " kata Dian dengan mata berbinar.
"Ih... Nitip Fani dulu, ya! Mau pipis. " kata Scharlete mengangkat tangan Fani yang digenggamnya itu.
"Tata tata tati tutu mau pipis dulu. " Lanjut Scharlete sambil melambaikan tangannya.
"Sumpah. Padahal barusan kagum sulit sama dia, tau tau udah kumat setressnya. " kata Fani menepuk jidat.
"Kau gapapa Fan ?" tanya Patricia.
"gapapa Cia. " jawab Fani tersenyum tak ingin orang khawatir. Fani walaupun sejudes apapun selalu lemah terhadap yang logonya "cinta " . Aneh, kan?
"Udah, ya! Aku ngeberesin disitu dulu. " Kata Sean tertarik pada tugas barunya .
"Wokeh! " jawab Dian.
"Kau sih, pacaran sama Otak Udang. " Ucap Dian mengejek.
"Padahal dianya mantan si Cicak Goreng, tapi ngejek orang. " Balas Fani tak mau kalah.
*disisi lain
__ADS_1
"Hachiu ... Banyak banget sih yang kangen aku" Kata Kevin.
"Yang ada lagi nyumpain kau, narsis! " Jawab Scharlete ketus sambil melewati Kevin untuk pergi ke toilet.
**
"Mana sih, Arlete?Perasaan tadi udah janjian." kata Imanuel yang kini tengah menunggu di bawah 'pohon'. Seorang gadis kemudian menghampiri Imanuel sambil berlari.
"Dari mana ,buk? " tanya Imanuel yang melihat Scharlete ngos-ngosan .
"Bentar. Capek, ambil nafas dulu. " jawab Scharlete sambil mengambil nafas dan berjalan untuk duduk di sebelah Imanuel.
"Abis dari mana sih? Sampai lari lari gitu. " Tanya Imanuel sambil menolehkan wajahnya ke arah Scharlete yang sedang duduk di sebelahnya itu.
"Tadi waktu mau kesini ,aku ketemu sama Fani, Peter, dengan Miranda. " jawab Scharlete sambil mengambil sebuah daun yang gugur.
"Trusss.. " Imanuel semakin mendekatkan wajahnya karena penasaran.
"Tau ga sih, si Peter itu udah salah selingkuh, tapi malah nyalahin Fani. Lebih lucunya lagi alasan dia selingkuh gara gara dia gamau dibanding banding dengan si Fani yang anak kelas 11.1" Jelas Scharlete kesal.
"Tambah lagi, selingkuhannya itu si Miranda. Abis itu si Miranda nampar muka Fani. " Scharlete mengambil nafas sejenak.
"Ya aku kesel lah. Untung aja dia gak ku cabik mukanya. " tambahnya lagi sambil membalikkan wajahnya kesal ke arah Imanuel
"deg deg " jantung Scharlete rasanya mau melompat keluar. Scharlete langsung memalingkan wajahnya yang merona itu.
'sumpah... kayanya aku ada masalah jantung kali ya??' batin Scharlete.
"Kayanya udah mau bell.... Masuk ke kelas aja, yuk! " ajak Imanuel sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan wajah merona. Scharlete merasa bahwa dia sangat imut.
"Malu ya? " tanya Scharlete dengan nada menggoda dan senyum jahilnya.
"Apaan sih? " Imanuel berpura pura tenang kemudian berdiri.
"hihi " Scharlete menertawakan pacarnya itu. Namun, bila dibilang pacar, mereka malahan tetap bersikap seperti teman biasa.
*/
"Siapa ya, yang katanya mau ke toilet tadi. " kata Dian mengejek Scharlete yang baru masuk ke kelas bersama Imanuel.
"Hehe " Scharlete hanya cengengesan.
__ADS_1
"Pipi Fani apa kabar? " tanya Scharlete mencoba mengalihkan topik.
"Udah mendingan. " jawab Fani santai.
"Sumpah dah, tu otak udang lebih parah dari cicak goreng! Bikin kesel banget! " Sahut Scharlete.
*disisi lain.
"Hachiu... aku ini lagi flu atau apa sih? Banyak banget sih yang kangen. " kata Kevin mulai heran.
*
"Emang cocok panggilnya otak udang. " sahut Mita sambil memberi jempol.
"Tapi Miranda itu teman kau kan? kok gitu sih? Heran aku. Bener deh, sekarang nambah gasuka sama dia. " kata Dian heran.
"Plis deh, guys.... Dia tuh emang aslinya gak baik. Cukup sekali aku dengan Fani dibodohi oleh dia. " jawab Scharlete seolah olah dari dulu dia tidak menyukai Miranda.
"Eh eh eh!! " kata Fani heboh memanggil mereka.
"besok minggu temenin cari novel yuk! " ajak Fani.
"Boleh, sih. Aku tanya mama dulu. " balas Scharlete.
"Wokeh!! " sahut ketiga temannya.
"Aku tanya mama dulu. " Imanuel meniru Scharlete dengan nada mengejek sambil memainkan rambut panjang Scharlete dari belakang gadis itu.
"tak " bunyi suara kepala Imanuel yang dijitak Scharlete.
-
-
-
-
-jangan lupa like, dan klik favorit ya kalo suka! tolong bantu vote ya! THANKYOU!!
Nih, bagi yang penasaran gimana wujud 'pohon' dan daerah belakang sekolah Scharlete.
__ADS_1
Jadi ada ayunannya gitu loh.