
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Keesokan harinya,Alex,Kiara,dan Mamah Tiara sedang sarapan bersama.Ini adalah sarapan pertama buat Kiara bersama Mamahnya,Kiara sangat bahagia akhirnya mereka bisa berkumpul kembali setelah puluhan tahun berpisah lamanya.
Pagi ini tidak seperti biasanya,Kiara makan begitu lahapnya biasanya juga cuma sedikit.
"Pelan-pelan Sayang makannya," seru Mamah Tiara.
"Masakan Mamah enak,Kiara jadi pengen makan banyak," sahut Kiara.
"Selama Mbak Tiara tidak ada disini,Kiara hanya makan sedikit tapi sekarang makannya lahap banget," sambung Alex.
Kiara dan Mamah Tiara hanya tersenyum menanggapi ucapan Alex.Dan satu lagi,sifat Kiara pun berubah drastis dari yang dingin dan kaku sekarang kembali ceria seperti dulu.
Alex sangat bahagia sekali,akhirnya Kiara bisa bahagia juga dan bisa melihat senyum dan tawa Kiara yang selama ini seakan lenyap entah kemana.
"Kiara sudah selesai sarapan,Kiara berangkat kerja dulu ya," ucap Kiara dengan bahagianya kemudian Kiara mencium tangan Mamah Tiara dan Alex.
Alex yang mendapat perlakuan seperti itu merasa terkejut pasalnya baru kali ini Kiara mau mencium tangan Alex,dengan tangan yang bergetar Alex pun mengusap kepala Kiara dengan satu tangannya lagi,mata Alex tampak berkaca-kaca.
"Kamu hati-hati ya Nak," ucap Alex dengan nada yang bergetar.
Lagi-lagi Alex terkesiap dengan sikap Kiara yang menunjukan senyuman manisnya kepada Alex.
Dengan hati yang berbunga-bunga dan senyuman yang merekah,Kiara pun pergi meninggalkan rumahnya menuju tempat kerjanya.
Tapi disaat Kiara keluar dari rumahnya,ternyata mobil Frans sudah nangkring didepan rumah Kiara.
"Astaga bikin mood aku jelek aja," gumam Kiara.
"Selamat pagi Sayang," seru Frans.
"Pagi."
"Silahkan masuk Tuan Puteri," seru Frans sembari membukakan pintu mobilnya.
Kiara yang hendak masuk menoleh sebentar keatas balkon kamar Al,dan benar saja Al ada disana sedang memperhatikan Kiara.Al mengembangkan senyumannya dan menganggukan kepalanya seolah dia memberi isyarat kalau dia tidak apa-apa.
Kiara membalas senyuman Al dan langsung memasuki mobil Frans,untung Frans tidak menyadarinya.
"Sayang,nanti malam aku sama Daddy aku mau ke rumah kamu,aku mau melamar kamu," seru Frans.
Seketika Kiara tersedak oleh ludahnya sendiri,tatapannya tajam kearah Frans.Kiara sungguh tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Frans.
"Apa-apaan kamu Frans,kenapa kamu tidak membicarakan sebelumnya sama aku?kenapa kamu selalu mengambil keputusan sendiri tanpa mau mendengar ucapanku," seru Kiara dengan geramnya.
"Buat apa aku membicarakan dulu sama kamu,toh kamu kan pasti bakalan setuju sama semua keputusanku," sahut Frans.
Kiara benar-benar benci sama Frans karena selalu saja berakhir dengan pemaksaan.
Sesampainya di Kantor,Kiara dengan cepat keluar dari mobil Frans dan langsung pergi tanpa berbicara sepatah katapun.
Sementara itu dirumah Kiara,Alex sudah bersiap-siap akan pergi ke Kantotnya sedangkan Mamah Tiara sedang mencuci piring kotor didapur.
"Mbak aku pergi ke Kantor dulu,mbak hati-hati dirumah dan tolong jangan dulu pergi keluar soalnya anak buah Pram ada dimana-mana," seru Alex.
"Iya Lex,aku tahu."
"Ok..kalau begitu aku pergi dulu."
Alex pun pergi berangkat ke Kantornya,sebenarnya ada perasaan tidak enak yang dirasakan Alex entah apa itu tapi Alex berusaha untuk tidak memikirkannya.
Kiara tampak uring-uringan,entah apa yang harus dia lakukan untuk menolak lamaran Frans.
Waktu berjalan dengan cepat,saat ini Mamah Tiara hendak melihat isi kulkasnya dia ingin menyiapkan masakan untuk makan malam.
"Lho kok cuma ada telor doang,kayanya Alex dan Kiara lupa belanja bahan makanan nih,aku harus belanja sekarang," gumam Mamah Tiara.
Mamah Tiara pun segera berganti pakaian dia hendak pergi ke supermarket untuk belanja bahan-bahan makanan,Mamah Tiara lupa akan amanat Alex yang tidak boleh keluar dulu.
Dengan cepat Mamah Tiara memesan taxi dan pergi kesebuah tempat pembelanjaan.
Mamah Tiara tampak senang bisa belanja lagi,dia memilih dan memilah berbagai bahan makanan seperti sayur-sayuran,buah-buahan,bumbu masakan,dan semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak.
Hingga cukup lama Mamah Tiara belanja,akhirnya semua bahan-bahan yang dia butuhkan pun sudah terpenuhi,Mamah Tiara memutuskan untuk pulang.
"Aduh lapar banget,aku mampir dulu deh ke Restoran," gumam Mamah Tiara.
Mamah Tiara pun mampir disebuah Restoran untuk makan siang sebentar,Mamah Tiara benar-benar melupakan pesan Alex.
Mamah Tiara makan dengan tenang tanpa diganggu oleh siapapun,tapi Mamah Tiara tidak menyadari kalau saat ini ada sepasang mata sedang memperhatikannya.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang,Mamah Tiara pun berniat untuk pergi dan pulang kerumahnya,tapi disaat Mamah Tiara hendak keluar sebuah tangan kekar mencengkram lengan Mamah Tiara.
Hingga Mamah Tiara tersentak dan menoleh kepada orang yang sudah mencengkram lengannya,seketika tubuhnya kaku dan bergetar hebat matanya melotot tak percaya apa yang dia lihat.
"Apakabar Mbak Tiara!" seru Kim dengan senyumannya menyeringai.
"Senang,bertemu kembali denganmu Mbak Tiara."
Mamah Tiara tidak bisa berkata apa-apa lagi,lidahnya begitu kelu tenggorokannya tercekat.
"Lepaskan aku Kim," seru Mamah Tiara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kim menyeret Mamah Tiara keluar dari Restoran itu dan berdiri disamping mobilnya,dengan masih mencengkram lengan Mamah Tiara,Kim mengambil Ponsel dari dalam sakunya dan menghubungi seseorang.
"Hallo Pram,kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku temukan hari ini," seru Kim dengan seringainya.
Mamah Tiara yang mendengar nama Pram disebut,tubuhnya kembali bergetar hebat,wajahnya sudah dipenuhi dengan keringat,dia berusaha berontak tapi tenaganya tidak cukup untuk mengalahkan Kim.
"Baiklah,aku akan segera bawa dia kehadapanmu."
Kim menutup telponnya dan menyeret Mamah Tiara untuk masuk kedalam mobilnya,Kim segera melajukan mobilnya menuju rumah Pram.
Sementara disisi lain,Kiara tampak tidak tenang dia terus saja mondar-mandir didalam ruangannya.
Tok..tok..tok..
"Ra,waktunya makan siang apa mau aku pesankan makanan kesini?" tanya Sisi.
"Ga usah Si,aku ga lapar."
"Kamu kenapa Ra,kok kaya yang ga tenang kaya gitu?"
"Aku ga tahu Si,perasaan aku ga enak aku takut terjadi kenapa-napa sama Mamah aku soalnya dia sendiri dirumah," sahut Kiara.
"Kamu jangan terlalu berlebihan,kan ga ada yang tahu Mamah kamu sudah pulang kerumah jadi Mamah kamu aman," Sisi mencoba menenangkan Kiara.
"Iya,tapi ga tahu kenapa perasaan aku ga enak Si."
Al yang saat ini baru pulang kerumah,entah kenapa ingin melihat Mamah Tiara hanya untuk memastikan saja kalau calon mertuanya itu baik-baik saja.
Tok..tok..tok..
"Tante,Tante Tiara ini Al apa Tante ada dirumah?" teriak Al.
Al terus saja mengetuk pintu rumah itu tapi tidak ada tanda-tanda ada orang didalam,tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Al.
"Mas Al mau cari siapa?" tanya tetangganya.
"Tadi sih saya lihat Ibu Tiara keluar naik taxi tapi saya tidak tahu Ibu Tiara mau kemana," sahut seorang tetangga Al.
"Apa...?apa Ibu tahu,kira-kira Tante Tiara perginya kapan?" tanya Al mulai panik.
"Kalau tidak salah,Ibu Tiara pergi jam setengah satu siang tadi."
"Astaga,ini sudah jam 4 sore kemana dia?" gumam Al dengan paniknya.
"Ya sudah,kalau begitu terima kasih ya Bu."
Al pun segera pergi mengendarai mobilnya kembali dan dengan cepat menghubungi semua sahabatnya,tidak lupa Al juga menghubungi Alex.
Alex yang mendapat kabar dari Al merasa terkejut dan Alex pun segera pulang kerumahnya,sementara Kiara dia belum tahu tentang masalah ini.
Al dan ketiga sahabatnya meminta izin kepada atasannya untuk melakukan penangkapan terhadap Pram dan yang lainnya karena Al sudah mendapatkan bukti yang kuat dari Kiara dan Mamahnya.
Keempat pria tampan itu mulai mengintai Frans,Kim,dan juga Pram tidak lupa mereka pun membawa senjata juga untuk berjaga-jaga.
Mamah Tiara tampak tak sadarkan diri didalam mobil Kim,Kim ternyata sudah memukul Mamah Tiara karena selama dalam perjalanan Mamah Tiara terus saja memberontak.
Tidak lama kemudian,Kim pun sampai di istana Pram.Kim dengan cekatan mengangkat tubuh Mamah Tiara kedalam rumah Pram.
Pram yang memang dari tadi sudah menunggu kedatangan Kim akhirnya bisa mengembangkan senyumannya setelah melihat Kim menggendong Mamah Tiara.
Kim membaringkan tubuh Mamah Tiara diatas sofa,dan dengan mendorong kursi rodanya sendiri Pram mendekati Mamah Tiara.Pram tampak memperhatikan wajah Mamah Tiara dan perlahan mengelus pipi Mamah Kiara.
"Ternyata kamu masih sangat cantik Tiara," gumam Pram.
Mamah Tiara yang merasa ada yang mengelus pipinya perlahan mengerjapkan matanya,dan betapa terkejutnya dia saat melihat wajah orang yang sangat dia benci dan tidak ingin dia lihat seumur hidupnya berada tepat dihadapannya.
Dengan cepat Mamah Tiara bangun dan berlari hendak kabur,tapi sayang prngawal dirumah itu terlalu banyak untuk dilalui dengan mudahnya pengawal menangkap tubuh Mamah Tiara.
"Lepaskan aku..lepaskan aku," teriak Mamah Tiara.
"Mau kemana kamu Tiara?kamu tidak akan bisa kabur dari sini," seru Pram.
"Kalian bukan manusia tapi binatang,apa kalian tidak puas sudah membunuh suami dan anak-anakku," teriak Mamah Tiara dengan deraian air mata.
"Tenang Sayang kamu jangan teriak-teriak nanti suaramu yang indah itu hilang,,kamu kemana saja selama ini?pintar sekali kamu bisa bersembunyi sampai 20 tahun lamanya," ucap Pram dengan senyumannya.
Mamah Tiara sungguh jijik melihat senyuman itu.
__ADS_1
"Mbak,apa benar anak perempuan yang waktu itu ada dirumahmu bersama laki-laki adalah anakmu?" sekarang giliran Kim yang bertanya.
Mamah Tiara tampak membelalakan matanya,dia tidak mau sampai Kiara dalam bahaya sudah cukup dia kehilangan suami dan kedua anaknya jangan sampai sekarang mereka mengetahui siapa Kiara sebenarnya.
"Siapa?aku tidak tahu," ucap Mamah Kiara.
Kim pun mendekat kearah Mamah Tiara dan langsung mencengkram wajah Mamah Tiara dengan tangannya sehingga membuat Mamah Tiara meringis kesakitan.
"Kamu jangan pura-pura tidak tahu Mbak Tiara,aku yakin Mbak Tiara dan Mas Chen sudah menyembunyikan sesuatu,iya kan?anak perempuan itu anak kalian kan?" bentak Kim.
Mamah Tiara hanya mampu menggelengkan kepalanya tanpa sanggup menjawab apa yang Kim tanyakan.Mamah Tiara bertekad kalau dia tidak akan memberi tahukan tentang keberadaan Kiara,anak satu-satunya itu.
"Kim,mana tasnya Tiara?" pertanyaan Pram membuat Kim melepaskan cengkramannya.
"Ada didalam mobil,buat apa kamu menanyakan tas Mbak Tiara?"
"Ambil tas Tiara dan bawa kesini," perintah Pram.
Kim segera mengambil tas Kiara dan langsung menyerahkan kepada Pram.Pram langsung mencari sesuatu didalam tas itu,dan ternyata Pram mencari Ponsel Tiara.Setelah Pram menemukan Ponsel Tiara,Pram dengan cepat mencari kontak seseorang.
Mamah Tiara yang berdiri disana segera berlari kearah Pram dan berniat untuk merebut Ponsel itu tapi sayang lagi-lagi Pengawal Pram dengan cepat menghentikan Mamah Tiara.
"Kembalikan Ponselku Pram," teriak Mamah Tiara.
Pram tidak mengindahkan teriakan Tiara hingga akhirnya dia melihat layar Ponsel Mamah Tiara dan tertawa lepas.
"Akhirnya aku menemukanmu," ucap Pram dengan seringainya.
Dilain sisi,Kiara yang baru saja pulang dari Kantor tampak mengerutkan keningnya ketika melihat Alex terlihat mondar-mandir diteras rumahnya.
"Ada apa Om?kenapa Om terlihat khawatir?" tanya Kiara.
"Mamah kamu Ra--"
"Kenapa dengan Mamah,Om?"
"Tadi Al menghubungi Om,katanya Mamah kamu pergi keluar dari tadi siang dan sampai sekarang dia belum kembali juga," jelas Alex.
"Apa..?"
Kiara pun dengan sigap berbalik badan hendak pergi untuk mencari Mamahnya tapi baru saja beberapa langkah,Ponselnya pun berbunyi.Kiara melihat siapa yang sudah menghubunginya dan ternyata tertera nama Mamahnya disana.Dengan senyuman yang mengembang,Kiara pun mengangkat telponnya belum juga Kiara bersuara,orang diseberang sana sudah berbicara.
"Ha----"
"Hallo,apa benar ini dengan anaknya Ibu Tiara?" tanya Pram pura-pura.
"Iya benar,saya anaknya Bu Tiara ada apa ya Pak?" sahut Kiara panik bahkan Alex pun yang mendengarnya ikut mendekati Kiara.
Diseberang sana Pram tampak tersenyum penuh dengan kemenangan,benar saja ternyata kecurigaannya selama ini memang benar adanya kalau anak perempuan yang dikatakan Wira itu anaknya Chen.
"Mamah kamu ada disini,kalau kamu mau bertemu dengan Mamahmu datang kesini sendirian jangan bawa siapapun apalagi Polisi,kalau sampai saya tahu kamu bawa Polisi kamu akan melihat mayat Mamah kamu disini," seru Pram.
Pram langsung menutup telponnya,sementara Mamah Tiara terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya dengan deraian air mata.
Kiara tampak lemas,tubuhnya bergetar hebat dia tidak mau sampai kehilangan orang yang dia sayangi untuk kesekian kalinya.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Alex khawatir.
"Aku tidak apa-apa Om,aku harus pergi."
"Kamu mau kemana Ra?biar Om anterin kamu."
"Tidak Om,Kiara bisa sendiri Om diam saja dirumah."
Dengan cepat Kiara pun mencari taxi,didalam taxi Kiara mendapatkan notifikasi pesan mengenai alamat yang akan Kiara datangi,seketika mata Kiara melotot,tangannya bergetar,keringat mulai bercucuran dan kakinya terasa lemas.
"Bu--bukannya i--ini alamat rumahnya Pram," gumam Kiara dengan bibir yang ikut bergetar.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Hallo semuanya,,maaf ya baru bisa up lagi jangan lupa dukungannya didetik-detik menuju endππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ