ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Terungkap


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Al menoleh kearah Kiara dan betapa terkejutnya Al yang melihat keadaan Kiara,tubuhnya bergetar hebat,keringat dingin bercucuran diwajah cantiknya.Al kemudian menghampiri Kiara dan memeluknya.


"Om,Kiara kenapa?kok seperti ini?" tanya Al khawatir.


"Astaga Om lupa,Al sebaiknya kamu antarkan dulu Kiara kekamarnya biarkan dia istirahat," seru Alex.


"Baiklah Om."


Al pun memapah Kiara yang masih bergetar hebat,sesampainya dikamar Kiara,Al membaringkan Kiara dikasurnya dan menyelimutinya.


"Kamu istirahat saja ya,jangan pikirkan apapun dan kamu juga jangan takut karena aku akan selalu ada disamping kamu," Al pun mencium kening Kiara dan pergi meninggalkan Kiara.


Al pun meninggalkan Kiara dan menemui Alex kembali.


"Om,Kiara kenapa?" tanya Al.


"Kiara memang seperti itu Al,setiap mengingat kejadian itu Kiara selalu bereaksi seperti itu keringatan,tubuhnya gemetar,ketakutan,begitulah Kiara kejadian pembantaian itu sangat melekat dihati Kiara dan menjadikan Kiara mengalami trauma," jelas Alex.


"Pantas saja,terus disaat Kiara pergi bersama Frans Kiara seperti sedih Om sampai-sampai dia menangis diteras depan," seru Al.


"Kamu melihatnya juga,itu pertama kalinya Kiara bertemu dengan Pram dan itu membuat jiwanya terguncang,dari awal Om memang tidak pernah memberi tahukan semuanya kepada Kiara karena Om pikir,Om takut Kiara melakukan hal bodoh yang dapat membahayakan nyawanya,makannya Om menunggu sampai Kiara mempunyai orang yang akan membantunya menegakan keadilan untuk kematian keluarganya," jelas Alex.


"Terus Om itu siapanya Kiara?" tanya Al.


"Aku adalah sahabat Papahnya Kiara,sejak awal kehamilan istrinya Chen memang menitipkan Kiara kepadaku jika suatu saat nanti sesuatu terjadi kepada mereka,karena Om tidak ingin terjadi sesuatu akhirnya Om mengubah Kartu Keluarga Kiara menjadi anak Om,sampai saat ini Pram dan Kim belum tahu kalau Kiara puterinya Chen,yang tahu tentang kita berdua hanya Perwira Polisi yang saat itu menangani kasus kami,dan Om dengar Perwira Polisi itu sekarang sedang mengalami struk,makannya Om,Kiara,dan Mbak Tiara merasa aman dan selama 20 tahun ini bisa menyembunyikan diri," jelas Alex panjang lebar.


"Oh pantas saja,Pak Wira orang yang paling dicari dalam kasus ini ternyata dia yang mengetahui keberadaan Kiara," batin Al.


"Dan kamu tahu Al ternyata Perwira Polisi itu bekerjasama dengan Pram dan Kim untuk menutup kasus itu padahal Kiara dan Mamahnya sangat menginginkan kasusnya terungkap karena mereka juga ingin mendapatkan keadilan,sayangnya kita tidak punya bukti sama sekali untuk mengungkapkan semuanya," keluh Alex.


"Apa?"


Al tampak terkejut dengan penjelasan Alex,banyak hal yang dia ketahui dengan kasus yang menimpa Kiara.


Dan ternyata kasus yang sedang dia tangani dengan kasus yang menimpa Kiara itu merupakan kasus yang sama dan sepertinya mengenai pembunuh psikopat adalah orang yang sama juga seperti yang dipikirkan oleh Al.


"Berarti semuanya mengarah kepada satu nama yaitu Frans," batin Al.


"Al,kamu gapapa kan?" seru Alex dengan menepuk pundak Al.


"Eh Om,Al gapapa kok."


"Dan satu lagi Al,apabila disaat Om sedang ada kerjaan diluar kota tolong awasi Kiara,dia itu sangat phobia sama yang namanya kegelapan dan petir,kalau disaat keadaan gelap terus ada petir juga dia selalu merasa kalau dia berada kembali disaat kejadian itu terjadi," jelas Alex.


"Oh pantas saja Om,Al selalu melihat setiap malam kalau kamar Kiara selalu menyala aku pikir Kiara sedang bekerja."


"Sejak awal Om percaya sama kamu Al,Om tahu kamu orang baik yang nantinya bisa membantu Kiara dan mengubah Kiara menjadi seseorang yang lebih hangat dan ceria lagi ga kaya sekarang yang dingin dan kaku," Alex tampak terkekeh.


"Tenang saja Om,Al akan berusaha membantu Kiara dengan segenap jiwa dan raga Al,kalau begitu Al pulang dulu Om."


Al pun meninggalkan rumah Kiara,Al menghubungi ketiga Sahabatnya malam ini mereka harus berkumpul dan mengatur strategi apa yang harus dilakukan selanjutnya.


Al pun bersiap untuk menemui sahabat-sahabatnya disebuah Restoran privat,sesampainya disana ternyata ketiga sahabatnya sudah menunggunya.


"Maaf lama menunggu," seru Al.


"Ada apa tumben kamu ngajak kita ketemuan malam-malam?" tanya Boby.


"Sekarang aku sudah tahu semuanya,masalah kasus pembantaian 20 tahun yang lalu itu."


"Hah..serius kamu Al," sahut Arya tidak percaya.


"Kalian dengarkan baik-baik jangan sampai aku mengulang lagi ceritanya," seru Al.


Ketiga sahabat Al itu mulai serius menatap Al dan bersiap untuk mendengarkan cerita Al.Al pun menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya itu tanpa ada terlewat sedikitpun.


"Gila,berarti dalang dari semuanya adalah Frans dan Papahnya?" seru Boby dengan menggebrak meja sehingga membuat semuanya kaget.


"Santai dong Bob,jangan pakai gebrak-gebrak meja segala kaget tahu," keluh Riki.

__ADS_1


"Habisnya gemes banget rasanya pengen aku bejek-bejek tuh orang,tapi aku salut sama Kiara selama puluhan tahun dia bisa bertahan dengan kondisi Mamahnya yang mengalami defresi pula kalau wanita lain aku ga yakin bisa bangkit seperti Kiara," sahut Boby.


"Yang lebih membuat aku salut sama Kiara,saat dia bertemu dengan Kim yang tidak lain adalah Om dan sekaligus yang sudah memperkosa Mamahnya,Kiara masih bisa bersikap tenang walaupun aku lihat dia mengepalkan tangannya,ada kebencian yang teramat sangat diwajahnya," sahut Al.


"Kita harus lindungi Kiara,Om Alex,dan Mamahnya Kiara karena aku yakin lambat laun Frans dan Papahnya akan mengetahuinya," ucap Arya.


Malam pun semakin larut keempat pria tampan itu keluar dari Restoran,mereka berempat keluar Restoran dengan sesekali bercanda.


Tapi saat mereka sampai diluar,mereka dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang dengan santainya duduk didalam mobilnya dengan Para Pengawal yang menjaganya.


Ya,tanpa diduga-duga ternyata Frans sudah berada disana.


"Frans,ngapain dia ada disini?" batin Al.


"Kayanya perasaan aku ga enak deh Al," bisik Boby.


Salah satu Pengawal itu membukakan pintu mobil Frans,Frans berjalan menghampiri Al dan sahabat-sahabatnya dengan gaya songongnya.


Frans berdiri tepat didepan Al hanya berjarak beberapa centi saja,Frans menatap tajam kearah Al dan Al membalas tatapan Frans tidak ada sedikitpun rasa takut dihati Al.


"Apa kamu tidak merasa takut denganku?" tanya Frans.


"Tidak," jawab Al tegas.


"Apa kamu berniat menantangku?" tanya Frans kembali.


"Kenapa tidak," Al sedikit mengangkat sudut bibirnya seolah mencibir Frans.


Tiba-tiba Frans menarik kerah baju Al,dan itu membuat sahabat-sahabatnya dengan refleks ingin membantu Al tapi para Pengawal Frans dengan sigap mengunci pergerakan dari sahabat-sahabatnya Al.


"Woi,jangan macam-macam kamu Frans," teriak Riki.


Frans menoleh sebentar kearah Riki dan tersenyum sinis.


"Aku tahu apa yang sudah kamu lakukan bersama Kiara,aku peringatkan sekali lagi jauhi Kiara karena dia adalah milikku," seru Frans dengan tatapannya yang tajam.


"Tapi Sayangnya Kiara tidak menyukaimu," ucap Al dengan tersenyum mengejek.


"Brengsek," bentak Frans.


Frans dengan cepat memukul Al sehingga Al tersungkur ke jalanan,sedangkan sahabat-sahabatnya sudah mencoba berontak tapi tenaga mereka kalah kuat dengan Para Pengawal Frans yang fostur tubuhnya tinggi besar.


"Jangan dekati Kiara,aku paling tidak suka kalau milikku disentuh oleh laki-laki lain selain diriku," bentak Frans.


Dan Frans kembali memukul Al,sehingga lagi-lagi Al tersungkur untuk kedua kalinya.Al memang jago beladiri tapi Frans bukan lawan yang pantas buat Al.


Frans merupakan ketua Mafia dan kemampuan beladiri Frans jauh diatas Al,apalagi pelatih beladiri Frans merupakan salah satu anggota yang tergabung dalam kelompok gangster dan Mafia terkenal di Jepang yaitu Yakuza.


"Jangan macam-macam denganku,jauhi Kiara dan semuanya akan selamat tapi kalau kamu masih mendekati Kiara jangan harap orang-orang yang kamu sayangi bisa bertahan hidup lama didunia ini," seru Frans.


"Urusanmu denganku Frans jangan libatkan semua orang," bentak Al.


"Memangnya kamu siapa berani-beraninya mengaturku?aku tahu kamu anaknya Hendrawan seorang Pengusaha Properti,dan asalan kamu tahu Perusahaan Papah kamu itu bisa hancur dalam hitungan detik,jadi kalau kamu tidak mau jatuh miskin jangan pernah mengusikku dan Kiara," seru Frans dan langsung pergi meninggalkan Al.


Begitupun dengan Para Pengawal Frans yang langsung melepaskan sahabat-sahabat Al dan pergi mengikuti Tuannya.


"Al kamu tidak apa-apa?" tanya Riki.


"Tenang aja aku tidak apa-apa kok," jawab Al.


Al pun pulang kerumahnya dengan keadaan babak belur,tanpa sepengetahuan Orang tuanya Al mengambil es batu dan mulai mengompres lukanya.


"Sialan si Frans,hebat juga dia bisa baca gerakanku,kali ini musuhku sangat berbahaya aku harus hati-hati," gumam Al.


***


Keesokan harinya...


Kiara sudah selesai sarapan dan bersiap untuk pergi ke Kantornya,sedangkan Al sedang memanaskan mobilnya dan berniat ingin mengantarkan Kiara ketempat kerjanya.


Al melihat Kiara keluar dari rumahnya,baru saka Al akan menyapa gadis pujaan hatinya itu,tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Kiara.


"Hallo Sayang selamat pagi," seru Frans.


Kiara sangat terkejut dengan kehadiaran Frans,Kiara tidak menyangka kalau Frans akan muncul lagi dihadapannya padahal Kiara sudah berharap kalau Frans menetap di Jepang dan tidak akan kembali lagi.


"Fra--Frans.." gumam Kiara.


Frans dengan cepat menghampiri Kiara dan memeluknya dan lagi-lagi membuat Kiara terkejut,Kiara menoleh kearah Al yang saat ini sedang melihatnya.

__ADS_1


"Sayang aku sangat merindukanmu,maaf waktu itu aku meninggalkanmu di Rumah Sakit karena aku tiba-tiba ada urusan yang sangat penting," seru Frans dengan terus memeluk erat Kiara.


Frans sangat merindukan wanita pujaan hatinya,bahkan Frans sangat rindu dengan harum parfum Kiara yang selalu mengganggu pikirannya,Kiara saat ini sudah menjadi candu baginya.


Kiara hanya bisa berdiri kaku tanpa berniat membalas pelukan Frans,mata Kiara terus saja melihat kearah Al hingga akhirnya Al memutuskan pergi dan masuk kedalam rumahnya.


"Maaf Al,maafkan aku," batin Kiara.


Frans melepaskan pelukannya..


"Hai,come on Baby kamu kenapa kok murung sekali wajah kamu?" tanya Frans dengan mengelus pipi Kiara.


Kiara menggelengkan kepalanya,dia sangat tidak mood berbicara dengan Frans apalagi melihat Al yang marah.


"Ya sudah yuk,kita berangkat sekarang," ucap Frans.


Frans meraih jemari Kiara dan menggenggamnya seakan Frans takut sekali Kiara kabur dan kehilangan Kiara.


Jack yang sudah berdiri didepan mobilnya itu dengan cekatan langsung membukakan pintu mobil untuk Bosnya itu.


Kiara pun dengan terpaksa masuk kedalam mobil Frans walaupun dihatinya dia enggan sekali berdekatan dengan Frans,sebelum Kiara masuk dia menyempatkan diri menoleh kearah rumah Al dengan tatapan sendunya.


Setelah mobil Frans pergi meninggalkan rumah Kiara,Al yang sejak tadi mengintip dari balik kaca jendela rumahnya tampak mengepalkan tangannya dan rahangnya mengeras.


Al saat ini benar-benar sedang cemburu berat kepada Kiara,darahnya mulai panas naik ke ubun-ubun.


"Awas kamu Frans," gumam Al dengan mengepalkan tangannya.


Selama dalam perjalanan seperti biasa,Kiara tidak berbicara sepatah katapun dia lebih memilih membuang pandangannya keluar jendela.


Tiba-tiba Frans menggenggam tangan Kiara yang membuat Kiara terlonjak kaget,Kiara sebenarnya sangat takut berhadapan dengan Frans,emosi Frans tidak bisa ditebak kadang baik,perhatian,sayang,tapi semenit kemudian Frans bisa berubah menjadi kejam.


"Sayang,nanti malam temani aku ya ke acara ulang tahun anak dari rekan bisnisku," ajak Frans.


"Tidak bisa,aku banyak kerjaan dan semuanya deadline harus beres secepatnya," sahut Kiara dingin.


"Jangan pikirkan masalah kerjaan itu mah urusan gampang,pokoknya aku tidak mau ada penolakan nanti malam aku jemput kamu pukul 19.00 malam ok Baby," seru Frans dengan mengelus kepala Kiara.


"Ini orang maunya apa sih,kadang-kadang baik,kadang-kadang perhatian,dan kadang-kadang juga kejam bringas seperti singa yang siap menerkam mangsanya," batin Kiara sembari memalingkan wajahnya kearah luar jendela.


Tidak lama kemudian mobil Frans pun sampau didepan Kantor Kiara,cepat-cepat Kiara turun.


"Tunggu Sayang," ucap Frans.


Frans kembali memeluk Kiara dengan erat seolah dia takut sekali kehilangan Kiara,sementara Kiara berusaha berontak dia malu karena banyak Karyawannya yang baru datang,bahkan Sisi pun hanya bisa melongo melihat adegan dipagi hari itu.


"Lepasin Frans,malu dilihatin banyak orang," ucap Kiara dengan berusaha melepaskan dirinya.


"Kenapa mesti malu,justru bagus dong supaya semua orang tahu kalau kamu itu hanya milik aku," sahut Frans.


Kiara sangat merasa jijik dipeluk oleh Frans bahkan rasa takut begitu mendominasinya,berbeda kalau Al yang memeluknya ada perasaan nyaman dan tenang yang Kiara rasakan.


Frans tidak henti-hentinya memandang wajah cantik Kiara,Frans begitu rindu dengan wanita cantik itu,selama seminggu Frans terpaksa harus meninggalkan Kiara dan laki-laki itu dengan bebasnya mendekati Kiara.


Tanpa diduga-duga Frans kemudian mencium kening Kiara.


"I LOVE YOU Kiara."


Franspun memasuki mobilnya dan meninggalkan Kiara yang tampak terkejut dengan perlakuan Frans itu.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Selamat pagi semuanya,maaf ya kalau akhir-akhir ini Author jadi jarang up jangan bosen-bosen menunggu kelanjutannyaπŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOUπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2