ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Semakin Dekat


__ADS_3

πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Keesokan harinya,Kiara sudah bersiap-siap untuk pulang karena dia sudah sehat begitu pun dengan Arya yang secara kebetulan sama-sama akan pulang juga.


Kiara sudah bersama Alex dan Sisi,sementara dua Pengawal Frans sudah pergi entah kemana mereka yang jelas membuat Kiara senang.


Disaat Kiara keluar dari ruangannya,Arya pun sama keluar dari ruangannya dengan ditemani ketiga sahabatnya.


"Hai Ra!" sapa Arya.


"Hai."


"Kamu pulang sekarang juga?" tanya Arya.


"Iya."


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang bersama,sementara Al mengajak Kiara pulang bareng menggunakan mobil Al.


"Kita makan dulu yuk!" ajak Al.


"Terserah kamu saja."


Al pun menghentikan mobilnya disebuah Restoran,Al tampak menggenggam tangan Kiara saat masuk kedalam Restoran,sedangkan Kiara hanya terus melihat tangannya itu.


Jantungnya kembali berdebar saat Al menggenggam tangannya secara posesif seperti itu.


"Kamu mau pesan apa Sayang?" tanya Al.


Lagi-lagi jantung Kiara berdetak tak karuan,tubuhnya serasa kaku saat Al memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Hai,kok malah melamun," Al mengusap pipi Kiara dengan punggung tangannya.


Kiara tersentak dan kembali sadar dari lamunannya.


"Eh..eng--enggak apa-apa,tadi kamu bilang apa?" tanya Kiara gelagapan.


"Kamu mau makan apa?"


"Terserah kamu saja."


Al pun segera memesan makanan untuknya dan Kiara,selama menunggu makanan datang Al tidak melepaskan genggaman tangannya,sampai pada akhirnya makananpun datang.


Al langsung melahap makanannya,sementara Kiara tampak diam saja.


"Kok kamu ga makan Sayang?ga suka ya?" tanya Al.


"Bagaimana aku bisa makan,tangan aku dipegangin terus sama kamu," sahut Kiara.


"Astaga,maaf Sayang ga sadar saking bahagianya," ucap Al dengan cengengesan.


Al dan Kiara pun mulai kembali melahap makanannya,tidak ada pembicaraan selama makan.


Setelah makan,Al memutuskan untuk pulang karena Al tidak mau Kiara kelelahan Kiara baru saja keluar dari Rumah Sakit.


Sesampainya di rumah Kiara langsung masuk ke rumahnya untuk beristirahat sementara Al berbincang-bincang sebentar dengan Alex.


"Al,makasih ya sudah mau menjaga Kiara berkat kamu sekarang Kiara jadi sedikit terbuka tidak terlalu dingin," seru Alex.


"Iya sama-sama Om."


Al tampak salah tingkah sebenarnya Al ingin sekali menanyakan tentang masa lalu Kiara tapi Al ragu-ragu,hingga akhirnya Alex menyadari sikap Al yang aneh.


"Ada apa Al?apa ada yang mau kamu tanyakan kepada Om?" tanya Alex.


"Ehmm..ehmm tidak ada apa-apa Om,kalau begitu Al pulang dulu ya Om kalau ada apa-apa kasih tahu Al aja," seru Al.


"Iya Al,makasih ya!"


Al pun pulang kerumahnya,ia tidak jadi menanyakan tentang masa lalu Kiara dia takut Om Alex curiga biarlah nanti mereka sendiri yang siap menceritakan semuanya.


***


Sementara itu di sebuah Restoran mewah tampak dua pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu sedang berbincang-bincang,mereka tidak lain adalah Pram dan Kim.


"Ada apa Pram kamu mengajakku bertemu?" tanya Kim.


"Begini beberapa waktu lalu Frans membawa Kiara kerumah dan sepertinya Frans menyukai wanita itu,disaat Kiara melihatku seperti ada ketakutan didalam dirinya aku curiga kalau Kiara memang anak yang waktu itu ditemukan berada didalam rumah Chen saat kejadian yang kita lakukan," seru Pram.


"Apa?kok bisa,berarti Kiara anaknya Mas Chen dong?tapi bagaimana bisa,Kakakku tidak mempunyai anak lagi Pram dan kalau seandainya waktu itu Mbak Tiara mengandung lagi,sudah pasti aku akan mengetahuinya," sergah Kim.


"Terus anak dan laki-laki yang saat kejadian ada di rumah Chen itu siapa?terus Tiara kemana?" seru Pram.


"Cari dong Pram,itu kan tugas kamu masa mantan Bos Mafia tidak bisa mencari tahu siapa mereka," cibir Kim.


"Kurang ajar kamu Kim,berani-beraninya kamu menghinaku," bentak Pram.


"Bukan begitu Pram,anak buah kamu kan banyak ditambah dengan anak buah Frans masa sih tidak bisa menemukan mereka," sahut Kim merasa takut akan kemarahan Pram.


"Aku sudah mengerahkan anak buahku untuk memata-matai Kiara,karena aku sangat penasaran dengan wanita itu."


"Pram,rencananya aku akan mencoba mengajak kerjasama dengan Perusahaan Kiara kali aja dengan aku kerjasama dengan Perusahaannya aku bisa menemukan sesuatu mengenai Kiara,karena jujur aku juga sangat penasaran dengan wanita itu," sahut Kim.


Malam pun tiba...


Seperti biasa Kiara sedang memantau pekerjaannya,dia terlihat sangat serius mengotak-ngatik Laptopnya,tiba-tiba Kiara mendapatkan sebuah email dari Perusahaan "TAYLOR GROUP" bahwa Perusahaan tersebut mengajukan kerjasama dengan Perusahaan Kiara.

__ADS_1


"Brengsek,buat apa tua bangka itu ingin bekerjasama dengan Perusahaanku?" gumam Kiara.


Kiara terlihat memperhatikan email yang dikirim Perusahaan Kim,salah ralat Perusahaan milik Kiara yang diambil paksa oleh orang biadab yang mengaku Pamannya itu.


"Kamu ingin bermain-main denganku Paman Kim,ok aku akan ikuti permainanmu," gumam Kiara dengan tersenyum kecut.


***


Keesokan harinya,seperti biasa Kiara berangkat ke Kantor tapi bedanya kali ini Kiara akan diantarkan oleh Al.


Al memaksa ingin mengantarkan Kiara ke Kantornya,sebenarnya Kiara sangat senang Al mau mengantarnya tapi yang jadi permasalahannya Kiara takut Frans mengetahuinya dan kembali marah kepadanya dan mencelakakan orang yang dia sayang.


Al sudah menunggu Kiara didalam mobilnya,tidak lama kemudian Kiara pun keluar dari rumahnya dengan penampilan yang seperti biasa.



Kiara cepat-cepat masuk kedalam mobil Al,setelah Kiara siap Kiara melihat kearah Al yang masih melongo menatap Kiara.


"Hallo...Al kamu kenapa?" tanya Kiara dengan melambaikan tangannya kehadapan wajah Al.


"Eh iya,aku gapapa aku cuma terpesona saja melihat Bidadari masuk kedalam mobilku," sahut Al.


"Alah pagi-pagi sudah gombal kamu."


"Gombal sama pacar sendiri gapapa kali," sahut Al.


"Memang siapa pacar kamu?" goda Kiara.


Al mencubit hidung mungil Kiara dengan gemasnya.


"Sudah bisa menggodaku ternyata," seru Al.


Kiara hanya tersenyum,bukan senyum keterpaksaan yang biasa Kiara tunjukkan tapi kali ini dia tersenyum merekah menandakan kalau wanita cantik itu saat ini sangat bahagia.


"Masyaalloh,indah sekali senyumanmu Ra."


"Ih apaan sih,ayo cepetan jalan," ucap Kiara.


Kiara memalingkan wajahnya keluar jendela karena wajahnya merasa panas,dia malu dengan ucapan Al barusan.Sementara Al yang melihat kelakuan Kiara yang seperti itu merasa gemas,ingin rasanya dia mencium bibir mungil itu.


Al pun mulai melajukan mobilnya,selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan antara Kiara dan Al.Sampai akhirnya mereka pun sampai didepan Kantor Kiara.


"Terima kasih ya Al."


"Sama-sama,nanti kamu pulang jam berapa?aku jemput kamu ya?" seru Al.


"Belum tahu Al,nanti aku kasih tahu kamu kalau aku mau pulang."


"Benetan ya kamu kasih tahu aku," ucap Al.


"Iya."


Kiara pun turun dari mobil Al,Kiara tampak melambaikan tangannya kearah Al dan Al pun langsung memacu kendaraannya menuju Kantor karena sahabat-sahabatnya sudah menunggu disana.


"Ra,ada email masuk dari Perusahaan TAYLOR GROUP,pihaknya meminta kerjasama dengan Perusahaan kita dan mereka masih menunggu balasan dari kita," ucap Sisi.


"Setujui saja dan atur pertemuan dengan mereka secepat mungkin," seru Kiara.


"Baik,kalau begitu saya permisi dulu."


Sedangkan Al yang saat ini sedang berkumpul bersama Sahabat-sahabatnya ingin menanyakan sesuatu hal mengenai Misi yang akan mereka jalani.


"Selamat pagi semuany!!"


"Siap selamat pagi Pak," ucap keempatnya bersamaan dan berdiri.


"Silahkan duduk,ada apa kalian meminta berkumpul?"


"Begini Pak,kami ingin mengetahui siapa nama keluarga yang 20 tahun silam mengalami pembantaian itu?" tanya Al.


"Kalau tidak salah keluarga Chen Taylor seorang Pengusaha kaya dan sukses,menurut informasi Chen dan kedua anaknya mati dibunuh sementara istrinya Chen tidak ada yang tahu sekarang berada dimana,apa masih hidup atau sudah mati tapi saya berharap istrinya Pak Chen itu belum mati karena dia bisa menjadi saksi kunci untuk mengungkap kejahatan itu," jelasnya.


"Taylor..sebentara sepertinya saya pernah mendengar nama Taylor tapi siapa ya," seru Boby.


"Iya sepertinya kita pernah mendengar nama itu," sahut Riki.


Keempat pria tampan itu sedang berpikir mengenai nama Taylor bahkan Al pun sampai lupa dengan nama itu.


Cukup lama keempatnya berpikir,hingga akhirnya mereka ingat akan seseorang dan tanpa disengaja mereka menyebutkan nama itu bersamaan.


"Kiara..." keempatnya serempak dan saling pandang satu sama lain.


"Kiara..siapa dia?" tanya sang Komandan.


"Pak,kami mempunyai teman namanya Kiara Anggun Taylor tapi dia menyembunyikan nama belakangnya jadi orang-orang cuma mengetahuinya dengan nama Kiara Anggun saja,karena menurut informasi Kiara tidak mau semua orang tahu nama belakangnya itu," seru Al.


"Apa mungkin Kiara anak dari Chen Taylor yang selamat?" tanya Arya.


"Tidak mungkin Ya,karena menurut informasi yang saya dapat Chen Taylor itu hanya mempunyai dua orang anak yaitu Sandra Anggia Taylor dan Daniel Kiendara Taylor," seru Sang Komandan.


"Terus Kiara itu siapa,tidak mungkin kan kalau hanya kebetulan nama belakangnya sama," sahut Boby.


"Yang saya herankan Pak,ternyata Kiara juga mengalami hal yang sama keluarganya semua dibunuh dan menyisakan Mamahnya yang sekarang mengalami defresi dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa," jelas Al.


Sang Komandan dan ketiga Sahabat Al serempak melihat kearah Al,mereka tidak percaya yang barusan Al ucapkan.


"Maksud kamu apa Al?" tanya Sang Komandan.


"Begini Pak,saat Kiara dirawat di Rumah Sakit Kiara sempat mengigau kalau dia akan menuntut balas kepada orang yang sudah membunuh semua keluarganya,dan beberapa waktu yang lalu karena aku penasaran dengan Kiara,aku mengikutinya dan ternyata Kiara pergi ke sebuah Rumah Sakit Jiwa,Kiara menemui wanita paruh baya yang usianya seumuran dengan Om Alex setelah aku cari tahu ternyata itu Mamahnya Kiara dan yang lebih mengejutkan lagi disaat aku tanya sudah berapa lama Mamahnya Kiara dirawat disitu,Dokter mengatakan sudah 20 tahun lamanya,mungkinkah wanita paruh baya itu istrinya Chen Taylor?" jelas Al panjang lebar.


Semuanya tampak takjub dengan kinerja Al yang sangat bagus,mereka tidak menyangka kalau Al bisa menemukan sedikit titik terang mengenai kasus ini.


"Maaf Pak,kalau boleh tahu siapa nama istrinya Chen Taylor?" tanya Riki.

__ADS_1


Sang Komandan melihat dokumennya..


"Nama istrinya Tiara Seruni."


Al tampak melotot dan terkejut dengan jawaban Sang Komandan karena pasalnya nama Mamahnya Kiara juga bernama Tiara.


"Maaf Pak,Mamahnya Kiara juga bernama Tiara," sahut Al.


Semuanya terkejut dengan penjelasan Al.


"Serius kamu Al?" tanya Arya.


"Bukannya kata Om Alex,dia hanya tinggal berdua dengan Kiara tapi kenapa Kiara masih mempunyai Mamah?sumpah aku bingung Al," sambung Boby.


"Ok begini saja,karena saksi kunci kita semuanya sedang mengalami sakit bagaimana kalau sekarang kalian fokus saja mencari tahu tentang wanita yang bernama Kiara itu,apa hubungan wanita itu dengan Pak Chen?" seru Sang Komandan.


"Siap Pak," ucap keempatnya bersamaan.


"Dan kalian harus selalu ingat jangan sampai ada yang tahu siapa kalian yang sebenarnya jangan melakukan hal-hal yang dapat mencurigakan musuh kita."


"Siap laksanakan Komandan."


Keempat pria tampan itu kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu.


Keempat pria tampan itu memutuskan untuk mampir kesebuah Restoran.


"Kamu punya hutang penjelasan sama kita Al," seru Arya.


"Penjelasan apalagi?" tanya Al.


"Soal Kiara,banyak yang kita tidak tahu mengenai Kiara," sahut Arya.


"Benarkah Kiara anaknya Chen Taylor?tapi kalau benar,lalu Om Alex siapa dong?" tanya Riki.


"Nah justru itu,aku masih menyelidikinya soalnya aku belum yakin kalau Kiara anaknya Chen Taylor karena kan menurut informasi Chen Taylor hanya punya dua orang anak,tapi sebagian cerita Kiara sangat mirip dengan kasus yang sedang kita tangani," seru Al.


"Aaahhh...rumit banget kasus ini," sahut Boby dengan menghela nafasnya.


Akhirnya mereka menyesap kopi mereka masing-masing untuk menenangkan pikiran mereka.


"Al,kamu sudah jadian ya sama Kiara?" tanya Boby.


"Kata siapa?" tanya Al pura-pura tidak tahu.


"Udah deh ga usah pura-pura,kita juga punya mata bisa lihat kelakuan kalian berdua itu sangat berbeda," seru Boby.


"Lah kalau sudah pada tahu ngapain juga nanya," sahut Al dengan santainya.


"Kita cuma ingin memastikan saja Al," sahut Boby.


"Kita harus selalu mengawasi Kiara,sepertinya Kiara dalam bahaya banyak orang yang mengincar dia terutama Frans," seru Al.


Disaat keempat pria tampan itu sedang berbincang-bincang,sebuah mobil berhenti di Parkiran caffe itu dan ternyata itu Kiara dan Sisi.


"Itu kan Kiara sama Sisi," seru Riki.


"Ngapain mereka kesini?" tanya Al.


Kiara dan Sisi pun langsung masuk dan memilih tempat yang nyaman,sedangkan keempat pria tampan itu kebetulan duduk disudut ruangan dan Kiara tidak mengetahui mereka ada disana juga.


"Mereka pasti mau bertemu klien," sahut Boby.


Tidak lama kemudian Kim Taylor datang bersama Puterinya Yuna.


"Selamat siang Nona Kiara,maaf sudah menunggu lama," ucap Kim.


"Tidak,saya juga baru datang kok mari silahkan duduk Pak Kim," seru Kiara.


"Tunggu,tunggu,tunggu,bukannya itu Kim Taylor adiknya Chen Taylor," seru Boby yang membuat semuanya terkejut.


"Nah kan,kalau memang Kiara puterinya Chen Taylor berarti dia Pamannya Kiara kan?tapi kenapa Kiara seperti tidak mengenalnya?" tanya Arya bingung.


"Berarti fix,Kiara bukan anaknya Chen Taylor jadi kasus pembunuhan yang menimpa keluarganya itu murni hanya kebetulan saja sama ceritanya," sambung Riki.


"Pusing aku..." lenguh Boby.


Al tidak terlalu mendengarkan ocehan sahabat-sahabatnya,dia hanya serius melihat expresi wajah Kiara yang menurut Al sedikit aneh.


Al melihat Kiara mengepalkan tangannya yang berada dipangkuannya,seolah Kiara sedang menahan amarahnya sementara matanya sangat tajam menatap kearah Kim yang sedang berbicara itu ada kebencian yang teramat sangat yang dirasakan oleh Kiara.


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


πŸ”ͺ


Hallo apakabar Readerku tersayang,maaf baru bisa update lagi kemarin Authornya sibuk jadi tidak sempat upπŸ™πŸ™πŸ€­πŸ€­


Semoga kalian masih setia menunggu kelanjutannyaπŸ™πŸ™πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOUπŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2