
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Mamah Ayu menghampiri Al...
"Siapa Al?" teriak Mamah Ayu.
Seketika Al dan Kiara kaget dan tersadar dari lamunan masing-masing.
"Astaga Kiara,ayo masuk Sayang."
Mamah Ayu menggandeng Kiara untuk masuk kedalam rumahnya dan Al pun ikut menyusul dibelakang.
"Pah,coba lihat siapa yang malam-malam berkunjung kerumah kita," seru Mamah Ayu.
"Kiara.."
"Malam Om," Kiara manggut dan tersenyum kepada Papah Hendra.
"Ayo silahkan duduk Sayang."
Perlahan dengan ragu-ragu Kiara pun duduk dan Mamah Ayu duduk disamping Kiara.
"Ada apa Sayang,tumben malam-malam berkunjung ke rumah Tante?" tanya Mamah Ayu dengan mengelus rambut Kiara.
"A--aku cuma mau balikin rantang ini Tante,dan terima kasih makanannya enak banget," ucap Kiara.
"Sama-sama Sayang,ga usah gugup kaya gitu dong," goda Mamah Ayu.
"Al,Kiara cantik ya!" bisik Papah Hendra.
"Banget Pah," jawab Al dengan berbisik juga.
"Kalau begitu Kiara pulang dulu Tante."
"Eh,kenapa buru-buru tunggu dulu disini Tante tadi buat kue kamu harus menciciinya,tunggu sebentar," Mamah Ayu pun pergi ke dapur untuk mengambil kuenya.
Kiara tampak salah tingkah dan tidak tahu harus ngomong apa.
"Nak,boleh Om tanya?" Papah Hendra memecahkan keheningan.
Kiara menganggukan kepalanya....
"Mamah kamu meninggal karena apa?" tanya Papah Hendra.
Kiara tampak membelalakan matanya mendengar pertanyaan Papah Hendra dan membuat Al mengerutkan keningnya.
"Meninggal," gumam Kiara tapi masih terdengar oleh Al dan Papahnya.
"Maaf Om,Kiara pulang dulu."
Kiara langsung pergi dari rumah Al tanpa berpamitan terlebih dahulu.
"Lho,Kiara mana?"
"Sudah pulang Mah."
"Kok pulang sih?"
"Benarkan,ada yang disembunyikan sama Kiara dan Om Alex," batin Al.
Kiara kesal kenapa Alex mengatakan kalau Mamahnya sudah meninggal.
"Om,kenapa Om bilang sama tetangga baru kita kalau Mamah Kiara sudah meninggal?" bentak Kiara.
"Maaf Kiara,hanya itu satu-satunya cara supaya tidak ada yang curiga dengan kita kalau mereka tahu Mamah kamu dirawat Om takutnya nyawa kamu dan Mamah kamu terancam," jawab Alex panik.
"Tapi kan Om bisa saja bilang kalau saat ini Om sudah cerai ataupun Mamah lagi pergi kesuatu tempat,kenapa harus mengatakan Mamah Kiara sudah meninggal," bentak Kiara dengan emosi yang meluap-luap.
"Maaf Kiara maafkan Om," Alex tampak menundukan kepalanya merasa bersalah terhadap Kiara.
Kiara tidak bisa melakukan apa-apa lagi dengan cepat Kiara naik keatas menuju kamarnya kali ini dia tampak emosi karena Alex tidak membicarakan terlebih dahulu dengan Kiara.
Keesokan harinya...
Kiara marah kepada Alex,dia pergi ke Kantor tanpa sarapan dulu Alex hanya mampu menghela nafasnya.
Mamah Ayu,Papah Hendra,dan Al yang sedang berada diteras berniat menyapa Kiara tapi melihat raut wajah Kiara yang sedang tak bersahabat merekapun mengurungkan niatnya.
Kiara dengan cepat masuk kedalam taxi online,begitu pun dengan Alex yang tampak lesu saat keluar dari rumahnya dan segera masuk kedalam mobilnya.
"Mereka kenapa?kayanya anak dan Ayah itu sedang tidak harmonis," seru Mamah Ayu.
"Al,apa mungkin itu gara-gara tadi malam mengenai pertanyaan Papah?" bisik Papah Hendra.
"Bisa jadi Pah,kayanya Kiara marah dengan pertanyaan Papah.Tapi yang membuat Al aneh,kalau memang Mamah Kiara sudah meninggal kenapa Kiara harus marah,kecuali kalau Mamahnya Kiara masih hidup," sahut Al.
"Kalau Mamah Kiara masih hidup,berarti Alex bohong dong."
"Nah kan makin bingung,memang keluarga itu penuh dengan rahasia Pah."
"Kalian lagi ngomongin apaan sih?" tanya Mamah Ayu.
"Enggak,kita lagi ngobrol masalah bola saja iya kan Pah?" sahut Al.
"Iya."
Sementara itu didalam taxi online...
"Maaf Mbak,apa Mbak mengenal dengan pengemudi sedan hitam yang ada dibelakang kita?" tanya sopir taxi itu.
Kiara pun menoleh kebelakang...
"Tidak Pak,memangnya kenapa?" tanya Kiara.
"Saya lihat mobil itu selalu ngikutin kita deh Mbak,tadi saja pas saya ke rumah Mbak mobil itu sudah ada di belokan rumah Mbak," serunya.
"Iyakah,aku ga tahu Pak."
__ADS_1
"Sebaiknya Mbak harus hati-hati,kayanya orang itu sedang mengikuti Mbak soalnya kalau saya sudah mengantar Mbak,mobil itu selalu diam ga ngikutin saya," jelasnya.
"Iya Pak terima kasih."
Kiara kembali menoleh kebelakang...
"Siapa mereka?apa mereka suruhannya Frans?" batin Kiara.
Di Perusahaan Frans,Frans sedang menerima laporan dari anak buahnya.
"Maaf Tuan,Nona Kiara tadi malam terlihat masuk kedalam rumah yang didepannya dan ternyata itu adalah rumah laki-laki yang menjadi Pelatih Boxing Nona Kiara tpo hari," jelas anak buahnya.
Anak buahnya memperlihatkan video yang dia ambil diam-diam,disana terlihat Kiara sedang saling pandang bersama Al sampai akhirnya Kiara masuk kerumah itu.
Frans melempar Ponsel anak buahnya itu sampai hancur berkeping-keping membuat wajah sang anak buah itu tampak lesu karena Ponselnya hancur.
"Kurang ajar,Kiara adalah milikku tidak boleh ada orang yang mendekatinya,habisi orang itu," perintah Frans.
"Baik Tuan."
Anak buahnya Frans pergi dan membungkukkan badannya,terlihat helaan nafas berat dari anak buahnya itu karena lagi-lagi di harus membeli Ponsel baru.
Sementara Frans tampak mengepalkan tangannya,terlihat wajah yang penuh dengan emosi.
"Brengsek,jangan coba-coba merebut Kiara dari tanganku kalau tidak mau berurusan denganku," gumam Frans.
Sesampainya di Kantor,Kiara sempat menoleh kearah mobil sedam hitam itu dan benar saja mobil sedan itu berhenti disebrang Kantor Kiara dan diam disana.
"Mau apa mereka?" gumam Kiara.
Kiara melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya,otaknya tampak berpikir kalau terus-terusan diintai seperti ini Kiara tidak akan bisa melakukan semua hal.
"Bagaimana kalau aku mau bertemu dengan Mamah,tidak mungkin kalau diikutin terus seperti ini bisa bahaya," gumam Kiara.
Tiba-tiba pintu ruangan kerja Kiara dibuka dengan paksanya,Kiara sampai kaget disaat Kiara menoleh ternyata yang datang itu adalah Frans.
"Maaf Bu,saya sudah mencoba menghalanginya tapi tidak bisa," seru Sisi.
"Tidak apa-apa,kamu boleh kembali bekerja," perintah Kinan.
Frans langsung duduk disofa dengan santainya sembari memperhatikan setiap sudut diruangan kerja Kiara.
"Wow,lumayan nyaman juga disini."
"Mau apa kamu kesini Frans?" tanya Kiara dingin.
Frans menghampiri Kiara yang masih berdiri didekat meja kerjanya.
"Untuk apa lagi kalau bukan bertemu denganmu Sayang," sahut Frans dengan mengelus pipi Kiara.
Kiara menepis tangan Frans,Frans tersenyum sinis tatkala tangannya ditepis oleh Kiara,baru kali ini ada wanita yang menolak dengan sentuhannya.
Seluruh wanita sangat menginginkan sentuhan dari Frans bahkan mereka rela melakukan apa saja untuk bisa tidur dengan sang Bos Mafia itu.
Tapi berbeda dengan Kiara,dia sungguh tidak suka kalau dirinya disentuh seenaknya oleh seorang pria apalagi pria itu baru dikenalnya.
"Berani sekali kamu menolakku,dengarkan aku kamu adalah milikku sekarang dan tidak ada yang boleh mendekatimu," seru Frans dengan tatapannya yang tajam.
"Apa-apaan ini,aku bukan milik siapa-siapa dan kamu tidak berhak mengaturku seperti ini," bentak Kiara.
"Jangan coba-coba berani melawanku," seru Frans dengan mengeraskan rahangnya.
Kiara meringis menahan sakit akibat cengkraman Frans bahkan Kiara sempat meneteskan air matanya,Frans yang melihat itu langsung melepaskan cengkramannya.
Frans langsung memeluk Kiara...
"Maaf Sayang aku terbawa emosi," ucap Frans.
Kiara hanya bisa terdiam terpaku,ada apa ini sebenarnya kenapa emosi Frans berubah-ubah,barusan emosinya meledak tapi sedetik kemudian Frans begitu menjadi lembut.
"Sayang,apa-apaan ini manggil orang sembarangan?" batin Kiara.
"Siapa laki-laki itu?" tanya Frans.
Kiara mendorong tubuh Frans...
"Apa maksud kamu?" tanya Kiara bingung.
"Laki-laki yang rumahnya didepan rumah kamu dan dia juga pelatih Boxing kamu," seru Frans.
"Aku cuma tahu saja tapi ga kenal," jawab Kiara dingin.
"Tapi kenapa kamu tadi malam kerumahnya?"
Kiara terbelalak,kenapa Frans tahu tadi malam Kiara kerumah Al.
"Apa kamu memata-mataiku?" tanya Kiara geram.
"Mataku ada dimana-mana,jadi kamu jangan macam-macam kamu itu milik aku jadi aku harus menjaga apa yang menjadi milik aku," seru Frans.
"Jadi mobil sedan hitam yang selalu mengikutiku itu suruhan kamu?"
"Jadi kamu sudah mengetahuinya?anggap saja mereka Pengawal kamu,jadi kalau kamu butuh bantuan kamu bisa panggil mereka."
"Aku tidak butuh Pengawal,stop mengikutiku," bentak Kiara.
"Suka tidak suka,mau tidak mau mereka akan terus mengikutimu kemana pun kamu pergi dan apabila ada laki-laki yang berani mendekatimu jangan harap laki-laki itu bakalan selamat aku akan membunuhnya,camkan itu Honey."
Frans langsung pergi meninggalkan ruangan Kiara.
"Mau dia apa?kenapa dia memaksa sekali," gumam Kiara.
"Kamu gapapa Ra?" tanya Sisi dengan cepat-cepat masuk kedalam ruangan Kiara.
"Tidak."
Kiara terpaksa berbohong,padahal jantungnya hampir saja mau copot.Melihat tatapan tajam Frans saja sudah membuatnya merinding,apalagi saat ini kebebasan Kiara sudah direnggut oleh Frans.
Sementara itu disebuah Perusahaan besar yang tidak lain adalah Perusahaan milik Chen Taylor yang merupakan Papah Kiara,Yuna tampak uring-uringan padahal ini adalah hari pertama Yuna bekerja.
Yuna menjabat sebagai Manager keuangan karena Kim tidak mau yang mengelola keuangannya orang lain,Kim terlalu takut kalau orang itu akan korupsi dan mengambil uangnya.
"Sungguh sangat membosankan,jam segini biasanya aku jalan-jalan ke Mall sama teman-teman,ini malah harus berkutat dengan Laptop dari tadi,Papah nyebelin banget," gerutu Yuna.
Seketika bayangan Frans menggandeng tangan Kiara kemarin hilir mudik di otaknya.
__ADS_1
"Siapa wanita itu,kenapa Frans dengan mudahnya bisa jatuh cinta sama wanita itu,padahal aku jauh lebih cantik dan sexi dibandingkan dengan dia," gumam Yuna.
Sama halnya dengan Yuna anaknya,Kim pun dari tadi sedang memikirkan Kiara.
"Siapa Kiara Anggun,kenapa wajahnya mirip banget sama Mbak Tiara?jelas-jelas aku yakin kalau Kak Chen dan Mbak Tiara hanya mempunyai dua anak yaitu Sandra dan Daniel,kok aku jadi was-was ya waktu pemakaman pun kita cuma memakamkan tiga orang,Kak Chen,Sandra,dan Daniel-------Astaga terus Mbak Tiara bagaimana?bodoh,kenapa aku ga memikirkan mengenai Mbak Tiara,aku harus segera menemui Pram," gumam Kim dengan memainkan jari-jarinya.
Kim mengotak-ngatik Ponselnya dan menelpon Pram.
"Hallo Pram,malam ini kita harus bertemu ada sesuatu yang harus aku bicarakan denganmu," seru Kim.
"Aku tunggu jam 19.00 malam di Mansionku," jawab Pram.
Kim pun kembali menyimpan Ponselnya,Kim mengelus dagunya sendiri dengan pemikirannya yang terus berputar-putar kemasa lalu.
Saking sibuknya dengan pekerjaan dan sibuk memikirkan mengenai Frans,Kiara sampai lupa kalau perutnya sama sekali belum terisi dari sejak pagi.
Kiara tidak sarapan karena masih marah kepada Alex,makan siang pun terlewatkan karena emosi dengan kelakuan Frans,dan saat ini waktunya pulang,perut Kiara benar-benar lapar.
Kiara memesan taxi online dan memutuskan untuk mampir dulu kesebuah Restoran,Kiara melihat kebelakang dan mobil sedan hitam itu masih saja mengikutinya.
"Sial,Frans memang sudah gila," gumam Kiara.
Kiara pun sampai disebuah Restoran dan dengan cepat memesan makanan karena Kiara benar-benar sudah lapar.
Ditengah-tengah Kiar sedang menikmati makanannya,tiba-tiba seseorang menghampirinya.
"Hai Kiara...!"
"Kamu siapa?" tanya Kiara datar.
"Oh iya kita belum kenalan,kenalkan nama aku Arya temannya Al," Arya mengulurkan tangannya kearah Kiara.
"Al----Al siapa?" tanya Kiara kembali.
Karena uluran tangannya tidak dibalas oleh Kiara,Arya pun menarik kembali tangannya.
"Al anak yang rumahnya depan rumah kamu," seru Arya.
"Oh jadi dia namanya Al."
"Boleh aku duduk disini?" tanya Arya.
Kiara menoleh kearah pintu dan terlihat dua orang yang berjas hitam itu masih setia memperhatikan Kiara.
"Maaf tidak bisa," sahut Kiara dengan menundukan kepalanya.
"Oh ok,kalau begitu aku permisi dulu maaf ya sudah mengganggu."
Kiara hanya menganggukan kepalanya,Arya pun keluar dari Reatoran itu tapi pas melewati pintu keluar,Arya sempat bertatapan dengan dua orang berjas hitam itu hingga akhirnya Arya pun mengendarai mobilnya.
Dua orang berjas hitam itu tampak menghubungi seseorang dan Kiara menyadarinya,Kiara segera menyelesaikan makannya dan pergi dari Restoran itu.
Kiara tahu pasti Arya dalam bahaya karena barusan sudah mendekatinya dan ngobrol sebentar.
Karena darurat,Kiara memilih naik ojeg dan menyuruh ojeg itu mengikuti mobil Arya ternyata benar saja Arya dihadang oleh orang-orang yang memakai jas hitam itu.
Ada empat orang yang mrnghadang Arya,sementara dua orang yang ada dibelakang Kiara masih setia mengikutinya.
Arya pun keluar dari mobilnya dan langsung ditendang oleh salah satu orang itu karena Arya belum siap akhirnya Arya tersungkur kejalan aspal.
"Siapa kalian?dan ada urusan apa?" seru Arya.
Keempat orang itu tidak menjawab dan malah menyerang Arya,akhirnya perkelahian pun tak terhindarkan Arya harus menghadapi empat orang.
Al dan ketiga sahabatnya itu memang terlatih mereka jago beladiri tapi saat ini Arya harus menghadapi empat orang yang sama-sama terlatih dan tangguh karena yang menjadi anak buah Frans itu bukanlah orang sembarangan.
Arya tampak kewalahan menghadapi keempat orang itu,sampai-sampai beberapa kali Arya terkena pukulan dari mereka.
Kiara yang baru sampai ditempat kejadian langsung turun dari ojeg itu dan membayarnya tidak lupa Kiara menyuruh tukang ojeg itu untuk segera meninggalkan tempat itu.
"Makasih ya Pak."
Disaat Kiara menoleh ternyata salah satu dari orang itu membawa pisau dan siap untuk menusuk Arya tapi dengan sigap Kiara berlari dan menendang punggung orang itu.
Karena reflek orang itu berbalik dan hendak menusukan pisau itu kearah Kiara tapi Kiara dengan cepat menghindar tapi sayang pisau itu sedikit menggores tangan Kiara sehingga tangan Kiara berdarah.
Disaat lengah seperti itu Arya segera menendang tangan orang itu sehingga pisaunya terlempar jauh.
"Pergi kalian," bentak Kiara.
"Nona kami mohon Nona jangan menghalangi kami,kami harus menghabisi orang itu karena sudah berusaha mendekati Nona."
"Dia tidak mendekati aku,jadi aku bilang pergi kalian sekarang juga," teriak Kiara.
"Nona tolong Nona menjauh,kalau sampai orang itu masih hidup,kami bisa dibunuh oleh Tuan Frans."
Menyebut nama Frans membuat emosi Kiara memuncak,Kiara benar-benar benci dengan orang itu.Tanpa menunggu lama lagi,Kiara menghajar keempat orang itu sehingga membuat Arya melongo tidak menyangka kalau Kiara jago beladiri.
Sementara dua orang yang selalu mengikuti Kiara tidak menyia-nyiakan kesempatan dan ikut menghajar Arya,keempat orang itu tidak bisa melawan Kiara karena Frans sudah memperingatkan kalau tidak boleh ada yang menyentuh Kiara sedikitpun.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Hai semuanya,mana nih dukungannya kok kendor sihπ©π©
Jangan lupa ya selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOUπππ
__ADS_1