ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)

ABC ( AMARAH, BENCI, CINTA)
Kebenaran


__ADS_3

๐Ÿ”ช


๐Ÿ”ช


๐Ÿ”ช


๐Ÿ”ช


๐Ÿ”ช


Al terus saja memperhatikan gerak-gerik Kiara,sungguh aneh sikap Kiara dia benar-benar tidak mengenali Kim atau hanya pura-pura tidak mengenal Kim.


"Bagaimana Nona Kiara,apa bisa kita bekerjasama?" tanya Kim.


"Ok,penawaran anda sangat menarik," jawab Kiara.


Kiara dan Kim pun menandatangi kontrak satu sama lain,sementara Yuna tidak berbicara sedikit pun dia hanya terus memperhatikan Kiara.


"Apa yang Frans suka dari Kiara,cantikkan juga aku," batin Yuna yang terus memperhatikan Kiara.


"Terima kasih Nona Kiara kalau begitu,saya dan Puteri saya undur diri,senang bekerjasama dengan anda," ucap Kim mengulurkan tangannya.


Kiara pun berjabatan tangan bersama Kim dan Yuna.


"Kalau begitu kita permisi dulu,masih banyak pekerjaan yang harus diurus."


"Silahkan Pak Kim."


Kim dan Yuna pun pergi meninggalkan Restoran.


"Ra,tunggu sebentar aku ketoilet dulu ya!" seru Sisi.


Sepeninggalnya Sisi,Kiara tampak memukul-mukul dadanya karena sesak sungguh berat buat Kiara pura-pura tidak terjadi apa-apa sementara hatinya begitu sakit saat melihat wajah Kim.


Sementara Al yang dari tadi memperhatikan Kiara,memutuskan untuk menghampiri Kiara dan sahabat-sahabatnya membiarkan Al.


"Ra.." seru Al dengan menepuk pelan pundak Kiara.


Betapa terkejutnya Al saat Kiara menoleh ternyata Kiara sudah berlinang dengan air mata,Kiara segera menghapus air matanya itu sedangkan Al berjongkok didepan Kiara.


"Hei,kamu kenapa Sayang kok nangis?" tanya Al.


"Eng--enggak apa-apa,ak--aku han--hanya kelilipan tadi," sahut Kiara dusta.


"Kamu lagi ngapain disini?" tanya Kiara mengalihkan pembincaraan.


Al pun duduk disamping Kiara dan menghadap kearah Kiara.


"Tadi aku habis ngopi tuh sama anak-anak," tunjuk Al.


Kiara pun menoleh dan terlihat ketiga Sahabatnya Al tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Kiara.


"Berarti ka--kamu dari ta--tadi melihat aku?" tanya Kiara terbata.


"Iya,orang-orang tadi siapa?"


"Mereka klien aku."


"Hai Al,kok ada disini?" tanya Sisi yang baru kembali dari toilet.


"Hai Si,aku kebetulan saja lagi ngopi sama anak-anak."


"Al kalau begitu aku kembali dulu ke Kantor masih banyak kerjaan," seru Kiara.


Disaat Kiara akan melangkah,Al menarik tangan Kiara dan memeluknya sehingga membuat Sisi dan ketiga sahabatnya melongo melihat kelakuan Al.


"Jangan pernah menyimpan rahasia sendirian,itu akan menyiksamu aku siap mendengarkan cerita-ceritamu," bisik Al.


Kiara pun melepaskan pelukannya,Kiara mengusap pipi Al dengan lembut dan mengembangkan senyumannya.


"Aku pergi dulu," ucap Kiara.


Kiara dan Sisi pun akhirnya pergi meninggalkan Restoran itu.


"Kenapa susah sekali mencari informasi tentang kamu Kiara,kapan kamu akan membuka hati kamu dan berhenti menyiksa dirimu sendiri," gumam Al.


"Cie..cie..berani banget kamu Al memeluk Kiara didepan umum kaya gitu,Kiara harus mendapat penghargaan nih karena dia wanita pertama yang berhasil menaklukan hati seorang Al yang dingin dan kaku dengan seorang wanita," ledek Arya.


"Apaan sih,balik yuk nanti sore aku mau jemput Yayang aku," seru Al dengan cengengesan.


"Hati-hati lho ada Frans," sahut Riki.


"Oh iya,kemana ya tuh orang dari kemarin ga lihat," seru Boby.


"Kenapa kangen kamu sama Frans?" goda Arya.


"Idih najong,emangnya aku cowok apaan," jawab Boby dengan gaya yang dibuat-buat seperti banci.


Ketiga sahabatnya langsung menoyor kepala Boby dengan gemas.


"Jijik banget lihat kelakuanmu," seru Riki.


Kemudian ketiga pria tampan itu pergi meninggalkan Boby,dan Boby segera berlari mengejarnya.

__ADS_1


Al pulang kerumahnya,sesampainya dirumah Al langsung beranjak ke kamarnya dia langsung menjatuhkan tubuhnya keatas kasur empuknya itu.


"Kenapa kasusnya jadi serumit ini sih?kasus yang dialami Kiara itu hampir sama persis dengan kasus yang sedang aku selidiki nama keluarganya pun sama dengan nama belakang Kiara yang Kiara sembunyikan,jalan satu-satunya aku harus bertanya langsung kepada Kiara tapi apa alasannya kalau aku bertanya langsung kepada Kiara,aaahhhh...pusing aku," gumam Al.


Sedangkan di Perusahaan,Kiara tampak sedang melamun dia memikirkan kejadian di Restoran tadi saat Al tiba-tiba memeluknya,baru pertama kali ini Kiara dipeluk oleh seorang pria selain Alex.


Jantung Kiara berdetak semakin kencang saat mengingat kejadian itu tanpa Kiara sadari Kiara mengembangkan senyumannya.


"Ya ampun kenapa dengan jantungku,apa ini yang dinamakan cinta?" gumam Kiara dengan bibir yang terus menyunggingkan senyuman.


Kiara juga selalu merasakan hal yang sama disaat dekat dengan Frans cuma bedanya kalau dekat dengan Frans bukan detak jantung pertanda jatuh cinta melainkan detak jantung kebencian dan ketakutan yang teramat sangat.


Kiara menggeleng-gelengkan kepalanya,dia mulai melanjutkan pekerjaannya lagi tapi kali ini ada yang berbeda dengan Kiara,Kiara bekerja sambil terus mengembangkan senyumannya dan itu sangat jarang terjadi.


Waktu pun berjalan dengan cepat,saking semangatnya bekerja Kiara sampai lupa waktu dan panggilan Al pun sampai tidak terdengar.


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Ra,kamu tidak mau pulang?" tanya Sisi.


Kiara melihat jam yang melingkar ditangannya,dan sudah menunjukan pukul 17.00 sore.


"Astaga saking semangatnya aku sampai lupa waktu," gumam Kiara.


"Oh iya Ra,di bawah sudah ada Al menunggumu," seru Sisi.


"Hah ada Al?"


Kemudian Kiara melihat Ponselnya dan benar saja Al sudah menelponnya puluhan kali tapi Kiara tidak menjawabnya.


"Astaga..."


Dengan cepat Kiara mebereskan meja kerjanya dan kemudian berlari keluar tanpa memperdulikan Sisi yang dari tadi menunggunya didepan pintu.


"Dasar yang lagi jatuh cinta dunia serasa milik berdua,sampai-sampai orang yang berada didepannya saja tidak dianggapnya," gumam Sisi.


Sehabis turun dari lift,Kiara langsung berlari menuju keluar dan benar saja Al sedang menunggunya didepan mobilnya.


"Maaf,sudah menunggu lama ya," seru Kiara dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Hai kamu kenapa,kaya yang habis lari maraton aja."


"Iya aku memang lari tadi takut kamu nungguin aku lama," sahut Kiara.


"Ga masalah,walaupun aku harus menunggu seribu tahun juga aku siap kok," ucap Al.


Al pun membukakan pintu mobil untuk Kiara.


"Silahkan masuk Tuan Puteri," seru Al dengan membungkukkan badannya.


Kiara pun tersenyum dan masuk kedalam mobil Al.Selama dalam perjalanan tidak ada pembicaraan antara Al dan Kiara mereka sedang sibuk dengan pemikiran masing-masing.


"Ehhmm Al,bolehkah kita berhenti dulu di Taman depan sana?" seru Kiara.


"Ok."


Al pun menepikan mobilnya,Kiara turun dari mobil dan disusul oleh Al.Kemudian Kiara duduk dikursi Taman itu dengan menatap pemandangan sore dengan senangnya.


"Apa kamu sering kesini?" tanya Al yang duduk disamping Kiara.


"He..em,dari kecil hingga sekarang aku sering kesini dan ini merupakan tempat ternyaman untukku," jawab Kiara.


"Kenapa kamu bisa nyaman disini?"


"Karena kalau disini aku merasa punya teman,banyak anak-anak dan Orang tuanya datang kesini untuk sekedar jalan-jalan dan itu merupakan pemandangan yang sangat menyenangkan buat aku,kadang-kadang aku suka iri sama anak-anak itu mereka bisa tertawa,bercanda,dan berpelukan dengan Orang tuanya sungguh hal yang tidak pernah aku dapatkan dan aku rasakan," seru Kiara dengan menatap kearah anak-anak yang sedang bermain.


"Kenapa kamu tidak pernah merasakannya,bukannya Om Alex adalah Ayahmu?apakah dia tidak memperlakukanmu dengan baik?" tanya Al.


"Justru sebaliknya,dia sangat menyayangiku sejak kecil hanya akunya saja yang kurang bersyukur menerima kasih sayang dan perhatiannya," seru Kiara dengan menundukan kepalanya.


"Kiara apa boleh aku bertanya sesuatu sama kamu?" tanya Al.


"Kamu mau tanya apa?" jawab Kiara.


"Sebenarnya waktu kamu di Rumah Sakit,kamu sempat mengigau kalau kamu berkata semua keluarga kamu dibunuh dan kamu akan membalaskan dendam kamu,apa itu benar Kiara?" tanya Al.


Kiara sangat terkejut dan terbelalak dengan pertanyaan Al,kenapa dia bisa sebodoh itu mengatakan hal yang sangat rahasia yang selama ini dia sembunyikan.


"Kiara apa kamu dengar yang barusan aku ucapkan?" tanya Al.


"Oh i--iya,mungkin kamu salah dengar Al biasa kan kalau orang tidur suka mimpi yang aneh-aneh," sahut Kiara dan memalingkan wajahnya.


"Lebih baik sekarang kita pulang," Kiara pun beranjak dari duduknya tapi Al mencegah tangan Kiara.


"Tunggu Kiara,aku mohon jangan mengalihkan pembicaraan,kamu juga sudah beberapa kali menyebut Om Alex dengan sebutan Om bukan Ayah," seru Al.


Seketika Kiara menoleh kearah Al,dia tidak menyangka kalau dia benar-benar ceroboh sehingga ada orang lain yang mengetahuinya.


"Jangan menyimpan masalah sendirian itu bisa menyiksa diri kamu sendiri,kamu bisa percaya sama aku Kiara aku sangat ingin membantu kamu,kamu bisa percaya sama aku,aku bukan orang jahat jadi kamu jangan takut," ucap Al.


Kiara menatap mata Al,ada kesungguhan disana Kiara sama sekali tidak melihat keraguan dan kebohongan.

__ADS_1


Kiara pun kembali duduk,Kiara tampak sedang berpikir keras.


"Apakah Al orang yang Tuhan kirim untuk menolongku?apakah aku harus percaya sama Al?" batin Kiara.


Al menggenggam tangan Kiara yang membuat Kiara tersadar dari lamunannya.


"Tatap mataku Kiara,apa dimataku terlihat ada kebohongan?" seru Al.


Kiara menggelengkan kepalanya..


"Aku serius ingin menolong kamu jadi bicaralah apa masalah kamu?bukannya kamu menginginkan keadilan,apa kamu tidak mau melihat orang-orang yang kamu sayangi pergi dengan tenang?" sahut Al.


"A--aku tidak bi-bisa menceritakan semuanya,kalau kamu ingin tahu semua kebenarannya kita pulang sekarang biarkan Om Alex yang menceritakan semuanya," seru Kiara.


"Ok,kita pulang sekarang."


Al mengajak Kiara pulang,selama dalam perjalanan Kiara tampak diam seribu bahasa.Kiara meremas tangannya yang sudah terasa dingin itu,tidak tahu kenapa setiap mengingat kejadian itu Kiara selalu merasa takut.


Al menyadari perasaan Kiara,Al kemudian menggenggam tangan Kiara yang terasa dingin itu sementara yang satunya memegang stir.


"jangan takut ada aku disini yang akan selalu ada disamping kamu," ucap Al lembut.


Tidak lama kemudian mereka pun sampai,Kiara turun sementara Al menyimpan dulu mobil kerumahnya.


"Kamu sudah pulang Ra?" tanya Alex.


Kiara menganggukan kepalanya..


"Selamat sore Om," sapa Al.


"Lho Al,ada apa tumben kesini saking tidak mau berpisahnya kamu sampai ikutin Kiara sampai rumah," goda Alex.


Al hanya cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Sementara Kiara sudah duduk duluan disofa.


"Ayo Al silahkan duduk," seru Alex.


"Terima kasih Om."


"Ada apa?sepertinya ada yang ingin kalian sampaikan."


"Begini Om,waktu Kiara dirawat di Rumah Sakit Kiara sempat mengigau dan berbicara kalau keluarganya semuanya dibunuh,jujur Al sangat penasaran apa yang sebenarnya sudah terjadi kepada Keluarga Kiara?kalau boleh Jujur,dari awal Al memang penasaran kepada Kiara raut wajahnya itu seperti yang sedang menyembunyikan sesuatu,dan Al makin yakin ada suatu rahasia yang Kiara sembunyikan setelah mendengar Kiara mengigau seperti itu," jelas Al.


Alex sedikit terkejut dengan ucapan Al sehingga Alex melirik kearah Kiara,dan dengan ragu-ragu Kiara menganggukan kepalanya pertanda Kiara mengizinkan kalau Al mengetahuinya.


"Ceritanya berawal dari 20 tahun yang lalu,ada seorang Pengusaha kaya dan sukses bernama Chen Taylor,kekayaan dan kesuksesan dia bisa dibilang dengan jalan kotor karena pada saat itu Chen Taylor bekerja sama dengan anggota Mafia yang bernama THE BLOOD," sejenak Alex menghela nafasnya.


Al tampak terbelalak dengan cerita Alex..


"Chen sudah merasa jengah dan lelah,dia ingin sekali keluar dari dunia hitam itu karena Chen ingin menikmati masa tuanya dengan ketenangan,apalagi waktu itu Mbak Tiara istrinya Chen sedang mengandung anaknya yang ketiga."


"Saat itu Chen sudah tahu apa konsekuensinya kalau dia sampai keluar dari dunia hitam yang menjeratnya itu dan salah satunya kematian,karena THE BLOOD tidak akan membiarkan begitu saja orang yang ingin keluar dari dunia hitam itu."


"Makannya dari jauh-jauh hari Chen sangat mempersiapkan semuanya dengan matang.Bahkan tidak ada yang tahu kalau istrinya Chen sedang hamil anak ketiga,Kim Taylor saja yang notabene adik kandungnya Chen tidak mengetahui soal itu,karena Chen tahu kalau Kim sangat menginginkan harta miliknya."


"Waktu demi waktu pun berlalu,akhirnya Mbak Tiara melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik bernama Kiara Anggun Taylor," Alex melihat kearah Kiara dan begitu pun Al.


"Kamu tahu Al,Kiara sama sekali tidak boleh keluar rumah,karena sangat berbahaya kalau sampai anggota THE BLOOD tahu.Saking cintanya Chen kepada Kiara,diam-diam Chen membangun satu Perusahaan untuk Kiara,Perusahaan yang bersih tanpa ikut campur tangan dari orang-orang kejam itu yaitu Perusahaan yang saat ini Kiara kelola," jelas Alex.


"Kenapa tidak boleh ada yang tahu soal keberadaan Kiara?" tanya Al.


"Karena Chen sudah mempunyai firasat kalau nyawa mereka tidak akan selamat makannya Chen menyembunyikan Kiara setidaknya nanti ada satu keturunannya yang masih hidup,hingga akhirnya disaat Kiara berusia 4 tahun pembantaian itu pun terjadi Chen dan kedua anaknya meninggal dibunuh dengan kejinya,sementara Mbak Tiara diperkosa oleh Pram dan Kim hingga Mbak Tiara mengalami defresi yang sangat parah," jelas Alex.


"Tunggu Om,maksud Om Pram Wild Blood ayahnya Frans adalah seorang ketua Mafia yang bernama THE BLOOD?" tanya Al dengan sangat terkejut.


"Iya Al,dan sekarang kepemimpinannya diganti dan diturunkan kepada anaknya Frans,makannya Om sangat khawatir kalau Kiara dekat-dekat dengan Frans soalnya mereka saat ini sedang mencari keberadaan Kiara,Om,dan Mbak Tiara karena kita bertiga merupakan saksi kunci atas pembantaian yang mereka lakukan," jelas Alex.


Sementara itu,Kiara tidak ikut berbicara sedikit pun keringatnya sudah membasahi wajahnya,tangannya sudah terlihat bergetar hebat.Kiara memang selalu bereaksi seperti itu kalau menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya.


๐Ÿ‘‘


๐Ÿ‘‘


๐Ÿ‘‘


๐Ÿ‘‘


๐Ÿ‘‘


Hai..hai semuanya bertemu lagi dengan Author kesayangan kalian๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Maaf ya baru bisa up,soalnya banyak kepentingan yang harus diurus๐Ÿ™๐Ÿ™semoga kalian tidak bosan-bosan menunggu kelanjutannya๐Ÿค—๐Ÿค—


Jangan lupa


like


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2