ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Kemarahan Frans


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Kiara benar-benar menghajar keempat anak buah Frans,begitu juga dengan Arya yang sudah membuat kedua anak buah Frans yang selalu mengikuti Kiara tumbang.


"Sudah Kiara,ayo aku antar kamu pulang," ucap Arya.


Kiara pun perlahan mengikuti Arya dan masuk kedalam mobilnya Arya.


"Kamu hebat sekali Ra,aku ga nyangka kalau kamu juga jago beladiri," seru Arya.


Kiara tidak menjawab dia hanya fokus kepada tangannya yang terluka dan masih mengeluarkan darah.


"Astaga Ra,tangan kamu terluka kita ke Rumah Sakit ya!" Arya terlihat panik.


"Tidak usah,aku mau pulang saja," jawab Kiara dengan dinginnya.


"Tapi tangan kamu terluka Ra."


"Aku bilang,aku mau pulang saja."


Arya tidak bisa berkata-kata lagi,meskipun dia khawatir dengan keadaan Kiara tapi dia juga tidak mau memaksakan kehendak.


Sementara itu Boby dan Riki sudah berada dirumah Al menunggu kedatangan Arya karena memang pada saat iti Arya sudah janjian dengan ketiga sahabatnya itu untuk berkumpul di Rumah Al.


"Si Arya kemana sih lama banget?" seru Boby.


"Iya ga biasanya dia telat,mana panggilanku ga diangkat-angkat lagi bikin khawatir aja," sahut Riki.


Disaat ketiga sahabatnya sedang khawatir menunggu kedatangan Arya,tidak lama kemudian mobil Arya pun sampai didepan rumah Al.


Mereka sangat terkejut saat melihat Kiara keluar dari mobil Arya sembari memegang tangannya yang terus mengeluarkan darah.


"Woi,jangan pada ngelihatin ayo bantuin aku," teriak Arya.


Ketiga sahabatnya itu menghampiri Arya dan Kiara,Kiara langsung duduk diteras rumahnya dengan meringis kesakitan.


"Ini kenapa Ya?" tanya Al panik.


"Nanti saja jelaskannya,tolong obati dulu luka Kiara," jawab Arya.


Alex yang mendengar keributan didepan rumahnya langsung keluar dan betapa terkejutnya Alex saat melihat Kiara wajahnya sudah pucat.


"Astagfirullah Kiara,kamu kenapa Nak?" tanya Alex.


"Om apa Om punya kotak P3K,kita obati dulu luka Kiara," tanya Al.


"Ada sebentar saya ambilkan dulu," Alex segera berlari mengambil obat-obatan yang ada dirumah.


"Ra,sebaiknya kita ke Rumah Sakit," seru Al.


Kiara hanya mampu menggelengkan kepalanya lemah,wajah kiara sudah pucat apalagi seharian dia belum makan sama sekali.


Disaat tadi baru saja Kiara makan beberapa suap Kiara harus segera mengejar Arya ditambah tenaganya terkuras setelah berkelahi dengan empat orang anak buah Frans.


Alexpun datang dengan membawa kotak P3K yang selalu ada dirumahnya,dengan telaten Al mengobati luka Kiara walaupun Kiara dalam kondisi yang lemah Kiara masih bisa memperhatikan wajah Al yang dengan serius sedang mengobati dirinya.


Seketika Kiara mengangkat ujung bibirnya walaupun cuma sedikit.


"Kamu tahan ya,ini akan sedikit terasa perih," seru Al.


Al mengoleskan cairan antiseptik untuk menghentikan pendarahannya,Kiara tampak menggigit bibir bawahnya dan mengerutkan keningnya menahan perih dan sakit.


Al dengan cepat segera membalut luka Kiara dengan perban,untung saja lukanya tidak dalam cuma cukup bisa mengeluarkan banyak darah kalau tidak segera diobati.


"Terima kasih ya Nak Al," seru Alex.


"Iya Om sama-sama."


Disaat Kiara mencoba untuk berdiri,tiba-tiba kepalanya pusing dan penglihatannyapun gelap seketika Kiara pingsan tapi dengan sigap Al menangkap tubuh Kiara karena posisi Al saat ini paling dekat dengan Kiara.


"Ya Alloh Kiara..." seru Al dengan menepuk-nepuk pipi Kiara.


"Kiara..Al sebaiknya kita bawa Kiara ke Rumah Sakit," sahut Alex.


"Boby siapkan mobil."


"Ok."


Akhirnya mereka pun membawa Kiara ke Rumah Sakit,wajah Kiara tampak pucat sekali sementara Alex sangat khawatir dengan keadaan Kiara sampai-sampai Alex sempat meneteskan air matanya dan cepat-cepat dia menghapusnya.


Sesampainya di Rumah Sakit,Kiara langsung mendapat penanganan dari Dokter,Alex dan keempat pria tampan itu dengan setia menunggu Kiara dikursi tunggu.


Tidak lama kemudian Dokter pun keluar dari ruangan rawat Kiara.


"Bagaimana Dok keadaan anak saya?" tanya Alex.


"Puteri Bapak tidak apa-apa,cuma dia kelelahan saja dan dia juga sepertinya belum makan dan itu yang membuat Puteri Bapak pingsan,kalau begitu saya permisi dulu," Dokterpun meninggalkan semuanya.


Alex dan keempat pria itu masuk kedalam,Kiara terlihat sedang tertidur akibat obat yang diberikan oleh Dokter.


"Ya ampun Nak,kenapa kamu sampai belum makan segala sih," gumam Alex dengan terus mengelus kepala Kiara.

__ADS_1


Keempat pria tampan itu duduk disofa dan Alex pun memutuskan untuk ikut bergabung dengan mereka.


"Ya,sebenarnya apa yang sudah terjadi?" tanya Al.


"Tadi disaat aku mau pergi dari Restoran,aku melihat Kiara sedang makan sedirian dan aku memutuskan untuk menyapa dia tapi kayanya dia ga mau diganggu jadi aku memilih untuk pergi saja dari Restoran itu,tapi ada yang aneh didepan Restoran itu ada dua orang berpakaian serba hitam dan sedang memperhatikan Kiara," jelas Arya.


"Dua orang berjas hitam,siapa mereka?" tanya Alex.


"Mereka adalah anak buahnya Frans Wild Blood Om,Frans sengaja menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana pun Kiara pergi," jawab Al.


"Apa?tapi untuk apa mereka mengikuti Kiara?" tanya Alex bingung.


"Kalau menurut dugaan aku sih,Frans itu suka sama Kiara dan Frans tidak mau ada laki-laki yang mendekati Kiara makannya Frans memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Kiara," jelas Al.


"Oh pantas saja," sahut Arya.


"Maksud kamu apa Ya?" tanya Riki.


"Mungkin kedua orang itu melihat aku tadi mendekati Kiara,makannya aku di hadang oleh empat anak buah Frans," sahut Arya.


"Apa?jadi tadi kamu----?" ucapan Boby terpotong.


"Iya,tadi aku dihadang oleh empat orang berjas hitam yang sama dengan orang yang mengikuti Kiara,untung tadi ada Kiara yang nolongin aku kalau sampai tadi Kiara ga ada, aku kayanya sudah mati soalnya salah satu dari mereka mambawa pisau dan kayanya pisau itu menggores tangan Kiara," jelas Arya.


"Wow,Kiara bisa berkelahi?" tanya Riki tidak percaya.


"Kiara jago beladiri Rik,aku aja sampai melongo melihatnya,tapi yang membuat aku aneh keempat orang itu tidak ada yang mau melawan ataupun membalas pukulan Kiara,mereka seolah takut."


"Om kalau boleh tahu,kenapa Kiara begitu dingin dan menutup diri untuk orang lain?" tanya Boby.


"Kiara mempunyai trauma masa lalu,sebenarnya dia orang yang ramah dan ceria tapi suatu kejadian mengubah kepribadian Kiara menjadi dingin,introvert,dan menutup diri dari dunia luar,Kiara tidak percaya kepada siapapun apalagi orang yang baru dia kenal," jelas Alex.


"Suatu kejadian...kejadian apa itu Om?" tanya Al.


"Maaf Al,Om tidak bisa bilang kepada siapapun ini terlalu riskan dan sangat pribadi," sahut Alex.


"Oh ok,gapapa kok Om."


***


Sementara itu di Markas "THE BLOOD",Frans terlihat sedang memukuli keenam anak buahnya yang sudah gagal menghabisi Arya bahkan yang membuat Frans marah besar,Kiara harus terluka karena akibat kecerobohan anak buahnya itu.


"Aku sudah bilang kalian jangan pernah sentuh Kiara sedikitpun,dan sekarang kalian malah membuat Kiara terluka dasar bodoh," bentak Frans.


"Maaf Tuan,saya tidak sengaja kami tidak tahu kalau Nona Kiara akan datang dan menyelamatkan laki-laki itu," ucap salah satu anak buahnya.


Dor..dor..dor..


Dengan sekali tembakan,Frans menembak keenam anak buahnya itu kali ini Frans tidak memotong-motong bagian tubuh anak buahnya itu karena Arya masih hidup ditakutkan kalau Frans memutilasi mayat itu,semua orang bakalan tahu siapa identitas pembunuh yang selama ini Frans sembunyikan.


Frans memang pintar,walaupun jiwa psikopatnya meronta-ronta tapi Frans menahannya.


Frans seperti orang gila dia tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Jack dan yang lainnya bergidik ngeri melihat kelakuan Bosnya itu.


Tidak lama kemudian Ponsel Al berbunyi,Al mengangkatnya dan Al tampak terkejut.


"Ok,aku akan segera kesana."


"Ada apa Al?" tanya Boby.


"Kita harus pergi sekarang," bisik Al.


"Om,maaf sepertinya kita harus pergi dulu ada urusan sebentar," seru Al.


"Oh iya,terima kasih ya Al terima kasih semuanya sudah nolongin Kiara."


"Iya Om sama-sama,kalau begitu kami permisi dulu," sahut Arya.


Keempat pria tampan itu pun pergi menggunakan mobil Al.


"Ada apa Al?siapa yang tadi nelpon?" tanya Arya.


"Teman kita,kayanya orang-orang yang tadi menghadang kamu semuanya mati," sahut Al.


"Apaaa..?" seru ketiganya serempak.


Sesampainya ditempat kejadian perkara,keempat pria tampan itu mengecek keenam mayat yang ternyata benar orang-orang yang tadi menghadang Arya.


Merekapun membuka satu persatu-satu mayat itu.


"Semuanya ditembak Al," seru Boby.


"Apa anggota badannya lengkap?" tanya Al.


"Lengkap tidak ada yang hilang satupun juga," jawab Arya.


"Tapi tidak ada sidik jari sama sekali," sambung Riki.


"Terus bagaimana kita mau menjebloskan Frans ke penjara kalau ga ada barang bukti sama sekali," seru Al.


"Cara membunuhnya sama dengan pembunuh misterius yang selama ini kita selidiki bersih tanpa sidik jari sama sekali,cuma yang membedakan kalau ini langsung di tembak kalau si pembunuh misterius ujung-ujungnya dimutilasi dan hilang beberapa bagian tubuh korbannya," jelas Riki.


"Ah sial..." Al tampak kesal dan geram.


***


Malam pun tiba,Kiara baru saja sadar dia terlihat mengerjapkan matanya berkali-kali matanya melirik kesegala arah ruangan yang sangat asing.


Kiara menoleh ke sampingnya,terlihat Alex yang sedang tertidur dengan posisi kedua tangannya dilipat diperut dan tubuhnya dia sandarkan dikursi.

__ADS_1


Kiara memperhatikan wajah laki-laki yang selama ini sudah merawatnya sampai melupakan urusan pribadinya.


Kiara sangat merasa bersalah karena selama ini Kiara selalu bersikap dingin dan cuek kepada Alex.


"Maafin Kiara Om," batin Kiara.


Kiara pun kembali tertidur karena memang masih malam.


Sementara itu disuatu jalan yang sepi,Frans sepertinya sedang mencari korban karena dia merasa penasaran tadi siang dia hanya bisa menembak anak buahnya tanpa berfantasi terlebih dahulu dengan tubuhnya.


Frans sengaja keluar dari mobilnya dan berjalan-jalan,seakan Dewi Portuna berpihak pada Frans seperti pepatah pucuk dicinta ulampun tiba.


Segerombol anak muda yang sedang mabuk disudut jalan,Frans pura-pura lewat seolah tidak menghiraukan mereka.


Salah satu dari mereka menghadang Frans dengan sempoyongan dan bicara ala orang mabuk.


"Mau kemana kamu?" tanyanya.


"Sepertinya kamu orang kaya,jaketnya pun merk mahal mana dompet kamu ayo serahkan semuanya atau kami akan membunuhmu," seru yang satunya lagi.


Frans mengangkat sudut bibirnya,kemudian dia mengambil pisau kecil yang selalu ada disaku jaketnya.


"Aaaaaaaa..." teriak si pemabuk itu.


Frans menusuka pisau kecil itu keperut salah satu orang yang maabuk itu,temannya yang melihat tersengkur ketanah memecahkan botol kosong bekas minunannya dan mengancam Frans dengan botol itu.


Namun apa daya,ketiga anak muda yang sedang mabuk itu harus meregang nyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan,ketiga anak muda itu bukanlah tandingan Frans apalagi mereka sedang mabuk.


Frans membunuh ketiganya dengan tidak manusiawi,Frans membayangkan Kiara yang sedang dekat dengan seseorang membuat jiwa psikopatnya semakin bertambah.


Frans tertawa terbahak-bahak ditengah malam yang sangat sunyi ini,setelah puas Frans pun meninggalkan tempat kejadian dengan ketiga korbannya.


Pagi-pagi sekali Al dapat informasi dari rekannya karena ditemukan mayat lagi,Al dan ketiga sahabatnya itu langsung ke TKP.


"Busyet dah,pagi-pagi sudah melihat kaya gitu mual aku," seru Boby.


"Iyuuuhhh sumpah enek."


Kondisi ketiga korban itu sangat mengenaskan dengan kepala hampir putus dan perut sobek dengan usus yang terburai keluar,tidak lupa mata mereka hilang.


"Sumpah,nyesel aku lihatnya," sambung Arya.


"Psikopat banget tuh orang,kalau dibiarkan terus menerus bisa menimbulkan keresahan di masyarakat untuk sementara buat pengumuman untuk masyarakat jangan dulu keluar malam-malam untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk," jelas Al.


Sementara itu di Rumah Sakit,Kiara sudah bangun dan Alex sedang berada di kamar mandi.


"Ra,hari ini Om libur kerja nemenin kamu saja disini," ucap Alex.


"Tidak usah,lebih baik Om kerja saja nanti Kiara biar nyuruh Sisi kesini lagipula kalau Om mau libur kerja,lebih baik istirahat dirumah karena Om sudah jagain Kiara dari kemarin," seru Kiara.


"Tapi----"


"Kiara tidak apa-apa Om."


"Ya sudah,kalau begitu Om pulang dulu kalau ada apa-apa cepat hubungi Om."


Kiara menganggukan kepalanya...


Alex pun memutuskan untuk pulang kerumah,sesampainya dirumah ternyata Alex sampai berbarengan dengan Al,kedua pria tampan berbeda generasi itu sama-sama turun dari mobil.


"Pagi Om."


"Pagi Al."


"Lho Om pulang?terus Kiara sama siapa di Rumah Sakit?" tanya Al.


"Sendiri,mungkin dia akan menyuruh Sisi untuk menemaninya hari ini Om harus kerja soalnya ada hal penting yang harus Om urus," sahut Alex.


"Oh gitu,ya sudah nanti Al sama yang lainnya ke Rumah Sakit deh buat nemenin Kiara," seru Al.


Alex menghampiri Al dan menepuk pundak Al.


"Al,Om tahu kamu adalah orang baik kalau boleh Om minta tolong,tolong jagain Kiara Om tidak tahu sampai kapan bisa berada terus disamping Kiara,kasihan dia di dunia ini hanya Om yang dia punya," seru Alex.


"Om tenang saja,Al pasti bakalan jagain Kiara untuk Om," Al tersenyum kearah Alex.


"Terima kasih Al."


Keduanya pun akhirnya masuk kedalam rumah masing-masing.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Hallo selamat pagi semuanya,jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2