![A Falling Memory [Belum Direvisi]](https://asset.asean.biz.id/a-falling-memory--belum-direvisi-.webp)
"Huh... Akhirnya bisa rebahan. " Ucap Scharlete sambil merebahkan dirinya di atas ranjangnya.
"eww... Kotor." kata nya lagi sambil spontan bangun dari rebahannya itu.
Scharlete kemudian berjalan menuju lemari yang bercat abu abu di sisi kiri kamarnya. Dia kemudian menggeser salah satu pintu lemari itu. Nampak tumpukan seprai ranjang dengan berbagai warna yang sudah dilipat dan disusun rapi. Scharlete kemudian memilih sebuah seprai berwarna abu abu dari dalam lemari itu.
"Bantal juga kali ya?". Scharlete membungkukkan badannya dan melihat rak yang ada di bawah rak seprai tadi. Dia kemudian mengambil sarung bantal yang warnanya sama dengan seprainya tadi .
Scharlete kemudian berjalan lagi menuju ranjang nya tadi kemudian melepas seprai yang sebelumnya terpasang pada ranjang itu lalu memasang yang baru. Begitu pula dengan bantal dan gulingnya.
Setelah menyelesaikan kegiatannya tadi, Scharlete berjalan keluar kamar untuk menaruh seprai kotor tadi ke mesin cuci. Setelah masuk mengunci pintu kamarnya, dia menuju pada pintu yang terletak di sudut kamarnya. Scharlete mengambil handuk yang tergantung di dinding sampin pintu itu kemudian langsung memutar knop pintu dan masuk ke dalamnya.
"Ckck. Emang dah, untung ada Mita. Kalo ga bisa setress aku. " gumam Scharlete sambil membuka bajunya.
Flashback
" Astagfirullah, jadi awalnya kau dikenalin ama ni anak keliatannya bersih banget, imut banget. Tau tau nya waktu udah dititipin sama kau anaknya ileran. Trus kau ga mau pegang. Tapi dianya nakal abis itu guling gulingan. Kau cemas tapi ga mau pegang gara gara liat ilernya. " Kata Fani mengambil kesimpulan dari cerita sahabat SD nya itu. Scharlete hanya mengangguk.
"Ckck, Gimana mau jadi emak kalo kau nya aja jijikan banget. " Mita berdecak sambil terus bermain dengan Millo yang ada dipangkuannya.
"Haduh... Orang misofobia gini nih. " kata Dian sambil menyenderkan dirinya pada bangku yang sedang didudukinya. Kini mereka berempat sudah berpindah lokasi dari kamar Scharlete menjadi ke ruang tamu.
__ADS_1
"Makanya kasihanilah saya, Tolong bantu jaga Millo. " bujuk Scharlete dengan muka memelas.
"Yang kasian itu Millo bukan kau tau! " balas Fani ketus.
"Ya makanya. Kan kasian. " Scharlete terus membujuk.
"Yah, padahal rencana mau ngedate sama Evan. Gimana nih, awalnya mau makan siang bareng. " Kata Mita seperti memberi syarat pada sahabatnya itu.
"Aku pesenin makanan deh! " Scharlete terus membujuk.
"Kalo gitu aku ikutan! " kata Dian semangat.
Flashback off
"ck ck lain kali ga mau ngurusin bayi kaya gini lagi. Mau mati. Rasanya kotor semua. " ucap Scharlete dalam hati sambil memakai piyama berwarna peach.
"El lagi apa ya? " gumam Scharlete sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Setelah sekiranya rambutnya tidak terlalu basah lagi, dia mulai menyisir rambutnya di depan kaca di samping lemarinya.
Scharlete kemudian berjalan menuju sisi kanan kamarnya melewati ranjangnya kemudian membuka pintu balkon yang ada di sisi kiri kamarnya lalu berjalan memasuki balkon.
"Telpon aja kah? " tanyanya pada diri sendiri sambil memandangi langit luar yang gelap dan hanya dihiasi bulan dan beberapa bintang "Telpon ajalah. " jawabnya kemudian berjalan memasuki kamarnya lagi untuk mengambil Handphone nya yang tadi diletakkannya di atas nakas sebelah ranjang.
__ADS_1
"Halo, El. Lagi apa? " tanyanya berbicara di telepon sambil berjalan lagi menuju balkon.
"Lagi ngangenin kamu. " terdengar suara Imanuel keluar dari Handphone Scharlete.
"Apaan sih? Gajelas! " Balas Scharlete dengan muka memerah.
"Loh, bener kok. Arlete kenapa nelpon? Kangen kan? " goda Imanuel.
"Hih, udah ah. Nyebelin. "Scharlete kesal.
Hanya terdengar tawa Imanuel sebagai balasan dari ucapannya tadi.
"I Love You. " Bisik Imanuel lewat telepon.
"Too. " balas Scharlete.
"Ah udah. Good night!! " Scharlete buru buru menutup panggilan itu karena malu.
"Dasar gila! " Kesalnya yang diungkapkannya pada Handphone nya. Dia kemudian berjalan masuk ke kamar kemudian menutup pintu balkon.
"Tidur aja. Gausah mikirin orang gangguan." katanya sambil mematikan lampu lalu membaringkan dirinya untuk tidur.
__ADS_1
Hallo, kangen ga?
Jangan lupa like, komen, dan vote ya!! BUBYE!!