ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Part 42 Season 2


__ADS_3

🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Malam ini, Gerrald memutuskan untuk pergi ke sebuah bar miliknya. Sesampainya disana, Gerrald duduk disebuah kursi yang biasa dia duduki dengan ditemani sebuah minuman, Gerrald tampak santai.


Baru saja Gerrald bersantai, dari kejauhan Gerrald melihat dua orang pria sedang minum dan ditemani dua orang wanita ****.


"Ngapain dua polisi itu ada di bar ku? oh, hebat juga jadi mereka ingin mencari tahu tentangku, aku harus berhati-hati sama Polisi itu," gumam Gerrald.


Gerrald tampak memanggil anak buahnya dan membisikkan sesuatu, anak buahnya menganggukkan kepala tanda mengerti sedangkan Gerrald langsung meninggalkan tempat itu.


"Maaf Tuan, bagi pelanggan baru dibar ini akan memberikan minuman gratis silakan Tuan-tuan mencobanya ini adalah minuman spesial di bar ini," seru seorang pelayan.


Kedua pria yang ternyata Polisi itu tampak menaikkan satu alisnya, mereka harus tetap waspada dengan tempat itu.


"Dari aromanya ini bukan minuman beralkohol, Ki."


"Iya, sepertinya ini hanya minuman biasa saja," sahut Kiki.


Akhirnya tanpa curiga sedikit pun, kedua Polisi itu langsung meminumnya sampai habis membuat sang pelayan menyunggingkan senyuman.


Lima menit kemudian...


"Ki, kok kepalaku pusing sih."


"Iya Dan, kepalaku juga pusing."


Tidak lama kemudia, kedua Polisi itu pun akhirnya tidak sadarkan diri. Anak buah Gerrald langsung membawa keduanya pergi dari bar itu.


Disebuah markas rahasia, Gerrald sedang duduk dikursi kebesarannya sembari menghisap rokok di tangannya.


"Bos, kedua Polisi itu sudah kami bawa."


"Bawa mereka kesini."


"Baik Bos."


Anak buah Gerrald pun menyeret keduanya masuk dengan tangan yang sudah diikat.


"Guyur mereka dengan air," seru Gerrald.


"Baik Bos."


Byuuuuurrrrr....


Anak buah Gerrald menghuyur tubuh kedua Polisi itu dengan air sehingga keduanya langsung tersadar. Mereka berdua tampak mengerjap dan menajamkan pandangan karena di tempat itu sangat gelap dan hanya ada sedikit pencahayaan.


"Untuk apa kalian datang ke bar ku?" tanya Gerrald dingin.


Kiki dan Dani, menyipitkan matanya mereka tidak bisa lihat wajah yang sedang berbicara kepada mereka.


"Mr.G, apa itu kau?" tanya Dani.


"Jawab pertanyaanku jangan mengalihkan pembicaraan!" bentak Gerrald.

__ADS_1


"Tidak, kita hanya nongkrong saja disana," dusta Kiki.


Gerrald bangkit dari duduknya dan menghampiri kedua Polisi itu. Kiki dan Dani mendongakkan kepalanya berharap bisa melihat secara langsung wajah Gerrald tapi sayang disana terlalu gelap dan tidak bisa melihat dengan jelas.


Gerrald mencengkram wajah Kiki dengan sangat kuat membuat Kiki meringis.


"Jangan coba-coba kalian berbohong kepadaku, siapa yang sudah menyuruh kalian datang ke Bar ku? apa atasan sialan kalian yang bernama Fadli itu atau suruhan Jenderal Aliando Prayoga?" tanya Gerrald dengan penuh penekanan.


"Apa maksudmu? kami datang ke Bar anda memang hanya untuk bersenang-senang bukan untuk tugas," sahut Dani.


Gerrald tersenyum miring, Gerrald bukan orang penyabar dia palimg tidak suka kepada orang yang bertele-tele dan banyak basa-basinya.


Buugghh...


Buugghh...


Gerrald menghadiahi mereka dengan satu pukulan dan itu sukses membuat hidung kedua Polisi itu mengeluarkan darah.


"Aku tidak suka kepada orang yang banyak basa-basi, jangan pernah membodohiku. Cepat katakan siapa yang sudah menyuruh kalian atau aku akan memotong lidah kalian sekarang juga!" teriak Gerrald.


Kiki dan Dani tampak menelan salivanya dengan susah payah, apalagi saat ini Gerrald sudah mengeluarkan KOOKI pisau kesayangannya itu.


"Tidak ada yang menyuruh kami, kami kesana memang untuk bersenang-senang," seru Dani.


Gerrald kembali menyunggingkan senyumannya..


"Oh, jadi kalian ingin bersenang-senang denganku ya!!"


"Aaaaarrrrgggghhhh....." teriak Dani dan Kiki bersamaan.


Satu sayatan pisau Gerrald mendarat mulus di lengan kedua Polisi muda itu.


Gerrald menarik tangan Dani dan dengan cepat memotong jari kelingking milik Dani.


"Aaaaarrrrggghhh...."


Kiki hanya mampu memejamkan matanya saat melihat temannya itu kesakitan. Wajah Dani mulai memucat dengan keringat memenuhi seluruh wajahnya.


"Kurung mereka disana, siksa saja mereka kalau mereka masih tidak mau mengaku," seru Gerrald.


"Baik Bos."


Anak buah Gerrald pun menyeret Dani dan Kiki kedalam sebuah ruangan dengan terhalang oleh jeruji besi. Anak buah Gerrald kembali menyiksa kedua Polisi muda itu, sedangkan Gerrald kembali duduk dikursinya.


Gerrald tampak menyunggingkan senyumannya...


"Polisi yang sangat penurut, rela disiksa daripada harus menyebutkan siapa yang sudah menyuruh mereka," gumam Gerrald.


***


Disisi lain, seorang Polisi yang di tugaskan mengawasi Dani dan Kiki berlari terengah-engah menuju sebrang jalan yang lumayan jauh dari lokasi Bar.


"Lapor Pak, Dani dan Kiki menghilang."


"Apa!!! ah, sial kita kecolongan."


Fadli begitu panik dan langsung bergegas melajukan mobilnya dan menghubungi rekan-rekannya untuk mencari Dani dan Kiki.


***


Waktu pun berjalan dengan cepat, saat ini jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari tapi Gerrald masih terjaga. Gerrald tetap duduk di tempatnya seperti sedang memikirkan sesuatu.

__ADS_1


Lain halnya dengan Kiki dan Dani, kedua Polisi muda itu sudah terkapar tak berdaya dengan wajah penuh luka dan darah masih mengalir dari hidung dan mulutnya.


"Buang mereka ke depan kantor Polisi tempat mereka dinas, dan jangan lupa simpan kertas ini diatas tubuh mereka."


Gerrald melempar sebuah kertas ke arah anak buahnya.


"Siap Bos."


Tidak membutuhkan waktu lama, sebuah mobil sampai di depan kantor Polisi dirasa situasi aman, anak buah Gerrald melempar kedua Polisi muda itu dan tidak lupa menyimpan secarik kertas diatas tubuh Kiki.


"Ayo kita pergi!!"


Seorang petugas, hendak keluar menuju pos penjagaan. Barusan dia pergi ke toilet untuk membuang hajat.


Dia melihat dua orang tergeletak di depan pos penjagaan membuat dia mengeluarkan senjatanya untuk berjaga-jaga. Perlahan petugas itu mendekat, dan menggoyangkan tubuh Dani dengan kakinya.


Tubuh Dani terbalik dan membuat petugas itu terbelalak.


"Briptu Dani!!" pekiknya.


Petugas itu kemudian menghubungi rekannya menggunakan sambungan telpon yang ada di pos penjagaan. Tidak lama kemudian, Fadli dan yang lainnya datang.


"Ada apa ini?" tanya Fadli.


"Briptu Dani dan Briptu Kiki, Pak!"


Fadli terkejut dan dengan cepat mengambil kertas yang ada di tubuh Dani.


"KALIAN JANGAN MACAM-MACAM DENGANKU, JANGAN COBA-COBA MENGUSIK HIDUPKU ATAU KALIAN AKAN TAHU AKIBATNYA."


"Brengsek, jadi dia berani mengancam Polisi!! cepat bawa mereka ke rumah sakit."


"Siap Pak!!"


Fadli meremas kertas itu dengan rahang yang mulai mengeras.


"Mr.G, aku akan menangkapmu dan menumpas semua mafia dengan tanganku sendiri," gumam Fadli.


🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2