
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Al dan ketiga sahabatnya sudah standby di dekat rumah Pram,tapi mereka tidak terlalu dekat soalnya rumah Pram penuh dengan pengawal jadi takut ketahuan.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan rumah Pram sehingga membuat perhatian keempat pria tampan itu tertuju pada mobil yang baru datang itu.
Seorang wanita cantik turun dari mobil itu dengan ragu-ragu dan seketika membuat keempat pria tampan itu membelalakan mata mereka.
"Bukannya itu Kiara," seru Arya terkejut.
"Astaga,ngapain Kiara kesana?itu terlalu berbahaya," sahut Al panik.
Al dengan cepat membuka pintu mobil tapi dengan sigap Boby menahannya.
"Mau kemana kamu Al?" tanya Boby.
"Aku harus bawa Kiara,itu terlalu bahaya kalau Kiara kenapa-napa bagaimana?" seru Al.
"Jangan Al,kalau kamu keluar semua pengintaian kita sia-sia,lagipula kamu mau cari mati apa?lihat rumah Pram di jaga puluhan pengawal," bentak Boby.
"Yang dikatakan Boby benar Al,kita awasi saja dulu dari sini kalau Kiara tidak keluar-keluar kita cari bantuan sama yang lainnya," sahut Riki.
Kiara memperhatikan pagar besi yang menjulang tinggi itu,tubuhnya kembali bergetar hebat,para pengawal yang melihat kedatangan Kiara langsung membukanya dan mempersilahkan Kiara masuk.
Dengan langkah yang gemetar dan perlahan Kiara memasuki teras rumah yang yang lebih pantas disebut istana itu.Seorang Pengawal membukakan pintu dan semua orang yang ada didalam rumah tampak menoleh kearah pintu penasaran siapa sebenarnya anak Chen yang selama ini disembunyikan.
Mamah Tiara tampak panik dan khawatir dia sudah berlinang air mata.Perlahan Kiara masuk dan membuat Pram beserta Kim terbelalak dengan apa yang dilihatnya,sungguh mereka tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Kiara.." ucap Pram dan Kim bersamaan.
"Jadi kamu anaknya Chen dan Tiara?" tanya Pram tak percaya.
Kiara hanya bisa diam mematung tidak bisa berkata-kata,tubuhnya terlanjur bergetar,wajahnya dipenuhi dengan keringat,bahkan lidahnya pun kelu tidak bisa berbicara apapun juga.
Seketika Pram dan Kim tertawa terbahak-bahak.
"Ternyata benar kan kecurigaanku kalau kamu adalah anaknya Chen," seru Pram dengan tawanya yang menggelegar.
Kim mendekat kearah Tiara dan kembali mencengkran wajah Mamah Tiara sehingga membuat Mamah Tiara meringis kesakitan,melihat Mamahnya diperlakukan seperti itu membuat Kiara emosi.
"Jangan sentuh Mamahku,Kim," teriak Kiara.
Kiara hendak menghampiri Kim tapi anak buah Pram dengan sigap menghalangi Kiara,tapi karena Kiara sudah tersulut emosi,Kiara dengan gesit menghajar Pengawal yang menghalanginya.
Otomatis Pengawal yang lainpun mendekat dan berniat menghentikan aksi Kiara,tapi Kiara bukannya berhenti malah semakin membabi buta menghajar semua Pengawal yng berjumlah lima orang itu.
Sedangkan Pram dan Kim merasa takjub dengan cara beladiri Kiara,hingga akhirnya seorang Pengawal memukul tengkuk Kiara dan seketika Kiara lemas dan tak sadarkan diri.
"Jangan sakiti anakku," teriak Mamah Tiara dengan deraian air mata.
"Ternyata kalian membodohiku selama puluhan tahun,dan aku akui kalau kalian begitu hebat bersembunyi," seru Pram.
Cukup lama Al dan sahabat-sahabatnya menunggu hingga waktupun sudah menunjukan pukul 19.00 malam,Kiara belum keluar juga.
"Aku ga bisa menunggu terus seperti ini Kiara dan Mamahnya sedang dalam bahaya didalam sana," ucap Al sembari membuka pintu mobilnya.
"Tunggu Al kamu jangan gegabah," cegah Arya.
"Terus mau sampai kapan kita menunggu," bentak Al.
Ditengah perdebatan antara keempat pria tampan itu,muncullah sebuah mobil yang mereka ketahui itu adalah mobil milik Frans.Al kembali tenang dan memperhatikan Frans.
"Kita tidak bisa mengalahkan mereka semua,lawan kita terlalu banyak Al," seru Boby.
"Iya,kita tunggu sampai mereka lengah," sambung Riki.
Sementara itu Frans dengan terburu-buru masuk kedalam rumahnya,Pram menghubungi Frans kalau Kiara saat ini sedang berada di rumahnya.
Dengan sedikit berlari Frans masuk kedalam,dan betapa terkejutnya Frans saat melihat Kiara dan seorang Perempuan diikat diatas kursi.
"Apa-apaan ini Dad?" tanya Frans bingung.
"Kamu tahu Frans,kalau Kiara itu anak yang selama ini kita cari,Kiara adalah anak Chen dan itu adalah Mamahnya," jelas Pram dengan dinginnya.
"Apa?"
"Iya,anak ini adalah saksi kunci semua kejahatan yang Daddy lakukan 20 tahun yang lalu,dan kamu tahu pasti apa yang harus kamu lakukan?kamu harus bunuh kedua wanita itu," perintah Pram dengan tegasnya.
Frans tidak bisa berkata-kata,lidahnya begitu kelu,tubuhnya terasa kaku,Frans tidak menyangka kalau wanita yang sangat Frans cintai itu adalah saksi kunci mengenai pembantaian yang dilakukan oleh Daddynya.
Tubuh Frans serasa lemas,mengetahui kenyataan ini di tidak sanggup membunuh Kiara karena Kiara adalah wanita yang sangat Frans cintai.
"Ta--tapi Dad,ak--aku ti--tidak bisa melakukan semua itu," ucap Frans dengan nada bergetar menahan gejolak yang dia rasakan.
"Oh jadi kamu ingin Daddy yang dihukum mati begitu?jadi kamu lebih memilih wanita ini dibandingkan dengan Daddy kamu yang sudah mengurus kamu dari kecil" bentak Pram.
Frans sungguh tidak bisa berkata apa-apa lagi,saat ini Frans dihadapkan pada situasi yang serba salah.Disatu lain Frans tidak mau Daddynya sampai dihukum mati tapi disisi lain Frans juga tidak mau kehilangan wanita yang untuk pertama kalinya sudah merebut hatinya itu.
Frans terduduk diatas sofa dengan tangan yang menjambak rambutnya sendiri,Frans merasa frustasi dengan apa yang sedang dia alami.Apalagi melihat Kiara dalam posisi terikat dengan air mata yang mengalir dipipinya.
Dengan langkah gontai,Frans perlahan menghampiri Kiara dan berjongkok dihadapan Kiara dengan bertumpu kepada kaki yang satunya lagi.Frans megelus pipi Kiara tapi Kiara berusaha menghindar.
"Sekarang kamu tahu kan,apa alasannya kenapa aku benci sama kamu?karena kamu adalah anak dari laki-laki yang sudah membunuh Papah dan Kakak-kakakku," teriak Kiara didepan Frans dengan deraian air mata.
"Kiara,tapi aku tidak tahu apa-apa yang melakukan semua itu adalah Daddyku bukan aku,ini tidak adil kalau kamu membenciku gara-gara perbuatan yang sama sekali tidak aku lakukan," ucap Frans lembut.
"Tetap saja,darah yang mengalir ditubuhmu itu darah orang yang paling aku benci didunia ini,bahkan kamu tidak akan merasakan betapa aku menderitanya selama 20 tahun harus hidup sendiri tanpa siapa-siapa didunia ini,dan kamu tahu Mamah aku mengalami defresi karena Daddy kamu itu sudah memperkosa Mamah aku,apa kamu bisa merasakan bagaimana pedihnya hidup aku," teriak Kiara histeris dengan deraian air matanya.
Frans yang mendengar kata-kata terakhir yang Kiara ucapkan,seketika darahnya mendidih,Frans mengepalkan tangannya dia tidak menyangka kalau Daddy yang selama ini dia hormati ternyata penyebab penderitaan yang dialami wanita yang sangat dia cintai.
Tiba-tiba pintu utama pun terbuka,dan ternyata pengawal Pram membawa Alex dalam kondisi tak sadarkan diri.Kiara dan Mamah Tiara tampak membelalakan matanya merasa terkejut.
"Alex.." gumam Mamah Tiara.
"Daddy,lepaskan mereka semua," seru Frans.
"Apa kamu bilang Frans?sadar Frans,kamu itu terlalu dibutakan oleh cinta sehingga kamu lebih rela melihat Daddy mu ini mati ketimbang mereka," bentak Pram.
Frans benar-benar kalut saat ini,dia tidak tahu siapa yang harus dia bela.Sementara itu diluar Al dan ketiga sahabatnya sudah meminta bantuan untuk menangkap Pram dan Kim.
Sembari menunggu bala bantuan datang,keempat pria tersebut mencoba untuk menyusup kedalam rumah Pram.Dengan cara mengendap-ngendap Al dan sahabat-sahabatnya perlahan tapi pasti melumpuhkan satu persatu anak buah Pram.
Keempat pria itu dengan sengitnya bertarung dihalaman rumah Pram melawan puluhan anak buah Pram yang begitu tangguh-tangguh dan terlatih.
"Al,kamu masuk aja biar mereka kita yang urus," seru Arya ditengah-tengah pertarungannya.
Al menuruti perkataan Arya dengan cepat Al memasuki rumah mewah nan megah itu dengan sekali hentakan Al membuka pintu rumah itu sehingga semua orang yang ada didalam menoleh kearah pintu.
"Al.." gumam Kiara.
"Wow,pahlawan kesiangan datang berani sekali kamu datang kesini," seru Pram dengan nada mengejek.
"Lepaskan mereka semua,atau kalian akan menyesal," seru Al dengan lantangnya.
__ADS_1
Pram tertawa terbahak-bahak sampai menggelegar diseluruh ruangan.
"Anak ingusan berani mengancamku,kamu datang kesini berarti kamu sudah dengan suka rela menyerahkan nyawamu sendiri," seru Pram.
Dengan jentikan jari,Pram menyuruh anak buahnya menghajar Al.Dengan sigap Al melawan semua pengawal Pram,dan tanpa sepengetahuan Pram,Frans membuak ikatan Kiara,Mamah Tiara,dan Alex.
"Ayo Kiara kita pergi dari sini," ucap Frans dengan menarik tangan Kiara.
Tapi dengan kasarnya Kiara menghentakan tangannya dan dengan cepat membantu Al karena melihat Al yang sudah kewalahan,begitupun dengan Alex yang sudah sadar dan ikut membantu juga.
Sementara Mamah Tiara segera bersembunyi tanpa sepengetahuan Pram.Pram yang melihat itu menatap tajam kearah Frans.
"Apa-apaan kamu Frans,kamu berani menantang Daddymu sendiri," bentak Pram.
"Maaf Dad,tapi aku benar-benar sangat mencintai Kiara."
"Bodoh dasar anak bodoh kamu Frans,jadi ini balasannya setelah apa yang sudah Daddy lakukan untukmu,ini semua gara-gara wanita itu dia harus mati," ucap Pram dan mengarahkan pistolnya kearah Kiara yang sedang bertarung.
Frans terbelalak dengan apa yang akan Daddynya lakukan dengan cepat Frans ingin mengambil pistol dari tangan Daddynya tapi dengan sigap Pram menghindar dan terjadilah perebutan pistol itu antara Frans dan Pram.
"Lepaskan Frans,kamu memang anak durhaka," bentak Pram.
"Tidak Daddy,jangan lakukan itu sudah cukup dengan apa yang kau lakukan selama ini," suara Frans tak kalah meninggi.
Sungguh luar biasa memang dengan yang namanya cinta bisa mengalahkan dan menjinakan Frans yang mempunyai sifat kejam dan tak mengenal belas kasihan.
Al,Alex,dan Kiara masih bertarung dengan para Pengawal Pram yang dirasa tidak pernah ada habis-habisnya sementara Frans dan Pram masih saling berebut pistol yang dipegang Pram.
Hingga akhirnya...
Doooorrrrrr.....
Suara tembakan itu menggema diseluruh ruangan,sehingga membuat Frans dan Pram sama-sama melototkan matanya,tak terkecuali Kiara yang langsung menoleh kearah suara itu.
Frans jatuh kelantai dengan tangan memegang dada sebelah kirinya,ya Pram tidak sengaja menarik pelatuk pistol itu dan mengenai tepat di jantung Frans.
"Frans.." teriak Kiara dan langsung berlari kearah Frans.
Sementara Pram hanya bisa melotot dengan wajah yang terkejut dan langsung menjatuhkan pistolnya.
"Frans..bangun Frans," seru Kiara dengan memangku kepalany dipangkuannya.
Frans memegang pipi Kiara dengan tangan yang penuh dengan darah,sehingga pipi Kiara sekarang penuh dengan darah Frans.
"Ki--Kiara ak--aku sa--sangat men--cin--tai--mu," seketika tangan Frans jatuh bersamaan dengan menutupnya mata Frans.
"Frans bangun Frans,kamu jangan bercanda Frans..bukannya kamu orang paling kuat," teriak Kiara dengan deraian air matanya.
Kiara memang tidak mencintai Frans tapi Kiara juga sangat menghargai perlakuan Frans yang selama ini dia berikan kepada Kiara.Kiara menatap Pram dengan tatapan marah dan benci,Kiara menidurkan Frans dilantai.
Perlahan Kiara bangkit dari duduknya dan dengan cepat mengambil pistol yang tadi dijatuhkan oleh Pram dan langsung mengarahkan pistolnya kearah Pram.
Pram sama sekali tidak berkutik hanya tatapan kosong kearah mayat Frans sang anak kebanggaannya yang sudah terbujur kaku.
Sementara Al,Alex,dan Mamah Tiara memperhatiakan Kiara.
"Kiara Sayang,jangan lakukan itu sudah cukup sebentar lagi Polisi datang biar Pram dibawa sama Polisi," bujuk Mamah Tiara dengan lembutnya supaya Kiara mau mendengarkan apa yang dikatakan Mamahnya.
"Iya Ra,sudah cukup," sambung Alex.
Tapi Kiara tidak mau mendengarkan semuanya,sekarang hati dan otaknya sudah dipenuhi dengan amarah dan benci yang membara mungkin ini adalah kesempatan terakhir buat Kiara untuk membalaskan dendamnya yang selama ini sudah dia pendam selama 20 tahun.
Dooorrrr....
"Itu untuk kematian Papah," ucap Kiara.
Dooorrrr...
Dooorrrr....
"Itu untuk Kak Daniel."
"Cukup Kiara cukup," teriak Mamah Tiara dengan deraian air matanya.
Dooorrrr...
"Dan itu untuk Frans."
Seketika tangan Kiara bergetar hebat dan lemas,Kiara menjatuhkan pistolnya dan terduduk lemas dilantai dengan deraian air mata.
Al segera menghampiri Kiara dan memeluknya sangat erat,Al memang sengaja membiarkan Kiara melakukannya supaya Kiara puas dan bisa lega.
Kiara hanya bisa menangis sesegukan dipelukan Al tanpa bisa berkata apapun lagi.Mamah Tiara dan Alex pun menghampiri Kiara dan memeluknya.
Sementara diluar Polisi sudah mengamankan semuanya.
"Al,gawat Kim katanya ingin melarikan diri ke Luar Negeri," seru Boby.
"Apa,informasikan pihak Bandara untuk mencekal nama Kim karena dia adalah buronan," perintah Al.
"Baik Al."
Kiara yang mendengar nama Kim akan melarikan diri,dia segera bangun.
"Al kita ke Bandara sekarang,aku ga mau kehilangan jejak dia," ucap Kiara.
"Baiklah,Tante sama Om lebih baik pulang kerumah nanti Al akan menyuruh seseorang untuk mengantar kalian pulang," seru Al.
"Tolong jaga Kiara,Nak Al," seru Mamah Tiara.
"Tante tenang saja,Al akan selalu menjaga Kiara."
Al pun segera berlari menyusul Kiara yang sudah masuk kedalam mobil.Al langsung melajukan mobilnya menuju Bandara.
Sementara itu di Bandara,Kim sedang berseteru dengan petugas Bandara yang menahan Kim dan keluarganya supaya tidak pergi.
Sampai akhirnya Kiara,Al dan ketiga sahabat Al tiba di Bandara.
"Mau kemana kamu Kim," seru Kiara.
Kim,istrinya,dan Yuna menoleh bersamaan,seketika Kim membelalakan matanya setelah melihat keberadaan Kiara.
Perlahan Kiara mendekat,Kim sudah ketar ketir melihat tatapan Kiara yang sudah dipenuhi dengan amarah.Tapi seketika Kim mengeluarkan pistol dari saku jasnya dan mengarahkan kearah Kiara.
Kiara langsung menghentikan langkahnya,sementara Al dan ketiga sahabatnya merasa terkejut dan langsung mengarahkan pistol mereka kearah Kim.
"Letakan pistol itu Tuan Kim atau kami akan menembak anda," seru Al.
"Silahkan kalian tembak saya,dan saya juga akan menembak Kiara," teriak Kim.
"Jangan gegabah Tuan Kim,anda sudah tidak bisa kabur lagi," teriak Boby.
Kim tertawa terbahak-bahak dengan ancaman yang dilakukan Al dan teman-temannya.
"Saya tidak pernah takut dengan siapapun,kalian mundur atau timah panas ini akan menembus tubuh Kiara," teriak Kim.
Kiara mengambil kesempatan karena pandangan Kim kearah Al dan teman-temannya dengan cepat Kiara menendang tangan Kim sehingga pistol itu terjatuh kelantai.
Al dan ketiga sahabatnya dengan sigap langsung menangkap Kim.
"Lepaskan aku brengsek," teriak Kim.
__ADS_1
"Kamu masih beruntung Kim karena aku tidak membunuh kamu,kamu nikmati saja sisa hidupmu di penjara," seru Kiara.
"Bawa dia," seru Al.
Ketiga sahabat Al pun membawa Kim,sementara Al dan Kiara pun hendak menyusul mereka dari belakang,tapi tanpa diduga Yuna mengambil pistol dan langsung mengarahkannya kepada Kiara.
"Kamu tidak boleh hidup didunia ini Kiara," teriak Yuna.
Kiara menoleh dan...
Dooorrrrr...
Yuna menebak Kiara pas didada kiri Kiara,seketika Kiara ambruk dilantai Riki dengan sigap menangkap Yuna dan Mamahnya dan menyeretnya ke mobil bersama Kim.
"Kiara..kamu harus kuat jangan tinggalin aku," Al segera menggendong Kiara dan membawanya ke Rumah Sakit.
***
Saat ini Al,Alex,Mamah Tiara,dan ketiga sahabatnya Al sedang menunggu didepan ruangan operasi,sejak dua jam lalu Kiara menjalani operasi dan sampai sekarang belum selesai.
Mamah Tiara hanya bisa terus menangis dipelukan Alex,sementara Al menundukan kepalanya dia terus berdoa supaya Kiara selamat dan dia berjanji setelah Kiara sembuh dia akan langsung melamar dan menikahi Kiara.
Pintu ruangan operasipun terbuka,dan semua orang langsung menghampiri sang Dokter.
"Bagaimana Dok,keadaan anak saya?" tanya Mamah Tiara dengan paniknya.
"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar,peluru itu tidak sampai menembus jantungnya hanya berjarak satu centi saja dengan jantungnya,tapi---"
"Tapi kenapa Dok?"
"Anak Ibu mengalami koma dan tidak tahu entah sampai kapan anak Ibu bisa sadar,bisa satu tahun,dua tahun,atau tidak sadar sama sekali."
"Apa," ucap semuanya bersamaan.
Mamah Tiara makin menjadi-jadi menangis sedangkan Al terduduk lemas dikursi tunggu itu,dan tanpa dia sadari cairan bening itu lolos dari matanya.
Saat ini Kiara dipindahkan keruangan rawat inap dengan beberapa selang menempel ditibuhnya,bisa dibilang saat ini Kiara hanya bisa bertahan dengan alat-alat yang menempel di tubuhnya.
***
Hari demi hari,bulan demi bulan,dan tahun demi tahun mereka lalui seperti biasanya,ini adalah tahun kedua dan Kiara masih belum ada tanda-tanda akan bangun dari tidur panjangnya.
Mamah Tiara dan Alex akhirnya memutuskan untuk menikah satu tahun yang lalu,sementara Al dengan setianya setiap hari menemani Kiara dan mengajaknya mengobrol.
Seperti saat ini,sehabis pulang tugas Al datang menemui Kiara karena lelah Al pun tertidur disamping Kiara.
Tidak lama kemudian Al terbangun karena merasakan ada yang mengelus kepalanya,Al pun perlahan bangun dan melihat kearah Kiara,Kiara tampak tersenyum kepada Al.
"Astaga Kiara,kamu sudah sadar Alhamdulillah ya Alloh," ucap Al dan Al kembali meneteskan air matanya.
Al segera berlari keluar untuk memanggil Dokter.
Setelah menjalani pemeriksaan,Dokter mengatakan kalau Kiara sembuh.
Semua orang tampak bahagia mendengar Kiara sadar dan berbondong-bondong ke Rumah Sakit untuk menjenguknya.
***
1 bulan kemudian,Kiara sudah sehat bahkan sekarang Kiara sudah mulai mengurus Perusahaannya lagi.Kiara menghentikan pekerjaannya karena Ponselnya berbunyi,Kiara tampak mengembangkan senyumannya melihat siapa yang sudah menghubunginya.
"Hallo Al."
"Hallo Sayang,nanti malam jangan lupa aku tungguin kamu jam 19.00 malam,aku mau ngajak kamu ke suatu tempat dandan yang cantik ya," seru Al.
"Ok."
"Ya sudah,kalau begitu sampai ketemu nanti malam,bye I love you."
"I love you too."
Malampun tiba,Kiara sudah berada dalam mobil Al dan disaat mau sampai Al menutup mata Kiara.
"Kenapa mesti ditutup sih Al matany?" gerutu Kiara.
"Kan ini namanya surprise Sayang."
Saat ini Al sedang memapah Kiara ketempat yang sudah disiapkan oleh Al,Al menyulap Restoran itu menjadi sangat indah dengan bunga dimana-mana dan lilin-lilin yang menambah keromantisan malam itu.
"Kamu siap,aku buka ya sekarang penutupnya," ucap Al.
Al pun membuka penutup mata Kiara dan perlahan Kiara membuka matanya,betapa terkejutnya Kiara saat melihat pemandangan indah yang ada dihadapannya.
"Astaga cantik sekali," ucap Kiara dengan menutup mulutnya.
"Apa kamu suka Sayang?"
"Suka banget."
Al menjentikan jarinya dan seketika sebuah tulisan terbuka didinding Restoran itu.
Al berjongkok dihadapan Kiara yang masih tak percaya dengan apa yang disediakan oleh Al.
Al membuka kotak kecil berwarna merah itu.
"Kiara Anggun Taylor,maukah kau menikah denganku dan menjadi Ibu dari anak-anakku?"
Seketika air mata Kiara lolos sudah dari mata indahnya itu.
"Iya,aku mau menikah denganmu dan menjadu Ibu dari anak-anakmu," sahut Kiara dengan mantap.
Al pun menyematkan cincin indah itu dan Al langsung memeluk Kiara dengan eratnya.
"Terima kasih Ra,aku sangat mencintaimu I love you Kiara Anggun Taylor."
"I love you too,Aliando Prayoga."
Akhirnya penantian Al selama bertahun-tahun tidak sia-sia,cintanya terbalaskan dan berakhir dengan bahagia.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Selamat siang semuanya,akhirnya selesai juga terima kasih yang sudah dengan sabar dan setia menunggu kelanjutan kisah Kiara dan Al semoga kalian puas dan suka dengan akhir kisahnyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1