
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Sisi tampak asyik berbincang-bincang dan bercanda-canda dengan keempat pria tampan yang sangat kocak, bahkan sesekali Sisi pun ikut menyumbangkan suaranya dan bernyanyi bersama dengan mereka.
Sementara itu, Kiara merentangkan kedua tangannya dia baru saja terbangun dari tidurnya. Kiara melihat jam dinding yang menunjukan pukul 5 sore.
"Astaga sudah jam 5 sore, si Sisi kemana katanya mau kesini," gumam Kiara.
Disaat Kiara bangun dari sofa hendak ke kamar mandi, Kiara melihat tas yang biasa Sisi gunakan tergeletak di meja.
"Lho bukannya ini tas Sisi, orangnya kemana?" gumam Kiara.
Kemudian Kiara mengambil Ponselnya dan menghubungi Sisi. Sisi yang sedang asyik bernyanyi mendengar Ponselnya berbunyi.
"Wah Bos sudah bangun kayanya," gumam Sisi.
"Ada apa Si?" tanya Bobby.
"Ini, Kiara nelpon kayanya dia sudah bangun," jawab Sisi.
"Angkat dan ajak gabung disini sekalian kita pengen lihat seperti apa Bos kamu itu," sahut Riki.
"Beuhh, Kiara orangnya sangat cantik ga ada tandingannya tapi aku ga yakin kalau dia mau gabung soalnya dia itu orangnya susah banget bersosialisasi," seru Sisi.
Sisi pun segera mengangkat telpon dari Kiara, belum juga Sisi mengucapkan Hallo Kiara sudah mendahului Sisi berbicara.
"Kamu ada dimana?" tanya Kiara datar.
"Aku ada dirumah yang didepan rumah kamu, lagi ngobrol sama pria-pria tampan kamu kesini dong ikut gabung," seru Sisi.
"Ogah..cepetan kesini atau aku potong gaji kamu," ancam Kiara.
"Yaelah, ok..ok..aku segera kesana."
Kiara pun menutup Ponselnya, Kiara sedikit penasaran akhirnya dia pun mengintip dari balik jendela rumahnya.
Benar saja, Sisi sedang bersama empat orang pria tampan.
"Ckckck..dasar genit," gumam Kiara.
"Maaf ya, akau harus pergi dulu takutnya Ibu Bos makin marah nanti gaji aku dipotong lagi, bye semuanya."
Sisi pun berlari menuju rumah Kiara..
"Aku jadi penasaran bagaimana wajah Bosnya Sisi, apa jangan-jangan dia seorang perawan tua sehingga malu untuk keluar rumah," seru Riki.
"Kalian ga tahu aja, yang namanya Kiara itu Masya Alloh cantiknya luar biasa cuma memang dia kelihatan pendiam sih jarang ngomong dan jarang keluar rumah juga," sahut Al.
"Kamu sudah melihatnya Al?" tanya Boby.
"Sudah tadi pagi," jawab Al.
"Jadi makin penasaran nih, secantik apa sih?" ucap Boby.
Mereka pun kembali memainkan gitarnya sementara Al masih memperhatikan rumah itu.
"Hai Bu Bos," sapa Sisi dengan cengiran khasnya.
"Darimana kamu?" tanya Kiara.
"Kan sudah aku bilang, aku dari rumah depan."
"Dasar genit," seru Kiara.
Kiara melangkahkan kakinya menuju dapur dan diikuti oleh Sisi.
"Siapa yang genit Ra, tadi pas aku kesini aku lihat kamu tertidur pulas ya daripada aku nungguin kamu bangun mending gabung sama mereka," sahut Sisi.
"Jangan gampang percaya sama orang asing, apalagi mereka semua cowok," seru Kiara dingin.
"Tapi kayanya mereka orang baik-baik deh Ra, ga ada tampang orang jahat."
"Memangnya orang jahat harus bilang dulu ya kalau dia orang jahat, jangan polos jadi cewek orang zaman sekarang banyak modus bahkan penjahat tampangnya kelihatan baik," jelas Kiara dengan terus memotong sayur-sayuran yang akan dia masak.
"Iya deh iya terserah kamu saja."
Sisi pun mengalah dan lebih memilih diam karena mau berdebat sampai mana pun Sisi ga bakalan pernah menang melawan Kiara.
Malam pun tiba, saat ini Kiara dan Sisi sedang menunggu Alex. Alex yang bilang hanya sebentar nyatanya sampai malam begini belum pulang juga.
Alex memang banyak kerjaan akhir-akhir ini, profesinya sebagai Pengacara handal membuat Alex paling dicari oleh kebanyakan orang.
Setelah merasa lelah, Alex pun beranjak dari Kantornya dan memutuskan untuk pulang. Sesampainya diparkiran, Alex tampak celingukan ke segala arah.
Alex merasa kalau dia seperti ada yang mengawasi, cepat-cepat Alex memasuki mobilnya dan cepat-cepat pula melajukan mobilnya.
Dan benar saja sebuah mobil sedan hitam sedang mengikuti mobil Alex, Alex sadar kalau dia sedang diikuti Alex segera menancap gasnya dengan kecepatan tinggi dan mobil sedan hitam itu pun mengejar mobil Alex.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Alex pun sampai dirumahnya, keempat pria tampan yang masih berada di Gazebo sampai merasa kaget karena Alex mengendarai mobilnya dengan kencang.
Alex segera turun dari mobilnya, Alex melihat kearah belakang dan ternyata mobil sedan hitam itu memang mengikutinya, tanpa Alex sadar kalau Al sedang memperhatikan gerak-gerik Alex.
Al menoleh kearah yang Alex lihat, sebuah mobil sedan hitam pun pergi meninggalkan tempat itu, Alex segera masuk kedalam rumahnya.
"Ada apa sebenarnya? kayanya ada yang aneh dengan kelakuan Om Alex dan Kiara, aku harus mencari tahunya," batin Al.
Alex masuk kedalam rumah dengan nafas yang ngos-ngosan, Kiara dan Sisi pun sampai bingung melihat tingkah aneh Alex.
"Nah Om Alex sudah pulang, kalau begitu aku pamit dulu ya," seru Sisi.
"Lho mau kemana Si, kamu ga nginap aja disini?" tanya Alex.
"Maunya sih gitu, tapi kasihan Ibu sendirian dirumah, kalau begitu aku pamit dulu Om, Ra aku pulang dulu ya," Sisi mencium tangan Om Alex sebelum pergi.
Kiara dengan cepat mengambilkan air untuk Alex, dan memberikannya kepada Alex.
"Terima kasih Kiara."
Alex meminum airnya dengan satu kali tegukkan...
"Ada apa Om?" tanya Kiara.
"Tadi Om diikuti oleh sebuah mobil, Om ga tahu mobil siapa itu, Om takut itu orang suruhan Pram dan mengetahui siapa Om sebenarnya, kamu harus lebih berhati-hati Kiara Om takut terjadi kenapa-napa sama kamu," seru Alex.
Kiara menganggukan kepalanya, Kiarapun pergi menuju kamarnya.
***
Keesokan harinya, seperti biasa setiap hari minggu Kiara selalu berlatih Boxing dan pulangnya mampir ke Rumah Sakit Jiwa untuk menemui Mamahnya.
Kiara keluar rumah berbarengan dengan Al, sejenak mereka saling pandang hingga akhirnya Kiara memutus pandangannya dengan memainkan Ponselnya.
Tidak lama kemudian taxi online yang dipesan Kiara datang, Kiara dengan cepat memasuki taxi itu. Begitu pun Al yang memasuki mobilnya dan mulai melajukannya.
"Sungguh aneh, kata Sisi dia pemilik Perusahaan besar tapi kok selalu pakai taxi online mana penampilannya pun tidak menunjukan kalau dia seorang Bos, ah makin penasaran aja sama wanita itu," gumam Al.
Kiara pun sampai ditempat latihan Boxing, saat Kiara turun mobil Al pun sampai lagi-lagi Al menoleh kearah Kiara, sementara Kiara tampak mengerutkan keningnya.
"Kamu kesini juga?" Al memberanikan diri untuk bertanya kepada Kiara.
Kiara hanya menganggukan kepala dan langsung masuk kedalam tempat latihan.
"Sumpah, dilihat dari dekat makin cantik benar kata Mamah lucu dan menggemaskan kaya Barbie," gumam Al.
Didalam tempat latihan, Kiara sedang berbicara dengan pelatihnya.
"Kiara maaf, aku sudah tidak bisa melatih kamu lagi soalnya aku harus kembali ke kampung halamanku Ibuku sedang sakit jadi aku harus pulang, dan aku sudah mencarikan kamu pelatih handal kok jadi kamu jangan khawatir, nah itu dia Bang Al sini," teriaknya.
"Bang Al, tolong gantikan aku melatih Nona cantik ini aku percaya Bang Al bisa melatih Kiara lebih baik dari aku, kalau begitu Kiara aku pamit dulu selamat berlatih," ucapnya dengan menepuk pundak Kiara dan meninggalkan Kiara.
Kiara bingung harus melakukan apa, sungguh saat ini dia merasa gerogi dengan pria tampan dihadapannya ini.
"Kenapa diam? bisa kita mulai sekarang?" ucap Al.
Kiara menganggukan kepalanya, Kiara mulai berlatih dan seperti biasa Kiara selalu membayangkan kejadian masa lalu sehingga membuat adrenalin Kiara meningkat.
"Wanita ini sungguh bersemangat, wanita yang hebat," batin Al dengan tersenyum sembari terus menantap wajah cantik Kiara.
Sungguh pemandangan yang menyejukan bagi Al, bisa melihat wajah Kiara yang cantik dari jarak yang sangat dekat bahkan keringat yang membasahi wajah Kiara menambah kesan sexi wanita itu.
Kiara yang terus ditatap Al semakin membuat Kiara jadi salah tingkah akhirnya karena Kiara gugup pukulan Kiara malah nyasar kepipi Al. Seketika Al memegang pipinya karena pukulan Kiara lumayan keras.
"Astaga, maaf..maaf ga sengaja," ucap Kiara panik.
Kiara segera melepas sarung tinjunya dan memegang pipi Al yang terkena pukulannya.
"Maaf kamu gapapa?" tanya Kiara.
Saat Kiara memegang pipi Al, Al malah ikut memegang tangan Kiara akhirnya sejenak mereka saling pandang kembali. Kiara tersadar dan melepaskan tangannya.
"Aku gapapa kamu tenang aja," jawab Al.
Kiara akhirnya duduk dan beristirahat sebentar, Al ikut duduk disamping Kiara.
"Kamu sudah lama ikut latihan Boxing disini?" tanya Al.
"Sudah sejak SMA."
"Hebat, jarang lho ada wanita yang punya hobi Boxing seperti ini kebanyakan mereka memikirkan penampilan ga mau berkeringat tapi kamu beda banget," seru Al.
Kiara hanya tersenyum tipis dan kembali meneguk air dalam botol yang dia bawa dari rumahnya.
"Oh iya, kita belum kenalan nama aku Al," Al mengulurkan tangannya.
Kiara tampak ragu-ragu dan hanya melihat tangan Al, tapi dengan perlahan Kiara membalas uluran tangan Al.
"Kiara."
Al terlihat mengembangkan senyumannya dan itu membuat jantung Kiara berpacu dengan kencangnya, dengan cepat Kiara melepaskan tangannya.
Sementara itu disudut ruangan, ada seorang pria yang tampak mengepalkan tangannya karena melihat wanitanya didekati oleh pria lain. Pria itu tidak lain adalah Frans, dia tampak mengeraskan rahangnya karena Kiara saat ini dekat dengan Al.
Kiara dan Al menyudahi latihannya, Kiara pun cepat-cepat membersihkan diri dan mengganti pakaiannya begitu pun dengan Al.
__ADS_1
Saat ini Kiara sedang menunggu taxi online yang dipesannya.
"Apa kamu mau bareng denganku, rumah kita kan berdekatan," seru Al.
"Tidak terima kasih, aku mau mampir dulu kesuatu tempat," jawab Kiara tanpa melihat kearah Al.
Taxi online yang dipesan Kiara pun datang, Kiara dengan cepat masuk kedalam taxi itu dan pergi meninggalkan Al tanpa berbicara sepatah katapun kepada Al.
Sementara itu dari kejauhan, Frans tampak memperhatikan Al dan Kiara.
"Suruh orang ikuti pria itu dan habisi dia, aku tidak bisa mengampuni orang yang berani mendekati wanitaku," perintah Frans dengan dinginnya.
"Baik Tuan," sahut Jack.
Jack pun menghubungi seseorang dan menyuruh apa yang diinginkan Bos besarnya.
"Jalan, kita pulang."
"Baik Tuan."
Mobil Frans pun melaju meninggalkan tempat itu dengan sudut bibir Frans yang sedikit terangkat.
Al pun mulai meninggalkan tempat itu, tapi dia tidak dulu pulang melainkan mampir ke Restoran, dia tahu ada mobil yang sedang mengikutinya, Al menghubungi semua teman-temannya untuk berkumpul di Restoran tersebut.
Sesampainya di Restoran itu, ternyata teman-temannya sudah menunggu.
"Ada apa Al, nyuruh kita ngumpul?" tanya Boby.
"Kalian lihat mobil sedan hitam yang terparkir disebrang Restoran ini," seru Al.
Semuanya pun menoleh kearah yang Al tunjukan..
"Mobil itu ngikutin aku dari tadi, dan kalian tahu itu adalah mobil yang sama yang tadi malam ngikutin Om Alex Ayahnya Kiara," jelas Al.
"Serius kamu Al?" tanya Arya.
"Iya, aku ga tahu apa hubungan mereka dengan Om Alex tapi aku pikir Om Alex dan Kiara itu dua orang yang penuh misteri dan jujur aku sangat penasaran dengan mereka berdua," jelas Al.
"Penuh misteri gimana maksudnya?" tanya Riki.
"Kalian tahu ga, Om Alex sama Kiara itu ga seperti Ayah dan anak pada umumnya, aku lihat-lihat mereka itu kaya saling cuek apalagi Kiara dia itu sikapnya dingin banget, aku pikir Kiara bersikap dingin kepada orang-orang ternyata sama Ayahnya pun dia bersikap dingin, aku penasaran sama Kiara dan aku harus cari tahu tentang dia karena aku yakin ada rahasia besar yang Kiara simpan," sahut Al.
"Terus, maksud dari mobil itu ngikutin kamu apa?" tanya Boby.
"Nah itu yang harus kita cari tahu," ucap Al.
***
Sementara itu di Rumah Sakit Jiwa, Kiara dengan sabarnya menyuapi Mamahnya walaupun Mamahnya tidak pernah bicara dan melihat kearahnya tapi Kiara sangat berharap Mamahnya bisa sembuh.
Hanya Mamahnya yang saat ini menjadi penyemangatnya dan kekuatan Kiara untuk tetap bisa bertahan menghadapi kehidupan yang kejam ini.
Setelah sekian lama menemani Mamahnya dan sekarang Mamahnya sudah tertidur, Kiara mengelus kepala Mamahnya dan mencium kening Mamahnya.
"Cepat sembuh Mah, Kiara sangat merindukan Mamah, Kiara pulang dulu minggu depan Kiara kesini lagi, Mamah baik-baik disini I Love You Mah."
Kiara pun perlahan meninggalkan ruangan rawat Mamahnya dan memutuskan untuk pulang.
Disisi lain, mobil yang mengikuti Al akhirnya pergi tidak jadi mengikutinya setelah tahu kalau Al pergi bersama teman-temannya. Keempat teman Al memutuskan untuk kerumah Al, dan Boby pun menghubungi Sisi untuk datang.
Sesampainya dirumah Al, seperti biasa semuanya berkumpul di Gazebo dan tidak lama kemudian Sisi pun datang dan ikut gabung. Sisi tahu kalau Kiara belum pulang, soalnya Sisi sudah menghubunginya terlebih dahulu.
Disaat semuanya sedang bercanda-canda, tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan rumah Kiara dan ternyata itu adalah Kiara, semua orang tampak menoleh kearah Kiara.
"Kiara..." teriak Sisi.
Kiara pun menoleh, dan ketiga teman Al yang baru pertama kali melihat Kiara tampak melongo dan tak berkedip sama sekali, Al yang melihat ketiga temannya itu mengusap wajah ketiganya.
"Biasa aja kali ngelihatnya," seru Al.
"Cantik banget Al," sahut Boby.
"Itu mah bukan manusia tapi Barbie hidup?" ucap Riki.
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
πͺ
Mana nih suaranya,ayo dong dukungannya jangan lupa selalu tinggalkan jejak like,komen,dan vote sebanyak-banyaknyaππππ
Jangan lupa
like
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOUπππ