ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Diary Defresiku


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Al terlihat panik,dia segera membopong tubuh Kiara dan membawanya kedalam mobilnya.Al langsung membawa Kiara pulang kerumahnya.


Karena sudah hampir pukul 23.00 malam jalanan menjadi sepi sehingga memudahkan Al untuk segera sampai dirumah.


Sementara ketiga sahabat Al masih berkumpul didepan rumahnya menunggu kedatangan Al.


Mobil Al pun sampai,ketiga sahabatnya itu menghampiri Al.


"Tolong bukakan pintu mobilnya,Kiara pingsan," teriak Al.


"Apa?" seru ketiganya bersamaan.


Al pun kembali membopong tubuh Kiara,sementara Boby mengetuk pintu rumah Kiara.Alex yang saat itu memang sedang menunggu kepulangan Kiara langsung membukakan pintu.


"Ya Alloh Kiara,kenapa Kiara Al?" tanya Alez khawatir.


"Sebaiknya kita bicarakan didalam Om."


Al pun membawa Kiara kedalam kamarnya dan langsung membaringkannya didalam kamar.


Alex dengan sigap mengoleskan minyak kayu putih dan tidak berselang lama Kiara pun mulai sadar.


"Kamu minum dulu Sayang," seru Alex.


Perlahan Kiara pun minum dan kembali membaringkan tubuhnya,Semuanya pun meninggalkan Kiara kecuali Al yang masih duduk disamping Kiara.


Kiara memegang erat tangan Al,tangan Kiara begitu dingin dan berkeringat.


"Ma--maafkan aku Al,ini semua bukan keinginan aku," ucap Kiara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sttt..sudah jangan banyak ngomong dulu,aku sudah maafin kamu kok Sayang,aku ngerti posisi kamu sekarang," sahut Al dengan mengusap kepala Kiara.


"Terima kasih,aku ngelakuin ini karena aku takut kalian terluka," ucap Kiara lirih.


"Iya aku tahu,ya sudah sekarang kamu istirahat ya jangan banyak pikiran aku kebawah dulu."


Kiara pun menganggukan kepalanya,Al mencium kening Kiara sebelum dia pergi meninggalkan Kiara.


Kiara turun dan bergabung dengan Alex dan sahabat-sahabatnya.


"Kiara kenapa Al?tadi kan dia pergi sama Frans," tanya Alex.


"Iya,ternyata Kiara menghadiri pesta ulang tahunnya Yuna Puteri Kim Taylor,Al sengaja mengikuti Kiara karena perasaan Al merasa tidak enak dan benar saja Kiara keluar dari hotel itu dengan terburu-buru,tubuhnya bergetar,wajahnya penuh dengan keringat,tangannya dingin,Al tidak tahu apa yang sudah terjadi kepada Kiara," jelas Al.


"Mungkin di pesta itu Kiara bertemu dengan Pram,reaksi tubuh Kiara memang seperti itu kalau bertemu dengan Pram mungkin karena traumanya akan orang itu sangat besar sehingga otak dan pikiran Kiara tidak mampu lagi untuk menampungnya,akhirnya dia pingsan," sahut Alex.


"Separah itukah Om trauma yang dialami Kiara?" tanya Arya.


"Iya,sekarang kalau menurut Om masih mending kalau dulu dia tidak mau bertemu dengan orang lain,pikirannya selalu negatif jadi dulu dia selalu berpikir kalau semua orang itu jahat," seru Alex.


Tapi tiba-tiba rumah Alex mengalami mati lampu,Alex dengan segera menyalakan lilin dan kembali berbincang-bincang,Alex lupa dengan keadaan Kiara.


Bbbruuuuukkkkk....


Semua pria itu kaget karena terdengar sesuatu yang jatuh dikamar Kiara.


"Apa tuh?" tanya Boby.


"Astaga Kiara," teriak Alex dan langsung berlari kearah kamar Kiara.


Semuanya tersentak dan berlari mengejar Alex kekamar Kiara.Sesampainya di kamar Kiara,benar saja Kiara sudah meringkuk disudut kamarnya dengan tangisannya.


"Pergi,jangan lakukan itu jangan bunuh keluargaku pergi..pergi.." teriak Kiara dengan histerisnya.


"Kiara ini Om Sayang,kamu tenang ya!" seru Alex.


"Jangan sentuh aku,pergi...pergi.." Kiara berontak dan kembali berteriak.


Al sangat kaget,baru pertama kali ini melihat Kiara seperti itu.Perlahan Al mendekayi Kiara dan memeluknya,Kiara masih berontak dan berteriak-teriak.


"Tenang Sayang,ini aku Al kamu aman sekarang jangan takut ada aku disamping kamu," ucap Al.


Mendengar suara Al,perlahan Kiara pun tenang hanya menangis sesegukan dipelukan Al.


"Ya Alloh,sebesar inikah rasa traumamu Kiara?sekejam apakah Pram membunuh keluargamu?" gumam Al.


Ketiga sahabat Al pun tampak bengong,mereka baru melihat ternyata sebesar itu penderitaan Kiara selama ini.


Sementara itu ditempat Pesta,Frans terlihat celingukan mencari-cari Kiara kemudian Frans pun menghubungi Ponsel Kiara,kebetulan Ponsel Kiara berada di tas dan tas Kiara saat ini masih berada didalam mobil Al.


"Sial,kemana kamu Kiara?" gumam Frans dengan mengeraskan rahangnya.


Frans pun tanpa berpikir lagi langsung pergi dari tempat pesta itu dan berniat menyusul Kiara kerumahnya.

__ADS_1


Amarah Frans benar-benar sudah memuncak,Kiara sama sekali tidak pernah menganggapnya justru selalu menghindarinya.


"Jack,bisa ga kamu menjalankan mobilnya lebih cepat lagi," bentak Frans.


"Ba--baik Tuan."


Al dan ketiga sahabatnya memutuskan untuk pulang,tapi mereka tidak tidur mereka seperti biasa bergadang di Gazebo dihalaman rumah Al,sembari berjaga-jaga.


Tidak lama kemudian mobil Frans pun tiba didepan rumah Kiara,Al dan ketiga sahabatnya sangat terkejut karena dengan kasarnya Frans membuka gerbang rumah Kiara.


"Wah bahaya,si Frans mau ngapain kesini?" seru Boby.


Frans menggedor-gedor pintu rumah Kiara dengan kerasnya,Alex pun segera membuka pintunya.


"Mana Kiara?" tanya Frans bengis.


"Ada apa ini?datang-datang sudah membuat rusuh?" sentak Alex.


Frans yang malam ini diselimuti amarah dan emosi,menghempaskan tubuh Alex sehingga Alex tersungkur kelantai dengan kening yang mengenai ujung meja.


"Kiara dimana kamu," teriak Frans dengan masuk kedalam rumah Kiara.


"Woi,kurang ajar jadi sekarang dia mau main kasar," teriak Riki.


Keempat pria tampan itu akhirnya berlari kearah rumah Kiara,Boby segera membantu Alex yang sudah terkapar lemas dilantai dengan darah yang mengalir dikeningnya.


Frans masuk kedalam kamar Kiara dengan cara menggebrak pintu kamar Kiara,sehingga Kiara yang sedang tertidur pulaspun langsung bangun dan melotot tatkala melihat Frans yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya dengan tatapannya yang sangat tajam.


"Frans,ke--kenapa ka--kamu ada disini?" tanya Kiara gugup.


Tanpa banyak basa-basi,Frans pun menarik tangan Kiara dan menyeretnya turun kebawah,Al yang melihat wanita yang dicintainya itu diperlakukan kasar seperti itu menjadi naik pitam.


Al segera menghampiri Frans tapi sebelum Al sampai mendekat ke Frans,Jack yang tidak lain Asisten pribadinya Frans langsung menghadangnya.


"Minggir kamu,aku tidak punya urusan denganmu," bentak Al.


Sementara Kiara terlihat meringis dan sudah menangis,berontak pun percuma karena kekuatan Frans lebih besar dibanding dengan Kiara.


Akhirnya terjadilah perkelahian antara Al dan Jack,bahkan Al membawa Jack untuk keluar dari rumah itu.Sementara Frans tidak menyia-nyiakan kesempatan,Frans langsung membawa Kiara dan menyeretnya untuk masuk kedalam mobilnya.


"Tolong selamatkan Kiara," lirih Alex.


Mendengar ucapan Alex,ketiga pria tampan itu mengejar Frans,dan disaat Frans ingin memasuki mobilnya,tanpa diduga-duga Arya mencengkram bahu Frans.


"Mau dibawa kemana Kiara?" sentak Arya.


Akhirnya Arya dan Frans pun berkelahi dan dibantu oleh Boby dan Riki,sementara Al masih berusaha mengalahkan Jack.Memang sungguh hebat Frans dan Jack,fisik dan bela dirinya sungguh terlatih bahkan Frans tidak merasa kewalahan meladeni tiga orang.


Kiara tidak sanggup melihatnya,Alex sudah jatuh pingsan sementara keempat pria itu sudah babak belur dan kelelahan menghadapi Frans dan Jack.


Tidak lama kemudian,akhirnya keempat pria tampan itu tumbang juga tersungkur ditanah dengan luka dimana-mana,Kiara hanya bisa menagis dan berteriak saat melihat semuanya lemas dengan penuh luka.


"Jangan coba-coba menghalangiku lagi,aku sudah memperingatkan semuanya untuk tidak mendekati Kiara," bentak Frans.


Kemudian Frans mendekati Al yang yang sudah lemas dengan wajah yang penuh dengan luka akibat pukulan Jack.


"Tidak ada yang boleh mendapatkan Kiara kecuali aku,ingat itu."


Tidak ada yang bisa menandingi Frans,Frans adalah seorang ketua Mafia dan sebagai ketua Mafia paling kejam harus menguasai beladiri yang sangat bagus begitu juga dengan para Pengawalnya yang hebat-hebat.


Frans dan Jack pun pergi meninggalkan semuanya,Al melihat Kiara yang menggedor-gedor kaca mobil Frans dengan dengan tangisannya.


"Maafkan aku Kiara," gumam Al dan bersamaan pandangannya gelap dan akhirnya Al pin pingsan.


Sementara itu didalam mobil Frans,Kiara terus saja menangis..


"Diam Kiara," bentak Frans.


"Kamu jahat Frans,kenapa kamu melakukan semua ini?kenapa?" teriak Kiara.


"Karena kamu sudah berani mempermainkan perasaanku Kiara,aku tidak pernah mencintai wanita manapun dan sekarang aku sangat mencintaimu,aku bisa mengabulkan semua keinginanmu Kiara,bahkan kalau saat ini kamu memintaku membeli dunia ini aku akan melakukannya,tapi mengapa kamu malah memilih laki-laki itu,apa kelebihan dia dibandingkan aku Kiara?" bentak Frans dengan mencengkram kedua bahu Kiara.


"Cinta itu tidak bisa dipaksakan Frans,kamu bisa mendapatkan wanita manapun jadi aku mohon lepaskan aku," ucap Kiara dengan deraian air matanya.


Frans melepaskan cengkramannya dan kembali duduk diposisiny,dengan tatapannya yang lurus kedepan.


"Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu,orang lainpun tidak boleh mendapatkanmu Kiara," ucap Frans dingin.


Saat ini Kiara hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.Hingga akhirnya mobil yang membawa Kiara berhenti disebuah rumah mewah dan megah bak istana,ini bukan rumah Pram yang dulu pernah Kiara datangi.


Banyak Pengawal yang menjaga rumah itu,bahkan Pengawalannya pun dua kali lipat dari Pengawalan dirumah Pram.Frans membukakan pintu untuk Kiara.


"Ayo turun."


"Ini dimana??" tanya Kiara.


"Cepat turun,sebelum kesabaranku habis," ucap Frans dengan dinginnya.


Perlahan dengan terpaksa Kiara pun turun dari mobil Frans,Frans dengan cepat menarik tangan Kiara dan membawanya kedalam rumah itu.


Frans terus membawa Kiara masuk dan sekarang membawanya kelantai dua rumah itu,Frans membuka sebuah pintu kamar dan menyeret Kiara kedalam kamar itu Kiara tersungkur disebuah kasur besar.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal disini bersamaku Kiara,supaya tidak ada lagi orang yang bisa mengganggu kita," ucap Frans.

__ADS_1


Kemudian Frans pergi meninggalkan Kiara dan menguncinya,Kiara yang berlari dan hendak menyusul Frans ternyata kalah cepat,pintunya sudaj Frans kunci.


"Buka pintunya Frans,aku ga mau tinggal disini aku mohon lepaskan aku Frans," teriak Kiara dengan menggedor-gedor pintu itu.


Frans sama sekali tidak mendengarnya dan pergi keruangan kerjanya,diruangan kerjanya Frans tampak emosi dia membanting semua barang-barang yang ada disana.


Para Pengawal dan Pelayan rumah Frans tampak ketakutan mendengar teriakan dan pecahan barang-barang yang Frans lempar.


"Frans tolong buka pintunya,aku mohon Frans buka pintunya," suara Kiara sudah mulai lemah.


Akhirnya Kiara ambruk juga didepan pintu kamar itu,tangisannya pecah tak bisa dibendung lagi,Kiara hanya bisa memeluk kedua lututnya dan menangis sesegukan.


Setelah sekian lama menangis,Kiara baru memperhatikan isi kamar itu dan betapa terkejutnya Kiara didalam kamar itu penuh sekali dengan foto Kiara yang terpajang didinding dengan berbagai anggle.


Perlahan Kiara bangkit dari duduknya dan memperhatikan semuanya,sungguh Kiara tidak menyangka kalau Frans selama ini sudah mengikutinya kemana pun dia pergi.


***


Keesokan harinya...


Kiara duduk dibawah kasur dengan memeluk kedua lututnya,pandangannya tampak kosong lurus kedepan,Kiara tidak tidur sama sekali pikirannya melayang kemana-mana,dipipinya yang mulus masih terlihat jejak-jejak air mata yang sudah mengering.


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka,tampak Frans disana dengan membawa nampan makanan buat Kiara.


"Sayang,kamu sarapan dulu ya!" seru Frans dengan berjongkok didepan Kiara.


Kiara tidak memperdulikan ucapan Frans,pandangannya tetap kosong.


"Sayang," seru Frans kembali dengan mengusap kepala Kiara.


"Aku mau pulang," sahut Kiara dengan datar.


"Kamu akan tetap disini,kalau kamu maksa terus ingin pulang sekarang juga aku akan mengirim mayat kelima laki-laki itu kehadapan kamu," ucap Frans dengan menatap tajam kearah Kiara.


Kiara balik menatap tajam kearah Frans dengan air mata yang kembali mengalir.


"Jangan mengusik kehidupan mereka,mereka tidak tahu apa-apa,urusan kamu hanya denganku."


"Ok aku akan membesankan mereka dan tidak akan menyentuh mereka sedikitpun asalan dengan satu syarat,kamu harus mengikuti semua keinginanku," seru Frans.


"Aku benci sama kamu Frans."


"Aku tidak peduli kamu mau membenciku sebesar apapun,yang terpenting aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu."


"Jangan ganggu mereka,jangan lukai mereka lagi aku akan melakukan apapun yang kamu mau," sahut Kiara.


"Benarkah?apa kamu bisa memegang ucapanmu itu?" tanya Frans.


"Iya,kalau aku sampai ingkar janji aku siap menanggung konsikuensinya,tapi kalau kamu yang ingkar janji,aku sendiri yang akan menghukummu," ucap Kiara dengan tegasnya.


"Ok..deal,mulai sekarang kamu harus jauhi mereka tidak ada kontak fisik lagi dengan mereka."


Kiara terpaksa menyetujui semua yang diinginkan Frans karena Kiara tidak mau membuat orang-orang yang dia sayangi terluka.


Sementara itu disebuah Rumah Sakit,Al tampak mengerjapkan matanya dia mulai sadar.


"Sayang kamu sudah sadar?" seru Mamah Ayu.


"Al ada dimana Mah?" tanya Al lirih.


"Sekarang kamu ada di Rumah Sakit Sayang,dari tadi malam kamu pingsan tidak sadarkan diri."


Tadi malam Mamah dan Papahnya Al tiba dirumah hampir tengah malam,dan disaat mereka sampai dirumah ternyata warga disana sedang sibuk menolong Alex,Al,dan ketiga sahabatnya yang pingsan dan wajah yang penuh luka.


Dengan cepat Orang tua Al membawa kelimanya ke Rumah Sakit dan mereka semua langsung ditangani.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Hallo apakabar Reader-readerku semua,maaf nih baru up soalnya Authornya baru sembuh semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannyaπŸ€—πŸ€—


Jangan lupa berikan dukungannya untuk setiap karya-karya Author supaya Authornya makin semangat lagi,selalu biasakan diri sehabis baca tinggalkan jejakπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


Oh iya,mampir juga ya di karya Author yang terbaru judulnya "BOS TAMPAN PEMILIK HATIKU" ayo segera ramaikan juga disanaπŸ˜‡πŸ˜‡


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’œπŸ’œπŸ’œ

__ADS_1


__ADS_2