
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Keesokan harinya....
Kiara mulai membuka matanya,disaat Kiara ingin mengangkat tangannya terasa berat Kiara menoleh kesamping,betapa terkejutnya Kiara saat melihat Al tidur disampingnya dan tangannya menggenggam tangan Kiara.
"Astaga.." seru Kiara dengan suara keras sehingga membuat Al terkejut dan langsung bangun.
"Ada apa Ra,apa kamu butuh sesuatu?" tanya Al panik.
"Tangan aku Al," sahut Kiara.
Al melihat kearah tangannya yang sedang menggenggam tangan Kiara,Al pun segera melepaskannya.
"Maaf..maaf ga sengaja," seru Al dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sejenak mereka pun saling diam karena merasa salah tingkah dan malu juga.
Tiba-tiba pintu ruangan Kiara terbuka dan muncullah sesosok pria paruh baya dengan senyum hangatnya.
"Pagi,,bagaimana keadaan kamu Ra?" tanya Alex.
"Sudah membaik,aku mau pulang sekarang," jawab Kiara.
"Ya sudah,nanti Ayah ngomong sama Dokter."
Setelah Kiara diperiksa,Dokter menyatakan kalau Kiara sudah sehat dan diperbolehkan untuk pulang.
Suster melepaskan jarum infus yang menempel ditangan Kiara,dan Kiara pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.
"Al,terima kasih ya karena sudah mau menjaga Kiara untuk Om," seru Alex.
"Sama-sama Om."
Tidak lama kemudian,Kiara pun sudah selesai mengganti pakaiannya.
"Ra,kamu pulang bareng Al soalnya Ayah mau langsung ke Kantor," seru Alex.
Kiara menganggukan kepalanya...
Mereka bertiga pun meninggalkan Rumah Sakit,Kiara ikut bersama Al selama dalam perjalanan tak ada obrolan diantara mereka.
"Ehmm..Ra,boleh aku nanya?" tanya Al.
"Mau nanya apa?" sahut Kiara dengan pandangan yang masih keluar jendela.
"Kenapa kamu bersikap dingin kepada semua orang?" tanya Al.
"Karena aku tidak mempercayai siapapun,nyatanya saudara sendiripun mampu berbuat jahat apalagi orang yang ga aku kenal," jawab Kiara dingin.
"Tidak semua orang itu jahat,bagaimana kalau orang itu datang memang ditakdirkan untuk menolong kita."
Kiara langsung menoleh kearah Al yang sedang fokus menyetir.
"Maksud kamu apa?" tanya Kiara.
Al menghentikan mobilnya dipinggir jalan yang sepi.
"Aku tahu kamu sedang mempunyai masalah?aku tahu kamu ingin membalas dendam pada seseorang kan?" seru Al.
"Sotoy," sahut Kiara dengan ketusnya.
"Aku bukannya sotoy,aku bisa lihat dari sorot mata kamu dan apabila suatu saat kamu membutuhkan bantuan kamu bisa hubungi aku," seru Al.
"Udah deh Al,kamu ga usah ikut campur urusan aku,karena aku paling ga suka sama orang yang ingin tahu sama urusan orang lain," bentak Kiara.
Kiara memutuskan keluar dari mobil Al dan Al juga ikut turun dan menghentikan Kiara.
"Tunggu Ra,ok aku minta maaf aku hanya ingin membantu kamu setidaknya kamu bisa bercerita sama aku dan mulai membuka diri kamu,jangan sampai kamu mempunyai masalah besar hanya mampu dipendam sendirian itu ga baik Ra dan itu hanya bisa menyiksa diri kamu sendiri," seru Al.
Kiara menghempaskan tangan Al,Kiara tidak suka kalau ada orang asing yang masuk kedalam masalahnya apalagi ingin tahu tentang masalah Kiara.
Bukan tanpa alasan Kiara melakukannya,Kiara lakukan semua itu karena Kiara tidak mau orang itu ikut terkena bahaya kalau terlalu ikut lebih jauh kedalam masalahnya.
Sementara itu dari kejauhan tampak mobil hitam sedang memantau Kiara dan Al,orang itu tidak lain adalah Frans.Frans mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya tatkala melihat Al memegang tangan Kiara.
"Terima kasih atas perhatiannya,tapi aku ga bisa cerita kesembarang orang," jawab Kiara.
Kiara hendak melangkah pergi tapi lagi-lagi Al menarik tangan Kiara.
"Mau kemana Ra?" tanya Al.
"Aku naik taxi aja."
"Ga bisa gitu dong Ra,Om Alex sudah menitipkan kamu kepadaku jadi sekarang kamu harus pulang denganku," seru Al.
Tapi tiba-tiba seorang pria sudah berada dibelakang mereka.
"Lepaskan tanganmu atau aku akan patahkan tanganmu sekarang juga," seru Frans.
Al dan Kiara menoleh bersamaan...
Al bukannya melepaskan tangan Kiara malah tambah mengeratkan pegangannya sehingga tanpa sadar membuat Kiara kesakitan.
"Kalau aku tidak mau melepaskannya bagaimana?" tantang Al yang membuat Kiara melongo.
"Kurang ajar,kamu mau cari mati ya,asalan kamu tahu Kiara itu milik aku tidak ada yang boleh menyentuh ataupun memilikinya," bentak Frans.
"Sejak kapan Kiara menjadi milikmu?" tanya Al dengan senyumannya.
__ADS_1
"Kamu berani menantangku?" bentak Frans.
"Kenapa tidak," seru Al.
Kiara makin melongo dengan jawaban Al,dan membuat Frans semakit geram karena baru kali ini ada orang yang berani menantangnya.
"Kamu tidak tahu siapa aku?" tanya Frans.
"Memangnya kamu siapa?ga penting juga aku harus tahu siapa kamu," sahut Al.
Frans mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya,tanpa aba-aba Frans dengan cepat memukul wajah Al sehingga AL tersungkur seketika ke aspal.
"Jangan macam-macam denganku atau semua keluargamu akan hancur," bentak Frans.
Frans langsung menarik tangan Kiara dan membawanya ke dalam mobilnya,Kiara hanya bisa menatap Al dengan tatapan sendunya.
"Tenang Kiara,aku akan melepaskanmu dari cengkraman iblis berwujud manusia itu dan aku juga berjanji akan membongkar semua kejahatanmu Frans," gumam Al dengan mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
Didalam mobil Frans,Frans berusaha mengusap kepala Kiara tapi Kiara menghindarinya.
"Kamu hanya milikku Kiara,kenapa kamu tidak mendengarkan ucapanku jangan pernah kamu dekat dengan siapapun kecuali denganku," seru Frans.
"Aku bukan siapa-siapa kamu Frans,jadi aku berhak dekat siapapun termasuk dengan Al," jawab Kiara dengan pandangan kearah luar jendela.
Emosi Frans kembali terpancing,Frans menarik lengan Kiara dengan kasar dan kembali mencengkram pipi Kiara dengan tangannya.
"Aku bilang kamu hanya milikku,kalau kamu tidak mau menuruti ucapanku,aku pastikan semua orang kesayanganmu akan hancur," seru Frans.
"Kamu jangan macam-macam Frans,urusan kamu hanya denganku jangan mengusik kehidupan orang-orang yang berada disekitarku," sahut Kiara dengan meringis menahan sakit.
"Kalau kamu tidak mau mereka terluka,turuti keinginanku."
Frans melepaskan cengkramannya dengan kasar.
"Aku tahu Ayahmu seorang Pengacara handal,aku tahu sekertarismu itu tinggal dimana,aku tahu keempat laki-laki itu tinggal dimana,aku adalah salah satu pemegang kendali Perusahaanmu,dan aku juga tahu dimana Ayah laki-laki tadi bekerja jadi kalau kamu berani menolakku dan membantah keinginanku dalam waktu sedetik semuanya akan hancur," jelas Frans.
Kiara menatap tajam kearah Frans dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu jahat Frans,aku benci sama kamu," sahut Kiara.
"Aku tidak peduli,kamu mau benci ataupun muak sama aku yang penting sekarang kamu jadi milikku Sayang," ucap Frans dengan tersenyum kearah Kiara.
Dengan perasaan marah yang memuncak,Kiara memilih untuk memalingkan wajahnya keluar jendela.
"Tidak akan ada yang bisa mendapatkanmu Kiara kecuali aku,kalau sampai ada yang mengusik milik Frans aku akan hancurkan dia sampai hancur seperti debu," batin Frans dengan melihat kearah Kiara.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mengusik orang-orang yang ada disekitarku Frans,cukup keluargaku yang pergi meninggalkanku jangan sampai mereka juga pergi meninggalkanku,aku harus mencari cara supaya aku bisa bebas dari Frans tanpa harus mengorbankan orang-orang yang aku Sayang," batin Kiara.
Al sampai dirumahnya dengan luka lebam dipipinya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam,ya Alloh Al pipi kamu kenapa Sayang?" tanya Mamah Ayu khawatir.
"Tidak apa-apa Mah,Mamah jangan khawatir.Bi,tolong bawakan es batu sama handuk kecil dan bawa ke kamar aku ya," teriak Al.
Al pun langsung naik menuju kamarnya,dan Bibi Imah membawakan es batu dan handuk kecil seperti yang disuruh oleh Al.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Permisi Den,ini es batu sama handuk kecilnya."
"Oh iya Bi sini,terima kasih ya Bi."
"Iya Den sama-sama,kalau begitu Bibi permisi dulu."
Al kemudian mengompres luka lebam dipipinya,Al tampak meringis kesakitan tapi Al menahannya.
Tiba-tiba bayangan wajah Kiara yang terlihat sedih saat dibawa oleh Frans membuat Al kembali mengepalkan tangannya.
"Brengsek kamu Frans," gumam Al.
Pada saat Al sedang fokus mengobati lebam dipipinya,Al mendengar sebuah mobil berhenti didepan rumahnya.
Al mencoba melihatnya dari jendela kamarnya,ternyata itu mobil Frans yang mengantarkan Kiara pulang.
Kiara pun turun dari mobil Frans,Kiara sempat melirik kearah rumah Al dan mobil Al sudah terparkir disana,ada rasa lega dihati Kiara.
Frans ikut turun dan menghampiri Kiara,Frans kembali berusaha memegang pipi Kiara tapi dengan sigap Kiara menghindarinya.
"Aku pulang dulu Sayang,selamat istirahat dan mulai besok kamu akan aku antar jemput dan tidak ada penolakan," ucap Frans.
Kiara langsung masuk kedalam rumahnya tanpa menjawab apapun ucapan Frans.
Frans memperhatikan rumah yang berada didepan rumah Kiara itu yang tidak lain adalah rumanya Al,Frans sedikit mengangkat sudut bibirnya.
"Kamu bukan tandinganku Brother," gumam Frans.
Frans pun segera memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Kiara.
***
Malam pun tiba...
Malam ini Frans memutuskan untuk pergi ke sebuah club malam miliknya,Frans memang seperti itu kalau dia sedang marah dan emosi dia selalu menghabiskan malamnya ditempat itu.
Frans disana hanya duduk sendirian karena Frans tidak suka ada orang yang menggangu malamnya,sementara disisi kanan kirinya ada Pengawal yang siap menjaga kalau-kalau ada wanita yang datang mendekat.
Kebetulan malam ini Yuna dan teman-temannya juga datang ke club malam itu,Yuna memang sudah terbiasa datang ketempat seperti itu karena memang pergaulannya yang bebas.
"Ayo girl,malam ini kita bersenang-senang," teriak Yuna.
Pada saat Yuna dan teman-temannya sedang minum,salah satu teman Yuna melihat kearah Frans.
"Yuna,lihat deh bukannya itu Tuan Frans ya ampun tampan sekali," seru teman Yuna dengan girangnya.
__ADS_1
"Oh my god,ternyata jodoh aku bisa bertemu Pangeran aku disini," sahut Yuna.
"Ok sekarang aku tantang kamu,kamu berani ga deketin Tuan Frans kalau kamu berhasil mendekati Tuan Frans dan dia tergoda olehmu,aku akan belikan kamu tas branded," seru temannya Yuna.
"Ok siapa takut,deal ya!!"
Yuna pun mulai merapikan dandanannya dan dengan berjalan lenggak-lenggok bak model di catwalk Yuna menghampiri Frans.
Para Pengawal Frans yang melihat Yuna akan mendekati Tuannya dengan sigap langsung menghalanginya.
"Hai Tuan apa-apaan ini?" seru Yuna kesal.
"Maaf Nona,Tuan kami tidak suka j****g dan tidak mau diganggu jadi lebih baik anda pergi dan cari pria lain," sahut sang Pengawal.
"Apa kamu bilang?aku bukan seorang j****g enak saja kalau ngomong,kalian tahu ga aku ini puteri tunggalnya Kim Taylor Pengusaha sukses di Negeri ini," bentak Yuna.
"Biarkan saja wanita itu," seru Frans.
Para Pengawal Frans pun mulai memberi jalan untuk Yuna,Yuna tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dia langsung duduk disamping Frans dan bergelayut manja dilengan Frans.
"Frans,terima kasih ya sudah membiarkan aku duduk disini aku senang banget bisa dekat denganmu seperti ini," seru Yuna dengan manjanya.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Grans dengan dinginnya.
"Frans aku itu dari dulu sangat mencintaimu,aku rela melakukan apapun demi kamu bahkan jadi yang keduapun aku rela,bagaimana kalau sekarang kita bersenang-senang," bisik Yuna ditelinga Frans.
Yuna begitu gencar menggoda Frans,tapi sedikitpun Frans tidak tergoda oleh Yuna meskipun penampilan Yuna sangat sexi tapi tetap saja dihati Frans hanya ada Kiara.
"Aku tidak suka wanita second sepertimu," ucap Frans yang beranjak dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Yuna.
Yuna melotot dia sangat terkejut dengan ucapan Frans barusan.
"Ih dasar nyebelin," gumam Yuna.
Teman Yuna yang dari tadi memperhatikan Yuna menghampirinya dan tertawa terbahak-bahak.
"Ya ampun kamu dicampakan lagi Yun."
"Diam kamu,aku lagi sebel sama Frans."
"Sabar..sabar,ya sudah lebih baik sekarang kita bersenang-senang lagi," ajaknya.
Sementara itu dirumah Kiara,Kiara tampak melamun dia merasa bersalah karena tadi siang sudah meninggalkan Al begitu saja.
"Maafkan aku Al," gumam Kiara.
Perlahan Kiara melangkah kebalkon kamarnya,tempat favoritnya dikala dia merasa gelisah.
Dan tanpa diduga ternyata Al pun sedang berada dibalkon kamarnya juga,seketika mereka berdua saling pandang.
Kiara yang merasa bersalah lebih memilih untuk pergi tapi baru saja Kiara melangkahkan kakinya menuju kamarnya Al menghentikan Kiara.
"Tunggu Kiara," seru Al.
Kiara menghentikan langkahnya tapi tidak membalikan tubuhnya.
"Apa Frans sudah mengancam kamu?" tanya Al.
Kiara tetap diam tidak menjawab sepatah katapun,Kiara tidak mau kalau Al tahu Frans mengancam dirinya,Kiara yakin pasti Al akan menolong Kiara tapi Kiara tidak mau sampai Al terluka gara-gara menolongnya.
"Tidak,Frans tidak mengancamku dan aku mohon mulai sekarang kamu jangan lagi ikut campur urusan aku," ucap Kiara.
Kiara pun masuk kedalam kamarnya tanpa menoleh lagi kearah Al.
"Kamu tidak bisa bohong dari aku Kiara,aku tahu kamu sedang berbohong," gumam Al.
***
Keesokan harinya...
Pagi-pagi sekali Frans sudah berada didepan rumah Kiara,dia berniat mengantar Kiara ke Kantornya.
Sungguh luar biasa memang pesona seorang Kiara mampu menaklukan dan meluluhkan hati seorang Frans Wild Blood ketua Mafia paling berpengaruh di Negeri ini.
Tapi Sayang tidak ada yang tahu identitas Frans sebenarnya.
Kiara keluar dari rumahnya dan seperti biasa,Kiara tidak pernah memakai pakaian Kantor.
Frans melihat Kiara dengan tatapan tidak biasa.
"Wanita ini lahir dari perempuan seperti apa?kenapa pakaian sederhana seperti itu pun masih terlihat sangat cantik," batin Frans.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Hallo semuanya apakabar,maaf ya segitu dulu jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1