ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Jangan Menutup Diri


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Kiara saat ini sedang mengotak-ngatik Laptopnya,walaupun dia sedang sakit tapi dia juga harus tetap terus memantau keadaan Perusahaannya.


"Pagi cantik.." teriak Sisi.


"Astaga Sisi,kebiasaan deh teriak-teriak," ketus Kiara.


"Maaf lupa.." Sisi hanya cengengesan.


"Kamu lagi ngapain sih?kenapa masih sibuk kerja,kan kamu masih sakit harusnya kamu istirahat dulu," cerocos Sisi.


"Berisik bawel."


"Dasar keras kepala," gerutu Sisi.


Disaat Sisi sedang menyiapkan makanan yang akan Kiara makan,tiba-tiba pintu terbuka...


"Pagi.."


"Hai.."


"Apakabar?"


Ternyata yang datang adalah keempat pria tampan itu.


"Hallo semuanya!!" teriak Sisi dengan senangnya.


Sementara Kiara hanya melirik sebentar dan kembali lagi fokus kepada kerjaannya.Keempat pria tampan itu duduk disofa dan membawa bungkusan berisi kopi cup.


"Ra,kok masih kerja sih?kamu kan masih sakit," seru Arya.


"Kerjaan aku banyak," jawab Kiara datar.


"Dia emang keras kepala Ya,ga pernah mau nurut sama omongan orang lain," sambung Sisi.


Sisi menyiapkan makanan Kiara dan mulai menyuapi Kiara,memang sudah menjadi kebiasaan Kiara seperti itu,Kiara selalu lupa waktu kalau sudah berurusan dengan pekerjaannya.


Bahkan dia pun sering kali melupakan makan tapi Sisi memang sahabat dan sekertaris yang pengertian tanpa disuruh pun Sisi suka langsung menyuapi Kiara.


Alasannya karena kalau sudah sakit,Sisi juga yang akan capek selain itu Sisi juga tidak mau melihat sahabatnya itu sampai tidak makan gara-gara sibuk dengan pekerjaannya.


Al mencolek pundak Sisi dan mengisyaratkan supaya dia saja yang menyuapi Kiara,sementara Kiara tidak akan tahu karena kalau Kiara sudah fokus kepada kerjaan dia tidak akan bisa di ganggu.


Sisi yang mengerti dengan isyarat Al menyerahkan mangkuk bubur itu,Sisi pergi bergabung dengan para pria tampan sementar Al perlahan menyuapi Kiara.


Ketiga sahabatnya itu hanya tersenyum melihat tingkah lucu Al karena pasalnya Al sangat cuek kepada setiap wanita.


"Sudah Si,aku kenyang kamu kebiasaan kalau sudah menyuapi aku seperti ini aku kan bisa makan sendiri," sahut Kiara dengan pandangan yang terus kearah Laptopnya.


Al pun menyodorkan minum kepada Kiara,disaat Kiara akan mengambil gelas Kiara tidak sengaja memegang tanga Al,Kiara merasa ada yang aneh karena tangan Sisi ga sebesar itu.


Kiara pun menoleh dan mendongakkan kepalanya,betapa terkejutnya Kiara saat melihat ternyata bukan Sisi yang menyuapinya,Kiara melihat kearah Sisi yang saat ini sedang melambaikan tangannya kearah Kiara.


Kiara segera melepaskan tangannya..


"Jadi kamu yang sudah menyuapi aku?" tanya Kiara datar.


"Iya..ini minum dulu,apa mau aku yang bantuin kamu minum?" goda Al dengan senyumannya.


"Tidak usah aku bisa sendiri," ketus Kiara.


Kiara pun mengambil gelas yang ada ditangan Al dan meminumnya dengan sekali tegukan,Kiara merasa gugup karena berada dekat dengan Al.


Sementara Sisi hanya bisa menahan tawanya,dia tahu kalau Kiara saat ini sedang gugup dan salah tingkah.


Al memutuskan untuk kembali bergabung dengan Sisi dan ketiga sahabatnya.


"Oh iya sebenarnya kalian itu kerja apa sih?kok kayanya nyantai banget," tanya Sisi.


"Kita mah kerja serabutan,kalau ada yang nyuruh kerja ya kerja kalau ga ada yang nyuruh kerja ya diam aja dirumah," jeplak Boby.


"Maksudnya?" tanya Sisi penasaran.


"Kita kerjaannya banyak,pelayan Restoran,supir taxi online,cleaning servis,bahkan tukang sedot wc pun pernah," sahut Riki.


"Masa sih,aku ga percaya masa tampang kalian yang tampan dan keren ini kerjaannya kaya gituan?pantasnya itu kalian menjadi Bosnya," seru Sisi.


"Ya maunya sih gitu,tapi kan tampang tidak menjamin kalau orang itu mempunyai kedudukan tinggi,disini yang beruntung hanya Al dia bekerja sebagai pelatih Boxing pekerjaan yang sedikit elitlah kalau dibandingkan dengan pekerjaan kita," sambung Arya.


"Sumpah aku sama sekali ga percaya sama pekerjaan kalian," ucap Sisi.


Kiara pun yang mendengar obrolan mereka tampak diam sejenak,memang benar yang dikatakan Sisi dengan tampang mereka yang tampan dan keren itu tidak mungkin mereka bekerja seperti itu.


"Ra,kamu percaya ga kalau mereka bekerja seperti itu?" tanya Sisi.


"Mungkin," jawab Kiara singkat.


"Ishh..ishh..ishh..kebiasaan deh kalau jawabannya singkat seperti itu," Sisi tampak memanyunkan bibirnya.


"Si,kamu sahabatan sama Kiara sudah lama?" tanya Boby.


"Iya,sudah sejak SMA kalian tahu ga Kiara itu orang yang paling penting buat aku,jujur aku adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa dulu aku masuk SMA itu karena beasiswa tidak ada satu pun orang yang mau berteman denganku tapi Kiara mau berteman denganku walaupun Kiara jarang banget ngomong dan kadang-kadang aku juga jengkel banget sama dia," jelas Sisi.


Sebuah bantal tiba-tiba mendarat dengan mulusnya diwajah Sisi,ternyata Kiara sudah melipat kedua tangannya diperut dengan tatapannya tajam kearah Sisi.


"Maaf tapi walaupun jarang ngomong,Kiaraku tetap paling cantik," seru Sisi dengan nyengir kudanya.


Sementara keempat pria itu tampak tersenyum.Tanpa mereka sadari ternyata didepan pintu ruangan rawat Kiara Frans sedang berdiri mendengarkan pembicaraan semuanya.


Frans yang awalnya ingin menjenguk Kiara dan membawa seikat bunga,tapi disaat Frans ingin masuk Frans mendengar banyak orang didalam


Frans mematahkan bunga itu dan menginjaknya dengan sepatunya,Frans begitu emosi.


"Siapa mereka sebenarnya?kenapa mereka begitu dekat dengan Kiara?" gumam Frans.

__ADS_1


Disaat Frans mengintip dari pintu kaca,Kiara tidak sengaja melihatnya.


"Siapa itu?" teriak Kiara.


Otomatis semua orang menoleh kearah Kiara,Frans segera pergi darisana.


"Ada apa Ra?" tanya Sisi.


"Ada orang yang ngintip."


"Hah..." semua orang terkejut.


Al segera keluar mencari orang itu,ternyata tidak ada siapa-siapa dan pada saat Al mau kembali masuk,Al tidak sengaja menginjak buket bunga,Al mengambilnya dan membawanya kedalam ruangan.


"Siapa Al?" tanya Arya.


"Tidak ada siapa-siapa,tapi aku menemukan ini," Al menunjukan buket bunga yang sudah hancur.


"Siapa yang membawa bunga itu?" tanya Sisi.


"Pengagum rahasia Kiara kali," sahut Boby.


Al menatap kearah Kiara dan Kiara hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa itu perbuatan Frans?" tanya Boby.


"Bisa jadi," sahut Riki.


"Dari mana kalian tahu tentang Frans?" tanya Kiara curiga.


Keempat pria tampan itu sempat kaget,kenapa mereka bisa sampai keceplosan didepan Kiara.


"Si--siapa yang ga kenal sama Frans,dia kan Pengusaha terkaya dan tersukses abad ini,dan waktu itu kita sempat melihat berita tentang Frans dan kamu di Tv,kayanya Frans suka sama kamu," jelas Arya gugup.


"Iyakah?"


Kiara menatap keempat pria itu dengan tatapannya yang tajam,sehingga membuat keempatnya menjadi salah tingkah dan menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.


Waktu pun berjalan dengan cepat,tidak terasa sudah sore semuanya pamit pulang kecuali Al dia mau menemani Kiara.


"Ra,kita pulang dulu ya," seru Arya.


Kiara sedikit tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku juga pulang dulu ya Ra,aku mau nebeng dari salah satu cowok ini kan lumayan ga ngeluarin ongkos," sahut Sisi dengan cengengesannya.


"Dasar.." ketus Kiara.


Ketiga pria tampan dan Sisi pun pulang kecuali Al yang masih berada disana.


"Kok kamu masih disini?" tanya Kiara jutek.


"Mau jagain kamu," jawab Al dengan santainya.


"Hah..aku ga perlu dijagain aku bisa sendiri."


"Yakin bisa sendiri?saat malam biasanya gelap kalau di Rumah Sakit,yakin kamu mau sendiri?kamu ga akan takut?ya udah kalau giti,aku pulang juga," seru Al.


Kiara tampak berpikir dia ga sanggup kalau harus sendiri dalam keadaan gelap,Kiara sangat fobia gelap.Disaat Al membuka pintu untuk keluar.


Al terlihat mengembangkan senyumannya...


"Ada apa?" tanya Al.


"Ok,malam ini..malam ini..malam ini..."


"Malam ini apa?" goda Al.


"Temenin aku sampai Om Alex datang," celetuk Kiara yang tidak sadar kalau dia memanggil Alex dengan sebutan Om.


Al mengerutkan keningnya,merasa aneh dengan ucapan Kiara barusan ternyata kecurigaannya selama ini benar kalau ada sesuatu diantara Kiara dan Alex yang dirahasiakan.


Al pura-pura tidak mendengar yang Kiara ucapkan.


"Ok..aku akan temenin kamu disini."


Kiara kembali mengotak-ngatik Laptopnya sementara Al duduk di sofa.


"Benarkan kecurigaan aku,barusan Kiara menyebut Om bukan Ayah berarti Om Alex bukan Ayah Kiara,siapa sebenarnya Kiara?" batin Al dengan terus memperhatikan Kiara yang sedang fokus pada Laptopnya.


Sementara itu disebuah rumah mewah nan megah seseorang pria paruh baya sedang duduk dikursi rodanya dan berada didepan jendela.


"Maaf Tuan,ada Tuan Kim berkunjung," seru seorang Pengawal.


"Suruh dia masuk."


"Baik Tuan."


"Apakabar Pram!" seru Kim.


"Kabar baik Kim,ayo kita ngobrol di ruangan kerjaku," sahut Pram.


Kedua pria paruh baya itu menuju ruangan kerja Pram.


"Silahkan duduk Kim."


"Terima kasih Pram."


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku Kim?" tanya Pram.


"Pram,aku sudah ngomong sama kamu kalau Kiara sangat mirip dengan Mbak Tiara apa kamu tahu itu?" tanya Kim.


"Iya aku sudah melihatnya,dia memang mirip sekali dengan istrinya Chen."


"Aku tidak mengerti kenapa wajahnya sangat mirip dengan Mbak Tiara bahkan tatapan anak itu sangat tajam menyiratkan kebencian," seru Kim.


"Apa Chen mempunyai anak lain?" tanya Pram.


"Satahuku Kak Chen tidak mempunyai anak lagi selain Sandra dan Daniel."


"Yakin kamu Kim?soalnya saat Kepolisian menyelidiki kasus pembantaian itu,menemukan anak kecil dan seorang pria seumuran kita saat itu," seru Pram.


"Apa?benarkah?siapa mereka dan kenapa mereka ada dirumah itu?" tanya Kim terkejut.

__ADS_1


"Justru itu,aku dan Frans sedang menyelidikinya tapi sampai saat ini belum ada yang bisa menemukannya," sahut Pram.


"Siapa anak dan pria itu?kalau mereka sampai mengetahui semuanya,kita berada dalam bahaya Pram apalagi aku bisa-bisa semua kekayaan yang selama ini aku nikmati hilang," sahut Kim.


"Dan yang lebih buruk lagi semua kejahatan yang kita lakukan akan terbongkar,semuanya akan hancur dan kamu tahu aku pun belum bisa memastikan keadaan istrinya Chen,aku yakin dia masih hidup," jelas Pram.


"Apa,Mbak Tiara masih hidup?" Kim kembali terkejut.


"Itu baru kemungkinan soalnya disaat pemakaman,bukannya kamu tidak memakamkan mayatnya Tiara."


"Iya,dan setelah 20 tahun berlalu dengan bodohnya aku baru menyadarinya.Kalau Mbak Tiara masih hidup,dimana dia bersembunyi?" sahut Kim.


"Hanya satu orang yang tahu siapa anak kecil dan pria itu."


"Siapa Pram?" tanya Kim.


"Wira.."


"Bukannya saat ini si tua bangka itu sedang sakit?" tanya Kim.


"Iya,Wira adalah orang yang memimpin penyelidikan saat itu dan Wira juga yang memberitahukan tentang keberadaan anak dan pria itu," jelas Pram.


"Sial,,Wira saat ini mengalami struk dia bagaikan mayat hidup yang tidak bisa bergerak dan berbicara."


"Justru itu Kim,saksi kunci semuanya ada didia."


Kim dan Pram tampak berpikir,mereka sedang berpikir dengan pikiran mereka masing-masing.


Kembali ke Rumah Sakit,disaat Kiara sedang fokus pada Laptopnya tiba-tiba Ponselnya berbunyi dan tertera nama Alex disana.


"Hallo Ra,maaf malam ini Om lembur soalnya harus menyelesaikan pekerjaan Om,Om janji nanti malam Om pulang langsung ke Rumah Sakit," seru Alex.


"Tidak usah O--maksudku Ayah,tidak usah Ayah pulang saja kerumah aku bisa sendiri," sahut Kiara yang melirik kearah Al.


Al pura-pura tidak mendengar...


"Apa disana ada Al?" tanya Alex.


"Iya."


"Bisa Om bicara sebentar."


"Nih,Ayah aku mau ngomong," seru Kiara dengan ketusnya.


Al pun mengambil Ponsel Kiara...


"Hallo Om!"


"Al,maaf Om harus merepotkan kamu lagi malam ini Om harus lembur menyelesaikan pekerjaan,Om minta tolong,tolong temani Kiara malam ini," ucap Alex.


"Iya Om,Om jangan khawatir Kiara biar Al yang jagain," sahut Al yang melirik kearah Kiara dan Kiarapun menatap kearah Al.


"Ya sudah kalau begitu,terima kasih ya Al."


"Sama-sama Om."


Alex pun menutup panggilannya,Al memberikan Ponsel milik Kiara.


"Sudah malam,kamu harus istirahat jangan kerja terus malam ini aku yang nemenin kamu disini," seru Al.


Tanpa menjawab Kiara pun merebahkan tubuhnya dia begitu salah tingkah dan tidak enak ditemani pria yang baru dia kenal.


Sementara Al kembali kesofa dan dia juga mulai merebahkan tubuhnya diatas sofa,karena kegiatan yang sangat melelahkan yang mengharuskan Al siap siaga kapanpun membuat dia kelelahan dan tidak membutuhkan waktu lama terdengar dengkuran halus dari bibir Al.


Kiara kembali bangun dan mendudukan tubuhnya,Kiara memperhatikan Al dengan seksama seketika senyuman Kiara terbit diwajah cantiknya,Kiara memegangi dadanya.


"Astaga kenapa jantungku seperti ini lagi,berdetak tak karuan," batin Kiara.


Kiara pun kembali merebahkan tubuhnya,dia mencoba memejamkan matanya hingga tidak lama kemudian Kiara pun masuk kealam mimpinya.


Waktu pun berjalan dengan cepat,jam dinding menunjukan pukul 01.00 dini hari.


Tidur Kiara mulai gelisah,Kiara bermimpi mengenai Pembantaian itu lagi,keringat sudah membasahi wajah cantiknya.


"Jangan..jangan lakukan itu," teriak Kiara.


Al yang mendengar teriakan Kiara langsung bangun dan menghampiri Kiara.


"Ya Alloh Kiara kamu kenapa?" gumam Al.


Al mengambil tisu dan mulai mengelap keringat yang menetes diwajah Kiara,ternyata Kiara mengigau.


"Kalian jahat,kalian semua membunuh keluargaku aku akan membunuh kalian semua," seru Kiara.


Al yang mendengar itu sangat terkejut..


"Apa ini yang membuat kamu bersikap dingin kepada semua orang?siapa yang sudah membunuh semua keluarga kamu Kiara?jangan menutup dirimu,cobalah terbuka kepada orang lain,aku janji akan membantumu kamu jangan takut ada aku disampingmu," gumam Al.


Perlahan Al mengusap kepala Kiara,Kiara mulai tenang dan kembali terlelap.Ada perasaan iba dan kasihan melihat Kiara,Al tidak menyangka ternyata kehidupan Kiara sungguh sangat menyakitkan.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Hallo semuanya maaf baru bisa up lagiπŸ™πŸ™


Jangan lupa dukungannya,selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2