ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Berubah


__ADS_3

🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Alex adalah orang pertama yang sadarkan diri,dia langsung pulang dan mencari keberadaan Kiara tapi nihil,Kiara sama sekali tidak ada dirumahnya.


Alex benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan,jikalau dia menyusul Kiara entah kemana Alex harus menyusulnya.Akhirnya Alex hanya bisa pasrah dan tidak tahu harus berbuat apa.


Ditengah kondisi Alex yang sedang dilanda kegelisahan,tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti didepan rumahnya dengan setengah berlari Alex langsung membuka pintu dan melihat siapa yang datang.


Ternyata itu memang Kiara yang diantarkan oleh Frans.


"Kiara,kamu tidak apa-apa Nak?" seru Alex dengan khawatirnya.


Kiara tidak menjawab apa-apa,dia langsung masuk kedalam rumahnya dengan tatapan yang kosong.


"Selamat pagi calon Ayah mertua," seru Frans dengan meraih tangan Alex.


Tapi dengan cepat Alex menepis tangan Frans.


"Kamu bawa kemana Kiara semalam?" tanya Alex geram.


"Tenang calon Ayah mertua,aku hanya membawa Kiara melihat rumah masa depan kita," sahut Frans dengan senyumannya.


"Kamu jangan coba macam-macam kepada Kiara atau saya bisa laporkan kamu ke Polisi," ancam Alex.


"Hahaha...anda mengancamku?aku tidak takut sama sekali,justru anda yang harus berhati-hati karena kalau anda berani menghalangi hubunganku dengan Kiara,aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa anda,aku tidak peduli anda adalah Ayahnya Kiara karena aku akan menyingkirkan siapa saja yang berani menentangku," seru Frans.


"Kamu memang jahat Frans," bentak Alex.


Frans tidak menanggapi ocehan Alex,hingga akhirnya Kiara pun muncul dengan pakaian rapi untuk menuju ke Kantornya.


"Ah,Sayang sudah siap," ucap Frans.


"Kiara,kamu mau berangkat bekerja?apa kamu sudah sarapan Nak?jangan dulu berangkat ya,biar Ayah buatkan kamu sarapan dulu," seru Alex.


"Tidak usah aku bisa sarapan di Kantor," sahut Kiara dingin dan sama sekali tanpa exspresi.


Jack pun dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Kiara dan Kiara pun segera masuk kedalam mobil Frans.


"Baiklah calon Ayah mertua,kalau begitu kita berangkat dulu.Ingat ucapanku tadi," bisik Frans ditelinga Alex.


Frans pun masuk kedalam mobilnya,Jack segera melajukan mobilnya menuju Kantor Kiara,selama dalam perjalanan Kiara tampak diam dia sudah tidak ada lagi semangat untuk bicara kepada orang yang berada disampingnya itu.


Jangankan untuk bicara,untuk sekedar memandang wajahnya Frans saja Kiara merasa enggan.


Tidak lama kemudian,mobil Frans pun sampai didepan halaman Kantor Kiara,Kiara pun dengan cepat segera keluar tapi tangan Kiara dicegah oleh Frans.


"Ingat janji kamu,aku tidak akan pernah mengampuni siapapun yang sudah mengingkari janjinya," seru Frans dengan tegasnya.


"Kamu jangan khawatir Frans,aku tidak akan pernah mengingkari janji aku," ucap Kiara dingin dan langsung menghempaskan tangan Frans.


Kiara dengan setengah berlari segera masuk kedalam Kantornya,Sisi yang melihat Kiara diantar oleh Frans merasa sepertinya ada yang aneh.


"Tolong jangan ganggu aku selama 30 menit," ucap Kiara saat melewati Sisi.


"Baik."


Kiara pun langsung masuk kedalam ruangannya,perlahan Kiara duduk di kursi kebesarannya dan Kiara kembali memukul-mukul dadanya.


Sungguh sakit kenyataan yang harus Kiara terima,baru saja Kiara mendapatkan sedikit kebahagiaan dengan bisa di cintai dan di sayangi oleh seseorang tapi sekarang Kiara harus mengubur perasaannya itu.


Kiara menangis dengan tangan yang menutup mulutnya,Kiara tidak mau Karyawannya sampai mendengar tangisan Kiara.


"Mah,apa yang harus Kiara lakukan lagi?hidup Kiara saat ini sudah hancur,Kiara tidak bisa berbuat apa-apa lagi Mah,Frans itu bukan lawannya Kiara,Kiara terlalu lemah untuk bisa mengalahkan Frans," ucap Kiara pelan dengan air mata yang terus mengalir deras dipipinya.


***


Sementara itu di sebuah Rumah Sakit Jiwa,Mamah Tiara yang saat itu sedang tertidur tiba-tiba saja bangun dan matanya terlihat merah.


"Kiara," lirih Mamah Tiara.


Tiba-tiba Mamah Tiara memegang kepalanya dan mulai mengamuk lagi,kali ini Mamah Tiara hanya mengamuk sembari memanggil-manggil nama Kiara.


Dokter dan Suster segera datang karena mendengar keributan.Mamah Tiara terus saja berontak hingga akhirnya,Dokter terpaksa menyuntikan penenang.


"Sepertinya,Ibu Tiara merindukan Kiara sebaiknya Suster cepat hubungi Kiara," seru Dokter.


"Baik Dok."


Sang Susterpun segera menghubungi Kiara,sementara itu Mamahnya Al sedang menyuapi Al dan terdengar bunyi Ponsel berdering.


"Bunyi Ponsel siapa itu Mah?" tanya Al.


"Oh,sepertinya Ponsel Kiara Al soalnya tadi malam Mamah menemukan tasnya Kiara didalam mobil kamu," sahut Mamah Ayu.

__ADS_1


"Sini Mah,biar Al yang angkat."


Mamah Ayu pun memberikan Ponsel Kiara,dan Al melihat tertera nama Rumah Sakit Jiwa yang merawat Mamahnya Kiara.


"Ada apa Rumah Sakit menelpon?apa sudah terjadi sesuatu sama Mamahnya Kiara?" batin Al.


"Ehhmm,Mah bisakah Mamah belikan Al soto sepertinya Al pengen makan soto deh," alasana Al.


"Soto..baiklah,tunggu sebentar ya Mamah beli dulu."


Mamah Ayu pun pergi dari meninggalkan Al,dengan cepat Al mengangkat panggilan itu.


"Hallo."


"Hallo selamat pagi,apa benar ini dengan nomornya Mbak Kiara?"


"Iya betul,Kiaranya sedang pergi sebentar ada urusan tapi katanya kalau ada telpon dari Rumah Sakit suruh diangkat saja,ada apa ya Suster?" tanya Al.


"Oh begini Mas,tolong sampaikan kepada Mbak Kiara kalau Ibu Tiara dari tadi manggil-manggil Mbak Kiara mungkin rindu ingin bertemu," seru Sang Suster.


"Oh ok,nanti saya sampaikan kepada Kiara terima kasih Sus atas infonya," sahut Al.


"Iya sama-sama Mas."


Percakapanpun diakhiri...


"Mamahnya Kiara manggil-manggil Kiara,apa mungkin Mamahnya sudah mulai ingat sesuatu?" gumam Al.


Al pun segera menghubungi Alex untuk menyampaikan berita yang Al terima.


Mendengar ucapan Al,Alex sangat terkejut dia juga sempat tidak percaya karena pasalnya Mamah Tiara sudah 20 tahun ini tidak pernah memanggil-manggil Kiara.


"Apakah ini suatu pertanda kalau Mbak Tiara sudah mulai ingat dan membaik," gumam Alex.


Alex segera keluar dari Kantornya dan pergi menuju Rumah Sakit Jiwa tempat dimana Mamahnya Kiara dirawat.


Sesampainya disana,Alex langsung menemui Dr.Dani.


Tok..tok..tok...


"Masuk."


"Pagi Dok!"


"Pagi,Pak Alex mari silahkan duduk."


"Ada apa sebenarnya Dok?saya dengar Mbak Tiara memanggil-manggil Kiara," seru Alex.


"Iya Pak Alex,untuk pertama kalinya Ibu Tiara memanggil Kiara dan itu merupakan peningkatan Pak Alex,mungkin saja Ibu Kiara saat ini sudah kembali ke ingatannya," sahut Dr.Dani.


"Oh boleh,mari Pak Alex saya antar."


Alex dan Dr.Dani pun pergi ke ruangan rawat Mamah Tiara,sesampainya disana terlihat Mamah Tiara sedang terlelap tidur akibat obat penenang yang diberikan Dokter.


"Dok,biar saya disini dulu sebentar boleh kan Dokter?" tanya Alex.


"Oh boleh Pak Alex,kalau begitu saya permisi dulu."


Dr.Dani pun meninggalkan Alex,sementara Alex menggeser kursi dan duduk disamping ranjang Mamah Tiara.


"Mbak Tiara,mungkin aku sudah lancang mengucapkan ini tapi aku harus mengucapkannya,dari 20 tahun yang lalu sebenarnya aku sudah mencintaimu Mbak walaupun kondisimu seperti ini tapi aku tetap mencintaimu entah ada apa dengan perasaanku ini."


"Aku mempunyai keinginan untuk menjagamu dan Kiara,aku sangat menyayangi Kiara seperti Puteriku sendiri.Aku juga tidak tahu kenapa sampai sekarang aku tidak mau menikah,karena aku masih mengharapkanmu Mbak aku berharap kamu bisa sembuh dan berkumpul kembali dengan Kiara,kasihan dia Mbak."


"Sembuhlah Mbak,Kiara membutuhkanmu dan----berikan aku kesempatan untuk bisa mencintai dan menjaga kalian," gumam Alex dengan menggenggam tangan Mamah Tiara.


Tidak lama kemudian Mamah Tiara tampak sudah bangun dan Alex dengan cepat-cepat melepaskan genggaman tangannya.


"Mbak Tiara," ucap Alex.


Mamah Tiara pun bangun dan langsung duduk diatas kasurnya,kemudian menatap kearah Alex cukup lama Mamah Kiara menatap Alex sehingga membuat Alex sedikit salah tingkah.


"Alex.." ucapnya lirih.


Alex sangat terkejut dengan ucapan Mamah Tiara,Alex berusaha mencari kebenaran apakah benar yang barusan bicara itu adalah Mamah Tiara.


"Mbak Tiara,apa barusan Mbak memanggil namaku?" tanya Alex.


Mamah Tiara perlahan menganggukan kepalanya.


"Masya Alloh,jadi seriusan Mbak Tiara sudah ingat dan mengenaliku lagi?" tanya Alex dengan antusias.


"Kiara..mana Kiara?" tanya Mamah Tiara.


"Kiara masih berada di Kantornya,mungkin nanti sore dia akan kesini," ucap Alex.


Akhirnya Alex dan Mamah Kiara pun saling berbincang walaupun Mamah Kiara hanya menjawabnya seadanya tapi Alex sangat bahagia akhirnya setelah sekian lama menunggu,Mamah Kiara bisa kembali lagi seperti semula.


Sementara itu,Al dan ketiga sahabatnya sudah bisa pulang mereka pulang ke rumah masing-masing.Sesamapainya dirumah Al langsung membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk.


"Bagaimana dengan keadaan Kiara ya?apa dia baik-baik saja?" gumam Al.

__ADS_1


Waktu pun berjalan dengan cepat,sore ini Kiara pulang seperti biasa dengan menggunakan taxi online karena Frans tidak menjemputnya.


Sebenarnya Kiara sangat bahagia dengan semua itu,sesampainya dirumah ternyata Al sudah menunggunya didepan rumah Kiara.Kiara sangat terkejut saat melihat Al berdiri tegap di depan rumahnya dengan wajah penuh dengan luka lebam.


"Kiara.." ucap Al dengan senyumannya.


Kiara ingat dengan perjanjiannya dengan Frans sehingga dengan seketika Kiara masuk melewati Al tanpa memperdulikan Al.Melihat ada yang beda dengan Kiara,Al pun menarik tangan Kiara.


"Tunggu Kiara,,kamu kenapa?aku dari tadi nungguin kamu,aku khawatir banget dengan keadaan kamu karena kemarin Frans membawa paksa kamu," ucap Al dengan penuh kekhawatiran.


"Aku tidak apa-apa,maaf aku harus masuk," sahut Kiara dan menghempaskan tangan Al.


Al sangat kaget melihat kelakuan Kiara yang berubah dan kembali dingin seperti dulu.


"Apa yang sudah Frans lakukan sama kamu?apa dia mengancam kamu untuk tidak mendekatiku?" tanya Al yang seketika menghentikan langkah Kiara.


Cukup lama Kiara mematung,tubuhnya terasa kaku sungguh Kiara ingin memeluk pria yang sudah mencuri hatinya itu,apalagi dengan melihat keadaan wajah Al yang penuh dengan luka lebam rasa bersalah itu semakin besar.


"Tidak,Frans sama sekali tidak mengancamku tapi mungkin saat ini kita harus mengakhiri semuanya,maaf karena aku sudah membuat kamu dan sahabat-sahabat kamu terluka,aku berjanji untuk kedepannya kalian akan aman tidak akan ada lagi satu orangpun yang akan terluka," ucap Kiara dengan posisi yang masih membelakangi Al.


"Kenapa kamu berubah secepat ini Kiara?aku tidak peduli walaupun aku harus mati sekalipun yang penting aku bisa menjaga kamu," ucap Al.


"Tidak Al,jangan sampai kamu mengorbankan nyawa kamu yang berharga itu hanya demi untuk menjaga wanita seperti aku,kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku," ucap Kiara dengan bibir yang bergetar.


Al menghampiri Kiara dan membalikan tubuh Kiara supaya menghadap kearahnya,kemudian Al memegang kedua bahu Kiara.


"Aku tidak butuh wanita manapun,yang aku inginkan hanya kamu Kiara,tatap mata aku Kiara dan katakan kalau kamu tidak mencintaiku," ucap Al dengan tegasnya.


Kiara tidak bisa menatap mata Al,dia hanya mampu menundukan kepalanya sungguh Kiara tidak sanggup untuk menatap mata Al karena kalau Kiara melakukannya Kiara akan kalah dan Al tahu kelemahan Kiara.


Perlahan Kiara meleaskan tangan Al..


"Aku tidak mencintaimu Al," ucap Kiara dan Kiara langsung berlari kedalam rumahnya.


Al tidak menyangka kalau Kiara bisa mengucapkan hal seperti itu,tubuh Al lemas mendengarnya dengan langkah gontai Al pun balik badan dan kembali kedalam rumahnya.


Sementara itu,Kiara langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dan Kiara membenamkan wajahnya dibantal,Kiara menangis sejadi-jadinya,hatinya begitu sakit harus mengatakan hal itu.


"Justru karena aku sangat mencintaimu Al,makannya aku ga mau membuat kamu terluka lagi cukup sekali saja aku menyaksikan kamu terluka,maaf..maaf," gumam Kiara.


Tidak terasa Kiara menangis sudah cukup lama,sehingga Kiara tidak sadar sampai ketiduran hingga suara ketukan pintu kamarnya membangunkan Kiara.


Tok..tok..tok..


"Kiara,,apa kamu ada didalam?" teriak Alex.


Ceklekk...


Alex sangat terkejut melihat keadaan Kiara yang sangat kacau menurut Alex dengan mata yang begitu sembab seperti habis menangis,tapi Alex tidak banyak bertanya karena Alex tahu kalau Kiara tidak suka ditanya-tanya.


"Ini Ponsel kamu,kata Al kemarin ketinggalan dimobil dia," Alex menyodorkan Ponsel Kiara dan Kiara hanya bisa memperhatikan Ponselnya dengan tatapan nanar.


"Oh iya,kata Al tadi pagi pihak Rumah Sakit Jiwa menghubungi kamu karena takut ada yang penting akhirnya Al mengangkatnya,pihak Rumah Sakit bilang kalau Mamah kamu memanggil-manggil kamu dan tadi pagi Om kesana dan ternyata benar Mamah kamu sudah mau berkomunikasi," jelas Alex.


Seketika Kiara menatap wajah Alex dan tanpa berbicara apapun,Kiara pun masuk kedalam kamarnya dan bersiap-siap,Kiara ingin cepat bertemu dengan Mamahnya.


Tidak lama kemudian Kiara pun turun kebawah dengan terburu-buru,Alex yang sedang makan malam pun langsung berdiri.


"Kamu mau kemana Kiara?" tanya Alex.


"Kunci saja rumahnya,aku ga akan pulang," seru Kiara dan langsung pergi.


Alex tahu kalau Kiara pasti akan menemui Mamahnya ke Rumah Sakit dan Alex tidak bisa mencegahnya.


Disisi lain Al sedang merenung diatas balkonnya sembari memandang kamar Kiara berharap Kiara akan keluar dari kamarnya,tapi tatapannya langsung terarah kepada Kiara yang terlihat terburu-buru.


"Mau kemana Kiara malam-malam begini?" gumam Al.


Al hanya mampu menatap Kiara yang pergi menggunakan taxi online itu.


🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Hallo Reader-readerku tercinta,siapa nih yang kangen Babang Al dan Kiara?🤗🤗


Maaf ya baru bisa Up,,jangan lupa dukungannya dan biasakan setelah membaca selalu tinggalkan jejak🙏🙏😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU💕💕💕


__ADS_2