
๐ช
๐ช
๐ช
๐ช
๐ช
Lima tahun kemudian....
"Papaaaa...huwaaaaaa...buku tulis Gea di sobek-sobek sama Glenn dan Gio!" teriak anak perempuan yang sekarang tampak kesal itu.
"Apa sih sayang, teriak-teriak?" seru Papa Gerrald yang baru turun dari kamarnya.
"Lihat Pa, buku tulis Gea di sobek-sobek."
"Ya ampun, Glenn, Gio, ga boleh gangguin Kak Gea belajar dong sayang."
Gerrald menggedong kedua baby twins itu yang saat ini berusia dua tahun. Kedua baby twins yang di beri nama Glenn dan Gio, terlihat sangat bahagia di gendong oleh Papanya.
"Sayang, dasi aku belum terpasang ini," seru Gerrald yang berada di belakang Gladis dengan menggendong si kembar.
Gladis yang sedang sibuk membuat sarapan menoleh ke belakang dan menggendong Glenn.
"Kok kamu yang gendong sih? Bram kemana?" tanya Gladis.
"Ga tahu, tadi Gea teriak-teriak soalnya buku tulisnya di sobek-sobek sama si kembar. Mana sekarang dia nangis lagi."
"Mamaaaa....buku tulis Gea sobek," seru Gea dengan deraian airmata.
"Ya ampun, Glenn, Gio kalian ga boleh gangguin Kakaknya dong, tuh lihat Kak Geanya kan jadi nangis," seru Gladis.
__ADS_1
Glenn dan Gio malah tertawa sembari bertepuk tangan tidak lupa ocehan-ocehan khas bayinya yang membuat Gea semakin pecah tangisannya.
"Lah, Gea kenapa nangis?" tanya Bram.
"Kamu kemana aja, Bram? lihat deh Glenn dan Gio sobek-sobek buku tulis Gea sampai dia nangis kaya gitu," sahut Gerrald.
"Ya ampun, maaf Tuan tadi aku kebelet pengen ke kamar mandi. Sini Glenn sama Gio main sama Paman Bram."
Bram mengambil si kembar dari gendongan Gerrald dan Gladis dan membawanya pergi.
"Sini, Papa gendong."
Gerrald menggendong Gea...
"Sudah dong jangan nangis, puteri cantik Papa jangan nangis nanti cantiknya hilang."
"Pokoknya Gea ga mau punya adik lagi, awas kalau Mama sampai hamil lagi," ancam Gea.
"Kok gitu ngomongnya? jangan ngomong kaya gitu dong, kalau punya banyak adik itu pasti rumah akan rame, Sayang," seru Gerrald.
Mama Gladis dan Papa Gerrald hanya tersenyum melihat tingkah puteri pertamanya itu. Papa Gerrald menciumi pipi gembul milik Gea saking gemasnya.
Setelah sarapan bersama, Papa Gerrald pun berpamitan pergi ke kantor bersama Bram sembari mengantar Gea sekolah.
Sementara itu, Mama Gladis sedang duduk-duduk di kamar si kembar sembari memperhatikan Glenn dan Gio yang saat ini sedang tertidur dengan lelapnya.
Gladis ingat, lima tahun lalu dirinya dan Gerrald sangat bahagia di karuniai anak perempuan yang sangat cantik. Puteri cantiknya itu sangat mirip dengan Papanya Gerrald, walaupun ia anak perempuan tapi ia sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau film action. Gladis takut kalau puterinya itu malah menuruni darah Gerrald yang notabene seorang Mafia.
Di saat usia Gea dua tahun, Gladis di percaya kembali mengandung dan yang lebih membuat Gladis dan Gerrald bahagia, mereka ternyata akan di karuniai anak kembar.
Glenn dan Gio adalah anak kembar mereka, keduanya sangat tampan dan menggemaskan. Gladis sudah sangat bersyukur di balik kisah cintanya yang sangat rumit di masalalu sekarang berbanding terbalik, ia dan Gerrald hidup dengan sangat bahagia.
Gerrald sudah berubah, tidak ada lagi jiwa kejam dan psikopatnya sekarang yang ada hanyalah seorang Papa yang penyayang dan lembut.
__ADS_1
"Terima kasih sayang, karena kalian sudah hadir di kehidupan Mama dan Papa."
๐ช
๐ช
๐ช
๐ช
๐ช
Hai..hai..Alhamdulillah, untuk ke sekian kalinya Author bisa menyelesaikan novelnya tanpa ada yang di gantung-gantung. Terima kasih juga buat para reader dan member yang masih setia menunggu karya-karya receh Author๐๐karena tanpa kalian apalah Author ini, sekali lagi terima kasih atas semua dukungannya๐๐๐๐
Bila berkenan, mampir juga di karya terbaruku
Di tunggu kehadirannya, jangan lupa tinggalkan jejak like, gift, vote, rate 5, serta tekan tanda hati untuk di jadikan favorit๐๐
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU