
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Gladis pulang menuju rumahnya...
"Sayang, siapa pria tadi?" tanya Ayah Al disela-sela perjalanannya.
"Dia namanya Gerrald, dia anak baru sama kaya Gladis tadi dia yang sudah nolongin Gladis Yah kalau Gerrald tidak tepat waktu mungkin Jovan sudah ngapa-ngapain Gladis."
"Kamu harus tetap berhati-hati, soalnya perasaan Ayah mengatakan kalau pria tadi juga bukan orang biasa."
"Maksud Ayah?"
"Tidak apa-apa Nak, pokoknya kamu harus berhati-hati jangan terlalu dekat dengan pria tadi."
Gladis hanya bisa cemberut, Ayahnya memang terlalu over protektif dan itu membuat Gladis tidak nyaman.
"Sepertinya aku harus selidiki orang itu, aku yakin kalau orang itu bukan orang biasa dan sepertinya saat ini dia sedang melakukan penyamaran," batin Ayah Al.
Sesampainya di rumah, Bunda Kiara sangat terkejut melihat wajah puteri kesayangannya tampak lebam.
"Astagfirullah, wajah kamu kenapa sayang?" tanya Bunda Kiara panik.
"Gladis ditampar sama Jovan, Gladis hampir saja diapa-apain sama dia, untuk Gerrald datang tepat waktu dan menolong Gladis."
"Gerrald?"
"Iya, dia itu anak baru sama kaya Gladis tapi dia selalu nolongin Gladis walaupun orangnya agak sedikit dingin dan cuek."
Bunda Kiara memandang ke arah Ayah Al...
"Sini, Bunda obatin."
Bunda Kiara pun mengobati luka yang ada di wajah Gladis. Ayah Al, memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Sudah kamu istirahat sana."
"Iya Bunda."
Gladis pun pergi ke kamarnya sedangkan Bunda Kiara pun menyusul Ayah Al.
"Ayah kenapa? sepertinya ada sesuatu yang Ayah pikirkan?" tanya Bunda Kiara dan duduk di samping Ayah Al.
"Bunda, Ayah curiga sama orang yang namanya Gerrald."
"Gerrald yang tadi Gladis ceritain? yang nolongin dia?"
"Iya, Dari auranya Ayah yakin kalau dia bukan orang biasa. Ayah juga berpikir kalau dia saat ini sedang menyamar."
"Maksud Ayah apa sih, Bunda ga ngerti?"
"Bunda, bagaimana pun Ayah itu mantan intel jadi tahu sifat setiap orang. Tadi disaat Gerrald itu berkelahi, Ayah tahu kalau dia jago beladiri tapi dia pura-pura. Entahlah, Ayah merasa kalau Gerrald juga orang yang cukup berbaya."
"Terus bagaimana dengan Gladis? Bunda takut terjadi kenapa-napa sama dia."
__ADS_1
"Masih ada Fikri, dia akan jagain Gladis jadi Bunda jangan khawatir."
Terlihat sekali raut wajah khawatir di wajah cantik Bunda Kiara, dia takut puteri kesayangannya itu terluka dan nasibnya sama kaya dia dulu.
***
Malam pun tiba...
Malam ini tidak seperti malam-malam sebelumnya, hujan turun dengan derasnya membuat udara pun terasa sangat dingin menusuk.
Gladis duduk termenung di kursi yang dekat jendela, melihat hujan yang semakin lebat. Tiba-tiba Gladis terbayang kejadian tadi siang, disaat kacamata yang Gerrald pakai terlepas.
"Kok Gerrald mirip dengan pria yang ada di pesawat ya, tapi kan pria yang di pesawat terlihat tampan dan gagah. Gerrald juga sebenarnya tampan sih cuma ketutup sama kacamata dan tompelnya, astaga kenapa jantungku selalu berdebar sih setiap mengingat Gerrald," gumam Gladis.
Sementara itu tanpa Gladis sadari, di depan rumah Gladis ada sebuah mobil. Orang di dalam mobil itu tampak melihat Gladis yang sedang termenung di depan jendela kamarnya.
"Tidak ada yang boleh menyakitimu sayang, aku akan membunuh siapa pun yang sudah melukai wanitaku," gumam Gerrald dengan senyumannya.
Ya, orang yang ada di dalam mobil itu adalah Gerrald. Gerrald baru saja bersenang-senang dengan belasan orang yang tadi siang mengeroyoknya.
Bukan perkara sulit untuk Gerrald menemukan orang-orang itu. Bagi Gerrald, bersembunyi di lubang semut sekalipun, Gerrald akan menemukannya dengan mudah.
"Jalan..."
"Baik Tuan."
Disisi lain, di sebuah rumah mewah Jovan tampak uring-uringan karena dia tidak berhasil mendapatkan Gladis.
"Sial, sebenarnya siapa si cupu itu? waktu itu, dia tidak melawan sama sekali tapi tadi siang dengan mudahnya dia memukulku," geram Jovan.
***
Keesokkan harinya...
"Sayang, nanti malam Ayah ada undangan makan malam dari teman Ayah, kamu harus ikut ya," seru Ayah Al.
"Malas ah Ayah."
"Pokoknya tidak ada penolakkan, kamu harus ikut dan jangan lupa dandan yang cantik."
"Memangnya kenapa, Gladis harus dandan yang cantik?"
"Karena nanti malam ada sesuatu yang spesial."
"Apa?" tanya Gladis dengan mengangkat satu alisnya.
"Nanti juga kamu akan tahu."
Gladis menoleh ke arah Bundanya dan Bundanya tampak tersenyum lembut ke arah Gladis.
Seperti biasa Gladis berangkat bersama Fikri.
"Dis, kemarin kamu ga apa-apa kan?"
"Aku ga apa-apa kok Fik."
"Maaf ya aku telat nolongin kamu."
"Ga usah minta maaf, kamu juga kan kemarin lagi dikeroyok sama teman-temannya Jovan. Untung ada Gerrald, dia yang nyelamatin aku dan datang tepat waktu kalau ga ada dia, aku ga tahu jadinya bakalan kaya gimana," sahut Gladis.
Ada rasa kesal dihati Fikri, kenapa dia selalu keduluan sama Gerrald. Sesampainya di kampus, Gladis segera menuju kelasnya.
__ADS_1
"Ternyata Gerrald belum datang," gumam Gladis.
Gladis pun memutuskan untuk membaca buku disela-sela menunggu kedatangan Dosen. Disaat Gladis sedang asyik dengan bacaannya, tiba-tiba seseorang duduk di samping Gladis membuat Gladis terkejut.
"Ya ampun Ge, kamu bikin kaget saja."
"Serius banget baca bukunya."
"Iya, sambil nunggu Dosen datang."
Gladis memperhatikan wajah Gerrald yang terlihat luka dimana-mana, dengan cepat Gladis mencari sesuatu di dalam tasnya.
"Ge, sini lihat."
Gerrald pun menghadap ke arah Gladis..
"Aku obatin ya wajah kamu, biar lukanya ga membekas."
Gerrald menganggukkan kepalanya, perlahan Gladis mengolesi salep ke wajah Gerrald. Gerrald hanya memperhatikan wajah Gladis yang sangat dekat dengannya, terlihat sangat cantik.
Hingga akhirnya Gerrald menggenggam tangan Gladis, Gladis tersentak karena terkejut. Untuk beberapa menit kedua netra itu saling pandang satu sama lain.
"Selamat pagi semuanya!!"
Kedatangan sang Dosen membuat Gerrald dan Gladis tersadar, dengan cepat Gladis melepaskan genggaman tangan Gerrald dan Gladis mulai salah tingkah.
"Oh my god, jantungku kumat lagi," batin Gladis.
Sedangkan Gerrald hanya bisa mengulum senyumannya melihat tingkah Gladis yang menjadi salah tingkah itu, sangat lucu dan menggemaskan untuk Gerrald.
Gerrald adalah bukan orang yang gampang jatuh cinta, selama hidupnya dia hanya satu kali berhubungan tapi sayang wanita itu pergi meninggalkan Gerrald karena Gerrald terlalu posesif kepadanya.
Begitulah Gerrald, kalau dia sudah sayang dan cinta kepada seorang wanita, Gerrald akan melindungi dan menyayanginya sepenuh hatinya.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Yuk guys minta dukungannya dong untuk karya terbaruku yang aku ikut sertakan dalam lombaππ
Walaupun genre horor tapi tidak seram kok malah bikin ngakak, ga percaya? Yuk mampir, kepoinππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU