ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Situasi Yang Sulit


__ADS_3

🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Setelah mobil Frans pergi meninggalkannya,Kiara langsung masuk dengan perasaan kesal bahkan Sisi yang dari tadi menunggu Kiara dipintu lobby tampak diacuhkan oleh Kiara.


Kiara sangat kesal dengan Frans,dia juga merasa sangat bersalah kepada Al pasti Al marah karena tadi melihat Frans memeluknya.


"Apa yang harus aku lakukan Al?kalau aku cari masalah dengan Frans,kalian semua akan mengalami masalah aku ga mau melihat kalian terluka gara-gara aku," gumam Kiara dengan menjambak rambutnya sendiri.


Kiara mencoba untuk menghubungi Al..


Sementara Al tampak uring-uringan didalam kamarnya,dadanya terasa sesak dan otaknya mulai panas melihat Frans memeluk kekasihnya seperti itu.


Al melihat Ponselnya yang berbunyi,ternyata kekasihnya yang menghubunginya,Al bingung antara ingin mengangkatnya dan tidak.


Disatu sisi Al tidak bisa lama-lama marah kepada Kiara tapi disisi lain Al masih kesal dan jengkel kenapa Kiara tidak menolak Frans.


Akhirnya panggilan Kiara pun berakhir,Al melempar Ponselnya keatas kasur sedangkan Kiara perasaan bersalahnya makin besar kepada Al,apalagi nanti malam dia akan kembali pergi lagi bersama Frans menghadiri pesta ulang tahun Puteri dari Rekan Bisnis Frans.


Tok..tok..tok..


Sisi langsung masuk kedalam ruangan kerja Kiara,dilihatnya Kiara tampak kacau.


"Kamu kenapa Ra?" tanya Sisi khawatir.


"Aku gapapa Si,kamu kembali saja bekerja," ucap Kiara.


Waktu pun berjalan dengan cepat,waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore Kiara membereskan meja kerjanya dan bersiap-siap ingin pulang.


"Maaf Ra,ada paket buat kamu," seru Sisi.


"Dari siapa?" tanya Kiara.


"Dari Frans."


Sisi pun meletakan kotak itu dan Sisi berpamitan untuk pulang.


"Ra aku pulang duluan ya!" seru Sisi.


"Oh Ok."


Sepeninggalnya Sisi,Kiara kembali duduk dikursi kebesarannya itu dia melihat kosong kearah kotak yang katanya kiriman dari Frans.


Dengan malas Kiara membuka kotak itu dan ternyata itu isinya sebuah gaun dan Kiara tahu maksud dari semuanya,soalnya dulu juga Frans pernah melakukan hal yang sama saat mengajak Kiara menemui Papahnya.


Kiara mengambil kartu ucapan yang terselip di gaun itu.


"Aku jemput kamu pukul 19.00 malam dan kamu pakailah gaun ini."


Itulah isi dari kartu undangan yang diberikan oleh Frans.Kiara tampak menghembuskan nafasnya secara kasar,sungguh dia tidak mau pergi bersama Frans.


Dengan langkah gontai,akhirnya Kiara meninggalkan Kantornya.Seperti biasa Kiara memesan taxi online,sesampainya dirumah Kiara terlihat berhenti sejenak dan melihat kearah rumah Al yang tampak sepi tapi mobil Al masih terparkir didepan rumahnya.


"Berarti Al ada dirumahnya," batin Kiara.


Perlahan Kiara pun memasuki rumahnya,Al memang saat ini sedang sendirian dirumah lantaran Orang tuanya sedang tidak berada dirumah.Papahnya Al sedang ada pekerjaan diluar kota,dan memang sudah menjadi kebiasaan Papah Al selalu mengajak sang istri ikut dengannya.


Kiara begitu terlihat sangat tidak bersemangat,waktupun berjalan dengan cepat Kiara segera merias dirinya karena sebentar lagi Frans akan menjemputnya.Kiara hanya berdandan seadanya memakai bedak tipis dan lipstik walaupun dandan seadanya Kiara tetap terlihat cantik dan menawan.


Sementara Al dan ketiga sahabatnya seperti biasa sedang kumpul-kumpul di Gazebo rumah Al sembari nyanyi-nyanyi kecil.Hingga keceriaan mereka terusik dengan kedatangan sebuah mobil mewah yang berhenti tepat didepan rumah Kiara.


"Bukannya itu mobik Frans,mau ngapain lagi dia?" tanya Riki dengan ketusnya.


"Apa saat ini kita perlu menghajar tuh orang,mumpung dia lagi ga bawa Pengawal," seru Boby dan bersiap untuk menghampiri Frans tapi Al dengan sigap mencegahnya.


"Tidak Bob biarkan saja," sahut Al.


Frans pun turun dari mobilnya dan berdiri dengan gagahnya disamping mobil mewahnya itu sembari menyandarkan tubuhnya.Sekilas Frans menoleh kearah keempat pria tampan itu dan Frans pun terlihat tersenyum sinis seakan mengejek mereka.


Boby sangat emosi melihat tampang Frans yang sangat menyebalkan itu,berkali-kali Boby ingin menghampiri Frans tapi sahabat-sahabatnya menghalanginya.


Tiba-tiba pintu rumah Kiara terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik dengan gaun berwana pink baby itu sangat kontras dengan kulit Kiara yang putih dan mulus.


Semua orang tampak terkesima dengan penampilan Kiara termasuk Al dan Frans,Kiara tampak menundukan kepalanya dia tidak mau melihat wajah Frans yang penuh dengan kepura-puraan dan kepalsuan itu.

__ADS_1


Frans membukakan pintu mobil untuk Kiara,tapi pada saat Kiara akan memasuki mobil Frans,Kiara melihat kearah rumah Al dan betapa terkejutnya Kiara saat melihat Al sedang menatapnya dengan tatapan tajamnya.


Kiara hanya bisa menundukan kepalanya dan masuk kedalam mobil Frans.Mobil Frans pun mulai meninggalkan kediaman Kiara,Al hanya bisa terduduk lemah tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Al kamu harus ikutin Frans dan Kiara,sepertinya aku merasakan perasaan yang ga enak aku takut terjadi kenapa-napa sama Kiara," seru Arya.


"Benar yang dikatakan Arya,kamu harus cepat-cepat mengiuti Kiara," sahut Riki.


"Buruan Al,jangan sampai kamu ketinggalan jejak mereka," sambung Boby.


Al pun dengan cepat-cepat memasuki mobilnya dan mengejar Kiara,karena memang sebenarnya Al juga merasakan hal yang sama dengan sahabat-sahabatnya itu.


"Aku titip rumah dulu," seru Al dengan melajukan mobilnya.


"Ok," jawab ketiganya serempak.


Al pun memutuskan untuk mengikuti Kiara,kebetulan sekali mobil Frans belum terlalu jauh.Sementara itu didalam mobil Frans,Kiara tampak diam seribu bahasa meskipun Frans berusaha mengajaknya bicara tapi Kiara tidak memperdulikannya.


Hingga akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 40 menit,mobil Frans pun tampak memasuki halaman sebuah hotel bintang lima yang sangat mewah.


"Sialan,mau ngapain si Frans ngajak Kiara ke Hotel segala," gumam Al.


Pikiran Al sudah melayang kemana-mana,Al takut kalau Frans akan melakukan hal yang macam-macam kepada Kiara.


Frans pun dengan cepat turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk wanita pujaannya,Frans tampak menggenggam tangan Kiara tapi Kiara melepaskannya.


"Aku bisa jalan sendiri," ucap Kiara dingin.


Frans tampak mengeraskan rahangnya,dia begitu marah kepada Kiara yang sangat berani menolak genggaman tangannya,padahal diluaran sana masih banyak wanita yang memujanya dan dengan senang hati menyerahkan segalanya kepada Frans termsuk keperawanan.


Sesampainya didalam gedung,betapa terlejutnya Kiara saat melihat siapa yang sedang merayakan ulang tahun,ternyata orang yang sedang ulang tahun itu adalah Yuna yang tidak lain adalah Puteri dari Kim Taylor.


Dari kejauhan tampak Pram menghampiri Frans dan Kiara dengan kursi roda yang didorong oleh salah satu Pengawalnya,tiba-tiba tubuh Kiara kaku,keringatnya mulai bercucuran,tubuhnya mulai bergetar,Kiara selalu terbayang kejadian pembantaian itu setiap melihat wajah Pram.


Reaksi tubuh Kiara selalu seperti itu setiap bertemu dengan orang-orang yang terlibat dalam pembantaian keluarganya itu.


"Sayang,kamu kenapa?" tanya Frans yang khawatir melihat Kiara yang sudah berkeringat itu.


"Ti--tidak ap--apa-apa," jawab Kiara gelagapan.


"Hallo calon mantuku yang cantik," sapa Pram dengan senyuman khasnya.


Kiara tidak mampu menjawab sapaan Pram lidahnya kelu,ucapannya pun tercekat ditenggorokan tidak bisa keluar.


Kiara hanya mampu menggelengkan kepalanya.


"Sayang lebih baik sekarang kita duduk dulu disana sepertinya kamu sedang tidak enak badan.Dad,Frans kesana dulu ya!" seru Frans dengan menarik tangan Kiara dengan lembut.


"Ok."


Kiara dan Frans pun pergi meninggalkan Pram dan duduk tepat didepan podium dimana diatas podium itu tampak satu keluarga dengan bahagianya dan terlihat senyumannya yang mengembang.


Frans pun mengambilkan minuman untuk Kiara,sementara Kiara tidak bisa melepaskan pandangannya dari keluarga bahagia didepannya itu.


Keluarga yang saat ini sedang bahagianya menikmati semua kemewahan dan fasilitas mewah yang sebenarnya milik Kiara.


Frans yang melihat Kiara mengepalkan tangannya dan tatapan tajam itu mengisyaratkan kebencian yang teramat sangat luar biasa,tampak mengerutkan keningnya.


"Kenapa raut wajah Kiara seperti itu?" batin Frans.


Begitu pun Pram yang dari tadi memperhatikan Kiara seakan Pram mencurigai sesuatu.


"Kenapa Kiara selalu ketakutan melihatku?waktu pertemuan pertamapun dia bereaksi seperti itu,siapa sebenarnya dia?kenapa dia bersikap seperti itu?apa dia mengenalku?" batin Pram.


Frans pun memberikan minuman kepada Kiara dan Kiara menerimanya dengan tangan yang masih gemetaran.Kiara merasa ada yang memperhatikannya,kemudian Kiara melihat kesekelilingnya dan terlihatlah Pram yang sedang menatap tajam kearah Kiara.


Pram sedikit tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Kiara membuat Kiara semakin takut,karena senyuman Pram itu sama persis seperti saat dia melakukan pembunuhan terhadapa keluarganya.


"Tes..tes,selamat malam semuanya terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya untuk tamu undangan yang telah sudi hadir diacara ulang tahun Puteri kesayangan saya,saya sangat bahagia karena sampai detik ini saya masih bisa berdiri disamping Puteri saya untuk merayakan ulang tahunnya,semoga tahun-tahun berikutnya saya juga masih bisa merayakan ulang tahun Puteri saya," ucap Kim panjang lebar dan merangkul Puteri kesayangannya itu.


"Puas-puaskan saja malam ini Kim,karena aku jamin ditahun berikutnya kamu dan keluarga kamu tidak akan pernah merasakan lagi kebahagiaan seperti ini," batin Kiara yang menggenggam erat gelas yang ada ditangannya.


Setelah semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Yuna,tibalah saatnya Yuna memotong cakenya potongan pertama Yuna berikan kepada kedua Orang tuanya,dan Yunapun kembali memotong kuenya kali ini Yuna akan memberikannya kepada orang yang spesial dihatinya.


"Potongan yang kedua ini saya akan berikan kepada orang yang sangat spesial dihati saya dan orang itu adalah----" ucapan Yuna terhenti.


Kiara dan Frans hanya memperhatikan Yuna,sementara Yuna sudah senyum-senyum sendiri saat melihat kearah Frans.


"Dan orang yang spesial itu adalah Frans Wild Blood," teriak Yuna dan langsung mendapat tepuk tangan yang meriah dari semua tamu undangan.


Frans yang mendengar namanya disebut tampak enggan sekali maju keatas podium.Frans menoleh kearah Kiara yang tampak biasa saja.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam saja,itu kamu dipanggil untuk naik keatas podium," ucap Kiara santai.


"Aku tidak mau."


"Kenapa?" tanya Kiara mengerutkan keningnya.


"Aku tidak suka dan tidak mau," jawab Frans dengan tegasnya.


"Kasihan lho,wanita cantik itu sangat mengharapkan kamu naik keatas podium,naiklah hargai wanita itu," ucap Kiara dingin dengan menyesap juice yang ada ditangannya.


"Tapi bagaimana denganmu?" tanya Frans.


"Aku tidak apa-apa,aku akan tetap berada disini."


Teriakan demi teriakan bersahutan menyebutkan nama Frans agar segera naik keatas podium,dengan terpaksa Frans pun berdiri dan naik keatas podium itu.


Yuna sangat bahagia akhirnya untuk pertama kalinya Frans mau mengabulkan permintaannya untuk naik keatas podium.Yuna pun langsung menyuapi Frans dengan kue tart itu,dan dengan terpaksa Frans membuka mulutnya.


Yuna sungguh sangat bahagia,dengan centil dan genitnya Yuna mengalungkan tangannya ke lengan Frans dan dengan cepat mencium pipi Frans.


Yuna memanfaatkan moment seperti ini karena Frans tidak akan bisa menolak kalau berada dihadapan orang-orang.Terdengar riuh tepuk tangan dari semuan tamu undangannya.


Kiara tersenyum kecil dengan sesekali meneguk minuman yang ada ditangannya.


"Jadi kamu mencintai Frans?aku bisa manfaatkan rubah kecil itu untuk menghancurkan Frans dan Orang tuanya sendiri," batin Kiara.


Tiba-tiba Pram sudah berada disamping Kiara dan itu membuat Kiara sangat terkejut.


"Siapa sebenarnya kamu Kiara?apa kamu mengenalku?" tanya Pram dengan menatap tajam Kiara.


Sesaat Kiara dan Pram saling menatap satu sama lain,disaat Kiara sedang menatap tepat dimata Pram,pria paruh baya itu kembali berbicara.


"Jangan pernah main-main denganku,dan aku akan mencari tahu semuanya tentangmu," ucap Pram yang langsung membuat Kiara kaku seperti patung.


Pram pun kembali pergi meninggalkan Kiara,keringat dingin mulai bercucuran lagi diwajah cantik Kiara.Dengan cepat Kiara meninggalkan tempat pesta itu,Frans tidak menyadari kepergian Kiara karena saat ini Frans sedang sibuk meladeni pertanyaan wartawan yang langsung mengerubunginya.


Yuna sengaja mengundang para Wartawan itu untuk memberitahukan kedekatan antara dirinya dan Frans,otomatis para media cetak yang haus akan berita tentang Frans berbondong-bondong mendatangi hotel tempat diadakannya acara.


Kiara cepat-cepat berlari meninggalkan tempat itu,dia manfaatkan situasi Kiara segera menghentikan taxi yang lewat didepan hotel.


Al yang memang dari tadi memantau keadaan Kiara,merasa terkejut karena Kiara keluar dengan terburu-buru Al pikir pasti ada sesuatu terjadi kepada Kiara.Dengan cepat Al pun melajukan mobilnya dan mengikuti taxi yang ditumpangi Kiara.


Sementara Kiara yang berada didalam taxi tampak meremas tangannya sendiri yang terus saja bergetar,Kiara sudah tidak kuat lagi dekat-dekat dengan Pram,Kiara benar-benar ketakutan disaat Pram muncul,otomatis bayangan masa lalu langsung terekam jelas diotaknya.


Hingga tanpa sadar dijalanan yang sepi,Al langsung tancap gas dan menghadang taxi yang membawa Kiara sehingga Kiara sedikit terpental kedepan karena sang sopir mengerem mendadak.


"Maaf Nona,apa Nona tidak apa-apa?didepan ada mobil yang menghadang kita," seru sang sopir.


Kiara melihat Al turun dari mobilnya,Kiara pun segera membayar taxi itu.


"Pak,saya turun disini saja," ucap Kiara.


Kiara pun turun dari taxi itu dan taxi itu segera pergi meninggalkan kiara.Sejenak Al dan Kiara saling tatap,tanpa sadar Kiara meneteskan air matanya,Al yang melihat Kiara menangis langsung berjalan cepat dan memeluk Kiara.


Luruh sudah air mata Kiara yang dari tadi dia tahan,Kiara menangis sampai sesegukan dipelukan Al dan Al hanya bisa memeluknya dengan erat dan mengusap kepala Kiara serta mencium pucuk kepal Kiara.


"Aku benci sama mereka Al,aku benci," seru Kiara.


"Sebesar itukah rasa traumamu Kiara,sampai-sampai tubuhmu bergetar seperti ini,aku janji secepatnya akan membawa bajingan-bajingan itu kehadapanmu," batin Al.


Al semakin erat memeluk wanita yang sangat dia cintainya itu,tapi tiba-tiba tubuh Kiara melemah dan akhirnya Kiara pingsan dipelukan Al.


🔪


🔪


🔪


🔪


🔪


Jangan lupa sehabis baca selalu tinggalkan jejak ya guys🙏🙏🤗🤗😘😘


Jangan lupa


like


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU💕💕💕


__ADS_2